
Malam harinya
Anna baru pergi ke rumah sakit, setelah drama panjangnya menunggu sang suami pulang dari kantor.Asisten Tio dan Wardah istrinya juga ikut bersama mereka.
Kesal tentu saja sangat kesal, bahkan Anna sampai menangis menahan kekesalannya terhadap suaminya, bayangkan dari tadi siang dia menghubungi suaminya entah sudah berapa kali dia menelepon suaminya, tapi tak satu pun diangkat suaminya, Anna mengerti walau sesibuk apapun pekerjaan suaminya, tapi setidak angkat sebentar telepon darinya itu sudah cukup membuatnya lega.
Ken mengaku salah, dia harus membujuk dan minta maaf pada sang istri, memang sejak rapat redaksi tadi, dia tidak mengaktifkan ponselnya kembali, karna terlalu sibuk memeriksa dan menandatangani berkas-berkas dokumen.
Walaupun masih marah dan kesal pada suaminya, Anna tetap pergi ke rumah sakit membesuk Nadin yang koma setelah operasi caesar, sungguh Anna merasa kasian dan iba terhadap apa yang dialami Nadin.
"Anna mengerti perasaan tante, Anna pun juga merasakan hal sama, karna kita keluarga"ucap Anna merangkul tante dan mengusap-usap pelan bahu tante.
"Kita harus sabar dan tabah menerima kenyataan ini tante,Anna yakin pasti ada hikmah di balik ini semua, kita do'akan semoga mbak Nadin cepat siuman"ucap menatap sendu tante dan mengangguk sedih.
"Iya Anna, terimakasih kamu selalu ada untuk Nadin dan tante"ucap Tante memeluk Anna, untuk mengurangi kesedihannya melihat putrinya terbaring lemah tak berdaya. Anna mengusap pelan punggung tante untuk menenangkan.
Semua orang yang berada di ruangan itu ikut sedih melihatnya.
"Tante dimana anak Nadin?"tanya Ken memecah suasana kesedihan di dalam ruangan itu.
"Di dalam ruangan NICU Ken, tapi tante tidak bisa melihat cucu tante sendiri"ucap Tante kembali tertunduk sedih.
"Kenapa?"ucap mereka terkejut.
"Berarti tante dari tadi belum melihat anak mbak Nadin,bagaimana bisa begitu, untuk pengganti ASI nya gimana?"ucap Anna terkejut.
Tante mengangguk lemah.
"Perawat melarang siapa pun yang ingin menemui anak Non Nadin, atas perintah dari Ayah biologis nya, tapi Alhamdulillah Aden kecil di rawat dengan baik oleh perawat"jawab Bibik
"Ayah biologis? Siapa dia??"ucap Ken sinis.
Berani sekali tu orang, kemana saja dia selama Nadin hamil, bahkan dia tidak mau bertanggung jawab, lalu sekarang saat anaknya sudah lahir, dia merasa berhak mengatur dan melarang kita semua untuk melihat anaknya "ucap Ken geram.
"Ayo tante, bik, kita keruangan NICU, tidak ada yang bisa melarang kita untuk melihat anak Nadin."ucap Ken serius,dia berjalan duluan keluar diikuti oleh Tio.
Tante terlihat ragu, namun Anna dan Wardah mengangguk meyakinkan.mereka semua berjalan menuju ruangan NICU.
Saat sampai di ruangan NICU. Ken dan Tio merasa aneh melihat pria berpakaian serba hitam berdiri di depan ruangan NICU.
Arya terkejut melihat kedatangan Ken dan Tio."Kenapa ada Ken dan Tio, apa yang dia lakukan di sini"ucap batin Arya.
"Tante masuklah ke dalam"ucap Ken pada Tante.Arya langsung menghalangi tante.
__ADS_1
"Tidak bisa kau tidak boleh masuk ke dalam"larang Arya dingin.
"Kenapa? siapa kau melarang tante ku masuk ke dalam untuk menemui cucunya"ucap Ken
"Anda tidak perlu tau siapa saya, ini perintah dari Bos saya, ayah dari tuan muda kecil"
"Ohhh, Saya tidak peduli,jangan mencari keributan, kau tidak berhak melarang kami masuk ke dalam, minggir!!"ucap Ken tegas dengan menatap tajam Arya.
2 orang perawat dan satu dokter yang berjaga di dalam langsung keluar melihat keributan dan kerumunan di depan ruangan NICU.
"Maaf Tuan dan Nyonya, ada apa ini? tolong jangan membuat keributan di sini, ini ruangan khusus bayi"ucap dokter
"Pesan dari Ayahnya anak Nona Nadin bahwa keluarga Nona Nadin tidak diizinkan masuk untuk menemui anaknya"jelas dokter kembali.
"Ayah? Ayah yang tidak menentukan anaknya, mana dia saya ingin bicara dengan orangnya,dia tidak berhak melarang kami melihat anak Nadin "ucap Ken
"Jangan berbicara buruk terhadap Bos saya Tuan, atau saya akan..... .
"Akan apa??kami tidak takut dengan siapapun, apa anda tidak tau anda berurusan dengan siapa,jangan karna kami tidak bertindak, anda bisa seenaknya saja"tegas Tio berupa ancaman.
Anna dan yang lainnya hanya diam menyaksikan,mereka tidak bisa berbuat apa-apa.
"Tolonglah, jangan membuat keributan disini, karna hari sudah malam kalian juga tidak akan bisa masuk ke dalam, Tuan, Nyonya kami minta maaf, tolong bubarlah dari sini"ucap dokter itu menangkup tangannya meminta maaf dan merasa tidak enak hati.
"Saya akan cari tau siapa sebenarnya ayah dari anak Nadin, Bos"ucap Tio seperti tau apa yang ada di pikiran Ken.
************
Sampainya di rumah
Anna melihat putranya di kamar yang sudah terlelap dengan Zidhan. Setelah itu menyusul suaminya ke kamar mereka.
Saat Anna masuk kamar, Ken baru keluar dari ruang ganti.
"Sayang, bersih-bersihlah dan ganti baju"ucap Ken
"hemm,,, iya mas"
Setelah selesai Anna menghampiri suaminya dan duduk bersandar di head board di samping suaminya.
"Mas...."
"Hari ini cukup melelahkan kan ya mas"ucap Anna, Ken mengusap-usap rambut Anna dengan penuh kasih sayang
__ADS_1
"Oh iya kenapa ya mas, kita di larang untuk melihat anaknya mbak Nadin oleh ayah biologisnya "tanya Anna.
"Sayang, hari sudah malam, Anna tidak usah pikirkan yang lain-lain, seharian ini Anna pasti tidak beristirahat, apa tidak kasian dengan calon anak kita"ucap Ken mengusap lembut perut Anna yang tutupi dress panjangnya.
"Ya Allah, Anna sampai lupa,maafin Umma ya nak, ini juga gara-gara papamu dek dia udah buat umma kesal dan marah, jadi dedek yang kena imbasnya"
"Pasti dedek lelah ya nak"ucap Anna bicara menatap perutnya yang diusap oleh Ken.
"Jangan kesal lagi ya umma, papa kan udah minta maaf"ucap Ken menirukan suara anak kecil.
Anna menahan senyum mendengar suara suaminya yang lucu menurutnya.
"Ya ya di maafin"ucap Anna cemberut.
"sayang jangan cemberut gitu dong, mas jadi gemas sendiri kalo lihat Anna begini"ucap Ken tersenyum nakal.
"Sayang, apa mas udah boleh menyentuh Anna, rasanya sudah lebih sebulan kita ngak berhubungan suami istri"ucap Ken memelas
"Apa kata dokter kemarin, kita bisa melakukannya kalo kandungan Anna udah masuk trimester 3, dedek aja masih umur 2 bulan, masih kecil bangat,Anna takut dedek kenapa-kenapa lagi"ucap Anna
"Apa!! trimester 3, saat kandungan Anna 6 bulan?"Anna mengangguk mengulum senyumnya melihat keterkejutan suaminya.
"Sekarang kandungan Anna masih 2 bulan, masa mas harus nahan 4 bulan lagi untuk berpuasa sayang,rasanya mas ngak sanggup selama itu" ucap Ken menggeleng lesu seperti tak bergairah hidupnya.
Anna terkekeh.
"masa cuma 4 bulan ngak sanggup, sedangkan 40 tahun aja mas baru nikah, berarti selama itu mas bisa menahannya dong "ejek Anna
"Ah sudah lah terserah Anna saja, Mas lelah mau istirahat"ucap Ken mengatur bantalnya dan berbaring membelakangi Anna.
"Ihhh, masa cuma gara-gara itu aja baperan , seperti anak gadis yang sedang pms aja"sindir Anna.
Anna mendekat dan memeluk Ken dari belakang.
"Ngak sampai 4 bulan juga kok mas, nanti kalo kandungan Anna sudah kuat, kita bisa melakukannya dengan hati-hati, Anna juga ngak tega lihat mas tersiksa"bisik Anna di telinga Ken.
Membuat Ken merinding, kemudian membalikkan badannya menatap sang istri dengan jarak yang sangat dekat.
"Dasar nakal ya sayang"Ken mencium bibir sensual Anna.
setelah itu memeluk Anna dan merekapun tertidur dengan nyaman.
...****************...
__ADS_1