
Pagi harinya Anna tengah bersiap-siap untuk turun sarapan pagi di lantai bawah yang ada di hotel.
saat menutup pintu kamarnya Anna bersama juga dengan Ken dan Tio yang baru keluar dari kamar , Bos dan asisten pribadi itu memang sekamar.
"Anna"panggil Tio mendekat
"Ehh Kak Tio"ucap Anna melirik ke arah Tio dan juga Bos nya yang menatap datar.
"Pagi Pak"sapa Anna
"Pagi"jawab Ken
"Mau sarapan pagi Ann, kita barengan aja"ucap Tio
"Iya Kak boleh"ucap Anna
mereka bertiga masuk lift menuju lantai bawah untuk sarapan pagi. Anna dan Tio sesekali ngobrol sedangkan Ken hanya jadi pendengar saja.
Hingga sampai mereka di Lantai bawah,mereka bertiga bergabung yang lain yang sudah menunggu untuk sarapan pagi.
"selamat Pagi Pak Ken"ucap semuanya menyambut dan berdiri.
"Pagi"ucap Ken tersenyum tipis
"Mari kita mulai sarapannya"ucap Ken duduk.
Mereka semuapun kembali duduk, begitu juga dengan Anna dan Tio yang pasti duduknya berdekatan dengan Bos mereka. sedangkan Ray yang duduk agak jauh dari mereka.
Setelah sarapan pagi selesai, sesuai dengan janji Anna dan Ray kemarin mereka akan jalan-jalan sebelum waktunya seminar nanti siang.
"Ann kita jadi pergi"ucap Ray menghampiri Anna, yang masih berdiri dekat Ken dan Juga Tio
"Pak Ken"sapa Ray agak canggung saat Ken melihat ke arahnya.
"Pergi kemana Pak Ray dan Juga sekretaris saya"ucap Ken datar melirik ke arah Anna yang mengerutkan dahinya
"Jalan-jalan sebentar cari angin segar di Surabaya ini Pak"ucap Ray sopan.
"Ohh... Kalo begitu boleh kan saya ikut?"ucap Ken, Anna langsung melototkan matanya, ada apa dengan Bos nya ini
"Hemmm.... Bagaimana Ann? "ucap Ray ragu melihat ke arah Anna
"Ohh ohh... Boleh lah Kak, jika bersama pasti lebih menyenangkan"ucap Anna memaksakan senyum dan menganggukkan kepalanya.
"Yasudah ayo berangkat, Tio kau mau ikut atau tidak?"ucap Ken
"Pasti lah Bos"ucap Tio, dia juga bingung kenapa Bos nya agak Aneh, biasanya dia tidak mau membuang-buang waktunya itu hal-hal yang mubazir apalagi sekedar jalan-jalan, kalau pun iya pasti Maminya yang meminta.
"Kak Tio Ayo kak"ucap Anna yang melihat Tio masih berdiri belum bergerak dari tempatnya, sedangkan dua Pria dewasa yang berbeda umur itu sudah jalan duluan.
"Ah... Iya Ann"ucap Tio mensejajarkan langkahnya dengan Anna.
"Kak Tio ada apa dengan Pak Ken, aku rasa ada yang aneh dengan Pak Ken"ucap Anna pada Tio
__ADS_1
"Aku juga merasa hal sama Ann"ucap Tio
Hingga mereka berempat tiba di Parkiran Hotel.
"Kita pergi satu mobil atau..... "ucap Ray terpotong.
"satu mobil saja"ucap Ken langsung
Tio dan Anna yang mendengar itu langsung menatap heran.
Ya mau tidak mau Ray akan menyetujuinya, dan yang lebih tidak adil lagi, Ray dan Tio didepan dengan Tio yang nyetir mobil, sedangkan Anna dan Ken duduk dibangku belakang,mereka duduk agak berjarak, Anna lebih memilih ditepi jendela. Sungguh menyebalkan bukan. Ken tersenyum sinis tak terlihat.sedangkan Ray menahan kesal setengah mati. Dan Anna dia hanya heran, bingung, dan tak mengerti.
Di perjalanan suasana didalam mobil masih dingin membeku, tak ada yang memulai pembicaraan.
Derttt... derttt..... Bunyi telepon Anna
derttt.... dertttt.....
Anna segera merogoh saku gamisnya .Ken yang ada disampingnya, hanya melirik saja.
"Siapa yang telefon Ann? "ucap Ray menoleh ke belakang.
"Telfon dari rumah Kak"ucap Anna
"Assalamualaikum"ucap Anna mengangkat teleponnya
"Wa.. alaiku... calam um.. ma"ucap seorang anak kecil di seberang sana.
Ken mendengar ucapan Anna barusan, langsung kaget dan tidak percaya begitu juga dengan Tio.
"Umma?, Nak? itu berarti Anna sudah menikah tapi dengan siapa, bukankah dia masih single belum menikah atau pun janda"Batin Ken bertanya-tanya
"Um... ma Atha lindu cama Um.. ma ,tapan umma pulang" ucap Attha
"2 hari lagi sayang, umma akan pulang, attha dirumah tidak rewelkan, tidak buat nenek susah?"
"Titak... Umma,kemalen Atha jalan-jalan cama om jidhan dan juga nenek ke taman."
"benarkah, apa Attha senang sayang"ucap Anna tersenyum
"cangat senang um.. ma, Aunty Mel juga ke cini kemarin, dia bawa mainan buat atha"
"Aunty Amel ke rumah kemarin sayang, dia bawa mainan buat Attha"ucap Anna agak mengeraskan suaranya untuk menguji Ray, benar saja Ray langsung menoleh awalnya senang mendengar percakapan anna dan juga Attha setelah nama Amel disebut dia langsung jengah tidak suka.
Bagaimana dengan Ken dan Juga Tio mereka hanya pendengar yang tidak mengerti apa-apa.
"attha udah makan dan juga mandi sayang?"ucap Anna
"cudah um.. ma cama nenek"
berikan telepon sama nenek sayang, umma mau bicara"ucap Anna
"nek.. nek umma mau bicala dengan ne.. nek"ucap Attha
__ADS_1
"Ada apa nak? "ucap bunda di seberang sana
"Apa semalam attha rewel bun, maaf Anna ngak sempat menghubungi kemarin bun"
"Tidak sayang, bunda mengerti kok, untung semalam dia asik main sama Amel, jadi dia tidak kesepian, Malamnya dia juga tidur sama Zidhan, ngak mau sama Bunda"ucap Bunda
"Ya Ampun Amel benar-benar baik sekali, rela jagain dan bawa main attha"ucap Anna lagi, Ray hanya mendengus kesal, dia tidak suka banget kalo attha lebih dekat Amel daripada dirinya.
"Zidhan sekolah kan bun...."
"Iya nak dia sekolah bawa motor kamu"
"ne..nek bawa cini attha mau ngomong cama umma"ucap Attha
"Aku juga mau bicara sama Attha Ann"ucap Ray
"Om Ray mau bicara sama attha sayang"ucap Anna tersenyum memberikan teleponnya pada Ray.
Ken yang melihat itu hanya melirik malas dan tidak suka. dia tidak bisa berkutik dan berbuat apa-apa hanya diam dan mendengarkan.
Ray bercanda dan bergurau di telepon dengan attha.Anna hanya tersenyum mendengarkannya. Hingga acara telepon pun berakhir.
"Tujuan kita mau kemana ini, dari tadi tidak sampai-sampai"sindir Ken
"Oh iya, Maaf Pak, saya sampai lupa"ucap Ray"
"Kita ke taman Bungkul Tio, apa kau tau jalannya"ucap Ray.
"Tau Pak"ucap Tio fokus menyetir
Memang Tio dulu kuliah di Surabaya, jadi dia tau Selak beluk Kota Surabaya
"kita kesitu sekarang"ucap Ray
"Kenapa tidak dari tadi ngomongnya, kalian malah sibuk menelfon, saya udah muter-muter kota Surabaya dari tadi,Kasian Bos.Batin Tio
Mereka pun sampai di taman yang dituju.Anna terlihat begitu senang, taman yang disuguhkan didepan mata sungguh lah indah,udaranya begitu segar, banyaknya tanaman hijau, dan juga ada air mancur, menambah sensasi indah. sedangkan hanya biasa saja tidak ada tertariknya sedikit pun.
"Kita kesana yuk Kak"ucap Anna pada Ray dengan senang hati Ray mau.
"Pak Ken gimana Pak?"ucap Ray sopan
"Ikut kalian saja"ucap Ken
terpaksa juga Tio harus ikut.
Mereka menghabiskan waktu mengelilingi Taman Bungkul surabaya, sesekali Anna mengambil gambar dirinya berfoto ria, Ray dan Ken juga ikut berfoto dengannya awalnya Ken menolak tapi Ray tetap kekeh menyuruh Ken karna merasa tidak enak hati dengan Ken, alhasilnya mereka berfoto bertiga, Anna berdiri diantara Ken dan Ray sedangkan Tio memotret mereka.
Setelah puas di taman mereka memutuskan untuk kembali ke hotel, apalagi cuaca semakin hangat, matahari bersinar terik, dan 1 jam lagi akan diadakan seminar, Ken tidak ingin sampai telat untuk menghadiri seminar.
...****************...
Bantu like, coment dan vote ya readers
__ADS_1