
Malam harinya di rumah Ken
Setelah selesai makan malam Ken ikut bersantai bersama keluarganya diruangan keluarga.
"Ken 2 minggu lagi pernikahan kamu dengan Anna, bagaimana konsep resepsi yang kalian inginkan, apa kalian sudah menentukannya"ucap Papi
"Kami saja tidak pernah membicarakan tentang pernikahan, kalau pun bicara hanya sekadar tentang pekerjaan saja"batin Ken
"Ken... Ken"panggil Mami
"Hah? Apa Mami?"ucap Ken
"Bagaimana kalian sudah memutuskannya?, waktu 2 minggu bukanlah lama Ken, sekarang persiapan pernikahan kamu sudah 50% tapi untuk yang satu ini kamu dan Anna lah menentukan"ucap Mami
"Besok akan ku tanyakan pada Anna mami"ucap Ken
"Kita akan buat resepsi yang megah dan besar-besaran Ken,ini pernikahan kamu, putra satu-satunya Mami,akan menjadi sejarah yang tidak terlupakan nantinya"ucap Mami
"Apa tidak berlebihan Mami, cukup sederhana saja Mami tidak usah terlalu berlebihan,karna aku rasa Anna juga tidak terlalu suka dengan resepsi megah dan mewah"ucap Ken menolak halus
"Sudah kamu bawa saja Anna besok biar kita tanyakan langsung padanya, sekalian kita akan fitting baju pengantin di butik terkenal milik teman Mami"
"hemmm baiklah Mami, kalo tidak ada lagi yang dibicarakan aku pergi ke kamar dulu"ucap Ken bangkit dari duduknya.
Di dalam kamarnya Ken duduk di sofa sambil mengecek email yang masuk yang di kirim Tio asisten pribadinya mengenai pekerjaan kantor.
"Apa Anna terpaksa menerima pernikahan ini?tadi siang saja dia terlihat cuek dan tidak merespon apapun saat aku di peluk Amara"gumam Ken
"Entah lah terserah dia saja, peduli apa aku tentangnya, tapi sudah lah"guman Ken
Disisi lain
"Pak Ken tidak menyukaiku jelas-jelas Mbak Amara yang dia cintai, tanpa rasa segan dia memeluk mbak Amara di depanku tanpa memikirkan perasaan ku, setidaknya bisakah dia menghargaiku sedikit saja walau tak menerimaku sebagai calon istrinya"gumam Anna berbaring menatap langit-langit Kanarnya setelah menidurkan Attha.
"Bukankah ini semua terjadi karnanya, karna ide yang tidak masuk akalnya menjeratku menjadi calon istrinya dan tunangannya."
"Sudahlah biarkan ini berjalan sesuai alur dan waktu yang ditentukan sang penulis skenario indah.
ππππππ
Pagi hari seperti biasanya
Tapi kali ini berbeda, Anna menerima pesan dari Ken semalam lebih tepatnya Ken mengirim pesan pukul 2 dini hari.
"Besok saya akan menjemput kamu, kita seperti telat ke kantor, Mami ingin bicara dulu sama kamu"begitulah kira-kira isi pesan Ken
"Mbak ngak ke kantor hari ini? "tanya Zidhan setelah selesai sarapan.
"Ke kantor lah, tapi sepertinya di jemput Pak Ken nanti, kamu bawa motor aja hari ini"ucap Anna
"Ciee ciee dijemput calon suami"goda Zidhan
"Ihhh apaan sih dek, biasa aja, sana berangkat sekolah nanti telat lho, ambil kunci dan uang jajan kamu di atas meja nakas mbak di kamar"ucap Anna sibuk menyuapi Attha makan.
"Nih anak suka banget goda mbak nya"ucap Bunda saat Zidhan menyalami tangannya.
"Makasih mbak ku, aku berangkat dulu ya mbak, bunda"teriak Zidhan keluar dari kamar Anna menuju halaman rumah.
__ADS_1
"Atha dah kenyang umma"ucap Attha
"tinggal dikit lagi sayang, habisin makanannya, kita ngak boleh mubazir"ucap Anna.
"Bunda nanti Pak Ken ke sini,tolong bukain pagarnya ya Bun"ucap Anna pada Bunda
Setelah selesai menyuapi Attha, Anna bersiap siap untuk berangkat ke kantor.
Ken sudah tiba di depan pagar rumah Anna, dia merasa tidak enak hati jika tidak masuk ke dalam, Ken mencoba membunyikan klakson mobilnya.
Bunda yang mendengar bunyi klakson mobil langsung setengah berlari keluar sambil menggendong Attha.
"Itu pasti nak Ken datang"ucap Bunda
"Sebentar"ucap Bunda
Setelah pagar terbuka Ken memasukkan mobilnya ke halaman rumah Anna.
"Nenek"ucap Attha mengeratkan pelukannya pada Bunda
"Kenapa nak, atha takut"ucap Attha bergetar
"Astagfirullah nenek lupa, Attha takut nak, kita akan masuk ke dalam"ucap Bunda.
"Nak Ken langsung masuk ya nak, Bunda bawa Attha masuk dulu ke dalam,dia takut dengan mobil"ucap Bunda saat Ken keluar dari mobilnya dan itu membuat Ken heran dan bingung, kenapa anak angkat Anna itu takut dengan mobil. pikirnya
"Iya Baik bu"ucap Ken mengangguk sopan
"Ngak papa nak, Attha tidak usah takut lagi ya sayang"ucap Bunda mengusap-usap kepala cucunya.
Saat Ken masuk ke dalam rumah Anna terlihat rumahnya sunyi.
"Kemana mereka?"gumam Zayn melihat sekeliling rumah
bum bum bumm bum
"suara apa itu"gumam Zayn perlahan melangkah ke arah sumber suara
Saat Ken tiba di ruang keluarga, ternyata di sana ada Attha yang sedang asik bermain. Ken mendekat ke arah Attha dan menatap Attha,baru kali pertamanya bagi Ken melihat secara dekat anak angkat calon istrinya itu, Attha yang di tatap begitu dia juga balik menatap Ken dengan mengerutkan keningnya.
"ciapa om, Atha tidak kenal om"ucap Attha menyipitkan matanya.
Awalnya Ken terkejut dengan ucapan anak kecil itu, tapi memang benar sih ucapannya.
"Hai jagoan, siapa namamu"ucap Ken menduduk kan dirinya di atas karpet bulu itu
Attha masih diam tanpa menjawab.
"nama Om, Ken panggil Om Ken"ucap Ken bagi yang sudah terbiasa dengan anak kecil seperti Attha, dia terlihat santai saja menghadapi Attha,mungkin Attha seumuran dengan Ponakan perempuannya.
"Atha titak pernah melihat Om"ucap Attha terlihat bingung
"tidak apa-apa tapi kita bisa temanan Kan?"ucap Ken
Lama Attha terdiam menatap wajah Ken
"Boleh"akhirnya Attha mengangguk
__ADS_1
Ken terlihat tersenyum ke arah Attha dan mengusap rambut Attha.
"Nak Ken ternyata di sini toh"ucap Bunda membawa nampan berisi minuman dan kue
"Ini minum, bunda letakkan di atas meja ya nak"ucap Bunda
"kenapa repot-repot bu"ucap Ken tidak enak hati
"tidak apa-apa"ucap Bunda berjalan ke arah ruang tamu dan meletakkan nampannya di atas meja. kemudian beralih lagi menuju ruangan keluarga dimana Ken dan Attha berada.
"cucu nenek dengan siapa nak"ucap bunda duduk di atas karpet bulu itu.
"Om Ken nenek"ucap Attha asik bermain
"Lihat cini om, ini mainan Attha paling bagus"ucap Attha memperlihatkan mainannya
"Bunda apa Pak Ken sudah datang?"ucap Anna keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ruang keluarga ,betapa terkejutnya Anna melihat Ken yang duduk di karpet bulu dan bermain dengan Attha.
Ken langsung menoleh pada Anna.seketika Anna menjadi gugup dan malu, kenapa dia menanyakan Ken tadi apa Bunda.
"Maaf Pak sudah dari kah Pak"ucap Anna mengalihkan tatapan Ken
"sudah nak, kamu lama banget kasian calon suamimu menunggu"ucap Bunda
mendengar bunda menyebut calon suami Anna dan Ken langsung menatap Bunda.
"Bukankah benar yang bunda ucapkan nak Ken"ucap Bunda
"heh? I...iya bu"ucap Ken terbata
"Umma ini om Ken"ucap Attha pada Anna
Anna melirik ke arah Ken
"Attha sudah kenal dengan Om ini sayang, bagusnya anak umma "ucap Anna mensejajarkan tubuh dengan Attha dan mencium pipi Attha.Ken merasa ada kehangatan, betapa sayangnya Anna dengan anaknya itu.
"Om Ken sebentar lagi akan menjadi Papanya Attha"ucap Bunda
"Benelan umma om Ken akan menjadi Papa Attha, hemmm tapi kenapa tidak Om Ray aja yang jadi papa Attha"ucap Attha yang awalnya berbinar akan memiliki papa tapi kemudian berubah sendu.
tentu saja orang dewasa yang berbeda generasi itu terkejut dengan ucapan Attha.
"Apa kelebihannya Ray, sampai-sampai anak kecil saja lebih memihak kepadanya ketimbang aku, lihat saja aku akan mengambil hati Attha secepatnya"batin Ken kesal
"Attha sayang kenapa bicara seperti itu nak, tidak baik lho sayang, ayo minta maaf sama om Ken"ucap Anna
"Nak Ken maaf kan cucu bunda Ya"ucap Bunda
"tidak apa bu,lagian Attha juga anak kecil"ucap Ken canggung
"Minta maaf sama Om Ken, ayo cepat"ucap Anna mendesak anaknya
"Iya baik umma"ucap Attha lesu
"Om Ken maafin Attha"ucap Attha tertunduk
"Tidak apa-apa Attha, om Ken maafin kok"ucap Ken lembut
__ADS_1