
Seharian ini Anna merasa suntuk dan bosan di rumah. Dia hanya santai, istirahat dan menemani putranya bermain sedangkan pekerjaan rumah sudah di bereskan semuanya oleh Bi inah, hanya memasak yang bisa dia lakukan itu pun sudah minta izin dan membujuk suaminya agar mengizinkannya memasak. Karna Ken begitu posesif terhadap istrinya melarang melakukan pekerjaan apapun yang memberatkan apalagi dalam kondisi hamil muda begini, Ken begitu hati-hati memperlakukan istrinya.
Walau di tengah kesibukan di kantor pun Ken selalu menyempatkan waktu untuk menelepon istrinya, ya sekadar menanya "Lagi apa? udah makan apa belum" mau makan apa? biar bisa di pesanin? jangan lupa istirahat! Jangan kelelahan! mau di bawain nanti apa saat pulang kantor?".Begitulah kira-kira percakapan Ken dengan Anna di telepon.Dari hal-hal kecil pun Ken memberikan perhatian pada istrinya yang membuat Anna merasa menjadi wanita beruntung mendapatkan suami seperti Ken yang notabenya dulu hanyalah seorang Bos yang jutek dan galak namun kini siapa sangka menjadi suaminya yang begitu manis di mata Anna. Ya walau kadang nyeselin namun juga ngangenin.
Mami datang menghampiri Anna dengan membawa salad buah buatannya untuk menantunya itu .
"Barusan teleponan dengan Ken?"tanya Mami duduk di sofa sebelah menantunya.
Anna tersenyum seraya mengangguk.
"Sayang ini salad buah yang mami bawakan untukmu"ucap Mami
"Terima kasih mami malah repot-repot segala buatin Anna salad buah"ucap Anna
"Tidak mami tidak repot hanya untuk kamu dan calon cucu mami"ujar mami.
"Semenjak hamil mami perhatikan Ken begitu perhatian pada mu nak"ucap Mami
"Hehehe... Alhamdulillah mi,biasanya mas Ken juga perhatian tapi sekarang terlalu posesif sih mi"ucap Anna terkekeh.
"Ya wajar aja sayang, setelah setahun lebih dia menanti akhirnya membuahkan hasil juga, apalagi di usianya yang sudah terlalu tua baru mau punya anak satu yang pertama lagi, baru rasain jadi calon bapak dia nak "jawab Mami tertawa geli.
"Mami ada-ada aja,tapi Mas Ken itu lebih kelihatan muda dari umurnya lho mi, Anna pikir waktu itu Anna beda 7 tahunan sama Mas Ken, eh nyata 17 tahun"ucap Anna sambil tertawa.
"Beda jauh ya sayang, mami juga sempat heran waktu itu saat pertama kali Ken membawa Anna ke rumah dan memperkenalkan sebagai kekasihnya"
"Mami berpikir masa' ada gadis muda yang cantik dan sholehah seperti Anna mau menerima Ken yang sudah yang berumur ini, banyak gadis-gadis muda yang berusia dua puluh tahunan ke atas yang mami kenalkan pada Ken, tapi tak sedikit diantara mereka menolak secara halus mana mau mereka nikah sama om-om tua seperti Ken,meskipun mau pasti mereka mengharapkan harta saja tapi ada juga wanita-wanita yang berumur sekitar tiga puluh tahunan yang mami ingin jodohkan dengan Ken termasuk Anjelina,tapi tidak ada yang cocok ,Ken selalu menolaknya, mami sampai pusing memilihkan calon istri untuk Ken,mami takut putra mami jadi bujang lapuk, tapi Alhamdulillah Allah mengirimkan Anna sebagai istri Ken,mami sangat senang dan merasa bersyukur"cerita Mami
Anna terdiam mendengar ucapan panjang lebar dari mertuanya,memori Anna kembali berputar mengingat masa-masa di mana dia di minta oleh Bosnya untuk berpura-pura menjadi kekasih Bosnya dengan tawaran gaji sebagai imbalan yang Anna dapatkan, karena di saat itu Anna sangat membutuhkan uang dan setelah berpikir panjang Anna pun menyetujuinya,walau awalnya menolak.
Namun siapa sangka kepura-puraan nya malah berujung menjadi kenyataan bukan sebagai kekasih tapi langsung menjadi istri Bosnya.
Sampai sekarang tidak ada yang tau tentang rahasia ini termasuk keluarga mereka, kecuali kedua sahabat Anna dan asisten Tio yang mengetahui.
Anna merasa bersalah terhadap mertuanya,karena mengawali semua ini dengan kebohongan dan kepura-puraan, yang dia sendiri sebenarnya tidak berniat untuk itu tapi takdir lah yang membawa nya hingga menjadi bagian dari keluarga ini.
__ADS_1
**********
Matahari sudah kembali ke peraduannya, siang pun telah berganti malam.Ken baru pulang ke rumahnya setelah seharian bekerja dan beraktivitas.
Hari ini dia sangat lelah terpancar saja dari raut dan gurat wajahnya.Tidak hanya berkutat dalam masalah kantor dan pekerjaan nya saja tapi juga harus menyusun strategi untuk penyelesaian masalah yang menimpa di satu tahun terakhir ini termasuk mengenai masalah Nadin.Mencari dalang yang membuat setiap masalah tersebut, karena dia yakin hanya ada satu orang di balik masalah itu, tapi sampai sekarang belum di temukan orangnya, hanya nama orang nya yang di ketahui.
Secepatnya Ken akan mengetahui siapa orang di balik semua ini yang berusaha ingin menghancurkan dirinya.
Saat masuk ke kamarnya pemandangan yang lihat pertama kali adalah istrinya dan Attha yang sedang mengaji bersama. Seketika rasa lelahnya hilang begitu rasa melihat sang istri yang menenangkan hatinya.
Ken berjalan mendekat kemudian mencium kening Anna.
"Loh mas?? udah pulang? kapan??kok Anna ngak tau"ucap Anna hendak berdiri namun di cegah oleh Ken.
"Duduk aja sayang, barusan mas pulang, lanjut aja mengajinya,mas mau mandi dulu"ucap Ken.
"Papa, kenapa umma aja yang di cium Attha juga pengen di cium"rengek Attha sambil berdiri.
"Tentu Boy"ucap Ken menahan senyum lalu menatap Anna sekilas yang juga menahan senyum sambil menganggukkan kepalanya pelan.
"Udah papa, hahahaha.....geli....."tawa Attha
"Gimana udah kan Boy,kamu udah puaskan di cium papa"ucap Ken kembali menurunkan Attha.
"Yaudah papa mandi dulu,mengaji lagi dengan umma"ucap Ken.
**********
Setelah makan malam Ken dan Anna duduk di ruang keluarga menonton TV, tapi bukan Tv yang mereka tonton ,mungkin Tv lah yang menonton adegan-adegan manis sepasang suami-istri ini,sedangkan Attha udah masuk ke kamarnya dari tadi.
Ken mengusap-usap lembut kepala istrinya yang di sandarkan di bahu kokohnya ,dan tangan satu lagi mengusap perut sang istri yang mulai menonjol.
"Anak papa sehat-sehat dan cepat tumbuh di perut umma ya nak"ucapnya dengan penuh kasih sayang,kemudian mencium puncak kepala Anna.
Anna tersenyum dengan perlakuan suaminya.
__ADS_1
"Mas, Anna mau nanya boleh"ucap Anna
"Tentu saja, nanya apa sayang?"
"Mas, ketika kita belum nikah, kan posisi Anna waktu itu bekerja di perusahaan mas, entah kenapa saat itu mas minta Anna jadi kekasih pura-pura mas agar mas tidak jadi di jodohkan dengan wanita pilihan orang tua mas, dan mas mengenalkan Anna pada keluarga mas, namun di luar dugaan kita mami dan papi mas percaya hingga membuat keputusan untuk menikahkan kita"ucap Anna panjang lebar.
Ken lelaki itu menatap istrinya dengan tatapan yang tidak bisa di baca.
"Kenapa Anna mengungkit-ungkit yang sudah berlalu dan terjadi,bukan kah itu takdir untuk menyatukan kita?"
"Apakah Anna menyesal sudah menikah dengan mas"ucap Ken membuat Anna terkejut dengan respon suaminya.
"Astaghfirullah mas....bukan begitu maksud Anna, begini mas jadi kita ini memulai suatu hubungan serius dengan sebuah kebohongan yang telah kita buat pada orang tua kita mas, Anna merasa bersalah untuk itu"ucap Anna dengan raut wajah sedih.
Ken merasa terenyuh dengan kata-kata istrinya barusan, segera Ken memeluk tubuh Anna.
"Sayang, jangan bicara seperti itu, sebenarnya tidak ada yang salah, tidak ada kebohongan dalam hubungan kita, hanya saja tindakannya aja yang kurang tepat untuk meyakinkan kedua orang tua mas dengan tujuan dan maksud lain,namun salah penerimaan oleh orang tua mas, mereka langsung aja to the point membuat rencana pernikahan untuk kita ,namun anehnya kita sama-sama menerima nya bukan walau awalnya Anna keberatan tapi tetap saja menerima nya, begitu juga dengan keluarga kita, fine-fine aja semuanya aman dan percaya, tidak ada kesalahan dalam hubungan kita malahan mami dan papi ingin cepat-cepat menyegerakan pernikahan waktu, mereka sangat senang mendapat menantu seperti Anna. Anna tidak usah memikirkan apa yang sudah berlalu, tidak perlu merasa bersalah dan bersedih hati"
"Oke!!!!!"ucap Ken menatap wajah istrinya dan menciumnya.
"Sekarang jangan pikirkan itu lagi ya sayang,jangan terlalu banyak pikiran,Karna itu tidak baik untuk kesehatan Anna dan anak kita"
"intinya mas sangat sayang Anna, Insya Allah rumah tangga kita akan selalu bahagia jika kita sama-sama saling menjaga dan mencintai Karna Allah"ucap Ken dengan kesungguhan nya
Anna menatap terharu suaminya lalu kembali memeluk suaminya.
"Tapi mas, kita harus memberitahu mami dan papi ya mas tentang hal ini"ucap Anna kembali dengan penuh harap pada suaminya.
"Iya sayang, Anna tenang saja, mas yang akan memberitahu mereka nanti"jawab Ken tenang.
"Yaudah,Ayo tidur udah malam"ucap Ken membimbing istrinya.
...****************...
Maaf author jarang update ya readers😔
__ADS_1