
Setelah mereka selesai makan anna membayar makanan mereka.
"Ann makasih lho ya, udah traktir aku sama Kak Ray"ucap Amel tersenyum bahagia sedangkan Ray hanya kikuk saat Amel menyebut Namanya
"Iya...sebagai tanda bahagia aku udah naik pangkat, hihihi"ucap Anna cengir
"Tapi kakak jadi ngak enak lho ann kamu yang bayar,kakak ikut senang selamat ya kamu naik pangkat jadi sekretaris Pak Ken"ucap Ray tersenyum lembut
"Ngak papa kok Kak sekali-sekali anna traktir orangnya lagi bahagia"jawab Amel, sekali lagi Ray jadi risih, yang diajak bicara anna yang jawab malah amel
"heheheh.... terimakasih Kak "ucap Anna
"tapi heran aja aku sama bos galak dia sepertinya yang suka cari gara-gara sama kamu ,sering marah-marah sama kamu ehh tiba-tiba malah dinaikkan pangkat jadi sekretaris nya lagi"
"Aku juga nggak tau deh mel, besok aja ya kalo mau cerita, soalnya ini mau magrib,"ucap Anna
"Iya ann, kakak antar kamu sampai kerumah ya, biar aman takutnya kenapa-kenapa lagi"ucap Ray
"Ngak usah lho Kak, kan bawa kendaraan masing-masing, Kakak antar amel aja sampai kost nya"ucap Anna ramah
"wahhh itu benar banget lho ann, kasian aku pulang naik motor sendirian nanti malah diganggu sama preman"ucap Amel berbinar
"halah.... kamu sok takut padahal jago"cibir Anna membuat Amel tersenyum malu didepan Ray
"Kalau gitu aku duluan ya Kak, Mel ,terimakasih buat waktu kalian, Assalamualaikum"ucap Anna tersenyum sambil berlalu pergi
"Wa....wa'alaikumsalam ann"jawab Ray pelan sambil menatap Anna yang pergi duluan
"Udah yuk Kak kita pergi juga"ucap Amel menarik Tangan Ray yang membuat Ray tersentak kaget menatap tangan Amel yang memegang tangannya
"hehehhe... maaf kelepasan tangan aku ini"ucap Amel cengar-cengir melepas tangannya.
Terpaksa Ray harus mengantar Amel sampai Kost, ya walau mereka bawa kendaraan masing-masing, tapi Ray tetap mengikuti Amel dari belakang cuma memastikan sampai selamat di Kost nya.
"Terima kasih loh Kak, aku nggak bisa ajak Kak Ray masuk dulu, nggak baik berduan sama lawan jenis, besok-besok antar lagi Kak, yaudah bye,see you "ucap Amel melambaikan tangannya sambil tersenyum bahagia pada Ray, kemudian melenggang pergi, sedangkan Ray hanya geleng-geleng kepala di dalam mobilnya, dan kembali menaikkan kaca mobilnya
"cewek aneh, siapa juga yang mau mampir ke kost nya, ada-ada aja temannya Anna bikin aku ngeri aja"gumam Ray melajukan mobilnya meninggalkan kost Amel
Disisi Lain
Keluarga Ken berkumpul di ruang keluarga setelah Makan malam.
"Mau kemana Ken?"ucap Papi melihat Ken menaiki anak tangga
"Ke kamar pi, mau istirahat"ucap Ken
"Duduk disini dulu, Papi mau bicara sama kamu"ucap Papi tegas
"Masalah apa sih pi?"ucap Ken ngak mau bergabung dengan keluarganya
"Ken sayang kesini nak, Papi dan Mami mau bicara sama kamu"ucap Mami angkat bicara
Jika mami yang bicara Ken tidak akan bisa menolaknya
"Mau bicara apa? "ucap Ken datar duduk disofa single sambil menatap kedua orangtuanya
__ADS_1
"Begini, Papi mau memperkenalkan kamu dengan anak teman papi, Mana tau kamu tertarik padanya dan menikah"ucap Papi to the point
"Papi aku itu udah dewasa bukan anak muda lagi yang diperkenalkan kesini atau kesana, aku bisa mencari sendiri dan menikah dengan pilihan ku sendiri"ucap Ken membantah
"Mau sampai kapan nak, Mami tau kamu sudah jauh dari dewasa nak, umur mu udah kepala empat, mami tanya wanita yang seperti apa lagi yang Ingin Ken nikahi nak,atau Ken menikah setelah mami dan papi Tiada"ucap Mami dengan tatapan sendu
"Mami ngomong apa sih mi, Ken pasti akan menikah mi, tapi belum ada yang cocok sama Ken"ucap Ken
"Itu makanya Papi dan Mami carikan calon untuk mu, cocok atau tidak cocoknya yang jelas harus saling mengenal satu sama lain, ngak ada penolakan lagi Ken keluarga kita dan keluarga mereka akan melaksanakan makan malam di restoran xxxx"
"Tapi.... pi"
"Ngak ada tapi-tapian kamu jangan membuat malu keluarga kita, sudah mi ayo kita istirahat"ucap Papi membantu Mami berdiri yang masih menatap putra sulungnya yang ngak terima dengan keputusan papi.
"Arrhggggggg"ucap Ken mengepal tangannya marah.
disisi lain
Anna sedang menenangkan Attha yang sejak anna pulang dia tidak berhenti rewel.
"Attha sayang anak umma kenapa nak, ngak biasanya attha begini"ucap Anna menepuk pelan pantat Attha yang ada digendongannya.
"Sama nenek sini nak, tadi attha nggak begini, sejak sore tadi aja sampai sekarang kok rewel"ucap Bunda yang juga ikut khawatir lihat cucunya
"pengen sama um... ma,hhikss..hikss"ucap Attha
"Iya sayang ini umma nak, jangan nangis ya nak"ucap Anna khawatir
"dia demam ngak mbak"ucap Zidhan datang
"Iya... badannya panas"ucap Anna cemas
"hiks... hiks..... hiks"attha menangis
"pantasan rewel mbak"ucap Zidhan
"Ayo nak bawa attha ke puskesmas terdekat, bunda takut attha kenapa-kenapa"ucap Bunda juga cemas
"hihikss... hiks... umma"attha menangis memeluk erat Anna tidak mau lepas
"tenang sayang ini umma nak"
" bunda pegang attha dulu bun, anna ambil tas dikamar"ucap Anna memberikan Attha pada bunda, kemudian langsung berlari menuju kamarnya untuk mengambil tas dan memakai hijab sorong tidak lupa juga kaos kakinya. Anna juga mengambil jeket untuk attha.
"Ayo Bunda"ucap Anna setelah memasang jeket untuk attha
"Kamu dirumah ya dek, mbak sama bunda mau ke puskesmas dulu"ucap Anna
Anna jalan duluan menuju keluar dan diikuti oleh bunda dibelakang sambil menggendong attha.
Anna membawa motornya dan bunda gonceng dibelakang Anna sambil memangku attha.
sampai di puskesmas Anna mengambil alih menggendong attha.
"sini bunda Anna yang gendong attha"
__ADS_1
"sabar ya nak"ucap Anna setengah berlari masuk ke puskesmas sedangkan bunda yang juga cemas mengikuti Anna dari belakang.
Anna membaringkan attha diatas brankar, dokter memeriksa kondisi attha.
"Bagaimana kondisi anak saya dok"ucap Anna setelah dokter memeriksa attha,Anna langsung kembali menggendong attha
"Ngak usah khawatir buk, anak ibuk cuma demam biasa, saya akan memberi resep obat untuk ditebus didepan nantinya,tapi saya lihat ada ketakutan dimatanya, jangan biarkan dia melihat benda-benda yang mungkin membuatnya takut atau trauma"ucap dokter duduk dibangkunya sambil menulis resep obat.Anna bingung maksud dokter
"Maksud dokter?"
"dia seperti memiliki rasa trauma mungkin menyaksikan kejadian naas,saya rasa dia demam karna mengingat itu"ucap sang dokter, Anna menganggukkan kepala tanda mengerti
"Bagaimana kondisi attha nak"ucap Bunda datang
"Alhamdulillah demam biasa bun, kita tebus dulu resep obatnya bun"ucap Anna
"Terimakasih dokter, kalau begitu saya permisi"ucap Anna
Anna menebus resep obat sedangkan bunda menggendong attha, setelah selesai mereka pulang ke rumah.
Tiba dirumah
"Gimana dengan attha mbak"ucap Zidhan berlari keluar saat mendengar motor Anna.
"Dia nggak apa-apa kok"ucap Anna
mereka beriringan masuk kerumah.
"Yang buat aku bingung kata dokter attha terdapat ketakutan terhadap benda seperti trauma"ucap Anna mendudukkan dirinya di sofa sambil menggendong attha yang tertidur
"atau mungkin karna bunda sama Zidhan bawa attha tadi sore keluar jalan-jalan dekat kompleks terus attha langsung nangis-nangis histeris lihat mobil mbak"ucap Zidhan
"Bunda rasa dia takut lihat mobil nak, mungkin trauma melihat kecelakaan orangtuanya"
"ahh benar itu bun, anna rasa juga begitu, anna jadi takut attha terganggu psikologisnya"
"Iya mbak sekarang ini kita harus selalu hibur dia dan buat dibahagia mbak,itu akan mengurangi rasa takut dan trauma"
"Iya mbak setuju sama kamu dek, anna berterimakasih banget buat bunda dan Zidhan udah terima baik attha dikeluarga kita"ucap Anna terharu
"Iya nak sudah kewajiban bunda"ucap bunda tersenyum
"yaudah istirahatlah dan bawa attha ke kamarmu, dia sudah pulas itu nak"ucap bunda
"Trus obatnya gimana bun, anna kasian bangunin dia"ucap Anna menatap anaknya
"Nanti tengah malam dia bakalan rewel lagi, kamu kasih dia obat, kalau ada apa-apa nantinya panggil aja bunda"ucap Bunda mengusap lembut lengan anna
"Iya bun"ucap Anna kemudian berdiri menuju kamarnya dengan hati-hati Anna meletakkan attha diatas ranjangnya.Setelah Anna berlalu menuju kamar mandi untuk bersih-bersih dulu, setelah itu Anna merebahkan tubuhnya disamping anaknya.
"Sayangnya umma nak,jangan buat umma khawatir ya nak"ucap Anna mencium Attha dan memeluknya.
...****************...
jangan lupa tinggalkan jejaknya
__ADS_1
Happy reading