My Love Bos

My Love Bos
Tentang Zakirvin


__ADS_3

Sejak tadi siang Anna sibuk mengurus dan merawat putranya dengan telaten sebab putranya itu tiba-tiba saja jatuh sakit sepulang dari sekolah, jadi sedikit rewel dan manja.


Memang beberapa hari ini Anna perhatiin putranya agak pendiam dan tidak banyak bicara dari biasanya, cenderung lebih menghabiskan waktu di dalam kamarnya juga jarang bermain dengan papanya, mungkin karna suami Anna itu sedikit lebih sibuk.Kurang ada waktu buat dirinya dan putranya, walau begitu Ken tetap memperhatikan putranya dan istrinya serta calon anak mereka.


Selesai sholat Isya Anna menidurkan putranya setelah membujuk putranya yang susah minum obat.Saat Attha sudah terlelap tidak lama setelah itu Anna juga ikut terlelap, karna efek hamil membuat Anna cepat lelah dan ngantuk.Ken pun paham dengan kondisi istrinya yang sedang berbadan dua maka dari itu dia tidak pernah merepotkan Anna sejak hamil, jika bisa di lakukannya sendiri maka akan di lakukannya tanpa perlu bantuan istrinya dan untuk pekerjaan rumah pun Ken melarang Anna mengerjakannya sebab sekarang sudah ada ART di rumah mereka.


Di ruang Tamu


Ken sedang berbincang dan berbicara serius dengan Amara dan teman lamanya Rudi membahas tentang masalah penyelidikan dan pencarian serta pelacakan mengenai seseorang yang berusaha ingin menghancurkannya,siapa lagi kalo bukan si misterius IRVIN.


"Bagaimana, kalian telah menemukan titik terang tentang Irvinn?"tanya Ken


"Aku baru tau sekarang setelah aku telusuri lebih dalam, ternyata Irvin salah satu alumni di kampus yang sama dengan kita Ken, dia orang yang sangat mencintai Amora dan dulu mengejar-ngejar cinta Amora , dari info yang ku dapat mereka hampir menjalin hubungan, tapi kaulah yang mendapatkan cinta Amora dan berpacarannya dengannya"


"Kamu ingat pernah berkelahi hebat dengan Irvin setelah kita lulus kuliah, waktu itu dia memaksa dan hampir melecehkan Amora untuk menjadi miliknya, kau langsung datang dengan sangat marah dan menghajarnya babak belur sampai tak berdaya "jelas Rudi


Ken terdiam membatu masih mencerna apa yang di sampai Rudi barusan membuatnya tak berkutik sedikit pun dengan pikiran yang bekerja keras untuk mengingat-ngingat kejadian masa lalu yang tak pernah terpikirkan sebelumnya akan mempengaruhi kehidupan masa kininya.


"Bukan itu saja Ken kau masih ingat taruhan balap liar dengan Irvin dengan tantangan siapapun yang kalah dalam balap liar tersebut harus melepaskan dan merelakan Amora dan tidak akan mengusik kehidupan Amora lagi, tapi sialnya Irvin kecelakaan dalam balap liar tersebut hingga dia sampai berbulan-bulan koma di rumah sakit"sambung Rudi lagi


Ken kembali dibuat terkejut mendengar kenyataan yang tidak pernah dan tidak ingin dia cari tau sejak kejadian itu.


"Ja.... jadi....dia.... ??"ucap Ken menggantung


"Iya" Rudi mengangguk cepat mengiyakan.


"Tunggu-tunggu ada lagi informasinya , dulu aku memang sahabatan dengan Nadya, tapi dia tidak pernah bercerita tentang Zakirvin pada ku dan sekarang aku baru paham ternyata Zakirvin alias Irvin juga pernah menjadi kekasih Nadya mereka menjalin hubungan cukup lama sekitaran 3 tahunan , sebelum Ken mengenal Nadya, dan entah kenapa saat Ken dekat dengan Nadya, Nadya malah memutuskan Irvin secara sepihak dan meninggalkan Irvin demi Ken "menurut Amara.


"Hal itu membuat Irvin frustrasi dan stres sehingga karirnya yang sedang berkembang waktu itu jatuh merosot, dia bahkan tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri" penjelasan Amara


Ken melotot tidak percaya menatap Amara dan Rudi secara bergantian, mencari kejujuran diantara keduanya tentang informasi yang baru saya mereka sampaikan.Apa yang di sampaikan Rudi memang Ken akui itu benar, hanya saja Ken tidak mengetahui jelas siapa laki-laki yang menjadi rivalnya(saingan) saat itu.


Sedangkan penjelasan yang di sampaikan Amara baru kali ini Ken mendengar kenyataan yang selama ini tidak di ketahuinya sama sekali , walau dulu Nadya pernah bilang dia memiliki mantan bernama Zakirvin, tapi Ken tidak mempermasalahkannya dan menganggap itu suatu hal yang wajar saja, dia pun juga punya masa lalu.Dan Ken tidak berniat sedikit pun untuk mengusik apalagi mencari tau tentang siapa sebenarnya mantan kekasihnya itu.


"Apa informasi yang kau sampaikan akurat dan benar adanya Ar???"tanya Ken mencoba memastikan.


"Dengar Ken untuk mendapatkan informasi ini tidaklah mudah Ken, karna kita tau Irvin telah menutup dirinya serapat-rapatnya, memprivasi dirinya dan masa lalunya"

__ADS_1


"Sebelum menyampaikan informasi ini kepadamu, aku membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menelusuri sampai ke akar-akarnya bahkan aku juga mengolahnya dulu apa yang ku dengar benar atau tidak"ucap Amara dengan lugas.


"Tepat sekali! kau tidak perlu meragukan kami Ken, kami tidak akan sembarang memberi informasi penting seperti ini"jawab Rudi meyakinkan.


Ken menghela nafas berat sejenak sambil menatap kedua temannya.


"Mas... Mas...."


Dia terbangun dari tidurnya tapi tak mendapati sang suami di kamarnya padahal sudah jam 10 malam.Anna pun keluar kamar mencari keberadaan suaminya.


"Mas..."panggil Anna lagi sambil sesekali menguap.


"Kemana mas Ken ya? apa masih di ruang kerja nya?"gumam Anna menuruni anak tangga.


"Kamu dimana mas?"panggil Anna menaikkan oktaf suaranya.


"Sayang, ada apa?"ucap Ken mempercepat langkahnya menghampiri sang istri yang sudah berada di lantai bawah.


"Mau sesuatu atau mau makan?"tanya Ken membimbing sang istri berjalan.


"Tidak... kamu kemana aja mas?, kenapa belum tidur?"ucap Anna balik bertanya pada suaminya.


"Loh ada tamu, kenapa tidak bilang, kenapa juga tak bangunin Anna tadi?"ucap Anna sedikit kesal.


"Tidak apa-apa hanya ada urusan pekerjaan saja"jawab Ken tersenyum.


Amara dan Rudi menatap ke arah Ken dan Anna yang berjalan mendekat menghampiri mereka.Tapi keduanya malah salfok pada perut Anna yang terkesan membuncit di balik daster rumahan yang Anna gunakan dan sedikit tertutup dengan hijab sorongnya.


"Itu istri Ken??"celetuk Rudi yang dianggukan oleh Amara dengan cepat.


"Wahh Wahh amazing, kenapa dia selalu beruntung dalam segala hal"bisik Rudi yang langsung di sikuk oleh Amara.


"Mbak Amara"ucap Anna berjalan ke arah Amara dan bersalam.


kemudian beralih pada Rudi sambil menangkupkan kedua tangannya di dada.


"Sungguh sopan, dimana Ken mendapatkan istri seperti itu?"bisik Rudi lagi yang mendapat cibitan dari Amara

__ADS_1


"Awwuu"Rudi mengaduh


"kenapa Pak"tanya Anna pada Rudi


"Pak???"Rudi mengulang kata-kata Anna yang terakhir menyebutnya dengan panggilan Pak.


Amara dan Ken menahan senyum melihat ekspresi Rudi yang tidak terima dirinya di panggil Pak oleh istri Ken.Anna menatap bingung ketiga nya, apa ada yang salah dengan ucapannya barusan.


"Kenapa??emangnya lho mau di panggil apa lagi oleh istri gw"ucap Ken berbicara santai dan informal seperti biasanya.


"Apa gw kelihatan ketuan bangat, padahal kita seumuran lho Ken"ucap Rudi.


"Jangan hiraukan mereka Anna, oh iya udah berapa bulan Ann, kelihatan nya udah besar"Tanya Amara membuka pembicaraan dengan Anna.


"Hehehehe...iya mbak 7 bulan 2 minggu mbak"jawab Anna sambil mengelus perut buncit.


"Udah USG? apa jenis kelamin nya, cewek apa cowok?"tanya Amara.


"Udah mbak, tapi setiap USG dia malu buat liatin jenis kelaminnya, biar nanti aja jadi kejutan saat lahiran"ucap Anna tersenyum.


Amara pun ikut tersenyum dan mengangguk.


"Tidak sia-sia lho membujang lapuk selama ini Ken, tau-taunya dapat bidadari seperti bini lho"celetuk Rudi.


Anna hanya tersenyum malu mendengar ucapan teman suaminya yang terlalu berlebihan memujinya.


"Kenapa iri lho sama gw"ucap Ken dengan nada mengejek.


"Mas...."ucap Anna lembut sambil menggeleng kepalanya.


"Yaelah sensian bangat sih calon papa yang satu ini"goda Rudi.


"Ngomong-ngomong bini lho orang mana Rud, terus anak lho udah berapa orang sekarang?"Tanya Ken ingin tau kehidupan sahabatnya itu.


"Gw udah cerai sama bini gw, dia ngak mau punya anak"jawab Rudi ketus


"What???"Ken terkejut menganga

__ADS_1


Begitu juga Anna juga terkejut mendengar jawaban teman suaminya.


Beda dengan Amara dia terlihat biasa saja mungkin Rudi sudah menceritakan padanya.


__ADS_2