My Love Bos

My Love Bos
Draft


__ADS_3

Pukul 8 malam


Setelah pulang dari kantor Ken langsung menjemput putra angkatnya di rumah bunda dan sekalian mengajak bunda dan adik iparnya makan malam di restoran papi.


Tibanya di restoran papi, mereka semua masuk ke dalam.Ken mencari tempat duduk yang khusus dan aman untuk mereka menikmati makan malam. Karna jarang-jarang Ken bisa makan malam di luar bersama keluarga istrinya itu.


"Bunda dan Zidhan duduk di sini dulu ya, titip Attha sebentar"


"Ken mau kesana dulu"ucap Ken sopan


"Iya nak"jawab Bunda.Kemudian Ken berlalu.


"Selamat malam tuan muda"ucap Setya manager di restoran papinya.


Ken mengangguk menanggapi.


"Papi sudah pulang setya?"tanya Ken


"Belum Tuan beliau ada di ruangan bersama Nyonya besar"ucap Setya dengan ramah dan menunduk hormat.


"Apa? mami juga ada disini"


"Biar saya panggilkan Tuan?"ucap Setya


"Tidak usah,siapkan saja makan malam untuk saya, udang saos bali dan cumi goreng asem"


"Dan satu lagi suruh pelayan ke sana melayani Mertua dan adik ipar saya"Titah Ken menunjuk ke arah Bunda dan Zidhan.


"Baik Tuan muda"Setya mengangguk hormat.


Ken menuju ruangan Papinya.


"Papi, Mami" Ken menyelonong masuk ke ruangan orang tuanya itu.


"Tumben papi belum pulang dan mami??"Tanya Ken


"Ken...tumben kamu ke restoran? ada apa?"bukannya menjawab pertanyaan dari putra sulungnya, papi malah balik bertanya.


Berbeda dengan Mami yang terlihat berbinar dan heboh sendiri melihat kedatangan putranya.


"Isshhh papi ini putranya datang malah bertanya, ya makan malam lah dengan istrinya"ucap Mami


"Ya begitu, luang waktu bawa istri makan malam, jalan-jalan menikmati waktu di malam hari, buat dia refleksing dan bahagia, ngak di kurung mulu di rumah"


"Jangan gila kerja terus, istrimu itu butuh perhatian dan kepekaan mu"nasehat mami


"Mana menantu mami itu dan putra angkat kalian,mami ingin menemui mereka"ucap Mami yang tambah membuat Ken pusing.


"Huffttt,,,,,Anna ke Semarang, aku makan malam bersama mertua, adik ipar dan putra angkatku mami, ........"


"Astagfirullah, Ken...... Ken..... mami kan udah bilang kamu terlalu mengekang dan tidak bisa membagi waktu dan sekarang apa jadinya, istrimu meninggalkanmu dan pergi ke Semarang"Asumsi Mami yang tidak-tidak.Kemudian terduduk lemas di Sofa menatap nanar pada putranya.


"Haisshh....Bukan begitu mami"


"Mami stop jangan mengoceh mulu dengarin dulu apa yang dikatakan Ken"ucap Papi angkat bicara, dia juga pusing melihat reaksi berlebihan dari istrinya bahkan beramsumsi tidak baik.


"Itu sudah jelas papi,,, lalu bagaimana dengan nasib putra kita? menikah udah telat, sekarang ditinggal istri "ucap Mami dengan wajah sedihnya.

__ADS_1


"Aduhhh,,,, terserah mami lah"ucap Ken pasrah


"Kemana Anna Ken? kenapa dia ke Semarang dan kau tidak ikut dengannya"tanya Papi dengan tegas.


"Dia membantu temannya yang menikah, kebetulan yang menikah itu adalah Tio asisten pribadiku dan rencananya besok aku dan Attha akan menyusulnya ke Semarang untuk menghadiri pernikahannya"jelas Ken


"Gimana sudah puas mami mendengar penjelasan putra sendiri, makanya sebelum bicara itu jangan asal ngomong saja pikirkan dulu"ucap Papi


Mami merasa kikuk dan malu.


"Sudah ayo keluar, Mertua dan adik ipar Ken ada di luar"ucap Papi.


Mami berjalan duluan mendahului papi dan Ken yang berjalan di belakang.


"Kapan kamu akan berangkat ke Bali"ucap Papi tiba-tiba dan menepuk pelan bahu Ken.


"Nantilah papi, aku pikirkan dulu, aku tidak bisa meninggalkan Anna saat ini"


"Bilang saja kamu tidak bisa jauh dari Istri mu"goda papi.


"atau"


" istrimu lagi hamil??"tanya Papi


"Hamil?? Ngak lah,kalo dia hamil ngak bakalan mungkin aku izinin ke Semarang"jawab Ken


Hah?? mungkinkah istrinya hamil, tapi sepertinya tidak, tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan Anna hamil.


Entahlah Ken tidak tau tapi dia sangat mengharapkan berita bahagia itu.Jujur saja di umurnya yang sudah matang ini, dia sangat menginginkan seorang anak buah cintanya dengan Anna.


"Mbak"sapa Bunda berdiri menyambut besannya begitu juga Zidhan.


"Iya cucuku yang ganteng"ucap Mami membelai wajah Attha.


"Papa"ucap Attha saat Ken sudah menarik kursi di samping putranya.


"Iya boy......., bunda kenapa memesan sedikit makanan?"tanya Ken.


"Iya besan, pesan saja apa yang besan mau, tidak usah sungkan-sungkan"sahut Mami.


Ken kembali memanggil pelayan.


"tidak usah nak, bunda dan Attha tadi juga makan malam sebelum nak Ken jemput"ujar Bunda tersenyum.


"Yasudah kalo gitu, kamu aja yang pesan Zidhan, mau makan apa?"


"Hehehee, baiklah Abang ipar"jawab Zidhan cengengesan.


Zidhan memesan satu porsi lagi makanannya untuknya dan di catat oleh pelayan yang di panggil Ken tadi begitu juga mami dan papi ikut memesan makanan penutup saja .


"Rugi mbak Anna ngak ada disini"ucap Zidhan, semuanya menoleh pada Zidhan.


Bunda merasa tidak enak hati dengan besan dan menantunya, di saat berkumpul dan makan malam dadakan ini putrinya malah tidak ada disini, mungkin jika Anna ada di sini, bunda tidak akan secanggung ini.Sebab putrinya lah yang membuat hubungan antara kedua keluarga ini.


"Nak Ken belum makan kan, ayo di makan dulu makanannya nak"ucap Bunda memecah keheningan.


"Hah! iya bunda"ucap Ken tersenyum tipis,sambil mengambil hidangan pesanannya.

__ADS_1


"Tapi besok kita akan menyusul umma kan papa"tanya Attha di sela-sela makan.


"Kata Umma kita Menhadiri pelnikahan Auty Wawa dan Om Tio"ujar Attha


"Iya Boy, sudah habisi makananmu"ucap Ken.


"Aku juga ikut ya Abang Ipar"ucap Zidhan.


"Hemmm,, kau boleh ikut"


Malam ini adalah makan malam dadakan bersama dengan keluarga istrinya dan orangtuanya Ken tanpa kehadiran Anna.Walau begitu mereka sangat menikmati kebersamaan ini dengan selingan obrolan ringan.Hanya saja berbeda dengan Ken, dia merasa kesepian tanpa ada istri tercinta.


_


Waktu adzan subuh sudah berkumandang, Ken terbangun dari tidurnya, dia merasa sangat kelelahan dan letih saat ini bukan saja fisik tapi juga pikirannya yang di penuhi oleh bayang-bayang kerinduan dengan sang istri yang satu hari tidak bertemu.


Dengan langkah malas Ken menuju kamar mandi, entah kenapa tiba-tiba kepala Ken pusing, badannya lemas dan merasa mual.


"Ada apa dengan ku,kenapa tubuhnya merasa tidak enak badan"gumam Ken.


Setelah selesai sholat subuh, Ken kembali merasa mual dan ingin muntah, perutnya terasa diaduk-aduk . Dengan cepat Ken melangkah menuju wastafel kamar mandinya dan muntah.


"Apa aku masuk angin atau salah makan, tidak biasanya aku seperti ini"gumam Ken setelah membilas mulutnya dengan air.kemudian keluar dari kamar mandi.


"Nak Ken, Nak, sudah bangun nak"Bunda mengetuk pintu kamar Ken.


"Iya bunda"sahut Ken dan membukakan pintu kamarnya.


"Ya Allah nak kenapa muka kamu pucat sekali, nak Ken kenapa?"ucap Bunda cemas


"Tidak apa-apa bunda, cuma ngak enak badan aja"jawab Ken lemah.


"Yasudah istirahat dulu, bunda buatkan bubur dan teh jahe dulu buat kamu nak "


"Tidak usah repot-repot bunda, nanti Ken juga baikan"


"Bunda tidak merasa direpotkan,nak Ken istirahat saja"ucap Bunda.


Setelah bunda turun ke bawah, Ken kembali menutup pintu kamarnya dan berbaring di atas ranjang.Lalu menghubungi Anna dengan video call.Saat ini yang dia butuhkan hanya Anna.


"Assalamualaikum mas"


"Mas demam?, kenapa wajahnya pucat begitu"ucap Anna cemas di seberang sana.


"Ngak enak badan aja sayang, mungkin efek kelelahan"


"Ya Allah, mas selalu maksain diri untuk bekerja, trus sekarang sakit, gimana coba? siapa yang akan merawat? Anna ngak di sana lagi, kalo begini Anna jadi rasa bersalah"


"Maafin Anna ya mas"ucap Anna merasa bersalah.


"Iya sayang, Anna ngak salah kok,lagian mas cuma ngak enak badan aja mungkin gara-gara Anna jauh dari mas, nanti sembuhnya jika udah bertemu dengan Anna"Goda Ken.


"Ihhh dasar kamu mas,masih aja gombal rayunya, Anna udah cemas di sini mau cepat-cepat pulang aja nemui kamu"


"Untuk hari ini istirahat aja di rumah ya mas, Ngak usah ke Semarang menyusul Anna buat menghadiri pernikahan Wawa dan Kak Tio, Anna khawatir nanti mas kenapa-kenapa yang terpenting jaga kesehatan dan cepat baikan"


"Aduhhh,,, ngak usah khawatir begitu lho sayang, mas ngak kenapa-kenapa kok, Kan udah di bilang kemarin, Mas akan menyusul Anna ke Semarang bersama Attha"jawab Ken.

__ADS_1


Pagi ini mereka menghabiskan dengan mengobrol lewat video call,sebagai obat rindu satu hari berpisah ,sebab kemarin malam mereka tidak sempat saling menghubungi mungkin karna kesibukan dan urusan masing-masing.


...****************...


__ADS_2