My Love Bos

My Love Bos
Ken VS Irvin


__ADS_3

Anna hanya berdiam diri saja di rumah, Ken melarangnya untuk keluar sampai dia pulang nanti. Bukan karna apa Ken melarang istrinya keluar, hanya saja Ken takut terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan terhadap istri dan calon anak mereka.


Karna Ken pikir bisa jadi ada orang yang tidak suka dengannya dan memiliki niat buruk untuk mencelakai keluarga nya.


Walau pun dia merasa tidak memiliki masalah atau bermusuhan dengan orang lain,mungkin saja orang lain yang menganggap nya musuh dan ingin menghancurkan dirinya,buktinya waktu beberapa bulan yang lalu, perusahaannya terjadi krisis keuangan yang di gelapkan oleh karyawannya sendiri atas suruhan seseorang yang sampai sekarang belum di ketahui jelas, kecuali namanya.percuma saja tau namanya tapi tidak tau orangnya.


Setelah itu adiknya yang hampir di lecehkan,entah itu mungkin juga suruhan dari orang yang sama.


Sudah cukup Ken diam setelah masalah yang menimpa dirinya dan keluarganya, dia harus segera bertindak, jangan sampai istri nya menjadi sasaran selanjutnya.


********"


"Apa kau sudah mendapatkan informasi nya Tio?"tanya Ken saat Tio masuk tergesa-gesa ke ruangan nya.


"Orang suruhan kita telah menyelidiki nya Bos, kita tunggu saja info selanjutnya dari mereka"Lapor Tio.


"Ada apa Bos?"tanya Tio melihat raut wajah Ken yang gelisah sedang memikirkan sesuatu.


"Saya curiga, Ayah biologis anaknya Nadin adalah orang sama yang telah membuat perusahaan saja hampir tumbang,dan pelecehan Kania juga suruhannya"


"Saya rasa semuanya ada kaitan dan hubungan nya"ucap Ken


"Maksud Bos orang yang bernama IRVIN itu dalang di balik semua ini"tebak Tio


"Benar"ucap Ken mengangguk.


"Bukankah dia sudah melarikan diri ke luar negeri Bos?"


"Dia sudah kembali"


"Tapi Bagaimana kita melacak dan mencari keberadaan nya Bos,sampai sekarang kita belum mengetahui identitasnya dengan jelas"tanya Tio.


Ken berdiri dari kursi kebesarannya berjalan menuju jendela ruangannya memandang jauh pemandangan kota dari atas gedung.


"Kita membutuhkan Amara dan rekannya dalam bidang ini,dia akan menyelidiki semuanya"ucap Ken


"Waktu itu dia hampir mengejar orang yang bernama IRVIN itu sampai keluar negeri untuk menuntaskan penyelidikan nya,tapi aku melarangnya"


"Aku ingin lihat sampai mana orang itu akan berbuat, ternyata aku salah telah membiarkannya, dia sudah tertindak terlalu jauh"


"Dan sekarang aku tidak akan tinggal diam"ucap Ken menatap tajam penuh kemarahan.


Tio mengangguk mengerti apa yang di ucapka Bosnya.


"Jika itu benar, kita harus bertindak cepat Bos, saya takut mereka akan melakukan sesuatu pada Nona Anna,Karna Nona lah kelemahan Bos satu-satunya untuk menghancurkan Bos"jelas Tio.


"Kau benar Tio, Itu tidak akan ku biarkan terjadi, apa pun yang terjadi nanti aku akan melindungi istridan anakku"tekad Ken


"Bos tenang saja, saya akan tetap berada di samping Bos"ucap Tio dengan yakin.


Dertttt dertttt ponsel Tio berdering.

__ADS_1


Tio mengangkat teleponnya dari anak buahnya yang di tugaskan untuk mencari informasi di rumah sakit.


sebuah berita yang mengejutkan dan menggemparkan yang Tio dapat dari anak buahnya.


"Ada apa Tio,siapa yang menelepon?"tanya Ken.


"Ada masalah Bos, anak Nadin hilang itu pasti bawa oleh Ayah biologis nya"


"Pantasan kemarin dia melarang kita semua untuk melihat anaknya"sambung Tio


"Dia pria pengecut, menyembunyikan dirinya, dan bergerak mengelabuhi semua orang"


"Dia sama sekali tidak bertanggung jawab terhadap anaknya,lalu sekarang merasa berhak terhadap dan mengambil anaknya."


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang Bos?, bagaimana dia akan menyakiti anak Nadin Bos?,dia berbahaya Bos dan sangat licik"


"Dia tidak akan menyakiti anaknya sendiri, kita akan bertindak tenang,tanpa di ketahui olehnya Tio, kita pastikan semuanya aman baru kita bertindak jangan tergesa-gesa"Titah Ken.


"Suruh anak buah kita untuk kembali,jangan sampai anak buahnya mencurigai kita"perintah Ken pada Tio.


"Baik Bos"


"Keluar lah saya akan menghubungi Amara"ucap Ken


Tio menunduk hormat, dan berlalu keluar dari ruangan Ken.


***********


Kedatangan Irvin di sambut oleh pelayan di rumahnya termasuk Bik Titi.


Memang tidak banyak pelayan yang bekerja di rumah Irvin, hanya orang-orang terpercaya yang sudah mengabdi bertahun-tahun lamanya dengan dirinya.


"Apa kamar putra saya sudah di bersihkan Bik?"ucapnya tegas.


"Sudah Tuan"ucap Bik Titi mengangguk hormat.


2 orang perawat turun dari dalam mobil Arya, salah satunya menggendong anak Irvin.


"Tuan muda kecil"gumam Bik Titi menutup mulutnya merasa senang dan terharu.Begitu juga pelayan lainnya merasakan hal yang sama dengan Bik Titi.


"Semoga rumah ini akan hidup dengan suara tangisan bayi, semoga kedatangan tuan muda kecil ini membawa keberkahan dan kebahagiaan"batin Bik Titi.


"Bik...Bik.."ucap Irvin kesal.


"Hah! Iya iya maaf Tuan"ucap Bik Titi menunduk takut.


"Antar mereka menuju kamar putraku"Titah Irvin.


"Ba baik Tuan"jawab Bik Titi.


"Mari ikuti saya"ucap Bik Titi pada kedua perawat tersebut.

__ADS_1


Setelah Bik Titi dan kedua perawat tadi membawa putranya.


Irvin menatap datar pada pelayan dan para bodyguardnya.


"Kembali pada pekerjaan kalian masing-masing"perintah Irvin.


"Baik Tuan! Bos!"ucap mereka menunduk hormat.


"Arya! keruangan saya"Titah Irvin


Arya mengikuti langkah Irvin menuju ruangannya.


Sampainya di sebuah ruangan dengan background gelap dan suram, yang tersimpan alat-alat dan persenjataan,siapa pun yang melihat ruangan ini pasti akan bergedik ngeri ketakutan.


Irvin duduk di kursi kebesarannya.


"Kau tau Arya, Ken tidak akan tinggal diam saja, jika dia tau anak sudah Nadin hilang dan membawa adalah Ayahnya sendiri"


"Dia pasti akan mencari tau tentang diriku, apalagi setelah kejadian kemarin malam, membuatnya semakin penasaran dengan sosok ku, sungguh mengesan kan, dia sama sekali tidak tau denganku dan melupakan aku begitu saja"


"Sekarang dia tidak akan main-main, dia akan bertindak, bahkan kemarin asisten nya itu mengancammu bukan?"tanya Irvin dengan tersenyum sinis yang menakutkan.


"Iya benar Bos, memangnya apa yang akan mereka lakukan Bos?"tanya Arya tidak mengerti dengan maksud Bos nya itu.


"Kita lihat saja nanti"


"Sebelum mereka bertindak kita juga harus bertindak lebih dulu"


"Ya aku tau kau tak perlu memberitahu ku, aku sudah siapkan rencana besar untuk menghancurkan Ken"


"Tapi rencana itu tidak sekarang kita jalankan, nanti!! setelah semuanya tenang dan Ken lengah dengan pengawasannya sendiri"


Irvin tertawa licik yang menggema di ruangannya.


"Apa kau mengerti yang ku ucapkan Arya?"Irvin menatap tajam dan serius pada Arya.


"Iya Bos sayamengerti!!"jawab Arya mengangguk.


"Bagus!!!"ucap Irvin kemudian keluar dari ruangannya dan diikuti oleh Arya di belakangnya.


"Arya, kau pergilah bersama salah satu perawat itu untuk membelikan semua kebutuhan putraku, termasuk susu formula terbaik yang telah di sarankan oleh dokter tadi"


"Baik Bos"jawab Arya.


"Maaf Bos bukan maksud saya lancang, sebaiknya Bos memberikan nama pada tuan muda kecil, agar semua orang di sini bisa lebih mudah memanggilnya Bos"ucap Arya hati-hati takut saya bicara.


Irvin menghentikan langkahnya dan berbalik menatap datar ke arah Arya.


"humm, Kau tidak usah khawatir Arya, aku telah menyiapkan nama yang bagus untuk putra sendiri"ucap Irvin menyeringai.


"Kau hanya perlu melakukan tugasmu saja dan mengikuti semua perintahku"ucap Irvin kembali melanjutkan langkahnya menaiki tangga menuju kamar putra kecilnya.

__ADS_1


...****************...


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya readers supaya author semangat nulisnya. Kasih Kopi dan juga bunga ya!


__ADS_2