
Suara tangisan bayi menggema di dalam ruangan operasi, makhluk kecil yang Allah ciptakan sempat tak diharapkan kehadiran nya, namun kini begitu di tunggu-tunggu kelahirannya.
semua yang berada di dalam ruangan tersenyum puas menandakan mereka telah berhasil melakukan tugasnya sambil mengangkat tubuh kecil yang penuh dengan darah itu
"Bayinya laki-laki"ucap sang dokter
Sesaat kemudian wajah mereka berubah sendu sambil mengangguk lemah.
Di luar ruangan
Tante dan Bibik berdiri mendekati ruangan operasi , mereka tersenyum menetes air mata bahagia.
"Alhamdulillah cucuku sudah lahir bik"ucap Tante
"Alhamdulillah Nya kita telah kehadiran malaikat kecil yang akan membawa kebahagiaan di dalam kehidupan Nona Nadin dan kita semua"ucap Bibik tulus
Kedua pria yang duduk sedikit jauh dari ruang operasi memperhatikan gerak gerik Tante dan bibik yang terlihat berbinar bahagia di depan ruangan operasi.
"Sepertinya tuan muda kecil sudah lahir Bos"ucap Arya, sontak membuat Irvin langsung berdiri dari duduknya.
"Apa!! anakku sudah lahir"Irvin kembali memakai maskernya dan ingin melangkah ,namun tangannya di tahan oleh Arya.
"Apa kau ingin mati Arya, kenapa kau menahanku?"ucap Irvin geram menggertakkan giginya.
"Maaf Tuan Bos, bukan maksud saya menahan Anda, tapi akan membuat kekacauan jika anda ke sana nanti, coba pikirkan apa yang akan terjadi jika anda ke sana, mereka akan terkejut dan bertanya-tanya siapa anda nanti, lalu apa yang akan anda jawab, saya hanya ingin menjaga keprivasian anda"Jelas Arya dengan hormat.
Mendengar ucapan Arya yang ada benarnya juga, Irvin terdiam sejenak dan menatap Arya sekilas.
Dokter keluar dari ruangan operasi, disambut langsung oleh Tante dan Bibik.
"Bagaimana keadaan putri dan cucu saya dok?"ucap Tante tidak sabaran. Baginya Nadin sudah dianggap sebagai putri kandungnya sendiri.
"Alhamdulillah persalinan Caesar nya lancar,cucu ibuk laki-laki dan dalam keadaan sehat, tapi........"dokter terlihat sulit untuk mengatakan dia mengambil nafasnya sebelum kembali melanjutkan pembicaraan nya.
"Tapi apa dokter? putrinya saya bagaimana?"Wajah Tante dan bibik di selimuti kecemasan dan ketakutan.
"Nona Nadin mengalami pendarahan yang begitu hebat,membuat kondisinya sangat lemah yang membuat keadaan sekarang koma"jelas sang dokter
degh
Bagai kan petir di siang bolong
Tante tidak sanggup lagi menopang tubuhnya kakinya lemas dan merosot jatuh di lantai dengan tangis tertahan sambil menutup mulutnya dan geleng-geleng kepala, tidak percaya dengan penjelasan dokter barusan.
Bibik ikut terduduk membantu Tante.Dia tidak bisa menahan air matanya yang sudah meluncur deras.
__ADS_1
"Begitu berat ujian yang Allah berikan pada mu Non, rasanya Bibik tak sanggup melihat semua penderitaan mu Non,entah kebahagiaan apa yang telah Allah siapkan untuk mu Non"Batin Bibik menangis
perawat dan suster keluar mendorong blankarnya Nadin untuk di pindahkan keruangan rawat dan membawa inkubator bayinya menuju NICU ruangan rawat bayi yang baru lahir.
Tante dan Bibik menangis sambil mengikuti para perawat membawa Nadin.
"Itu anakku Arya, Itu anak ku"ucap Irvin tersenyum begitu tipis saat melihat perawat membawa inkubator anaknya.
"Iya Tuan Bos itu Tuan muda kecil"ucap Arya
Irvin berlari dan melangkah cepat mengikuti perawat itu membawa inkubator anaknya.Terpaksa Arya juga ikut menyusul Tuan Bosnya.
Perawat itu terlihat gusar bergetar ketakutan melihat dua orang pria yang bertubuh tegap dan aneh mengikutinya.
"Maaf kalian siapa, kenapa mengikutiku?"ucap perawat gugup tak lupa dia juga mempercepat langkahnya.
Melihat gelagat perawat itu membuat Irvin kesal.
"Itu putra saya dan saya ayahnya"ucap Irvin
Perawat itu menghentikan langkahnya,menatap bingung pria aneh tersebut yang mengaku-ngaku sebagai ayah dari bayi pasien yang baru di tanganinya bersalin beberapa saat lalu.
"Dia memang ayah dari bayi yang anda bawa itu"ucap Arya dingin.
Terlihat perawat itu bernafas lega.
Arya mengangguk pada Irvin yang menatapnya tajam.
"Hanya Ayahnya saja yang boleh masuk!"ucap perawat itu mendorong inkubator bayinya Nadin memasuki Ruangan NICU yang bisa di lihat saja banyak beberapa bayi di dalam ruangan tersebut.
Arya mempersilakan Bosnya masuk ke dalam ruangan itu dan dia terpaksa menunggu di luar.
Irvin masuk ke ruangan tersebut dengan langkah ragu, seumur-umurnya ini pertama kalinya dia memasuki ruangan ini.
"Mari Tuan mendekat lah pada anak anda"
Irvin mendekati inkubator anaknya yang tertidur.Senyum tipis terbit di balik maskernya,degh hatinya tersentuh melihat darah dagingnya, wajah sang anak begitu mirip dengannya.
Irvin tak bisa menggambarkan suasana hatinya yang sulit di pahaminya,tak biasanya hatinya begitu damai hanya melihat sang buah hati hasil hubungan terlarangnya dengan Nadin.
"Apakah anda hanya terus menatap anak anda?"ucap perawat membuyarnya, beraninya perawat ini mengganggu suasana hatinya yang tenang,sudah dari tadi dia ingin mencekik perawat ini.
"Tidakkah anda ingin mengadzani anak anda tuan?" Irvin bingung dengan ucapan perawat.
Kenapa bayi harus di adzankan??itulah kira-kira pertanyaan. Yang mempunyai menohok di hatinya.
__ADS_1
Bagi seorang Irvin yang hidupnya suram dalam kegelapan jangankan mengumandangkan adzan, sudah bertahun-tahun lamanya dia tidak mendengar yang namanya adzan,padahal dia lahir dari keluarga islam.Sungguh kejadian kelam telah mengubah kehidupan nya.
"Maaf tuan apa anda Islam?"
"Buka inkubatornya"perintah Irvin menatap tajam,membuat perawat ketakutan dan membuka inkubator bayinya.
Irvin membuka maskernya,dan mendekatkan bibirnya tepat di telinga anaknya.Lalu mengucapkan Allahu Akbar beberapa kali, hanya itu yang dia tau,tapi cukup membuat getaran halus di dadanya.
Perawat itu sempat terpana dengan wajah Irvin.
"Tutup kembali"
"Ma maaf tuan siapa nama anak anda, kami akan segera menggantung namanya di inkubator ini agar tidak tertukar dengan bayi lain yang ada di sini.
Sebenarnya Irvin telah memikirkan nama anaknya jauh-jauh hari tapi dia tidak ingin menyebutkan dulu nama anaknya.
"Belum ada,buat saja nama ibunya dulu"ucap Irvin.
"Kau,, khusus jaga anak saya, jangan biarkan siapapun datang melihatnya apalagi tertukar, jika itu terjadi kau tau sendiri akibatnya"perawat tersebut menelan salivanya dengan takut.
"Tapi.....tuan....."
"Kau di gaji jika melakukan tugas mu dengan benar"ucap Irvin dan berlalu untuk keluar dari ruangan NICU.
Tante yang baru datang di ruangan NICU untuk melihat cucunya, dikejutkan oleh pria yang berpakaian aneh yang melarikan keponakannya ke rumah sakit tadi.
"Kau??Apa yang kau lakukan di sini??Apa kau ingin menculik cucuku hah?"ucap Tante dengan galaknya menatap tidak suka pada Arya. Bersamaan dengan itu keluarlah Irvin.
Tante terdiam melihat pria yang lebih aneh dari Arya,memakai jaket dan celana casual hitam,dengan masker dan topi,untuk menutupi identitas nya dan pria itu keluar dari ruangan NICU bayi, apa yang dilakukan pria itu di dalam,itulah pertanyaan Tante.
"Ayo Arya"perintah Irvin yang langsung dianggukkan patuh oleh Arya.
Tanpa berpikir aneh-aneh lagi,Tante masuk ke dalam ruangan.
"Mana cucu saya,saya ingin melihatnya!"Titah Tante.
"Maaf Nyonya, siapapun di larang melihat putra Nona Nadin"
"Siapa yang berani melarangnya, saya ini neneknya dan berhak untuk melihat cucu saya"
"minggir kau"Tante mendorong perawat tersebut yang menghalangi dirinya melihat sang cucu.
"Mohon mengerti lah Nyonya,saya akan berada dalam kesulitan jika anda tetap kekeh ingin melihat cucu anda,karena Ayah dari bayi ini yang melarangnya"ucap perawat itu menangkupkan kedua tangannya,seperti memohon.
Tante tampak terkejut tidak mengerti, Ayah dari cucunya, dia memang sama sekali tidak mengetahui siapa ayah biologis dari anak yang di kandung Nadin,walau Nadin sudah memberitahunya sebelum nya
__ADS_1
..."Siapa ayah cucuku? kenapa dia juga bisa ada di sini,dan berani-beraninya dia melarang aku untuk melihat cucuku"gumam Tante dalam batinnya....
..."************"...