
Hari ini weekend, Anna tidak bekerja hari ini, dia lebih memilih menghabiskan waktunya di rumah.Pagi hari seperti biasa Anna selalu sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga, setelah selesai Anna membersihkan diri di kamarnya dan menunggu Attha bangun.
Anna duduk di meja riasnya sambil menunggu Attha bangun Anna termenung sendiri, ucapan orangtua Ken mengusik dan menggganggu pikirannya, walau Ken sudah bilang tidak sudah pikirkan, namun Anna tetap tidak bisa ,dia tetap memikirkan nya, bagaimana tidak ini menyangkut tentang dirinya dan masa depan yang akan terjadi nanti.
tok... tok.. ketukan pintu, Anna tersadar dalam lamunannya,mengambil nafas lalu berjalan membuka pintu kamarnya.
"Bunda?"
"Ya ayo kita sarapan nak, Attha belum bangun Kok"ucap Bunda
"Iya baik bunda,Oh iya Zidhan mana Bun?"ucap Anna keluar kamar bersama bunda melangkah menuju meja makan.
"Di kamarnya mungkin"ucap Bunda
Pagi itu Anna dan Bunda menikmati sarapan paginya bersama, tapi yang menjadi tanda tanya Bunda, dari tadi wajah Anna terlihat muram tidak berseri seperti biasanya.
Setelah sarapan Pagi Anna menyimpan sarapan yang masih tersisa dan membersihkan piring kotor miliknya dan bunda, setelah selesai.
"hekkmm... bunda mau bicara"ucap bunda
"hah??Iya bun"ucap Anna mengikuti langkah bunda menuju ruangan keluarga.
"Ada apa bunda"ucap Anna bertanya
"Ada masalah apa nak, kenapa dari tadi bunda wajah kamu muram, cerita sama Bunda"ucap Bunda
"Bunda.... Bunda... Anna tidak bisa menyimpan ini sendirian bunda, Anna butuh solusi dan nasehat bunda"ucap Anna menatap bunda sendu
"Iya nak bunda tau,cerita sama bunda supaya Anna lega"ucap Bunda mengusap lengan Anna
Anna mulai menceritakan apa saja yang diucapkan dan dikatakan oleh orangtua Ken pada dirinya tentang keluarga Ken yang berniat melamar Anna lusa depan, tapi Anna tidak menceritakan dirinya terlibat menjadi kekasih pura-pura Ken, karna Bunda pastinya akan marah.
"Itu bagus lah nak, Bunda bersyukur dan senang mendengarnya"ucap Bunda tersenyum bahagia
"bukan itunya bunda, ini tidak seperti yang bunda bayangkan Anna dan Bos itu tidak ada hubungan apa pun, bagaimana bisa Anna menikah dengan Bos Anna sendiri bunda, Anna juga tidak terlalu akrab dan kenal bagaimana pribadinya, dan juga Anna dan Bos tidak mencintai satu sama lain, bagaimana bisa kami menjalin rumah tangga Bunda,satu lagi umur Anna dan Bos itu terlalu jauh sekitar 17 tahun"ucap Anna muram dan sendu
Bunda tersenyum menanggapi
"Cuma masalah itu sayang, bunda tanya sekarang Anna sudah siap menikah atau belum?"
"heeemm.... Anna sih siap-siap Aja bun, tapi yang pasti dengan orang yang Anna cintai,baik dan bertanggung jawab atas Anna dan juga keluarga Anna "
"Baiklah begini nak, menikah bukan selalu tentang cinta, tapi setelah menikah cinta itu akan datang sendirinya, dan selama Anna kenal dengan Bos Anna, apa dia orang baik dan bertanggung jawab"Tanya bunda
"Selama Anna kerja, Bos itu baik sih, tapi cuek, tegas, jutek, konsisten dan tepat waktu soal pekerjaan, dia selalu nyalahin Anna jika lalai, dan jika bertanggung jawab tentu saja bunda"ucap Anna polos
Bunda terkekeh dengan kepolosan anaknya
"Sudah lah begini saja, Anna cuma belum kenal terlalu jauh dengan bos Anna, yang Anna lakukan cari informasi tentang dirinya, dan yang Anna bilang tadi perbedaan umur tidak masalah nak, wanita juga butuh laki-laki dewasa dan bijak yang akan memimpin dan membimbingnya"
"Tapi tetap saja bunda, Anna tidak cocok dengan nya, kita terlalu jauh berbeda.... "ucap Anna terpotong
"um... ma... umma"suara srek bangun tidur Attha berjalan menuju ruang keluarga, Anna langsung berdiri menghampiri anaknya dan menggendong Attha
"sudah bangun sayangnya umma"ucap Anna sayang.
__ADS_1
Pagi ini Anna memandikan Attha dan mengasih makan Attha,mengurus keperluan Attha. Setelah selesai, Anna juga membersihkan rumahnya,karna setiap hari weekend Anna menggantikan pekerjaan bunda untuk mengurus rumah dan menyiram bunga.
cukup melelahkan bagi Anna, setelah semuanya beres Anna istirahat di kamarnya, sedangkan Attha bermain dengan Zidhan.Tak terasa Adzan zuhur berkumandang, Anna bangkit dari rebahannya untuk melaksanakan sholat zuhur.
Setelah selesai Anna merebahkan dirinya diatas Kasur, tak membutuhkan waktu lama Anna terlelap dengan masih menggunakan mukenah.
πππππ
Sore harinya
Anna tengah bersiap-siap dengan Attha di kamarnya.
"Mbak udah siap apa belum? aku tunggu diluar ya mbak"teriak Zidhan
"Iya Ji, bentar lagi"ucap Anna sambil rapikan dan memberi parfum pada baju Attha
"wah...sudah tampan anaknya umma"ucap Anna tersenyum.
Anna mengambil tas dan HP miliknya kemudian berjalan keluar menggandeng tangan Attha yang terlihat sangat bahagia
"um... ma kita mau pelgi mana? "tanya Attha
"kita jalan-jalan sayang sama om Ji juga"ucap Anna tersenyum pada Anaknya
Di teras rumah Zidhan sedang menunggu Anna dan attha keluar
"Ayo om Ji, let's go kita pelgi,Atha sama umma udah ciap"ucap Attha dengan suara acel anak seusianya.
"Waahh... udah tampan ponakan om Ji, mari kita berangkat"ucap Zidhan semangat
"ne.. nek Atha pelgi dulu ya, ne.. nek tidak apa-apa ditinggal cendirian kan"ucap Attha
"hati-hati di jalan cucu nenek yang tampan ini"
Begitu juga Anna dan Zidhan berpamitan pada Bunda setelah itu baru berangkat menggas motor miliknya meninggal rumah, dengan Zidhan yang mengendarai motor Anna dan Attha duduk di belakang.
"Kita ke taman aja dulu Ji"ucap Anna agak keras, supaya terdengar oleh Zidhan
"Iya baik mbak"ucap Zidhan
20 menit mereka sampai di taman
Zidhan langsung membawa Attha berkeliling, dan Anna hanya mengikutinya dari belakang, sambil tersenyum bahagia, terlihat sekali bahwa Zidhan sangat menyayangi keponakan angkatnya itu.
kemudian Anna duduk di sebuah bangku sambil melihat Attha dan Zidhan bermain dan berlari-lari, kejar-kejaran. Anna sesekali memotret om dan ponakan itu.
Dari kejauhan seorang Pria sedang berjalan-jalan mencari udara segar di taman,Tak sengaja sorot matanya melihat seorang perempuan duduk sendirian di bangku taman, tapi tunggu perempuan itu terlihat sesekali tertawa melihat seorang Pria yang asik bermain dengan anak balita yang seumuran dengan ponakannya.
"Apa Anna sudah berkeluarga, bukankah waktu itu Anna sedang teleponan dengan Anaknya yang memanggilnya dengan sebutan Umma dan Pria itu apakah suaminya, tapi kelihatannya wajah mereka mirip dan kelihatannya pria itu lebih muda dari Anna"gumam Ken menerka-nerka dan menatap dan menajamkan penglihatannya.
Zidhan yang sudah lelah bermain lalu menggendong Attha dan menghampiri Anna yang duduk dibangku.
"Yang aku tau Anna belum menikah, dan anak itu, pria itu siapa?"Ken bertanya-tanya.
"Ah sudah lah, aku akan mencari tau lebih dalam lagi tentang Anna, sebelum Mami dan Papi melamar Anna aku harus tau tentang semua kehidupan Anna"ucap Ken kemudian pergi berlalu.
__ADS_1
"nih minum Ji"ucap Anna menyodorkan sebotol minum pada Adiknya.
"gimana sayang Attha sudah capek bermain"ucap Anna menglap keringat Attha dengan sapu tangan.
"Mau pulang"ucap Anna pada Attha yang duduk dipangkuannya.
"belum um..ma"ucap Attha menggeleng
"hehehehe.... mau beli eskrim"ucap Anna langsung dianggukkan semangat oleh Attha
"sudah Ji, Ayo kita beli eskrim dulu,kamu mau? "ucap Anna pada Zidhan
"Iya dong mbak"ucap Zidhan
mereka bertiga menuju penjual eskrim yang ada ditaman itu, Anna membelinya tiga, untuk nya, attha dan juga Zidhan.kemudian mereka kembali lagi ke bangku taman.
"uuma Atha mau itu"tunjuk Attha pada Balon dengan gambar animasi lucu.
"Attha mau itu sayang"
"Iya umma"ucap Attha mengangguk
"Ji tolong belikan balon itu Ji"ucap Anna memberikan uang pada Zidhan
"Atha itut om"ucap Attha langsung digendong oleh Zidhan.
Anna duduk sendirian sambil menunggu Zidhan dan Attha membeli balon.
Setelah Attha puas bermain-main di taman, dan meminta untuk pulang, barulah mereka pulang.
"Ji kita singgah di swalayan dulu ya, mbak mau beli persediaan makanan kita untuk seminggu"ucap Anna agak keras dan kenceng
"Iya mbak, baiklah"ucap Zidhan melajukan motornya menuju swalayan.
Tiba di swalayan Anna memilih-milih bahan makanan yang di butuhkan, tidak lupa membeli detergen,susu untuk Attha dan keperluan rumah lainnya, Zidhan sambil menggendong Attha hanya mengikuti Anna berbelanja.
"kamu mau cemilan apa Ji"ucap Anna memilih beberapa cemilan.
"boleh nih mbak ?"ucap Zidhan senang
"Iya tapi jangan banyak-banyak"ucap Anna terkekeh,
"Iya.. iya mbak aku tau kok"ucap Zidhan
"Attha mau yang mana sayang"ucap Anna
Attha menunjuk pada gantungan permen.
"Ohh No.. no itu tidak boleh"ucap Anna
"itu membuat attha sakit gigi, attha mau gigi attha banyak monster nya"ucap Anna menakut-nakuti Attha benar saja Attha langsung menggeleng tidak mau.
Setelah selesai berbelanja 2 kantong besar, Zidhan melajukan motornya untuk kembali kerumah.
...****************...
__ADS_1
Bersambung
bantu like, coment, rate 5 ,vote dan follow ya readers