My Love Bos

My Love Bos
Pantai


__ADS_3

Di sisi lain


Sudah 3 hari Wardah bekerja di perusahaan suami temannya itu posisinya sebagai sekretaris baru.Wardah harus banyak belajar beradaptasi dengan teman-teman kantor dan memahami penerapan kerja yang ada di kantor barunya itu. Wardah memilih belajar dari Amel dari pada asisten pribadi yang sangat menjengkel dan membuat Wardah kesal.


"Kita memang di takdirkan untuk berdekatan nona, buktinya sekarang kamu bekerja di tempat yang sama dengan ku"ucap Tio, selama Ken berbulan madu, dia yang menghandle perusahaan, jadi Wardah akan selalu memberikan laporan pekerjaan pada nya,seperti saat ini.


"Pak Tio bisakah kita konsisten dengan pekerjaan, jangan bawa-bawa masalah pribadi di kantor"ucap Wardah lugas


"Nona ini sangat serius sekali, baiklah nona mana laporannya mari saya periksa dulu!"ucap Tio tersenyum genit pada Wardah, namun hanya di balas jengah oleh Wardah.


Wardah meletakkan berkas di atas meja Tio.Bukannya di periksa langsung tapi Tio malah memperhatikan Wardah.


"Pak Tio berkasnya ada di depan anda bukan di wajah saya"ucap Wardah malas


"Oh Iya,maaf nona"ucap Tio kemudian mulai memeriksa laporan yang diberikan Wardah.


"Bagus nona, semuanya lengkap, kamu memang sekretaris berbakat nona"ucap Tio kagum


"Terimakasih pujiannya Pak, kalo begitu saya permisi dulu"ucap Wardah berbalik badan saat menarik pintu.


"Nona"


"Iya ada apa lagi Pak?"ucap Wardah berhenti dan berbalik menghadap Tio


"Nanti pulang kantor biar saya antar nona? "ucap Tio


"Tidak usah Pak, saya bisa naik taksi "ucap Wardah berlalu dan keluar dari ruangan Ken yang kini ditempati Tio.


"Lihat saja nanti nona!,bagaimana pun aku akan meluluhkan hatimu?"tekad Tio


Di sisi lain


Siang berganti sore, seakan matahari begitu cepat mengelilingi bumi.Anna mulai membuka matanya dari tidur, setelah pulang dari bukit campuhan tadi Anna merasa lelah dan cepat-cepat ingin mengistirahatkan tubuhnya dengan tidur.Sebelum itu dia sempat makan siang bersama suaminya di perjalanan pulang.


Sedangkan Ken membiarkan Anna tidur dan dia bersama Pak Suryo menuju lokasi proyek Papi, sekalian untuk memantau perkembangan proyek walaupun Ken tau sudah ada orang kepercayaan papi di sana.


Bangun dari tidurnya Anna langsung membersihkan diri dan melaksanakan sholat ashar. Setelah selesai Anna merasa suntuk dan menghubungi Mami untuk sekedar menanyakan keadaan putranya dan keponakannya itu.Cukup lama Anna teleponan dengan Putranya dan juga berbicara dengan Mami.Teleponan pun berakhir.


Tanpa Anna sadari Ken sudah berada di dalam kamar dan duduk bersandar di sofa dengan wajah lelah sambil memperhatikan dirinya yang menggeraikan rambut karna tadi habis mandi masih agak basah dan belum sempat di ikat.


"Pak Ken!"ucap Anna terkejut ada sosok suaminya di dalam kamar tanpa di ketahuinya sejak kapan.


"Udah dari tadi Pak?"ucap Anna berdiri menuju meja nakas mengambil ikat rambutnya dan hijabnya yang tergeletak di atas ranjang.


"Heemm....kau saja yang tidak menyadarinya, terlalu sibuk menelfon"ucap Ken datar.


"Heheee...maaf Pak, Oh iya mau mandi pak? biar aku siapkan airnya"ucap Anna.


"heemm..."

__ADS_1


Anna berlalu menuju kamar mandi dan mengisi air biasa ke dalam bathtup untuk mandi Ken supaya mereflekskan tubuh, karna dari wajah Ken,Anna tau bahwa suaminya itu lelah, entah dari mana tadi.


"sudah siap airnya pak"ucap Anna keluar dari kamar mandi, dan Ken berdiri menuju kamar mandi.


Anna menyiapkan pakaian yang akan di pakai Ken.Setelah itu menuju balkon kamar.Tidak jauh dari hotel yang mereka tempati ada sebuah pantai, ingin rasanya Anna menikmati sunset di pantai itu, tapi apakah Ken mengizinkannya, itu yang ada di pikiran Anna.


"Kau ingin ke pantai?"ucap Ken tiba-tiba


Anna langsung menoleh kepada Ken yang kelihatan lebih segar karena mungkin sudah mandi.


"emangnya boleh Pak"tanya Anna


"tidak boleh jika kau pergi sendirian"ucap Ken, membuat Anna langsung tersenyum sumringah.


"memang apa lagi yang akan kau lakukan jika di kamar terus"


"berdua dengan mu lah Pak"goda Anna


"Apa yang akan kau lakukan dengan ku"ucap Ken menyeringai.


"Heheheh... tidak ada"ucap Anna berlari dari balkon melewati Ken dan keluar dari kamar.


"Ayo pak"teriak Anna


mereka pun berjalan keluar dari hotel, sekarang giliran Anna yang jalan duluan dengan kegirangan dan Ken mengikutinya dari belakang.


"Tidak sekitar 500 meter dari sini"ucap Ken


mereka terus berjalan hingga tak terasa sampai juga di Pantai,semburat merah mulai menampakkan diri, matahari sudah berada di ujung barat tapi belum tenggelam, bunyi deru ombak membuat kebisingan di pantai ditambah angin yang sepoi-sepoi yang yang menerpa tubuh Anna dan meniup hijab yang dikenakannya.


"Pak ayo ke sini"ucap Anna berjalan di pasir pantai dan membiarkan ombak menghampirinya


"Anna nanti pakaian kau basah"teriak Ken yang duduk di pondok kecil itu.


"Ini sangat menyenangkan, ayo ke sini Pak"teriak Anna yang mengejar ombak


"Tidak"ucap Ken


"Yah kau tidak asik Pak"ucap Anna, dia berjalan sendirian di atas pasir pantai dengan beralaskan kaos kaki sesekali ombak membasahi Roknya.Sedangkan Ken hanya melihat Anna dari kejauhan.


perlahan-lahan matahari mulai tenggelam, itu adalah momen yang paling di nanti-nantikan oleh para pecinta pantai melihat Sunset adalah kebahagiaan tersendiri,termasuk bagi Anna.


Ya dulu Anna sering main ke Pantai bersama Ray, mereka sering menghabiskan waktu bersama di Pantai, dan sering melihat sunset, bahkan sama teman-temannnya dulu Anna setiap ada libur mereka camping di Pulau.


Anna berlari ke arah Ken dan menarik tangan Ken.


"Ayo pak kita ke sana, itu udah sunset lho Pak "ucap Anna memelas


"Kau aja, biar aku di sini"ucap Ken

__ADS_1


"Tidak!! aku mau sama Pak Ken, ini momen bahagia Pak"


"Ayo lah!!! "Akhirnya Ken pun luluh di ajak oleh Anna.


Mereka berdua duduk di hamparan pasir Pantai untuk menyaksikan sunset.


"Boleh aku bersandar di bahu pak Ken"ucap Anna.Ken mengangkat satu alisnya dan sesaat kemudian mengangguk.


sepasang suami istri itu melihat pemandangan matahari yang sudah tenggelam,diiringi oleh deruan ombak. Menyisakan bumi yang gelap, dan diterangi oleh lampu kerlap-kerlip sekitar pantai.


"Sampai kapan kau akan tetap di sini?"tanya Ken


"Hehehehe... sampai pak Ken mau menemaniku"ucap Anna cengengesan


"Saya akan kembali ke hotel"ucap Ken hendak berdiri.


"Yasudah lah aku juga akan kembali bersama Pak Ken"ucap Anna cemberut.


"Ayo Pak aku mau sholat magrib, nanti keburu habis waktunya"ucap Anna


"Tadi kau ingin berlama-lama di sini, sekarang ingin cepat-cepat ke hotel"ucap Ken bersungut


"Gimana cara kita pulang ya Pak, udah gelap"ucap Anna memegang tangan Ken, dia agak mulai takut.


"dengan jalan kaki lah, memangnya dengan apa lagi? "ucap Ken


sepanjang perjalanan di terangi oleh lampu jalan, jadi tidak terlalu gelap.


"Rok kau basah?"ucap Ken memperhatikan Rok Anna


"Iya bagian bawahnya dan kotor bagian belakangnya, hehehe"ucap Anna


"Kau ini"ucap Ken


"Oh ya! sendal ku dimana?, Astagfirullah aku lupa taruh dimana pak"ucap Anna berhenti dan menatap Ken cemas.


"nih ada sama saya"ucap Ken membawa sendal Anna di sebelah tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya di pegang oleh Anna.


"untung ngak kepala kau lupa taruh"ucap Ken


"Mana bisa Pak, kepala ku melekat begini"ucap Anna memegang kepalanya


Mereka pun sampai di hotel, Anna melepas tangannya pada tangan Ken dan berjalan duluan menuju kamar mereka.


...****************...


Bersambung


jangan lupa tinggalkan jejak

__ADS_1


__ADS_2