My Love Bos

My Love Bos
3 cerita


__ADS_3

Setelah makan malam, Anna dan Ken bersantai di ruang keluarga menikmati Teh hijau hangat berdua.


"Mas"


"Apa sayang"ucap Ken setelah meneguk tehnya, dan kembali meletakkan cangkir tehnya di atas meja.


"Tadi sebelum mas pulang Attha bicara pada Anna dia bilang pengen punya adik"ucap Anna menatap sendu suaminya.


"Apa? pengen adik?? kenapa tiba-tiba dia bilang begitu? trus Anna jawab apa tadi?"ucap Ken dengan wajah penasaran.


"Iya mas, dia ingin ada teman main supaya tidak sendirian, Anna juga terkejut saat dia bicara begitu, awalnya Anna bingung mau jawab apa tadi"


"Tapi kata-katanya membuat Anna terharu, dia bilang akan berdo'a kepada Allah supaya cepat di kasih adik dan jika sudah punya adik nanti dia akan menjaga adiknya sampai besar, Anna tidak nyangka mas anak sekecil Attha bisa berpikiran sejauh itu"ucap Anna dengan mata terharu.


"Subhanallah Attha memang anak yang baik sayang, semoga Allah cepat memberi kita rezeki untuk memiliki seorang anak dan kita bisa mengabulkan keinginan Attha untuk memiliki adik"


"Masya Allah ya mas bukan subhanallah jika memuji ciptaan Allah"ujar Anna, Ken menyengir malu menanggapi nasehat istrinya.


"Aamiin ya robbal 'alamin semoga Allah mengabulkan keinginan kita mas"tambah Anna lagi sambil berusaha tersenyum dengan penuh harap.


"Iya sayang"ucap Ken merangkul istrinya dan membawa dalam pelukannya sambil menciumi puncak kepala Anna.


"Yaudah sayang, ayo kita ke kamar beriktiar sekaligus beribadah semoga kita cepat kasih adik buat Attha"ucap Ken dengan seringaian menggoda dengan membantu Anna berdiri


"Ihhh kamu mas memang itu yang kamu"ucap Anna memukul pelan dada Ken sambil terkekeh malu.


"Kan emang begitu proses buat adik untuk Attha,supaya cepat jadi kita harus sering-sering berikhtiar melakukannya"jawab Ken membuat Anna bersemu malu.

__ADS_1


"Kalo udah rezeki akan di kasih juga mas, mau tiap hari juga kita berikhtiar kalo Allah belum kasih ya mau gimana?"ujar Anna


"Itu kuasa Allah sayang, kita hanya bisa berusaha dan berdo'a, sering-sering pun kita melakukannya kan dapat pahala, ingat sayang itu adalah ibadah"ucap Ken mengedipkan sebelah matanya sambil membuka pintu kamar mereka.


"Dasar suami genit"ucap Anna geleng-geleng kepala dan masuk ke kamarnya.


************


Di sisi lain


"Apa kau ingin mencoba menipuku hah,ingin bermain-main denganku"ucap Irvin mencekik leher asisten pribadinya.


"Ah hah ti tidak Tu tuan, to tolong lepaskan sa saya tuan"ucap asistennya dengan suara setengah hilang karna kesulitan bernafas.


"Maaf Tuan informasi yang kami berikan akurat tuan, tolong lepaskan dia tuan,dia bisa mati jika anda mencekiknya seperti itu, tidak ada niatan kami untuk menipu anda tuan"ucap anak buahnyayang lain sambil menunduk takut.


"Apa tidak ada satupun di antara kalian yang mengatakan bahwa apa yang dia ucapkan barusan adalah kebohongan"tunjuk Irvin pada semua anak buahnya yang menunduk takut.


"Cepat katakan!!!"suara Irvin menggelegar keras di rumah miliknya itu.


"Apa kalian bisa hah?? buka mulut kalian!!"bentak Irvin semakin mencekik asistennya.


"Ma maaf Tuan apa yang di ucapkannya memang benar, menurut informasi dan apa yang telah kami selidiki, Anak yang di kandung Nona Nadin adalah anak anda, Nona Nadin baru satu tahun ini kembali ke Indonesia, selama bertahun-tahun dia tinggal di Belanda dengan Bibinya sedangkan orangtua dan kakak kandungnya telah meninggal dunia, kakaknya merupakan mantan kekasih ........."


"Saya sudah tau, langsung saja pada intinya"Irvin memotong sambil perlahan-lahan melepas tangannya dari leher asisten pribadinya yang hampirnya mati karna kehabisan nafas di cekik oleh Tuannya.


"Baik tuan, jadi selama satu tahun ini Nona Nadin di Indonesia, dia tidak pernah dekat apalagi menjalin hubungan dengan lelaki manapun kecuali dengan anda, tapi dari info yang saya dapat dia mencintai dan terobsesi kepada Tuan Ken yang jelas-jelas telah menikah,sangat tidak mungkin sekali anak yang di kandung Nona Nadin adalah anak Tuan Ken"jelas salah satu orang suruhannya. Irvin terlihat merenung sejenak kemudian menatap satu persatu anak buahnya dan beralih pada asistennya yang di cekiknya tadi masih terduduk di lantai memegang lehernya yang habis di cekik dan nafasnya masih terdengar terengah-engah.

__ADS_1


"Apa anda masih ingat tuan saya anda di London mengalami muntah-muntah di pagi hari dan menginginkan makanan khas Indonesia yang sangat sulit di cari di London, ketika di periksa ke dokter saat itu tapi dokter tidak mengetahui penyakit apa yang anda alami saat itu"


"Sebenarnya saat itu anda sedang mengalami morning sickness yang biasa di alami oleh ibu hamil ketika awal-awal kehamilan, tapi gejala seperti itu juga bisa di rasakan oleh seorang ayah dari cabang bayi yang di kandung, karna saat istri saya hamil saya juga mengalami morning sickness Tuan, dan kemudian saya dan istri saya periksa ke dokter, begitulah kira-kira penjelasannya"tambahan dari anak buahnya yang lain.


"Apah??? yang kalian semua bahas? kenapa saya dengar tentang masalah kehamilan siapa yang hamil? apa kakak menghamili seorang wanita? siapa?heyy jawab aku!! "ucap Ivan yang baru datang dengan berbagai lontaran pertanyaannya. Irvin menatap tajam adiknya kemudian berlalu begitu saja meninggalkan semua anak buahnya dengan wajah tegang dan cemas.


_


Di dalam kamarnya


Nadin belum merasa kantuk padahal jarum jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, biasanya di jam segini dia sudah tertidur, apalagi sejak hamil selalu tidur lebih awal untuk menjaga kesehatannya dan calon bayinya.


Nadin duduk bersandar di kepala ranjang tempat tidurnya sambil mengelus-elus perutnya yang membesar.


"Kenapa aku tiba-tiba merindukan si berengsek itu, aku ingin memeluknya dan tertidur di pelukannya yang hangat,sambil dia mengelus-elus perut ku,ah tidak-tidak itu tidak akan mungkin terjadi"


"Apa kamu yang menginginkan Mami dekat dengan bajingan itu sayang,jangan buat mami tersiksa seperti ini nak, walau dia ayahmu tapi dia tidak berhak di sebut ayah untuk mu nak,kamu hanya anak mami, di dunia ini hanya kamu satu-satunya yang mami miliki, kita bisa hidup berdua sayang tanpa seorang ayah berengsek yang tidak menganggapmu anaknya"tak terasa air mata Nadin jatuh,masih setia mengelus lembut perut buncitnya.


"Kita tidak butuh seorang ayah seperti bajingan itu sayang, walau kamu marah mami menjelek-jelekkan ayahmu, tapi itulah kenyataannya nak, dia tidak pantas jadi ayah untukmu sayang"


"Maafkan mami ya sayang, waktu itu mami menolak kehadiranmu, mami sempat shock dan terkejut saat baru tau kamu tumbuh di rahim mami, bahkan mami berniat ingin mengakhirimu nak, tapi beribu-ribu kali mami menyesali ucapan bodoh mami dulu nak, percayalah sekarang kau adalah bagian dan belahan jiwa mami, jantung hati mami, membuat mami kuat disaat sedang rapuh dan sedih, terimakasih ya sayang sudah hadir di sini"kembali Nadin menetaskan air mata.


...****************...


Jangan lupa like, coment, vote dan giftnya ya readers.


Maklumi saja author jarang update, karna kesibukan di kehidupan nyata author

__ADS_1


__ADS_2