My Love Bos

My Love Bos
Kondisi Nadin & Anna Sensitif


__ADS_3

3 bulan sudah berlalu, Nadin yang terbaring koma di rumah pasca melahirkan waktu itu kini sudah pulang ke rumah kembali dengan keadaan dan kondisi yang lebih membaik.Anna dan Ken beserta yang lainnya merasakan bahagia melihatnya namun tak di pungkiri yang paling memilukan berbalut kesedihan adalah ketika Nadin tak mengingat tentang dirinya dan orang sekitar nya bahkan termasuk dia tidak ingat telah melahirkan seorang bayi laki-laki.


Pendarahan sekunder pasca melahirkan yang di alami Nadin mempengaruhi otaknya sehingga membuatnya hilang ingat yang menurut pemeriksaan dokter bahwa Nadin mengalami amnesia sementara yang sewaktu-waktu ingatan nya dapat pulih kembali jika Nadin di hadapkan pada suatu kejadian yang pernah dialami nya yang dimana dia merasa sangat terpuruk atau sangat bahagia.Tapi dokter melarang agar keluarga tidak memaksakan nya Nadin untuk mengingat Karna bisa saja itu berdampak buruk pada otaknya dan membuatnya akan semakin sulit untuk mengingat masa lalunya.Dokter pun menyarankan untuk pelan-pelan saja Karna untuk sembuh dan mengingat kembali membutuhkan waktu yang cukup lama.


Namun dari amnesia sekunder yang di alami Nadin saat ini ada hikmahnya juga, dengan begitu dia tidak akan terpuruk,stress bahkan frustasi jika mengetahui bahwa anaknya yang baru di lahirkan 3 bulan yang lalu telah di bawa pergi oleh Ayah biologis yang sampai kini tidak di ketahui dimana keberadaannya, hilang bak di telan bumi begitu saja.Andai Nadin mengetahui itu semua pasti dia tidak akan terima dan berteriak-teriak histeris meminta anaknya untuk di kembalikan di sisinya dan orang lain pun tidak akan bisa menghentikan nya.


Bukan berarti Ken diam saja sejauh ini Ken dan timnya menyelidiki dan mencari tau sedetail mungkin tentang Irvin yang sebenarnya dan sangat misterius sekali untuk mencari jati dirinya.Tapi tidak ada yang tidak mungkin bagi Ken.Hanya saja Ken lebih berhati-hati dan waspada saat ini Karna bisa saja keluarganya akan menjadi ancaman.Sebab Irvin dan seluruh anak buahnya tidak lah mudah


untuk di lumpuhkan dia begitu licik dan picik entah jebakan dan strategi apa yang dia susun dan rencanakan selanjutnya yang bisa saja menghancurkan Ken dan keluarganya dengan sekejap.


Setelah pulang dari Rumah Nadin untuk melihat kondisi Nadin, Ken kembali mengantar istrinya ke rumah.


"Mas... kasian mbak Nadin ya mas, air mata Anna jatuh ke dalam melihat apa yang sudah di alaminya"ucap Anna sendu


Satu tangan Ken menggenggam tangan istrinya.


"Tenang sayang...."


"Semua telah di atur oleh Allah sayang,mungkin inilah takdir yang harus di jalaninya, bukankah Anna yang selalu bilang begitu pada mas"ucap Ken menatap lembut sang istri, lalu Ken kembali fokus ke jalan menyetir mobil.


"Iya mas,,,,mbak Nadin wanita kuat dan tangguh, tidak mungkin Allah mengujinya di luar batas kemampuan nya"ujar Anna yakin.Ken tersenyum menatap istrinya sekilas.


"Anna berharap dan berdoa semoga mbak Nadin bisa segera pulih dari amnesia sementara ini"ucap Anna yang di aamiin oleh Ken.


"Sebelum pulang Anna mau makan apa dulu sayang, kasian dedek bayi pasti dia udah lapar, menunggu ibunya makan?"tanya Ken sambil mengusap lembut perut Anna yang sudah berkesan di luar baju gamis nya yang longgar.


Anna terkekeh dengan ucapan suaminya barusan.


"hhmm....sepertinya mau ke cafe xxxx yang biasa Anna kunjungi deh mas"


Ken mengernyitkan Bingung menatap istrinya.

__ADS_1


Anna yang mengerti tatapan suaminya langsung tersenyum.


"Cafe favorit Anna, dulu sering Anna kunjungi setelah menikah udah nggak pernah lagi ke sana, jadi Anna kangen mau ke sana"tutur Anna manja.


Ken mengangguk kepalanya dan bertanya


"Dimana cafe nya sayang?"


"Di jalan xxxxx mas"


Ken pun melajukan mobilnya menuju cafe yang di maksud oleh istrinya.


Sampainya di cafe Ken membimbing istrinya untuk masuk ke cafe tersebut.Menarik kursi dan mendudukkan istrinya dengan hati-hati.


Pelayan cafe datang menghampiri mereka.


"Mau pesan apa tuan, Nona"ucap nya sopan.


Anna tersenyum canggung menanggapi ucapan pelayan cafe tersebut.


Sedangkan Ken yang mendengar ucapan pelayan cafe barusan menyebut nama Ray membuatnya langsung cemburu dan kesal.Bagaimana mungkin istrinya mengajak ke cafe yang dulu sering di kunjungi nya bersama laki-laki yang pernah memiliki hubungan dengan istrinya, entah itu hubungan kakak adik atau hubungan khusus ataupun spesial, intinya Ken tidak ingin apapun yang berkaitan dengan laki-laki masa lalu istrinya itu.


"Ohh iya bagaimana hubungan kamu dengan Kak Ray?, udah sampai mana? udah ke jenjang pernikahan kah?"cerocos Lupi tanpa ba-bi-bu dan tidak menyadari Ken yang duduk di depan Anna dengan tatapan dingin dan geram menatapnya.


Anna menelan Saliva dan gemetar melihat tatapan suaminya.


"A aaku sudah menikah Lupi, dan ii ini suamiku"ujar Anna sedikit gugup sambil menatap Ken suaminya.


"Ohh Astaga maafkan aku Anna aku tidak bermaksud....."ucap Lupi terpotong ketika Ken berdiri menghampiri istrinya.


Anna terkejut melihat aksi suaminya.

__ADS_1


"Kita cari cafe lainnya saja, Ayo!!!"ucap Ken terdengar datar namun tetap membantu istri nya berdiri dari duduknya.


"Kau terlalu banyak bicara, seharusnya urus saja pekerjaan mu,jangan bertanya tentang privasi orang"ucap Ken menatap tidak suka pada Lupi.Setelah itu berjalan keluar menggandeng istrinya.


"Mas...."panggil Anna setelah mereka berada di dalam mobil.


"Apa tidak ada cafe lain?kenapa harus cafe itu?apa segitu istimewa nya cafe itu bagimu?"ucap Ken datar tanpa menoleh ke arah istrinya dan fokus menyetir mobil.Rasa kesal dan cemburu masih memanas di hatinya.


Tak terasa air mata Anna mengalir begitu saja membasahi pipinya.Semenjak hamil sampai sekarang dia sangat sensitif, sedikit saja Ken bersikap dan berbicara dingin dan datar padanya, dia akan langsung menangis.Hal sekecil apapun bisa membuat nya menangis dan bersedih hati.


"Hiksss hikss hiksss"Anna terisak dalam tangisnya sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Mendengar isakan tangis sang istri, Ken langsung menepikan mobil nya.Dia menatap sang istrinya yang terisak dalam tangisannya, bagaimana dia bisa lupa kalo istrinya begitu sensitif perasaan sejak mengandung.Ken merutuki kebodohan nya tidak bisa mengendalikan emosinya.


Ken menghela nafas berat kemudian merengkuh tubuh istrinya dan membawa kedalam pelukannya.


"Sayang maafkan mas, mas tidak marah pada Anna, mas hanya kesal pada pelayan cafe tadi"ucap Ken lembut mengelus punggung istrinya untuk menenangkan sang istri.


"sudah-sudah jangan menangis sayang, apa Anna tidak kasian dedek bayi dia juga pasti ikut sedih jika Anna menangis seperti ini, maafkan mas ya sayang"ucap Ken berulangkali mencium puncak kepala Anna.


"Mas tidak marah dengan Anna kan"ucap Anna melihat wajah suaminya dengan tatapan mengiba dan bibir masih bergetar Karna menangis.


"Tidak sayang, mas tidak marah pada Anna, Anna tidak salah,sudah ya jangan menangis lagi"ucap Ken mengangguk dengan tatapan teduhnya.


"Kita akan cari cafe lain saja ya atau ngak mau makan di restoran aja?"tanya Ken sambil mengusap sisa air mata Anna.


Anna mengangguk pelan.


"Mau ke restoran mana sayang?"tanya Ken kembali


"Ter serah mas aja"jawab Anna masih dalam cegukan habis menangis.

__ADS_1


Ken mengusap lembut kepala sang istri.


__ADS_2