
2 minggu berlalu
Anna masih tetap sama masih terbaring belum ada tanda-tanda sadar dari masa koma nya.
Dan Ken betapa prustasinya dirinya, seakan-akan dunianya merasa runtuh, tak ada semangat dalam hidupnya, hatinya yang benar-benar terasa hampa melihat sang isteri dalam kondisi seperti ini, hanya raga sang istri yang berada di sisi nya tidak dengan jiwa sang istri yang jauh darinya.
Sungguh sulit bagi Ken menerima keadaan yang menyakitkan ini, tak lagi melihat senyuman indah terukir di wajah sang isteri, mendengar suara merdu yang mengalun lembut di telinga Ken.
Dua minggu berlalu terasa begitu lama bagi Ken, menjalani hari-hari yang berat dengan harapan sang istri segera sadar dan membuka matanya.
Bunda dan Mami pun tak tega melihat Ken seperti ini.
Tubuh yang semakin tak terurus dan terawat, wajah yang kusam, bawah mata yang hitam dan cekung serta sekitaran dagu telah ditumbuhi bulu-bulu halus, Ken sama sekali tak lagi memperhatikan penampilannya yang biasanya selalu rapi dan wangi tapi berbeda sekarang, jauh perubahan dari tampilan dan juga sikap Ken.
Dia hanya pulang ke rumahnya untuk sekedar mengganti pakaian saja dan melihat keadaan putranya Attha, yang selalu menanyakan dan meminta ummanya segera pulang, yang Attha tau ummanya berada di rumah sakit untuk melahirkan sanh adik.Sebab sejak Attha menangis histeris di rumah sakit pasca Anna masuk rumah sakit waktu itu, tak satupun lagi dari mereka yang mengizinkan Attha pergi ke rumah sakit, walau bocah 7 tahun itu merengek untuk ikut, tapi bunda melarangnya karna Bunda takut jika Attha melihat kondisi Anna saat ini trauma masa lalu kehilangan orang tuanya akan kembali hadir.
Ken tidak ingin itu terjadi, dia tau Attha begitu sangat menyayangi Anna dan tidak ingin melihat Anna sedikitpun terluka.Maka dari itu Ken selalu bilang pada sang putranya bahwa Umma dan adik akan segera pulang jika kondisi umma sudah pulih kembali habis melahirkan, agar putranya itu tidak terlalu khawatir.
Walau sibuk di rumah sakit Ken tidak pernah meninggalkan tanggung jawabnya terhadap putra, setiap mengantar Attha ke sekolah, Ken kembali lagi ke rumah sakit, waktunya lebih banyak dihabiskan di rumah sakit menemani sang istri.Untuk Sarapan dan makanan akan selalu dibawakan oleh Bunda dan Mami dari rumah begitu juga istirahat, Ken tidur di sofa yang ada di ruangan Anna.
Sedangkan ke kantor pun Ken akan pergi jika ada urusan yang sangat penting saja yang tidak bisa di tangani oleh Tio langsung, selebihnya, Ken percayakan urusan kantor pada Tio dan Laura untuk menghandle dan mengurus semuanya.
"Bagaimana keadaan istri saya dok"tanya Ken baru masuk ke ruangan Anna dan melihat sang dokter selesai memeriksa Anna.
"Masih tetap sama Pak, belum ada perubahan" ungkap dokter
"Saya harap bapak tetap sabar"ucap dokter mengangguk.Sebelum keluar dari ruangan Anna.
Lagi-lagi Ken hanya mampu menghela nafas berat, menatap sendu ke arah sang istri yang enggan membuka matanya.
Mami mengusap pelan lengan sang putra, ikut merasakan apa yang dirasakan putranya.
"Mi bunda mana mi?"tanya Ken tak melihat sosok mertuanya, tadi sebelum dirinya keluar sebentar, mertuanya itu masih ada di rumah sakit.
__ADS_1
"Ke ruangan NICU melihat cucunya, kamu udah melihat Putri mu pagi ini Ken"jawab mami sekaligus bertanya pada Ken.
"Belum Mi"Ken menggeleng lemah sejak pagi ini hingga menjelang siang Ken belum melihat putrinya.
"Mami senang lihat cucu cantik mami itu, yang setiap hari wajahnya semakin mirip kamu Ken, tapi tak apa Alhamdulillah dia sehat" ungkap Mami.
"namanya juga anakku ya mirip aku lah mi, jaga Anna sebentar ya mi, aku mau lihat putriku dulu"Mami mengangguk tersenyum melihat wajah Ken kembali bersemangat jika menyangkut putrinya.
________
"Eh Nak Ken sudah kembali?" ucap Bunda saat melihat menantunya berjalan ke arahnya yang sedang menimang sang cucu.
Kini bayi yang berumur 2 minggu itu sudah boleh di gendong oleh anggota keluarga lain, sebab sebelumnya hanya Ken saja yang di perbolehkan untuk menggendong putrinya dan kini juga sudah bisa di keluarkan dari inkubator, karna ketahanan tubuh bayi sudah sedikit lebih kuat dari setelah baru lahir kemarin, dan supaya si bayi bisa menyesuaikan suhu tubuhnya beradaptasi dengan suasana baru serta juga melatih kemampuan motorik si bayi.
"Biar aku menggendongnya bun"pinta Ken menatap putrinya yang nyaman ditimang neneknya.
"Maaf Pak, apa tangannya sudah steril"tegur suster sebelum Ken menggendong buah hatinya.
"Sudah Suster"
"Assalamualaikum cantiknya papa"seru Ken tersenyum bahagia saat sang putri merespon ucapannya dengan gerakan kecil yang di tunjukkan bayi mungil itu.
"Apa kabar Keyna sayang"Terlihat putri Ken tersebut menatap wajah sang Ayah saat namanya di panggil.
Bunda tersenyum melihat interaksi menantu dan cucunya itu.
"Bunda ke ruangan Anna dulu nak Ken"Ken mengangguk merespon ucapan mertuanya.
Ken dan Anna menyiapkan dua nama untuk anak mereka sebelum lahir, "Keyna" untuk perempuan dan "Kanav" untuk laki-laki.
Dan nama belakang putrinya Ken yang memberikan. "Keyna Azaliyah Xavier"
yang berarti seorang perempuan berwajah indah yang memancarkan cahaya, kuat dan juga tangguh dari keluarga Xavier nama belakang Ken.
__ADS_1
Ken tidak pernah puas menatap wajah sang putri yang menjiplak wajahnya hanya bola mata Keyna yang mirip dengan mata indah Anna, setiap kali melihat mata putrinya mengobati rasa rindu pada sang istri.
"Putri papa sudah mulai tumbuh ya nak, sehat selalu putri papa"Ken mencium pipi Keyna yang mulai berisi.
"Do'akan umma cepat sadar ya nak, agar Keyna bisa bertemu dengan umma, pasti umma sangat senang melihat putri cantiknya ini"ucap Ken berkaca-kaca, namun masih tetap tersenyum pada putrinya.
Tiba-tiba Keyna menangis, Ken nampak panik melihat Putri menangis kencang.
Suster pun datang menghampiri.
"Kenapa putri saya tiba-tiba menangis sus"tanya Ken.
Suster mengambil alih Keyna dalam gendongan Ken.
"Sepertinya Nona Keyna haus Pak, saya akan memberinya sufor"jawab suster kembali meletakkan Keyna ke dalam inkubator.
"Bapak boleh keluar biar saya yang mengurus Nona Keyna"ucap suster kembali.
Dengan terpaksa Ken keluar dari ruangan NICU dan menatap melalui kaca ruangan melihat sang putri yang berhenti menangis setelah mengisap dot kecil yang di berikan oleh suster yang baru datang.
Setelah memastikan putrinya baik-baik saja Ken kembali menuju ruangan Anna, hanya ada bunda di dalam ruangan, mungkin Mami sudah pulang sebab beliau lebih pagi datang dari pada Bunda tadi.
Ken duduk di sofa ruangan.
"Bunda kalo mau pulang ngak papa Bun, Aku di sini menjaga Anna"ucap Ken pada mertuanya.
"Sebentar lagi Attha pulang dari sekolahnya bun " Ken menatap jam tangannya.Biasanya putranya itu di jemput oleh sopir.
"Iya nak, Bunda akan pulang dulu, menunggu Zidhan menjemput" kata Bunda
"Jika ada yang mau di beli, kebutuhan rumah atau keperluan Attha, jangan sungkan minta ke aku ya Bun"ujar Ken
Bunda mengangguk dan bersyukur memiliki menantu seperti Ken.
__ADS_1
...****************...