My Love Bos

My Love Bos
Kenna dan Raymel


__ADS_3

Sore harinya.


Jam kerja sudah usai, Anna keluar dari ruangannya menuju ruangan Amel yang ada di lantai 5.Belum sampai menuju lift Seseorang memanggil


"Anna"


"Ah iya Pak, ada apa?"ucap Anna


"Biar saja antar kau pulang"ucap Ken


"ehhh tidak usah Pak, saya bisa diantar sama Amel"ucap Anna tidak enak hati


Anna terasa canggung dan gugup jika bersama Ken,hanya saja dia tetap bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


"jangan menolak"ucap Ken menatap tajam Anna


"Iya baiklah lah Pak, saya bilang pada Amel dulu"ucap Anna


Mereka berdua masuk ke dalam lift menuju lantai 5.


"saya tunggu dibawah"ucap Ken, saat Anna keluar dari lift dan Ken langsung menuju lantai dasar.


Anna masuk ke dalam ruangan Amel


"Loh kok kamu belum bersiap-siap untuk pulang Mel, apa kamu lembur hari ini"ucap Anna bingung melihat sahabatnya itu masih duduk di kursinya sambil memangku tangannya di dagu.


"Tidak Ann, aku nungguin semua karyawan pulang dulu, baru aku keluar, nanti malah digosipin aku pake baju beginian"ucap Amel lesu dan lemas


"Ya ampun Mel, ngak gitu juga kali, belajar pake baju tertutup itu lebih baik, terserah orang mau bilang apa"ucap Anna


"kamu yakin nih, belum mau pulang, yasudah ngak papa aku pulang duluan, diantar sama Pak Ken"ucap Anna


"idihhh sombong amat diantar sama calon suami, dekatin terus Ann, kalau dapat buat dia jatuh cinta sama kamu sekalian"ledek Amel


"kamu kalo ngomong suka ngak jelas Mel, orang macam pak Ken itu ngak bakalan jatuh cinta sama aku,udah ahh aku duluan nanti Pak Ken marah, karna aku kelamaan disini"ucap Anna berjalan menuju pintu keluar


" Oh iya tadi Kak Ray bilang dia mau main ke rumahku Mel"ucap Anna menahan tawa sambil keluar dari ruangan Amel


"Anna... Ann kamu serius"teriak Amel memanggil Anna


"Kenapa ngak bilang dari tadi sih, aku harus cepat ketemu sama Kak Ray pujan hatiku"ucap Amel sedikit kesal namun juga senang


Anna tiba dilantai bawah, celingak-cekinguk mencari sosok Bos, ternyata Ken duduk duduk di Lobby menunggu Anna sambil memainkan benda pipih dan canggih itu.


Anna berjalan menghampiri Ken


"Pak"ucap Anna


Ken langsung mengalihkan pandangan


"Kau selalu suka membuat saya menunggu Anna, tidak bisakah kau cepat sedikit saja"ucap Ken kesal


"Maaf-maaf Pak saya salah buat bapak menunggu"ucap Anna merasa bersalah


"sudah kau mau pulang atau tidak"ucap Ken kemudian berjalan duluan dan dikuti oleh Anna di belakang.Ken dan Anna masuk ke dalam mobil, Ken melajukan mobilnya.


Tidak ada pembicaraan diantara mereka berdua hingga mobil sudah sampai di persimpangan kompleks Anna.


"Terimakasih Pak"ucap Anna akan turun


"saya akan antar sampai ke rumah Kau"ucap Ken

__ADS_1


"Ehh tidak usah Pak, sampai sini saja, saya bisa jalan kok Pak, ini juga udah dekat dari rumah saya"ucap Anna merasa tidak enak hati.


"jangan membantah lagi, biar saya antar sampai ke rumah,"ucap Ken membelokkan mobilnya masuk ke gang kompleks Anna, saat tiba di rumah Anna Ken melihat sudah terparkir mobil sport silver di halaman Anna, tentu saja Ken tau itu mobil Ray.


"Terimakasih banyak Bapak telah mengantar saya sampai rumah, apa Pak Ken tidak singgah dulu"ucap Anna


"heemm tidak usah, saya lihat Ray sudah sampai"ucap Ken melirik mobil yang terparkir dan menatap Anna datar.


"Iya Pak, sekali terima kasih Pak, kalo begitu saya turun dulu"ucap Anna membuka pintu mobil dan kembali menutupnya.


"Hati-hati Pak"ucap Anna


Ken hanya mengangguk datar. kemudian memutar mobilnya dan keluar dari gang kompleks Anna.


Anna membuka gerbang rumahnya dan menutup kembali, kemudian berjalan di perkarangan rumahnya


"Ann... Anna... Anna "teriak Amel dari luar gerbang


"Amel?? kamu datang juga?"ucap Anna menahan tawa melihat Amel


"Iya lah namanya juga mau ketemu pangeran, buka dulu nih gerbangnya"desak Amel


"Iya... iya sabar dulu napa sih"ucap Anna terkekeh


Anna membuka gerbang minimalis rumahnya.


"Silahkan ma...... "ucap Anna terpotong karna Amel sudah duluan mengas motornya masuk ke pekarangan rumah Anna


Anna hanya geleng-geleng kemudian menutup kembali gerbangnya.


"Hai Kak Ray,lama tidak berjumpa Kak"ucap Anna tersenyum manis menghampiri,ketika Ray keluar dan menggendong Attha


"Aduhh...pasti Anna yang beritahu ni"gumam Ray melihat Amel malas


"Hai auty"sapa Attha


"Hai Attha sayang"ucap Amel mencolek pipi gembul Attha


Sesaat kemudian Ray ternganga dan terkejut tidak percaya sambil menyepitkan matanya melihat penampilan Amel yang sungguh berbeda kali ini, Amel yang asik dengan Attha, Ray juga menatap Amel lamat-lamat, mereka tidak menyadari Anna diam-diam menyelip masuk ke rumah.


"kenapa dia berpenampilan berbeda, supaya menarik perhatianku, atau dia sudah berubah, tapi lebih cantik jika begini sudah-sudah apa yang aku pikirkan"batin Ray masih memandang Amel


"Apa ini beneran kamu, kenapa penampilan mu berbeda sekali"ucap Ray sinis


"Hah?? Ya jelas aku dong Kak, gimana-gimana penampilan ku,apa aku cantik? "ucap Amel senyum menggoda sambil berputar-putar


"Ah biasa saja,halah jangan kepedean"ucap Ray


"Yaelah kak Ray pasti gengsi kan bilang aku cantik, iya-iya kan??ucap Amel menaik-naikkan alisnya


"gengsi?? Ya ampun!! ngak lah"ucap Ray mengangkat satu alisnya dengan cuek


"om, auty kenapa kalian bertengkal telus, ngak boleh, nanti umma marah lo"ucap Attha


"maafin om ya sayang, gara-gara kamu nih"ucap Ray


"loh kok aku sih Kak, salah Kak Ray nih, setiap kali bertemu aku pasti berdebat terus"ucap Amel dengan wajah masam


"Malah salahin aku, sudah lah aku mau masuk dulu, lebih baik kamu pulang aja sana"ucap Ray malas lalu membalikkan badannya


"Lah kenapa Kak Ray ngusir aku sih, ihh jahat banget sih"ucap Amel cemberut

__ADS_1


"Anna Anna"Amel berbalik ke belakang memanggil Anna niatnya ingin mengadu


"Loh kemana Anna? "ucap Amel bingung


sudah tidak melihat Anna berada di gerbang lagi.


Ray yang masih berada di pintu lalu berbalik kembali menghampiri Amel di teras


"mana Anna?"ucap Ray pada Amel


"Aku juga ngak tau, perasaan dia menutup gerbang tadi"ucap Amel


"lalu kemana dia?kenapa tidak ada disana"ucap Ray kesal


"Lah mana aku tau? kenapa kak Ray bertanya pada ku, bukankah kita sama-sama di sini tadi"ucap Amel juga kesal


"Heii aku disini, kalian sudah siap berdebatnya"ucap Anna berdiri tanpa berdosa di pintu, sudah rapi dengan baju santainya.


"Ihhhh kamu kenapa bisa ada di dalam, bukankah masih digerbang tadi? "ucap Amel kesal menghampiri Anna


"kamu buat orang cemas aja Ann"ucap Ray


"Hehheehe maaf-maaf, lagian ngapain juga sih aku menyaksikan orang bertengkar dan berdebat terus saat bertemu"sindir Anna menahan tawa


"salah kamu sih Ann, kenapa harus bilang dia kalo aku mau ke sini, udah jelas dia suka cari gara-gara terus sama aku"ucap Ray kesal


"Ihhhh Kak Ray nyebelin banget sih punya masalah apa sih sama aku?


"stopss... udah-udah kalian ngak lelah apa berdebat mulu, ayo masuk ke dalam "ucap Anna menengahi


"umma umma"ucap Attha merentangkan tangannya.


"sini Attha sama aku Kak"ucap Anna mengambil Attha dalam gendongan Ray


Anna masuk duluan


sedangkan Ray tajam Amel, dan Amel membulatkan matanya ke arah Ray lalu baru mereka masuk ke dalam bersamaan.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Mereka bertiga duduk bersama di karpet bulu yang ada diruang keluarga sambil melihat Attha bermain.


"Cincin?? kamu pake cincin Ann?"ucap Ray bingung dan heran


"Iya Kak, ini cincin tunangan Anna telah di lamar oleh Bo...."ucap Amel terpotong ketika Anna menyenggol tangannya.


Bagai ditusuk ratusan duri tajam tepat pada hati Ray,semua tubuh dan persendian nya melemah mendengar kenyataan pahit bahwa orang yang dicintainya ternyata telah dilamar orang lain. Kenapa kemarin dia tak langsung melamar Anna, Ray merasa sakit yang teramat dalam saat ini.


"dilamar?? tunangan? dengan siapa"ucap Ray biasa saja tanpa melihatkan bagaimana sakitnya dia saat ini.


"Heeemmm masih rahasia Kak, nanti Kak Ray juga bakalan tau kok, maaf kemarin aku ngak sempat ngabarin Kak Ray, soalnya acaranya dadakan banget Kak"ucap Anna tersenyum


"Ah tidak apa-apa Ann, selamat Ya atas tunangannya, semoga lancar sampai hari H"ucap Ray terpaksa senyum


"terimakasih Kak, Aamiin, aku harap Kak Ray juga ikut andil dalam acara nikahan aku, karna Kak Ray sudah aku anggap seperti Kakak kandung sendiri"ucap Anna


"Insya Allah Ann, aku bahagia jika kamu bahagia"sedikit tersenyum menahan hatinya menjerit sakit saat ini.


Amel tersenyum bahagia melihat keakraban Ray dan juga Anna itu.


...****************...

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2