My Love Bos

My Love Bos
Sakit hati


__ADS_3

Nadin menghembas kasar tubuhnya di ranjang yang berukuran standart itu, dia benar-benar kesal dengan respon Ken yang seolah-olah tak mempedulikan dirinya.


"Aku harus bisa merebut hati Ken, akan ku buatnya dia jatuh cinta pada ku, aku rasa aku harus menyingkirkan istrinya itu"guma Nadin licik


Sedangkan di kamar


Anna dan Ken sedang duduk santai di sofa kamar mereka, Anna bersandar di dada bidang Ken yang sibuk dengan laptopnya.


"Apa mbak Nadin tersinggung dengan kita mas? seperti nya tadi dia terlihat kesal pada kita"ucap Anna


"emangnya apa yang kita lakukan pada dia? mau gimana lagi Anna, kita tidak mungkinkan membiarkan orang lain sendirian dirumah kita, padahal kita pemilik rumahnya tidak ada"ucap Ken


"Kan kamu sendiri yang bilang jangan terlalu percaya pada orang lain, walaupun kita tau dengan orangnya"ucap Ken sekilas menatap Anna dan mencolek hidung, kemudian fokus lagi pada laptopnya.


"Hehehee,,,, benar juga mas, kita tidak berprasangka tetapi hanya waspada"ucap Anna terkekeh.


"Sudah kamu tidur duluan aja, mas ada sedikit pekerjaan lagi "ucap Ken


"Iya udah Anna tidur duluan, nanti Mas tidurnya jangan kemalaman ya"ucap Anna yang dianguki oleh Ken.


Anna merebahkan tubuhnya di atas ranjang, sambil memandang ke arah Ken, akhirnya Anna terlelap.


1 jam berlalu Ken selesai dengan pekerjaan.


tiba-tiba tenggorokan Ken kering, saat mengambil minum yang ada di atas nakas, ternyata di air di dalam teko habis terpaksa Ken harus keluar untuk minum.


Saat Ken sedang minum dan duduk di meja makan, tiba-tiba Nadin datang dengan menggunakan baju tidur yang **** dan terbuka.


"Kak Ken sedang apa?"ucap Nadin mengambil minum dalam kulkas dan berjalan mendekat ke arah Ken


"Nadin!! kenapa kamu memakai pakaian beginian Nadin?"ucap Ken terkejut dengan penampilan Nadin.


"Dan kenapa kamu ke dapur malam-malam begini?"tanya Ken


"Aku ingin minum Kak"ucap Nadin


"Ohh,,, yasudah aku mau ke kamar dulu"ucap Ken hendak berdiri, namun dengan sengaja Nadin pura-pura tersandung dan terjatuh di pangkuan Ken.


"Mas!!!"ucap Anna terkejut membekap mulut dengan tangannya sambil menggelengkan kepala tidak percaya dengan apa yang di lihatnya barusan,dengan mata berkaca-kaca Anna berlari naik tangga.


"Anna!!"ucap Ken tidak kalah terkejut , Nadin cepat-cepat berdiri dari pangkuan Ken dengan tersenyum senang yang di sembunyikannya.


"Maaf Kak"ucap Nadin pura-pura bersalah, dan diacuhkan begitu saja oleh Ken, Ken langsung berlari mengejar istrinya.


"Tunggu Anna"ucap Ken tergesa-gesa naik tangga menyusul sang istri.


Anna menutup pintu kamarnya dan menguncinya, kemudian menangis di balik pintu.


"Anna!!Anna"


"Anna sayang buka pintunya, Mas bisa jelasin semuanya"

__ADS_1


"buka dulu pintunya sayang"


"Maafin mas ini tidak seperti yang pikirkan ini hanya ketidaksengajaan"


Ken tetap menggedor-gedor pintu kamarnya.


"Dengarkan mas dulu sayang"


"Tidak mas, hati Anna sangat sakit mas,Anna tidak ingin mendengar apapun dulu dari mas, biar kan Anna sendiri"ucap Anna di iringin dengan sengukan.


"Sayang maaf kan mas"ucap Ken merasa bersalah


"Sudahlah mas, tinggalkan Anna sendiri"ucap Anna


"Baiklah!! tapi mas mohon jangan menangis"ucap Ken, dia merasa sakit mendengar Anna dengan suara sengukan Anna karena tangisannya.


Dengan terpaksa dan berat hati Ken pergi berlalu dari depan pintu kamarnya menuju kamar yang berada paling ujung yang masih di lantai 2.


Ken masuk ke dalam kamar duduk terdiam di samping ranjang,rasa bersalah, penyesalan,sakit hati dan kesal menyelimuti hati dan pikirannya.


"Arrhggg" Ken menjambak kasar rambutnya. Dia tidak tau ini bakalan terjadi,bahkan dia juga terkejut dan shock tadinya, tapi sudahlah semua telah terjadi, Ken juga tidak bisa menyalahkan Nadin dalam hal ini, karna kejadian tadi hanya ketidak sengajaan yang membuat Anna salah paham.


Sedangkan Anna di dalam kamarnya, sudah lelah menangis, kalo di bilang betapa sakit hatinya sekarang hanya dialah yang merasakannya sendiri , bahkan pedih dan hancur hatinya menyaksikan wanita lain yang terjatuh di pangkuan suaminya.


Akhirnya Anna tertidur bersandar di belakang pintu kamarnya, dengan tidur setidaknya bisa sedikit melupakan masalah yang terjadi.Tanpa memikirkan dinginnya lantai yang menusuk pori-pori tubuhnya.


Ken pun juga sama mencoba menutup matanya walau sebenarnya sulit untuk di pejamkan, saat ini pikirannya hanya tertuju pada Anna.Walau pikiran dan tubuhnya merasa sangat lelah, tapi Ken tidak bisa terlelap,hatinya tidak bisa tenang.


_


Setelah sholat subuh, Anna merebahkan tubuhnya di ranjang dan menyelimuti seluruh tubuhnya.Tubuhnya tidak kuat untuk mengerjakan rutinitasnya di pagi hari.Rasanya Anna tidak enak badan.


Ken kembali ke kamarnya untuk melihat istrinya sekalian melaksanakan sholat subuh.semalam Ken tidak banyak waktu untuk tidur, matanya sangat susah untuk dipejamkan.


"Anna"panggil Ken pelan mengetuk pintu kamar


"Anna!!"Tidak ada jawaban dari malam.


"Tidak biasanya Anna belum bangun jam segini?, atau memang dia masih tidak ingin bicara dengan ku"ucap Ken memegang handle pintu yang sudah di buka oleh Anna tadi.


Pandangan Ken langsung tertuju pada Anna yang berbaring di ranjang dengan menyelimuti seluruh tubuhnya, wajahnya terlihat pucat,bibirnya bergetar kedinginan dan matanya sembab karna menangis , melihat kondisi istrinya seperti itu, Ken merasa sedih dan tidak tega, rasa bersalah pada dirinya sendiri.


"Sayang"ucap perlahan menyentuh pipi dan kening Anna .


"Astaga tubuhnya panas"ucap Ken terkejut


"Aku akan sholat subuh dulu, setelah itu baru mengompres kening Anna"ucap Ken langsung masuk ke kamar mandi untuk mandi dan berwudhu.


Setelah itu Ken melaksanakan sholat subuh. Selesai sholat Ken langsung ke bawah menuju dapur untuk mengambil air es dan membawanya ke kamar.


"Anna"ucap Ken pelan

__ADS_1


Dengan telaten Ken mengompres dahi Anna untuk menurunkan suhu panas tubuhnya.


Merasakan air dingin yang menempel di dahinya membuat Anna terusik dan membuka matanya.


"Mas!!"ucap Anna lemah,saat melihat suaminya sedang mengompres dahinya dengan air dingin.


"Iya sayang, kamu demam tidur lah"ucap Ken melihat Anna berusaha bangun dari tidurnya.


Setelah di rasa suhu tubuhnya Anna udah mulai turun.


"Istirahat lah,mas ke bawah dulu"ucap Ken mencium kening Anna, setelah itu Ken turun ke bawah membawa wadah berisi air dingin tadi dan menuju dapur.


Ken akan memasakan bubur untuk Anna, untuk soal memasak makanan sederhana dan simple Ken bisa melakukannya, karna sejak dulunya Ken sudah mandiri, dan terbiasa sendiri, hanya saja sejak 5 tahun belakangan sudah tinggal kembali bersama orangtuanya, jadi tidak pernah lagi melakukan pekerjaan sendiri,semuanya telah di lakukan oleh pelayan di rumahnya.


Sekarang Ken memasak bubur untuk Anna dan memasak nasi goreng untuk sarapan pagi.


Setelah selesai Ken sekalian mencuci semua peralatan masak yang kotor dan menghidangkan nasi goreng di meja makan.


Setelah itu barulah Ken naik ke atas menuju kamarnya membawa bubur untuk Anna.


"Sayang, kamu makan dulu ya"ucap Ken pelan menyentuh pipi Anna


"Hemmm,,, iya"


Ken membantu Anna untuk bangun dan bersandar di kepala ranjang.


"Buka mulutnya biar mas suapin"ucap Ken yang sudah duduk di samping ranjang, tangannya sudah memegang mangkuk yang berisi bubur untuk Anna


Anna hanya menganguk dan menerima suapan dari suaminya.Ken tetap tersenyum ke arah Anna walau wajah Anna terlihat datar padanya.


"Ayo sedikit lagi sayang, habisan buburnya"ucap Ken


"Tidak,,,"ucap Anna menggeleng lemah.


"Yasudah ni minumnya"ucap Ken meletakkan mangkuk dan mengambil gelas air di atas nakas.


"Terimakasih ma mas" ucap Anna lemah


"sama-sama sayang, mas letakkan semua ini di bawah, sekalian sarapan pagi"ucap Ken


"Mas tidak ke kantor?"ucap Anna yang hanya disenyumin oleh Ken


"Sarapan pake apa, aku tidak memasak mas? apa mbak Nadin yang melakukannya"ucap Anna dengan suara pelan dan lemah.


"Tidak sayang, yasudah mas tinggal dulu ya"ucap Ken dan berlalu membawa mangkuk dan gelas keluar.


Sedangkan Anna menatap Ken hingga menghilang di balik pintu kamarnya.


"Maafkan aku mas,kamu laki-laki yang baik, tapi hatiku masih sakit melihat mu"ucap Anna lirih tak terasa air matanya keluar tanpa permisi.


...****************...

__ADS_1


Bersambung


Jangan lupa dukungannya ya readers


__ADS_2