My Love Bos

My Love Bos
Penjelasan Kania


__ADS_3

Setelah semua pekerjaan rumah selesai, Anna bersiap-siap akan pergi ke rumah mertuanya sendirian.Tadi pagi Anna telah meminta izin pada suaminya ingin pergi ke rumah mertua, suaminya heran dan sempat bertanya, kenapa Anna tiba-tiba ingin main ke rumah orangtuanya, karna biasanya Anna selalu bersama Ken jika ke rumah Mami tapi sekarang malah sendirian.


Anna mengatakan sesekali main kerumah mami lagian dari pada sendirian mulu di rumah, suntuk dan bosan, jawab Anna pada suaminya.


Setelah memastikan semua pintu rumah terkunci, Anna keluar dari rumahnya berdiri di depan pagar menunggu go car yang telah di pesannya tadi.


_


Sampainya di rumah mertuanya Anna langsung masuk dengan mengucapkan salam dan disambut dengan para pelayan di rumah besar itu.


"Maminya ada bik?"tanya Anna


"Ada Nona di taman belakang,biar saya panggilkan Nyonya besar sebentar Nona"


"Tunggu bik, Eamm.....Kania juga ada di rumah bik?"


"Ada Nona, Nona muda Kania ada di kamarnya"jawab Bibik


"Yasudah makasih bik, Anna mau ketemu mami dulu "ucap Anna yang dianggukkan oleh Bibik ,kemudian Anna langsung menuju taman belakang untuk menemui sang mertua.


"Assalamualaikum Mami"ucap salam Anna


Mami yang sedang menyemprot bunga kesayangannya langsung menoleh.


"Wa'alaikumsalam menantu mami"ucap Mami berbinar menghampiri Anna dan memeluk sang menantunya.Anna merasa senang membalas pelukan mertuanya.


"Ayo kita ke dalam nak, dengan siapa ke sini sayang, Ken nya mana?"ucap Mami mengiring Anna masuk dan membawanya menuju ruang keluarga.


"Anna sendiri mami, mas Ken nya kerja mami"ujar Anna tersenyum.


"Anak itu yang ada di pikirannya cuma kerja, kerja,dan kerja,tidak banyak waktu membawa istrinya pergi main, kasian menantu ku dapat suami seperti dia"keluh sang Mami yang di jawab kekehan oleh Anna.

__ADS_1


Setelah setengah jam Anna mengobrol santai dan bercepika-cepiki dengan mertuanya, kemudian Anna menemui Kania yang berada di kamarnya di lantai dua.


"Kania..... Kania...... ini aku Kak Anna"ucap Anna mengetok pintu kamar Kania.


"Kania.....Kania..... "panggil Anna lagi


Ceklek pintu kamar terbuka, Anna terkejut dan prihatin melihat penampilan adik iparnya itu yang berantakkan, matanya bengkak memerah karna menangis, rambutnya acak-acakkan, wajahnya lelah seperti tak berdaya pasrah.


"Kakak ipar.... "Kania langsung memeluk Anna dan menangis.


"Kita masuk dulu ke kamar kamu"ujar Anna yang diangguki lemah oleh Kania.


"Kata Mami dari tadi pagi kamu belum keluar dari kamar, apa benar?Kania kembali mengangguk diiringi air mata yang jatuh.


"Kania Kakak tau dan merasakan apa yang kamu rasakan sekarang,kita sama-sama wanita, pasti sangat sulit bagimu melupakan kejadian yang menyakitkan itu, tapi jika kamu seperti ini, sama saja kamu menganiaya dirimu sendiri"nasehat Anna sambil mengelus-elus punggung Kania.


" kak....hikss hikss aku menyesal Kak, aku bodoh Kak begitu mencintainya, begitu mempercayai kata-kata manisnya, ternyata dia tidak lebih dari laki-laki berengsek"


"Kania Tenang lah, kakak tau penyelasan pasti selalu datang di akhir, karna itulah Allah melarang kita untuk tidak berpacaran, banyak kerugian yang di dapat orang yang berpacaran, contohnya seperti yang Kania alami sekarang, asal Kania tau tidak ada ungkapan cinta dan sayang yang serius dari seorang laki-laki tulus selain dia membuktikannya dengan menikahi wanita tersebut"


"Kakak tanya sekali lagi laki-laki itu tidak sampaikan mengambil keperawanan Kania?"tanya Anna hati-hati, Mendengar pertanyaan Anna, Kania kembali mendongakkan kepalanya dan menatap Anna sendu sambil menggeleng kepalanya.


"Percayalah Kak aku masih perawan, dia tidak sampai mengambil kesucianku"


"Kakak percaya sama kamuKania, hemmmm lalu bagaimana pelecehan itu sampai terjadi?"ucap Anna dengan kerutan kening tipis.


Kania mengambil nafas dalam-dalam.


"Aku akan ceritakan semuanya pada Kakak"ucap Kania mengubah posisi duduknya menghadap Anna dan menghapus sisa air mata di pipinya.


Kania menceritakan semuanya pada Anna mulai dari sebelum kejadian, saat Ivan menjemputnya pulang kampus, kemudian seperti biasa mereka nongkrong di cafe sebentar yang selama 4 bulan terakhir tidak mereka kunjungi karna Ivan berada di London.Setelah itu mereka menghabiskan waktu di mall bermain di timezone dan berbelanja, lalu saat akan pulang Ivan mengajaknya ke Villa peninggalan orang tuanya, di sanalah terjadinya kejadian itu, Kania berusaha memberontak dan menangis sejadi-jadinya,entah kenapa Ivan tidak sanggup untuk melakukan lebih jauh lagi, dia tidak sampai mengambil keperawanan Kania.

__ADS_1


"Begitulah kejadiannya Kak"ucap Kania kembali menangis.Anna menganggukkan kepalanya,tangannya terulur memeluk Kania untuk menenangkannya.


"hutssss,,,,, Allah maha baik pada Kania, Allah masih melindungi Kania menjaga kehormatan Kania sebagai seorang wanita yang masih gadis,jika tidak mungkin bukan Kania saja yang akan hancur tapi semua orang akan hancur termasuk Mami, Papi, Mas Ken bahkan Kak Kirana jika mendengar Kania kehilangan kehormatan"Kania mengangguk membenarkan ucapan Anna.


"Iya,,,, kakak benar, aku bersyukur jika itu sampai terjadi aku tidak tau lagi apa yang akan terjadi, yang jelas keluargaku akan menanggung malu karna aku, Papi dan mas Ken pasti marah besar, bahkan mungkin saja aku akan di usir keluar dari rumah ini,hidupku benar-benar hancur"


"jika sudah tenang nanti ceritakan semuanya pada Mami, mami berhak tau tentang kejadian ini,jangan di simpan sendirian itu akan membuat Kania terus kepikiran, merasa bersalah dan tidak tenang"ucap Anna yang diangguki oleh Kania.


"Aku mohon kakak jangan ceritakan dulu masalah ini sama Abang ya, aku takut"ucap Kania.


"Iya baiklah kakak tidak akan ikut campur itu urusan Kania dengan mas Ken"jawab Anna


_


Di sisi lain


"Bagaimana kau telah melakukan apa yang aku suruh adikku"ucap Irvin berdiri membelakangi Ivan.


"Kau jahat Kak, kau memperalatku untuk membalaskan dendammu yang tidak jelas itu, karna kau hubungan ku kandas dengan kania ,dia meninggalkan ku, hidupku benar-benar hancur menuruti egomu,semangat dan arah pun sekarang tidak ada lagi"


"Sampai kapan pun kau tidak akan bisa bersama dengan Kania, dia adik dari orang yang paling aku benci dan satu lagi aku tidak menyuruh kau melakukan itu padanya bahkan aku telah membayar orang lain untuk melakukannya tapi kau sendiri yang menolaknya dan bersedia membantuku untuk menghancurkan hidup adik Ken atau pacarmu itu"


"Lebih baik aku yang melakukanya pada Kania, karna aku tidak rela orang suruhanmu yang menodai orang yang kucintai"


"Kau yang melakukannya lalu sekarang kau malah menuduh ku dengan memperalatmu begitu, ehm dasar bodoh!!"ucap Irvin tersenyum sinis


"sekarang ku mohon pada mu kakak jangan pernah bawa-bawa lagi Kania dalam masalah mu dengan kakaknya, dia sudah cukup menderita karna permainanmu"ujar Ivan dengan tatapan tidak suka sekaligus memelas.


"Terserah kau, aku hanya ingin hidup Ken hancur jika adiknya hancur"Irvin berlalu meninggalkan Ivan dengan senyum penuh kemenangan.


...****************...

__ADS_1


Bantu follow dong akun author


Like, coment, vote dan gift nya yang banyak yang teman-teman๐Ÿ˜๐Ÿ‘๐Ÿ˜˜


__ADS_2