
Beberapa minggu berlalu.
Hari ini rencananya Anna pergi bersama Nadin berziarah ke makam Nadya, kakaknya Nadin.Tentunya dengan izin suaminya kemarin Anna juga mengajak suaminya untuk ikut, tapi karna pekerjaan Ken tidak bisa ikut berziarah ke makam mantan kekasihnya itu.
Ting tong ting tong bel rumah Anna berbunyi. Anna keluar rumahnya, di depan pagar sudah ada mobil Nadin yang menunggu.
"Silahkan masuk Nona"ucap sopir Nadin membuka pintu mobil untuk Anna.
"Terimakasih Pak"ucap Anna tersenyum.
Nadin menyambut Anna dengan senyuman.
Mobil pun meninggalkan rumah Anna dan menuju pemakaman umum yang ada di jakarta.
"Masya Allah makin gemas aku lihat perutnya mbak, udah berapa bulan mbak?"ucap Anna salfok sambil mengelus lembut perut Nadin yang sudah menyembul jelas, apalagi Nadin memakai baju blouse berlengan panjang berwarna hitam di padukan dengan celana panjang dan selendang hijab.
"Udah 5 bulan Anna,kelihatan banget ya besarnya perut aku"ucap Nadin.
"Ngak juga kok mbak,,,, pasti baby sudah mulai aktif ya mbak?"ucap Anna
"Iya udah mulai menendang, kadang rasanya nyeri banget tapi aku senang melihat pergerakan anakku"jawab Nadin menatap perutnya sambil mengelus.
"Masya Allah ya mbak itu lah nikmatnya saat wanita mengandung"ucap Anna tersenyum.
Saat di perjalanan mereka singgah dulu untuk membeli bunga tabur, sebotol air dan buket bunga ziarah. Setelah itu kembali melanjutkan perjalanan menuju makam.
Anna membantu dan membimbing Nadin berjalan menuju makam kakaknya, sedangkan sopir pribadi membawa perlengkapan ziarah yang sempat mereka beli tadi.
Anna mengucapkan salam saat tiba di makam kakaknya Nadin
"Hati-hati mbak"ucap Anna membantu Nadin duduk bersimpuh di samping makam kakaknya.
"Kak kakak"ucap Nadin mengusap batu nisan Nadya.
kemudian Anna mengambil bunga tabur, sebotol air dan buket bunga dari sopirnya Nadin.
"Makasih Pak!,berdo'a lah dulu sebelum pergi pak"ucap Anna
"Iya Nona"ucap Sopir Nadin.
Anna menyirami makam Nadya dengan sebotol air yang dibeli tadi. Setelah sopir pribadi Nadin berdoa, kemudian berlalu pergi menunggu majikannya di mobil.
"Kakak maafkan adikmu ini Kak,aku terlalu sibuk sehingga tidak pernah mengunjungi mu lagi"
__ADS_1
"Kau tau Kak aku sangat merindukan sosok dirimu kembali, sosok mama dan papa juga ingin merasakan keluarga lengkap lagi, kalian pergi meninggalkan ku sendirian di dunia ini.
"Kakak, mama dan juga papa kalian sudah tenang dialam sana, sedangkan aku di sini berjuang sendirian merasakan pahitnya hidup namun Allah berkendak lain dan menghadirkan dia di dalam hidupku walau awalnya aku tidak menginginkannya,tapi aku bersyukur di kirim orang-orang baik yang menyadarkan diriku yang hina ini, mereka selalu mengulurkan tangan untuk membantuku walau aku sudah berbuat buruk pada mereka"
Nadin menceritakan dan mencurahkan isi hatinya di makam kakaknya dengan isakan tangis pilu, Anna hanya menjadi pendengar dengan mengelus lembut punggung Nadin, tak di pungkiri hati Anna merasa tersentuh dan tidak bisa menahan air matanya mendengarnya curahan hati Nadin.
Sekitar satu jam lebih Nadin dan Anna berada di makam kakak Nadya, mereka memutuskan untuk pulang. Apalagi Nadin merasa nyeri di pinggangnya karna terlalu lama duduk.
"Kita makan dulu ya Anna, aku sudah lapar"ucap Nadin
"Iya mbak, kasian ya dedek udah lapar"ucap Anna mengelus perut Nadin dan Nadin tersenyum.
"Pak kita ke restoran xxxx ya Pak"ucap Nadin pada sopirnya.
"Baik Nona"
Mereka sampai di restoran, Nadin memilih tempat tertutup bersama Anna sedangkan sopir duduk sendiri jauh dari majikannya.
"Silahkan pesan makanan untukmu Anna"ucap Nadin pada Anna.
"Iya mbak"jawab Anna
Selama menunggu pesanan mereka datang, Nadin mengajak Anna mengobrol
"Tidak kok mbak, aku tidak merasa demikian itu ya wajar saja menurutku,mungkin dengan mbak cerita tadi bisa membuat hati mbak sedikit lega"jawab Anna.
"Terimakasih ya Anna, kamu bisa mengerti"ucap Nadin tersenyum tulus dengan ujung mata sedikit berair.
"Hemm, tentu mbak"
"Oh iya aku penasaran mbak ngak pernahkah ngidam?biasanya ibu-ibu hamil itu rewel banget kalo udah ngidam"tanya Anna
"Entah lah Anna mungkin karna aku baru pertama kali hamil,jadi aku tidak tau tapi yang jelas kalo pengen makan sesuatu pasti ada tapi ngak menyusahkan banget, ya yang biasa-biasa aja, seperti pengen makan soto betawi, makanan pedas trus pengen buah-buahan yang rasa asam itu waktu hamil 3 bulanan, bibi yang selalu siap siaga saat pengen makan itu"
"Kalo sekarang udah ngak, semua jenis makanan aku makan, ngak ada pantangan lagi, malahan bawaannya lapar mulu,kamu bisa lihat sendiri badan aku udah gemuk? naik drastis bb aku Anna "jelas Nadin diiringi dengan kekehan.
"Hehehehee,,,,,,,ngak kelihatan gemuk kok mbak, malahan tambah cantik sejak hamil,aku senang sekarang mbak ngak pantangan lagi makannya, dulu aja waktu awal-awal hamil susah sekali buat mbak makan,jangan dikurang-kurangi makannya mbak supaya baby sehat dan aktif"jawab Anna.
Pembicaraan mereka terhenti ketika para pelayan datang menghidangkan makanan di meja Nadin dan Anna.Awalnya Anna sempat kaget saat melihat banyaknya pesanan makanan.ternyata Nadinlah yang memesan semua makanan itu.
_
Selesai makan, Nadin terlihat kekenyangan dia memakan semua makanan yang telah di pesannya itu ,Anna bisa memakluminya mungkin itu karna hormon kehamilan Nadin.
__ADS_1
Setelah membayar semua tagihan biaya makan, Anna membimbing Nadin untuk kembali ke mobil, karna kekenyangan Nadin sulit bergerak dan berjalan, di dalam mobil dia hanya bersandar sambil mengelus-elus perutnya.
"Kita langsung saja menuju TK islam al ikhlas di jalan xxx pak!"ucap Nadin
"Baik Nona"
Sekitaran 30 menit mobil tiba di TK Attha , ternyata hanya tinggal Attha sendiri ditemani seorang guru yang menunggu jemputan Attha. Anna langsung turun dari mobil menghampiri putranya dan berpamitan pada guru untuk pulang.
"Sekarang kita kemana nona"tanya sopir
"Anna mainlah ke rumah ku dulu, aku suntuk dan bosan sendirian di rumah"ucap Nadin
"Hemmm,,,, kalo gitu kita ke rumah ku saja mbak, kasian Attha baru pulang sekolah"ucap Anna
"Yaudah ke rumah Anna saja Pak"ucap Nadin
_
Sampainya di rumah Anna
Anna mengantar Nadin untuk beristirahat di kamar yang ada di lantai dua dulu setelah itu Anna mengurus putranya dan makan siang Attha.
Kemudian Anna melaksanakan sholat Zuhur terlebih dahulu sebelum menghampiri Nadin yang di kamar paling ujung di lantai dua.
"mbak"ucap Anna masuk pelan-pelan.
Nadin sedang menghubungi seseorang lalu menoleh ke arah Anna.
"Menelefon siapa mbak?"ucap Anna duduk di sebelah Nadin.
"Siapa lagi kalo bukan dia Anna, pria ba**ngan itu, dia tidak bisa lagi di hubungi,sepertinya sudah mengganti nomor teleponnya "ucap Nadin muram
"masih belum ada kabar tentang ayah biologisnya baby mbak?"ucap Anna mendapat gelengan lemah dari Nadin.
"Sudah beberapa kali aku mendatangi rumahnya Anna tapi dia tidak ada di sana, hanya ada beberapa anak buahnya, aku tidak tau lagi dimana dia berada, semua akses tentangnya tertutup"
"Aku tidak bisa membohongi perasaanku sekarang ini Anna walau aku sangat membenci pria ba**ngan itu tapi aku merindukannya"ucap Nadin pelan.
"Anna mengerti mbak sudah bawaan dari baby yang merindukan ayahnya"Anna mengusap punggung Nadin untuk menguatkannya.
Anna kasian dengan mbak Nadin, pasti sulit berada di posisi nya saat sekarang ini.Anna tidak habis pikir dengan laki-laki yang sudah menghamili mbak Nadin, dia tidak bertanggung jawab sedikit pun dan sekarang malah menghilang entah kemana membuat mbak Nadin tersiksa sendirian.
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya readers