
Sejak malam di mana Ken dan Anna dinner di sebuah restoran berdua saja, tiba-tiba seorang wanita cantik dan menawan bak model menghampiri keduanya yang sedang menikmati makan malam mereka.
Ken terkejut melihat wanita cantik itu, tak kalah terkejut lagi Anna, dia sampai melotot tidak percaya saat wanita itu tiba-tiba memeluk suaminya di depan matanya.
"I miss you baby"ucap wanita itu
Ken tidak menanggapi ucapan dari wanita yang di kenalnya itu, tanpa basa basi Ken melepas kasar tangan wanita yang tengah memeluknya secara tiba-tiba, Ken menatap tajam pada wanita cantik itu.
Bukannya menyerah sang wanita malah bergelayut manja di lengan Ken tanpa mempedulikan Anna yang menatapnya.
Anna diam bukan dia lemah dan pasrah, dia bisa saja bertindak tegas tapi dia tidak ingin gegabah apalagi dalam kondisinya yang sedang hamil besar saat ini, takutnya terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap dirinya dan calon anaknya, lebih baik dia bersikap tenang dan melihat respon sang suami terhadap wanita yang Anna yakini sang suami mengenali wanita tersebut.
Menyakitkan, hati istri mana yang tidak sakit melihat suaminya di peluk oleh wanita lain dan itu di depan matanya.
"Cukup! hentikan!!! tindakan yang kau lakukan ini tidaklah pantas"gertak Ken pada wanita itu.
"Apalagi di depanku istriku"Ken menatap bersalah pada Anna.
Dari pada mengundang keributan yang mengganggu para pengunjung di restoran itu, Ken lebih baik membawa istrinya pergi dari sana.
Sampainya di rumah Anna langsung bertanya tentang siapa wanita itu pada sang suami,"Hanya teman masa lalu"jawab Ken .Tentu saja Anna tidak percaya, mana ada teman dengan lancang memeluk dan bergelayut manja bahkan dengan mudahnya mengatakan sayang di depan istri temannya sendiri.
Anna ingin mendengar penjelasan lebih dari suaminya tapi Ken terlihat enggan untuk bercerita.Malahan Anna merasa suaminya seperti menjauhi dirinya, Ken lebih banyak diam, dan hanya bicara seperlunya saja pada Anna dan itupun menyangkut tentang keadaan anaknya.Dan selebihnya Ken menghabiskan waktunya di ruang kerja.
Sudah 5 hari sejak kejadian malam itu mereka saling diam dan jarang bertegur sapa.Keduanya sama-sama mempertahankan ego masing-masing.
Anna yang memang merasa tidak bersalah sama sekali, dia tidak akan memulai berbaikkan duluan sedangkan Ken masih dilanda kebingungan yang dia sendiri juga tidak mengerti dengan dirinya.Hanya karna kalut dengan pikirannya sendiri dia tega menjaga jarak dan mendiami sang istri yang tak bersalah sama sekali.Ken sadar dialah yang salah dalam hal ini.
Karna sibuk memikirkan, mengapa di saat dia bahagia menjalani rumah tangganya namun wanita masa lalu kembali hadir mengusik ketenangannya.pertanyaan inilah yang menganggu pikirannya beberapa hari ini.
Tio masuk ke ruangan Ken.
"Bos... bos"panggil Tio
"Bos.... bos Ken"sedikit lebih Keras membuat Ken tersentak dalam lamunannya yang sedang memandang foto sang istri yang ada di atas meja kerjanya.
"Tidakkah kau bisa bersikap sopan pada saya,apa kau lupa siapa saya?" ucap Ken menatap Tio dengan bengis.
"Maaf Bos, saya mengganggu, saya tidak bermaksud membuat Bos kaget" ucap Tio menunduk
__ADS_1
"Cepat katakan ada apa kau kemari??"
"Saya ingin mengatakan bahwa wanita kemarin ingin menemui Bos kembali"lapor Tio
"Katakan padanya saya tidak bisa di ganggu dan saya tidak ingin menemui siapapun, karna saya sibuk suruh saja dia pulang" suruh Ken tidak ingin di bantah.
"Saya sudah memberitahunya Bos, tapi dia tetap kekeh ingin menemui Bos, dia tidak akan pulang sebelum bertemu Bos"Ken menghela nafas berat kemudian menghembuskan dengan kasar.
"Biarkan saja, nanti saya akan ke bawah menemui wanita itu" tutur Ken
Namun Tio masih berdiri di depan Ken dengan sedikit menunduk.
"Kenapa kau masih di sini? ...., apa kau tidak ada pekerjaan lain" geram Ken melihat asisten pribadinya itu.
"Maaf Bos, Nona Amara dan Tuan Rudi ada di luar, mereka ingin menemui anda" ucap Tio dengan ragu.
"Suruh mereka berdua masuk ke ruangan saya"tegas Ken.
Tio mengangguk langsung melaksanakan perintah atasannya.
***********
"Hubungan kita sudah lama berakhir, dan kau sendiri yang meninggalkan ku, sekarang aku telah menikah dan akan memiliki seorang anak"
"Semoga kau bisa memahaminya, aku harap kau jangan mengusik rumah tanggaku"peringatan Ken
Setelah mengatakan itu Ken berlalu pergi meninggalkan Amora yang terus berteriak memanggil Ken.
Tujuan utama Ken saat ini yaitu pulang ke rumah menemui sang istri, meluruskan semua kesalahan pahaman dan meminta maaf pada sang istri.
Tibanya di rumah.
"Anna.... sayang.... "panggil Ken
"Anna"Biasanya Anna duduk dan bersantai di ruangan tengah, namun kali ini Ken tidak mendapati istrinya di sana.
Ken berjalan cepat menaiki tangga menuju kamarnya, Ken sudah mencari seluruh sudut kamarnya namun tak menemukan sang istri berada di kamar.
"Anna, dimana kamu sayang?" seru Ken tampak mulai panik.
__ADS_1
"Bi...Bi Nur"teriak Ken
Bi Nur tergopoh-gopoh menghampiri Tuan majikannya.
"Ada apa Tuan muda"ucap Bi Nur berhadapan dengan Ken.
"Mana istriku bi?"
"Maaf Tuan muda, baru beberapa saat yang lalu Nona Anna pergi, dia bilang akan ke rumah Bundanya dengan membawa sebuah koper"jawab Bi Nur ragu.
"Apa?? kenapa Bibi membiarkannya pergi tanpa seizinku"ucap Ken gusar.
"Bibi pikir Tuan muda mengetahuinya"Bi Nur menunduk takut.
Kekhawatiran dan ketakutan akan terjadi sesuatu yang buruk memenuhi pikiran Ken.
Ken berlalu begitu saja kembali menuju kamarnya entah apa yang di carinya di kamar,namun mata Ken menangkap sebuah kertas yang terlipat rapi diatas nakas.
Ken membuka kertas itu dan membacanya.
"Assalamualaikum Mas
maaf mas Anna pergi tanpa pamit, Anna rasa lebih baik kita menjauh dulu sementara waktu, sungguh Anna bingung dengan sikap mas, andai saja malam itu mas jelaskan semuanya pada Anna mungkin masalahnya tidak akan sampai sepanjang ini tapi mas malah mendiamkan Anna seperti ini, tidak apa mas Anna memberikan mas waktu untuk sendiri, berpikirlah dan renungkan apa yang seharusnya mas lakukan dan Anna mau nenangin diri dulu di rumah bunda sampai melahirkan nanti, Anna tidak ingin terlalu banyak pikiran apalagi stres menjelang lahiran.Perkiraannya 2 minggu lagi Anna akan melahirkan, jika mas tidak keberatan datanglah saat Anna melahirkan.Anna hanya minta, apapun yang terjadi nantinya saat Anna melahirkan, dan jika disuruh memilih antara Anna dan anak kita maka tetaplah pilih anak kita, sebab kita menunggu lama menantikan kehadirannya mas bahkan keluarga kita pun.Demi dia Anna rela bertaruh nyawa,biarkan dia hidup dan merasakan dunia ini. Sekali lagi Anna minta maaf belum bisa jadi istri yang baik buat mas, belum bisa jadi istri yang mas harapkan, maaf Anna yang sering menyusahkan mas.Terimakasih telah menjadi suami Anna yang menerima Anna dengan baik mencintai Anna dengan luar biasa. Anna beruntung memiliki mu mas.
Anna mencintaimu My Bos suamiku🌹.
^^^^^^Anna Lestari Amara ^^^^^^
Air mata Ken menetes jatuh pada surat yang masih di pegangnya.Kata-kata yang Anna tulis terasa menusuk jantung hatinya.Rasa bersalah menyeruak memenuhi pikirannya.Dia tak menyangka ternyata sikapnya membuat sang istri begitu sedih dan terluka.
Buru-buru , dia mencari kontak Bunda dan hendak akan menelepon mertuanya menanyakan keberadaan sang istri, apakah sudah sampai atau belum.
Belum sempat menekan tombol memanggil, panggilan lain masuk, terpaksa Ken mengangkat panggilan dari nomor tidak di kenal itu.
Yang ternyata dari pihak rumah sakit,memberikan kabar mengejutkan, bagaikan petir di siang bolong yang langsung menyambar hingga
membuat tubuhnya terjatuh lemas tak berdaya di lantai, ponsel yang masih berada di tangannya di genggam sangat erat.Jantung Ken seolah-olah berhenti berdetak saat itu juga.
"Tidak...!!! itu tidak mungkin! Anna!!!"teriak pilu Ken histeris.
__ADS_1