
Sejak kandungan Nadin yang sudah membesar,membuatnya sedikit merasa kesulitan dan kesusahan dengan kondisinya yang sedang berbadan dua walaupun Bibik selalu ada di samping Nadin tapi karna bibik berusia sudah lanjut jadi tidak semuanya bibik bisa membantu dan memenuhi apa yang di perlukan Nadin.
Terpaksa Nadin mau tidak mau harus menghubungi dan memberitahu kondisinya saat ini pada keluarga Tantenya yang ada di luar negeri, hanya itulah satu-satunya keluarga yang menganggap dan menyayanginya dan yang bisa membantunya saat dalam kondisi seperti ini.
Dengan meyakinkan dirinya akhirnya Nadin menelepon menceritakan semuanya pada tantenya,walau tante sering menghubungi Nadin sekedar untuk menanyakan kabarnya, tapi tidak pernah Nadin menceritakan pada tantenya tentang apa yang dialaminya,tapi sekarang Nadin harus jujur dan memberitahu tantenya tentang keadaannnya yang sebenarnya dan juga berharap semoga tante bisa datang ke Indonesia untuk membantu dan menemaninya hingga persalinan nanti, walau awalnya sang tante sangat shock dan terkejut juga marah atas apa yang terjadi pada Nadin, tapi dengan kasih sayang dan amanah dari kakaknya untuk menjaga ponakannya.
Akhirnya tante Nadin terpaksa datang ke Indonesia sendirian tanpa bersama anak dan suaminya, dia sendiri yang akan menjaga dan merawat keponakannya, dia tidak tega dan merasa kasihan dengan keponakannya yang harus berjuang sendirian di saat hamil besar seperti sekarang ini, yang pasti sangat membutuhkan keluarga dan sosok suami di sampingnya.
"Tante tidak marah lagi kan sama Nadin?"ucap Nadin duduk berdua di ruang keluarga menonton tv bersama tantenya.
"Entah sudah berapa kali pertanyaan itu kamu ucapkan pada tante, rasanya tante sudah bosan mendengarnya, mau tante marahpun memang akan mengubah situasi dan kondisi kamu saat sekarang ini, tidak kan??"
"tante sangat marah,dengan laki-laki yang tidak bertanggung jawab setelah membuatmu seperti ini"ucap tante Nadin yang begitu geram.
"Biarkan saja laki-laki berengsek itu tante, aku sangat membencinya,ini juga salahku dengan kebodohanku, tapi di sini anakku tidak bersalah, dia hadir karna perbuatan yang sudah ku lakukan dengan pria bajingan itu"ucap Nadin
"Yang telah terjadi biarlah sudah berlalu, sekarang yang kamu pikirkan hanyalah kebahagiaan mu dan menyambut anakmu lahir ke dunia ini"ucap Nasehat tante.
"Terima kasih tante yang sudah menguatkan ku,memberikan ku semangat kembali terlepas dari apa yang sudah terjadi padaku"ucap Nadin memeluk tantenya, sang tantepun juga tersentuh dan memeluk keponakannya dengan penuh kasih sayang, karna Nadin sudah dianggap seperti anaknya sendiri, saat orangtuanya telah meninggal dunia.
"Tante boleh aku minta sesuatu??"ucap Nadin setelah melepas pelukannya pada sang tante.
"Apa yang kamu mau? akan tante penuhi ini demi bayimu,bukan kamu, tante hanya tidak ingin cucu tante ileran karna tidak terpenuhi apa yang diinginkannya"ucap Tante, membuat Nadin terkekeh mendengar ucapan tantenya.
"Ya ya untuk cucu tante bukan untuk aku, dia ingin makan soup buah buatan tante"ucap Nadin.
"Apa soup buah?? kalo saja ini bukan untuk cucuku, aku tidak mau membuatnya untukmu "gerutu tante kemudian beranjak dari duduknya.sedangkan Nadin mengulum senyumnya sambil mengusap-usap lembut perut buncitnya.
Disisi lain
Setelah Ken berangkat ke kantor tadi, Anna melanjutkan untuk bersih-bersih rumah, walau rumahnya sudah terlihat bersih, tapi Anna tetap membersihkan rumahnya dan merapikan kembali mainan Attha yang sudah berserakan saat baru pulang tadi.
sedangkan Bunda dan Attha istirahat di kamar, mungkin lelah habis perjalanan dari Bandung ke Jakarta.Selesai bersih-bersih Anna menuju dapur memasak makan siang untuk dirinya, Bunda dan putranya.Tapi karna kemarin Anna dan Ken ke Bandung, mereka belum belanja bahan makanan, sehingga hanya ada sedikit bahan makanan yang tersisa, terpaksa Anna harus memasak apa adanya saja untuk makan siang kali ini.
Anna memulai memasak dengan bahan makanan yang ada.sekitar setengah jam masakan sederhana untuk makan siangpun siap di hidangkan di atas meja makan, kemudian Anna mencuci peralatan masak yang sudah digunakannya saat memasak tadi setelah itu Anna menuju kamarnya untuk melaksanakan sholat Zuhur karna waktu sholat udah masuk.
Selesai sholat Anna merebahkan tubuhnya di atas ranjang sejenak.
"Apa mas Ken sudah makan ya? beliau kalo udah sibuk kadang sering lupa makan siang"gumam Anna mengambil ponselnya, dan mengetik pesan untuk sang suami.
Bos suami❤
__ADS_1
"Assalamualaikum mas, Jangan lupa makan siangnya ya mas!"
"Oh iya nanti Anna mau keluar beli bahan belanjaan rumah tangga untuk satu minggu, karna stok di rumah udah habis,kemarin kita belum sempat berbelanja karna berada di bandung"
"Umma umma"ucap Attha mengetuk pintu kamar Anna beberapa kali.
"Iya sayang, tunggu sebentar"ucap Anna beranjak dari ranjang untuk membukakan pintu kamarnya.
"Udah bangun sayang? mana nenek nak?"tanya Anna sudah berhadapan dengan putranya.
"Nenek sholat umma, ada Om Ji di bawah umma"ucap Attha
"Ooo yasudah, umma buka mukenah dulu ya, Attha duluan aja ke bawah ya sayang"ucap Anna yang diangguki oleh Attha.
Setelah Anna melipat mukenahnya dan mengambil hijabnya kemudian baru turun ke bawah menemui adiknya.
"Tumben main ke sini, emangnya kamu ngak kerja dek?"tanya Anna berjalan ke sofa yang di duduki Zidhan yang sedang asik bercanda tawa dengan ponakannya.
"Kerja lah mbak, tapi sekarang kan jam istirahat, apalagi kemarin aku di tinggalin sendiri di rumah, Bunda dan mbak ngak ngajak-ajak pergi ke Bandung"ucap Zidhan menanggapi ucapan kakaknya.
"Masa mbak harus bawa kamu juga, mbak itu cuma mengunjungi dan silaturrahmi ke rumah adiknya mas Ken, lagian kemarin kamu juga ngak ada di rumah, palingan nongkrong sama teman-teman kamu"jawab Anna, Zidhan malah cengengesan.
"Mbak udah masak tadi, tapi ya cuma ada makanan sederhana saja, soalnya mbak belum belanja, ayo kita makan siang dulu"ucap Anna
"Atha panggilin nenek dulu umma"
"Mungkin nenek belum selesai sholat sayang, nanti nenek pasti kok menyusul kita makan siang"ucap Anna.
saat Anna mengambil makanan untuk Attha, bunda pun datang mendekat.
"Ayo bun kita makan siang sama-sama walau dengan makanan sederhana saja"ucap Anna
"Ehh dek, itu sepotong ayam untuk ponakan mu , jangan diambil, kita makan aja yang lain"ucap Anna saat Zidhan mencomot satu potong ayam goreng.
"Yaudah deh"
"Hiss kamu, buat ponakannya malah mau diambil lagi, itu masih banyak makanan lain ada tempe goreng, semur tahu, cah kangkung"ucap Bunda
" mbak belanja bahan makanan dulu, nanti malam kamu bisa deh makan malam dengan ayam goreng "ucap Anna pada adiknya yang nampak sedikit manyun.
Mereka menikmati makan siang mereka dengan nikmat hanya dengan makanan sederhana saja. Ini adalah momen langka karna setelah menikah Anna sangat jarang berkumpul dan makan bersama seperti sekarang dengan keluarganya lagi.
__ADS_1
Setelah selesai makan siang, Anna di bantu oleh bunda membersih sisa makan siang dan mencuci piring yang kotor.Setelah itu Anna bersiap-siap untuk keluar berbelanja minggu-minggu kebutuhan rumah tangga.
"Kamu ngak balik kerja lagi dek??"ucap Anna saat melewati ruang tengah melihat Adiknya yang sedang bermain dengan putranya.
"Ngak mbak, hari ini aku kerja separuh hari saja, mau istirahat di rumah"jawab Zidhan.
"Yaudah mbak pinjam motormu sebentar ke Swalayan"ucap Anna menghampiri adiknya.
"Umma mau kemana, aku ikut"ucap Attha mendekati Anna.
"Cuma keluar sebentar sayang, umma mau belanja kebutuhan kita, Attha di rumah aja ya sama Om Ji, masa Omnya di tinggal sendirian"Attha mengangguk paham dengan ucapan ummanya.
"Biar aku antar aja deh mbak, lagian mbak udah lama juga ngak bawa motor, takutnya nanti kenapa-kenapa lagi"ucap Zidhan
"Aman kok dek ,insya Allah mbak hati-hati kok, kamu main aja sama Attha dirumah, bilang sama bunda ya mbak pergi sebentar"
"Mana kunci motornya"ucap Anna dengan berat hati Zidhan mengasih kunci motor pada Anna.
Sejak setelah menikah ini pertama kalinya Anna kembali mengendarai motornya dulu yang sudah di berikan pada sang adiknya.
Anna menuju swalayan untuk membeli apa yang dibutuhkannya.
Membutuhkan waktu 1 setengah jam buat Anna membeli bahan dan kebutuhan rumahnya.Saat keluar dari swalayan membawa 2 kantong kresek yang berisi belanjaan, tiba-tiba seseorang menabrak alhasil 2 kantong belanjaannya jatuh.
bruhkk
"Astagfirullah al'azim"
"Hati-hati dong, jalan itu pake mata bukan mata kaki" ucap seseorang itu dengan kata-kata kasar.
Anna yang menunduk mengambil kantong belanjaan yang terjatuh pun terkejut mendengar ucapan dari seorang wanita yang menabraknya itu, bukan malah minta maaf wanita itu malah menyalahkannya.
Dengan segera Anna berdiri dan menengok wanita yang mangatainya itu.Anna terkejut dengan wanita dengan gaya angkuh dan modis yang berdiri di depannya, Anna tidak terlalu mengenalnya tapi Anna bahwa wanita itu beberapa kali datang ke kantor Bos suaminya dulu saat dia masih bekerja di sana ,waktu itu Anna dan Ken belum menikah, hanya sebatas Bos dan sekretaris saja, Anna juga tau bahwa wanita itu mengejar-ngejar suaminya.
"Kenapa kau menatap saya seperti itu, dasar perebut calon suami orang"ucapnya dengan tatapan membenci pada Anna.
"Bisakah anda berbicara sopan sedikit dengan orang lain, maaf ya mbak saya tidak kenal anda, dan siapa yang anda sebut jadi perebut calon suami orang"
"Ingat mbak masih calon suami belum jadi suami"ucap Anna dengan tenang kemudian berlalu begitu saja meninggalkan Anjelina yang masih berdiri dengan tangan yang sudah mengepal geram.
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya ya readers