
Sore harinya
Anna tengah asik memasak makanan untuk makan malam nanti.Sedangkan Ken dan Attha berada di gazebo belakang sedang bermain dan bersantai.
"Boy papa tinggal sebentar ya, papa mau lihat umma dulu"ucap Ken pada putra angkatnya.
"Iya papa"jawab Attha santai.
Ken melangkah masuk ke dalam rumah yang langsung tertuju pada dapur, Ken tersenyum saat melihat sang istri yang begitu lihai dalam memasak sambil bernyanyi lagu gambus yang menentramkan jiwa saat mendengarnya.
Setiap hari kekaguman dan rasa cinta Ken semakin bertambah pada Anna, dia merasa menjadi lelaki yang beruntung mendapat istri yang sempurna seperti Anna.
Istri yang begitu pandai dalam segala hal,sebelum menikah pun istrinya juga pintar dan konsisten dalam bekerja, dan sekarang dengan telaten dalam mengurus rumah tangga, dia menjalani perannya dengan baik sebagai anak,menantu, istri dan ibu yang baik untuk anak angkat mereka.
Tak pernah sekalipun Ken mendengar kata-kata lelah dan keluh kesah yang terucap dari bibir istrinya walau mengerjakan semuanya dengan sendirian, bahkan Ken sudah menawarkan untuk memakai jasa ART tapi istrinya itu selalu menolak dengan alasan dia bisa mengerjakan pekerjaan rumah sendirian tanpa bantuan ART sekali pun.
"Sayang"ucap Ken dengan lembut, sambil melingkarkan tangannya di pinggang sang istri, menyandarkan dagunya di pundak sang istri.
"Astagfirullah al'azim ya Allah, mas... mas.... kagetin aja, datang-datang main peluk-peluk lagi"ucap Anna terkejut sambil menoleh perlahan, tanpa sadar pipi mereka saling menempel, Ken menarik sudut bibirnya kemudian mencium pipi sang istri,wajah Anna langsung memerah dan salting hingga mencubit kecil perut sang suami.
"Awwh aww sakit sayang, kok di cubit sih sayang"ucap Ken melepaskan pelukannya dari pinggang sang istri sambil mengusap-usap perutnya yang perih akibat cubitan istrinya.
"Kamunya sih mas gangguin aja,udah jelas aku lagi masak nih"gerutu Anna pura-pura kesal padahalnya sebenarnya dia salting.
"Tapi aku mau bantuin kamu sayang"ujar Ken
"Ngak usah kalo kamu bantuin nanti malah bukan cepat selesai masaknya tapi malah lama"
"Nanti aja kamu bantuin makannya mas, sekarang sudah sana temani Attha dulu main"
Ting tong ting tong ting tong
Anna dan Ken sejenak saling menatap
"Sepertinya ada tamu di depan mas"ucap Anna.
"Iya, coba mas lihat dulu ke depan"ujar Ken yang diangguki oleh Anna.
Ken mengerutkan keningnya melihat mobil yang familiar berhenti tepat di depan pagar rumahnya menunggu sang pemilik rumah membuka pagarnya, Ken berdiri di teras rumahnya kemudian menekan remot, terbukalah pagar rumahnya, mobilpun masuk ke halaman rumahnya yang minimalis.
Ken berdiri sambil bersedekap dada penuh kewibawaan menunjukkan dirinya sama saat di kantor, dengan wajah datar dan mata tajam.
Wanita dan lelaki turun dari mobil menghampiri Tuan rumah yang tak lain adalah Bos mereka.Ken menatap heran pada kedua bawahannya itu, tidak ada kedekatan antara keduanya namun tiba-tiba datang berdua kerumahnya.Ken pikir mungkin membahas soal pekerjaan.Tapi perasaan dia tidak meminta asisten dan sekretarisnya itu datang ke rumahnya.Tidak ambil pusing, Ken menatap keduanya bergantian.
"Bos??"Tio menatap Ken lamat-lamat dengan wajah kebingungan sambil menahan tawa.
"Ada apa dengan kau? kenapa wajahmu begitu menatapku?"ucap Ken terdengar dingin
"Ah tidak bos, kau terlihat berbeda dari biasanya, hanya sehari di rumah sudah memberikan perubahan pada mu Bos"puji Tio seperti cibiran.
"Kau mengejek ku atau memujiku, mau aku potong gajimu bulan ini"ancam Ken
"Ehh,,,,jangan lah Bos, aku memuji mu, kau terlihat lebih muda Bos"ucap Tio memelas, dari tadi Wardah hanya diam berdiri di samping Tio.
"Sudah lah, sekarang tujuan kau kesini untuk apa?, dan kenapa kau pulang cepat hari ini?"ucap Ken dengan wajah serius, melirik sekilas pada Wardah yang menunduk berdiri di samping Tio.
__ADS_1
"Bisakah kita bicara di dalam saja Bos"ucap Tio.
"Baiklah, hm ayo masuk!"ucap Ken berbalik badan melangkah masuk masuk ke dalam rumahnya.
"Ayo"ucap Tio menganggukkan kepalanya pada Wardah yang sekilas menatapnya.
"Anna"panggil Ken
"Buatkan minum"
"Iya mas"sahut Anna dari dapur.
Ken membawa Tio dan Wardah duduk di Ruang tamu.
Tak menunggu lama Anna datang membawa nampan berisi minuman.Kemudian menghidangkan di atas meja.
"Wawa?" Anna dan Wawa saling berpelukan seperti sudah bertahun-tahun tidak bertemu,sedangkan dua lelaki itu tercengang melihat aksi kedua wanita mereka yang menurutnya lebay.
Setelah itu Anna beralih menyapa Tio.
" Kak Tio?"ucap Anna mengulum senyum menatap wardah dan Tio, lalu Anna mengernyit menatap suaminya seperti bertanya, Ken yang mengerti maksud istrinya hanya menggeleng kepalanya.
"Silakan di minum, Anna ke belakang dulu sebentar"ucap Anna membawa nampan.
"Masaknya udah siap?"tanya Ken saat Anna melangkah.
"Udah, Anna mau lihat Attha dulu, mas ninggalin dia sendirian di gazebo belakang"ucap Anna datar, Ken malah mengalihkan dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Setelah Anna berlalu, Ken menatap bawahan nya itu bergantian. Sebelum bicara Tio mengambil nafasnya dalam-dalam,tak di pungkiri Tio merasa gugup juga menyampaikan maksudnya pada sang Bos.
"Kau dan Wardah? Cuti? 10 hari? apa hubungannya ? kenapa harus berdua?yang benar saja?"ucap Ken menyipitkan matanya dengan tajam, meminta penjelasan dari asisten pribadinya itu.sambil menunggu jawaban dari asistennya Ken meneguk minuman yang dibuat istrinya.
Wardah menatap Tio dengan wajah cemas, Tio mengangguk meyakinkan.
"Kami berdua akan menikah!"ucap Tio langsung membuat Ken tersedak kaget dan membulatkan matanya sempurna. Tio dan Wardah juga kaget melihat Bosnya.
"Huhukk huuhukk"Anna yang baru datang, langsung menghampiri suaminya dan menggosok-gosok tengkuk suaminya.
"Kok bisa tersedak, kalo minum tu hati-hati mas!"ucap Anna sambil memberikan tisu pada suaminya.Setelah itu Anna duduk di samping suaminya.
"Udah??"tanya Anna memastikan apa suaminya baik-baik saja.
"Apa yang kau ucapkan tadi Tio, coba ulangi lagi, siapa yang akan menikah?"tanya Ken, Anna yang baru bergabung hanya bingung mendengar pertanyaan suaminya.
"Hmmm, saya yang akan menikah Bos..... "
"Benaran Kak Tio?, Alhamdulillah akhirnya Kak Tio menikah juga,tapi siapa calonnya Kak?"ucap Anna melirik ke arah Wardah yang dari tadi hanya menunduk.
"Iya, maksud saya dengan siapa kau menikah?"tanya Ken lagi, belum puas mendengar jawaban Tio.
"Dengan Wardah Bos"ucap Ken spontan membuat Ken dan Anna terkejut dengan mata melotot , pasangan suami istri tersebut saling pandang kemudian beralih memperhatikan dan mencermati keduanya yang duduk di depan mereka.
_
Tak terasa saja mereka mengobrol sudah satu jam lamanya, Anna lah yang sibuk saja bertanya tentang hubungan Tio dan Wardah, kenapa keduanya bisa diam-diam dan tanpa disangka-sangka keduanya akan melangsungkan pernikahan saja, padahal keduanya tidak pernah dekat apalagi menjalin hubungan.
__ADS_1
Adzan magrib pun berkumandang
"Sudah masuk waktu magrib, Mas dan Kak Tio sholat magrib di Mesjid saja, Anna dan Wawa di rumah"ucap Anna.
Ken bersiap-siap dengan memakai koko dan sarungnya, sembari menunggu Bosnya, Tio juga berwudhu.
Setelah kedua lelaki itu ke mesjid, Anna Wawa dan Attha juga melaksanakan sholat magrib di rumah saja, di kamar Attha.
Selesai melaksanakan sholat magrib, seperti biasa Attha selalu menyalami tangan ummanya, setelah itu menyalami tangan Wardah.
"Auti Wawa, Auti Amel mana kenapa tidak kesini juga"tanya Attha
"Saat Aunty Wawa kesini, Aunty Amel masih bekerja, jadi tidak bisa deh bareng kesini"ucap Wardah
"Ohh ohhh"ucap Attha mengangguk.
"Sayang Attha ulangi Iqra'yang kemarin ya nak, umma dan Aunty Wawa menghidangkan makan malam dulu"ucap Wardah, setelah melipat mukenahnya.
"Kita makan malam bersama dulu, sebelum kamu pulang"ucap Anna.
"Ayo Wawa!"ucap Anna, Wardah hanya mengikuti saja, ngak enak juga menolak jamuan Anna.
Anna dan Wardah menyiapkan makan malam dan menghidangkannya di meja makan.
"Kamu yang buat ini semua Ann?"tanya Wardah
"Iyalah Wawa, Mas Ken tidak terlalu suka makan di luar, beliau lebih suka makan di rumah meski makan makanan sederhana saja"jawab Anna, membuat Wardah mengangguk-angguk paham.
"Assalamualaikum"salam Ken saat memasuki rumah.
"Sepertinya mereka sudah pulang"ujar Anna
"Iya Ann"
"Aku ke depan dulu Wawa"ucap Anna berlalu
"Kak Tio sebelum pulang, kita makan malam bersama dulu, aku dan Wawa udah menyiapkannya di meja makan"ucap Anna.
"Mas ganti baju dulu ke kamar, Anna dan yang lainnya tunggu di ruang makan"ucap Anna pada sang suami, Ken mengerti dan mengiyakan ucapan sang istri.
Tidak mungkin juga istrinya harus ikut ke kamar bersamanya dan membiarkan tamu menunggu mereka, ya jelas itu tidak sopan sekali, .
Kemudian Anna memanggil putranya ke kamar untuk menuju ruang makan, di sana sudah ada Tio dan Wardah yang menunggu.
Tak lama Ken datang dan bergabung.
"Silahkan nikmati makan malamnya"ucap Ken santai
"Jangan sungkan-sungkan"tambah Ken lagi
Tio sempat terkejut mendengar ucapan Bosnya barusan, tapi dia tetap mengangguk mengiyakan.
Melihat Anna yang begitu telaten melayani suaminya dan putranya angkatnya, membuat Tio juga ingin di perlakukan seperti itu, Tio menatap sekilas pada Wardah, namun yang dilihat terlihat acuh tanpa peduli sambil mengambil makanannya sendiri .
...****************...
__ADS_1
Bersambung..........