My Love Bos

My Love Bos
Periksa Kandungan


__ADS_3

Hari ini adalah jadwal Anna untuk pemeriksaan kandungan nya. Ken sendiri yang akan mengantar dan menemani sang istri pemeriksaan.


"Mas, bukankah pagi ini ada meeting di kantor?"Tanya Anna yang tengah bersiap-siap.


"Biar Anna diantar sama Pak Mamad aja, Mas pergilah ke kantor"lanjut Anna


"Anna tenang saja, ada Laura dan Tio yang akan menghandle semuanya"


"Tidak ada yang lebih penting dari kamu dan anak kita, lagian mas juga ingin melihat perkembangan baby sebelum lahir ke dunia"ucap Ken mendekat pada Anna dan memeluk istrinya itu dari belakang, melingkar kedua tangannya di perut buncit Anna sambil mengusap-ngusap pelan.


"Umma... papa" Attha berlari menyelenong masuk ke kamar Ken dan Anna.


Pasutri itu nampak terkejut dan gelagapan seolah-olah tertangkap basah oleh anak angkat mereka.Anna menatap tajam ke arah suami, Ken malah menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Hahahha..... papa ketahuan peluk-peluk umma"Attha tertawa lepas menatap kedua orangtua nya bergantian.


Baik Ken maupun Anna merasa malu di tertawakan putra mereka.


"Sa... sayang ada a apa? kenapa tiba-tiba masuk ke kamar umma dan Papa"tanya Anna mencair suasana canggung dan gugup.


"Atta mau panggil Umma sama papa untuk sarapan, tapi lama bangat, jadi Atta samperin aja"jawab Attha dengan wajah polosnya.


"Yasudah, Ayo kita keluar boy, kita tunggu aja umma di bawah" alih Ken tanpa berlama-lama membawa sang putra keluar kamar.


Anna sedikit bernafas lega, kembali memasang hijabnya dengan tenang.


*******


Sebelum pergi ke klinik, Anna dan Ken mengantar putra angkat mereka dulu ke sekolah.Setelah itu langsung menuju klinik.


Ken membimbing sang istri masuk ke dalam klinik.


"Bu Anna silakan masuk, dokter sudah menunggu di dalam"sambut perawat saat Ken dan Anna tiba di depan ruang pemeriksaan.


Seperti biasa Anna akan di dahulukan di periksa dari pada pasien lainnya, Karna kemarin Ken telah menghubungi dokter yang akan menangani istrinya dan meminta perawat untuk mendahulukan mereka agar Anna tidak perlu menunggu antrean lagi, yang pasti akan memakan waktu yang cukup lama.


"Bagaimana bu Anna? keluhan apa yang ibu Anna rasakan?"ucap sang dokter ketika Anna sudah duduk berhadapan dengan dokter Ratih dan di sampingnya sang suami menemani.


"Kaki saya membengkak dok, sering kelelahan, nyeri di bagian punggung dan payudara, nafas saya juga terasa sesak"jelas Anna


"Hemm....itu hal yang normal sering dirasakan ibu hamil di usia kandungan 8 bulan apalagi mendekati persalinan"jawab Dokter tersenyum mengangguk.


"Istri saya juga sering mengalami kontraksi dok, apa itu tidak masalah dan membahayakan?"tanya Ken khawatir, Anna mengangguk membenarkan ucapan suaminya.


"Tidak masalah Pak, biasanya itu kontraksi palsu yang disebut kontraksi Braxton Hicks, Kondisi ini membuat ibu hamil merasa kencang di bagian perut atau rahim yang datang dan pergi sesekali, apa benar begitu yang bu Anna rasakan?"

__ADS_1


"Iya benar dok"ucap Anna membenarkan penjelasan sang dokter.Ken sedikit bernafas lega.


"Untuk mengatasinya, cobalah mengubah posisi tubuh, mandi air hangat, dan minum air putih"


Setelah berkonsultasi tentang keluhan yang Anna rasakan dan dokter memberikan saran-saran yang sebaiknya Anna lakukan untuk mengatasi gejala-gejala yang muncul dan juga menyarankan Anna untuk mempersiapkan diri menyambut bulan terakhir kehamilannya.


Kemudian Anna berbaring di atas Bed untuk di periksa dan Ken selalu mendampingi sang istri dengan menggenggam tangan istrinya.


Dokter melakukan pemeriksaan USG untuk melihat pertumbuhan Janin, mengukur dan memperkirakan berat janin apakah janin tumbuh sesuai komposisi normal, mendengar denyut jantung janin untuk mengetahui dalam keadaan baik.


"Bu, pak bisa kita lihat posisi janin saat ini sangat baik dan pas, Insya Allah saya prediksikan bu Anna bisa melahirkan secara normal, jika posisi janin tetap seperti ini dan tidak berubah"jelas Dokter Ratih. Itulah yang Anna harapkan melahirkan secara normal.


"Mas"lirih Anna


Ken yang menatap semula ke arah monitor beralih menatap sang istri sambil tersenyum da mengecup beberapa kali tangan Anna yang di genggamannya.


"Apakah kami bisa melihat jenis kelaminnya dok"tanya Ken


Dokter Ratih tersenyum.


"Seperti anak Pak Ken dan Bu Anna sangat pemalu dia masih tidak mau memperlihatkan jenis kelaminnya, mungkin nanti saja setelah lahir baru diketahui jenis kelaminnya"kekeh dokter Ratih.


********


Selama perjalanan pulang Anna terus memancarkan senyum bahagia dari wajahnya, Ken juga ikut senang melihat istrinya.


"Dalam kondisi hamil besar ini, Anna harus berhati-hati dan mas harus lebih ekstra menjaga Anna"tutur Ken sesekali menoleh ke arah istri.


"Iya baik mas suami"jawab Anna manja.


Sampainya di rumah Ken membantu istrinya masuk ke dalam.


"Mau langsung ke kamar?"


"Tidak mas, Anna duduk aja di sofa ruang keluarga "


Dengan sigap Ken mengambil bantal sofa untuk menopang kaki sang istri dan bantal untuk menyangga punggung Anna agar tetap merasa nyaman.


"Bi"panggil Ken


Bi Nur datang menghampiri Tuan majikannya.


"Bawakan Anna air putih ya Bi, setelah itu beri dia buah-buahan yang sudah di potong"titah Ken


"Baik Tuan"jawab Bi Nur patuh dan berlalu.

__ADS_1


"Anna, mas ke kantor dulu, tidak akan lama, nanti jam makan siang mas pulang"ucap Ken mengecup kening Anna.


"Lah kok gitu, biasanya pulang sore?"


"Ngak papa pekerjaan kantor bisa di kerjakan di rumah sambil jagain bumil"Ken mengecup singkat bibir Anna.


"Mas...... "Anna menatap sebal sang suami.


"Yasudah mas pergi dulu, kalo butuh sesuatu minta aja sama Bi Nur"


Anna mengangguk dan mencium punggung tangan suaminya.


*******


Anna mendapat telepon dari mertuanya yang menanyakan kabarnya dan babynya.


"Mami alihkan ke video call aja ya sayang"pinta Mami.


"Iya boleh mi"jawab Anna


"Ken bilang tadi kalian pergi pemeriksaan kandungan, gimana hasilnya sayang,apakah semuanya baik-baik aja, Anna dan calon cucu mami sehatkan?" Anna dapat melihat dengan jelas wajah penasaran dan harap-harap cemas yang di tunjukkan oleh mertuanya.


"Iya mi, Alhamdulillah Anna dan calon cucu mami sehat dan baik"jawab Anna tersenyum tenang.


"Alhamdulillah, mami senang dengarnya"Mami bernafas lega


"Jaga kesehatan dan kondisi tubuh agar tetap stabil ya sayang, dengarkan saran-saran dari dokter, rasanya mami ingin di sana jagain menantu mami sampai lahiran nanti, tapi karna keadaan mami tidak bisa, mami harus temani papi di sini"nasehat mami dengan raut wajah sedih.


"Iya mi Ngak papa, di sini Mas Ken selalu siap sedia jagain Anna dan baby kami"ucap Anna


"Bagus lah, memang seharusnya begitu nak, Ken harus lebih memperhatikan pada Anna dan calon anak kalian dari pekerjaannya"tutur mami


"Sayang, bolehkah mami lihat hasil USG Anna dan perkembangan calon cucu mami"ujar mami


"Tentu saja mi...."Anna menjeda kalimatnya.


"Oh iya Anna lupa hasilnya masih ada di mobil mas Ken mi"jawab Anna.


"Nanti kalo mas Ken pulang, Anna fotoin hasilnya dan kirim ke mami"


"Baik lah sayang"


"Bisa arahkan kameranya pada perut Anna, mami mau lihat"sambung mami


Mertua Anna itu begitu ingin tahunya tentang perkembangan calon cucunya. Beliau begitu antusias mengenai sang cucu. Melihat perut buncit Anna dan pergerakan kecil dari dalam saja sudah membuat beliau bahagia dan terharu.

__ADS_1


Anna bisa melihat kedua mata mami berkaca-kaca saat Anna mengarahkan kamera ke perutnya.


Anna juga bahagia melihat respons yang ditunjukkan oleh mertuanya.


__ADS_2