
Setelah mereka menikmati makanan hasil BBQ yang sudah selesai di panggang tadi dengan rasa bahagia penuh canda tawa yang melengkapi kebersamaan keluarga besar tersebut hanya saja Papi yang tidak ada ditengah-tengah mereka semua.
Kini semuanya kembali masuk ke dalam rumah tinggalah 2 orang pembantu di rumah Kirana untuk membereskan sisa-sisa Barbeque dan peralatan yang sudah mereka pakai tadi saat BBQ.
Saat semuanya sudah duduk di Sofa ruangan keluarga kecuali Bunda yang duluan ke kamar ingin melaksanakan sholat Isya.
"Aunty Ayo temani kami di kamal, aku dan Atha ingin mendengal sambungan cerita tadi"ucap Alisha menarik-narik tangan Kania yang juga baru mendudukkan bokongnya dia atas sofa.
"Ck baru juga aku duduk, kenapa kalian menyusahkan aku sih, minta temani saja oleh orang tua kalian"ucap Kania menatap sebal kedua ponakannya itu.Mami, Anna dan Kirana terkekeh mendengar ucapan Kania barusan.
"Mau ke Mana Bang?"tanya Nathan pada putranya.
"Ke kamar Ayah"ucap Gavin singkat,Nathan mengangguk mengiyakan ucapan putranya.
"Lihat tuh Abang kamu ngak pernah tuh nyusahin aunty,ngak cerewet seperti kamu Alis"ucap Kania
"Bialin,,,Abang udah besal, aku macih kecil, walau celewet begini tapi aunty sayang kan sama aku"bujuk rayu Alisha
"Ck bocah satu ini ada saja jawabannya, yasudah ayo aunty temani ke kamar kamu"ucap Kania mengulum senyum geleng-geleng kepala mendengar ucapan keponakannya itu.
"Ayo Atha kita ke kamal di temani aunty"seru Alisha. Attha yang duduk di samping Anna kemudian turun berjalan ke arah Alis dan Kania, kemudian mereka menuju lantai atas kamar Alis.
"Alis benar-benar salinan kamu sifatnya Kirana, walau dia mirip Ayahnya"ucap Mami Kirana tersenyum.
"kenyataannya begitu mi,apalagi dia juga lebih dekat dengan ayahnya dari pada aku"ucap Kirana mengerucutkan bibirnya sambil menatap sang suami.
"Ya jelaslah Nathan bapaknya, darah yang mengalir di tubuh mereka darahnya Nathan, semoga saja perilaku kedua ponakan ku tidak sama dengan Nathan"sindir Ken, Anna langsung menyikut tangan suaminya.
"Aku tidak seburuk yang kau pikirkan Abang ipar,yang dulu biarlah berlalu, masalalu jangan di ungkit-ungkit kembali"jawab Nathan diiringi kekehan.
"Entahlah mami tidak mengerti kenapa kalian berdua bermusuhan di masa lalu, tapi bagaimana pun sekarang nak Nathan menjadi bagian dari keluarga kita Ken, suami dari adikmu yang berarti iparmu"jelas Mami
yang dianggukan malas oleh Ken.
"Iya Ken tau mami"jawab Ken
derrrtt derrttt handpone mami berbunyi
"Handpone mami berdering mi, apa itu dari papi? angkat dulu mi"ucap Kirana
"Ah iya benar sayang"ucap Mami
__ADS_1
"Mami sih malah tinggalin papi, Kasian beliau sendirian di rumah, pasti kesepian tidak ada istri tercinta"ucap Kirana tertawa kekeh.
Mami mengangkat handponenya panggilan masuk papi.
"Udah tau papi ngak bisa jauh dari mami, Udah sayang ayo ke kamar, kita istirahat biar mami telefonan dengan papi"cibir Ken dan mengajak Anna ke kamar. Begitu juga Nathan dan Kirana ke kamar mereka, tinggal mami sendirian menelpon dengan papi.
Tiba di kamar, Ken dan Anna langsung melaksanakan sholat Isya berjamaah walau udah tepat dari waktunya.
"Mas gimana ceritanya sih, kok mas dengan suami kak Kirana bisa musuhan dulu"ucap Anna sambil membereskan semua perlengkapan sholat mereka.
"Ya panjang ceritanya sayang, ngapain juga Anna mikirin itu, Ayo tidur sayang, besok kan kita berangkat pagi ke Jakarta"ucap Ken naik ke atas ranjang.
"Yah mas Anna kan pengen tau aja ceritanya"ucap Anna cemberut kemudian meletakkan kembali mukenah dan sajadah di tempat semula, setelah itu baru menyusul suaminya naik ke atas ranjang.
"Kapan-kapan mas ceritain, sini sayang mendekat"ucap Ken berbaring sambil merentangkan tangannya ,supaya Anna tidur mendekat ke arahnya.
"hmmm,,, oh iya tadi mas sama suami Kak kirana kemana, kok baru pulang setelah magrib?"tanya Anna lagi setelah berbaring di dekat Ken.
"Ngak kemana-mana sayang, cuma ada sedikit pekerjaan trus bertemu teman lama, "jawab Ken.
"Oohhh,teman lamanya Cewek apa cowok?"seru Anna
"Udahlah ngak usah banyak tanya lagi, ayo tidur, mas lelah bangat hari ini sayang"ucap Ken sudah memejamkan matanya sambil memeluk Anna begitupun juga Anna yang memeluk suaminya dan membenamkan wajahnya di dada bidang Ken dengan nyaman.
Keesokan harinya
Semuanya kembali ke jakarta pukul 7 pagi setelah sarapan dulu di rumah Kirana, Sebelumnya Ken sudah menghubungi Tio bahwa dia agak telat pergi ke kantor karna perjalanan dari Bandung ke Jakarta.
Kecuali Kania yang tidak ikut pulang bersama Abangnya dan yang lainnya, dia ingin menginap dulu di rumah Kakaknya sembari untuk menghindari dan menjauhi Ivan yang selalu menghubungi dan menemuinya setelah hampir saja melecehkan dirinya.Sampai saat sekarang Kania belum berani mengatakan hal itu pada keluarganya, hanya Anna yang mengetahui tentang ini.
**********
Sampainya di Jakarta Ken mengantar Mami dulu ke rumah setelah itu mengantar mertua yang kebetulan ingin main dulu di rumah mereka jadi sekalian saja Ken langsung menuju rumahnya.
"Masuk saja bunda, maaf Ken bergegas dan tergesa-gesa seperti ini, Karna Ken harus ke kantor"ucap Ken pada bunda setelah mereka turun dari mobil.
"Tidak apa nak bunda mengerti"jawab Bunda mengangguk sembari memberi kode pada Anna untuk mengikuti Ken yang berjalan masuk ke rumah.
"Attha main sama nenek dulu, umma mau bantu papa siap-siap"ucap Anna pada Attha yang masih linglung karna efek bangun tidur.
"Iya umma"jawab Attha berjalan ke arah Bunda.
__ADS_1
sampai di kamar
Ken melepas kancing baju,Anna masuk ke kamar, berjalan ke wall closet mengambil pakaian suaminya lengkap dengan jas yang akan di pakai suaminya untuk ke kantor.
"Mau mandi dulu mas??"tanya Anna setelah meletakkan pakaian suaminya di atas ranjang mereka.
"Iya sayang, mas sedikit berkeringat dan berbau, tolong ambilin handuknya sayang"ucap Ken yang hanya menyisakan celana pendek dan singlet nya saja.
"Iya mas"Anna kembali menuju wall closet mengambil handuk untuk suaminya, tapi Ken keburu masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah selesai bersiap-siap Ken dan Anna turun ke bawah terlihat Bunda dan Attha bermain di ruang keluarga, Ken berpamitan pada Bunda terlebih dahulu dan mencium pipi Attha.
Anna mengantar suaminya ke depan.
pukul 11 pagi Ken baru berangkat ke kantor,karna nanti setelah Zuhur akan ada rapat penting dengan para jurnalis, dan beberapa pimpinan perusahaan pers dan media cetak yang ada di Indonesia yang juga di hadiri oleh Ray.
Tibanya Ken di Kantor langsung menuju ruangnya, Tio dan Laura menyambut kedatangan Bosnya dan mereka menyusul masuk ke ruang Bosnya.
"Bagaimana Tio apakah semuanya sudah beres? kau sudah menyiapkan untuk rapat nanti?"ucap Ken setelah duduk di kursi kebesarannya.
"Tenang saja Bos, semuanya sudah siap,semua yang dibutuhkan untuk rapat nanti sudah tersedia"ucap Tio dengan bangga.
"Bagus,Karna ini rapat penting saya tidak ingin terjadi kesalahan sedikitpun"
"Dan kau Laura kumpulkan semua karyawan atasan di lantai bawah, saya tidak ingin menunggu lama, cepat!! "ucap Ken pada Laura.
"Baik Bos Ken"ucap Laura menunduk hormat setelah itu berlalu keluar ruangan Ken.
Tak lama pintu ruangan Ken diketuk dari luar.Laura masuk ke ruang Ken.
"Semua sudah berkumpul di lantai bawah Bos"
"Baiklah, saya segera turun bersama Tio"ucap Ken menghentikan pekerjaan sebentar.
Ken turun bersama Tio menemui karyawan-karyawan yang memegang posisi penting di perusahaannya.
Mereka terlihat berbincang serius dan berdiskusi,namun saat Ken datang, semuanya terdiam dan menunduk hormat.Begitupun juga Wardah dan Amel yang juga berada di sana.
Sejenak Tio menatap Wardah begitupun juga Wardah, kemudian segera mereka memutuskan tatapan saat Ken angkat berbicara secara to the point untuk membagi tugas masing-masing mereka sesuai dengan kemampuan dan bidang mereka.
...****************...
__ADS_1