My Love Bos

My Love Bos
Menyiksa batin Ken


__ADS_3

Pagi hari


Setelah sarapan pagi di rumah Bunda. Anna Ken dan bersama anak-anak pamit pulang ke rumah Mami. Ken mengantarkan Anna terlebih dahulu sebelum pergi ke kantor.


Di dalam mobil


"Kemarin mas ke rumah bunda kah? kasih uang buat bunda?"tanya Anna.


"Heemm.... Iya, aku tidak sempat bilang pada kau kemarin"ucap Ken ,Anna menganguk sambil tersenyum.


"Tidak apa mas, malahan Anna mau berterimakasih pada mas, udah membiayai keluarga Anna"ucap Anna tidak enak hati dengan Ken.


"Tidak masalah, sudah kewajiban aku buat membiayai keluarga kau"ucap Ken masih fokus menyetir.


"Tapi Anna tidak enak hati dengan mas,malah merepotkan mas"ucap Anna


"sudahlah kau tidak perlu memikirkannya"ucap Ken


keduanya pun diam, baik Ken dan Anna tidak berbicara lagi, yang terdengar hanya cerita dan tawa anak-anak dibelakang.


Mobil Ken memasuki pekarangan luas rumah milik keluarganya.


Anak-anak langsung berhamburan keluar dari mobil.Begitu juga Anna dan Ken.


"Alis, Attha hati-hati sayang, jangan lari-lari"ucap Anna.


"Aku langsung berangkat ke kantor"ucap Ken


"Yasudah hati-hati di jalan ya Mas"ucap Anna mencium tangan Ken


"heemm...."ucap Ken, lalu masuk ke dalam mobil, Anna masih berdiri memandangi Ken yang keluar dari pagar dan hingga menjauh.


Setelahnya Anna masuk ke dalam rumah.


Anna berpapasan dengan Kania yang sudah siap berangkat ke kampus.


"Mau berangkat ke kampus Kania"ucap Anna


"Hemm... apa kau tidak liat?"ucap Kania berlalu. Anna hanya tersenyum sambil mengelus dada.


_


Siang harinya Anna dan pembantu selesai memasak makan siang dan menata nya di atas meja.


Anna memanggil Mami di kamarnya, setelah itu memanggil kedua anaknya.


"Attha sama Alis mau tambah nak"ucap Anna pada kedua anaknya


"Titak umma"ucap keduanya


Mami tersenyum melihat interaksi antara Anna dan kedua cucunya, lebih tepatnya Attha cucu angkatnya.


Setelah selesai makan, para pembantu membersihkan meja makan.


"Anna Mami mau keluar sebentar, apa kamu ikut?"tanya Mami


"Tidak mi, Anna di rumah aja"ucap Anna tersenyum.


"Tapi Mami mau bawa Attha dan Alis keluar "ucap Mami


"Iya boleh mi, pasti mereka akan senang"ucap Anna tersenyum,Mami dan papi tidak pernah membeda-bedakan antara Attha dan Alisha,walaupun Attha adalah cucu angkatnya.


Setelah Mami dan anak-anak keluar, Anna tinggal lah sendirian di rumah dan memilih untuk istirahat di kamarnya.

__ADS_1


Sedangkan Ken bersama Tio pergi menuju kompleks perumahan, untuk meninjau pembangunan rumah milik Ken.


"Sepertinya pembangunannya hampir selesai Bos, sekitar 20% lagi"ucap Tio pada Ken saat mereka memperhatikan para pekerja


"Hemm..... kira-kira berapa lama lagi siap rumah saya ?"ucap Ken pada kepala pekerja


"kalau perkiraan saya 2 minggu lagi rumah sudah siap di huni Pak"ucap Kepala tukang


"Bagus kau harus pastikan semuanya benar-benar selesai"ucap Ken


"Pasti Pak"


Setelah cukup lama berada di lokasi kompleks pembangunan rumah Ken, sekarang Tio dan Ken memutuskan untuk kembali ke kantor.


di dalam mobil


"Bos akan tinggal mandiri bersama Anna?"tanya Tio


"Anna adalah istri saya jadi panggillah dia dengan sopan"ucap Ken datar


"Ma maaf Bos, maksud saya nona Anna"ucap Ken


"Tentu saja, saya akan memulai hidup baru bersama istri saya"ucap Ken.


"hemm... baguslah Bos, semoga kau bahagia selalu Bos"ucap Tio, yang di angguki oleh Ken.


"Bagaimana hubungan kau dengan Wardah, temannya Anna?"tanya Ken setelah cukup lama mereka diam.


"Begitulah Bos, dia gadis yang begitu cuek, sulit banget buat masuk ke dalam hatinya"keluh Tio


"Sebagai lelaki kau harus perjuangkan cinta kau padanya, tapi jangan buat dia infeel melihat kau"ucap Ken.


"Kalo Bos dengan Nona Anna bagaimana? apakah sudah saling mencintai?"tanya Tio agak ragu


"Saya tidak tahu! saya merasa nyaman dan senang bila dekat Anna"jujur Ken


"Hah!! saya rasa Bos telah jatuh cinta dengan Nona"ucap Tio membuat Ken menoleh cepat ke arahnya.


"Entah lah!!"jawab Ken


_


Malam harinya


Keluarga Xavier sedang menikmati makan malam mereka,termasuk Ken dan juga Anna.


Setelah selesai makan malam, semuanya bersantai di ruang keluarga,sedangkan Anna jarang bergabung dia lebih memilih untuk ke kamar Anaknya,belajar dan bercerita dengan anaknya. Sudah hampir 1 bulan menikah dan menjadi bagian dari keluarga Xavier, tetap saja Anna masih merasa canggung bila berada di tengah-tengah keluarga Ken,walau keluarga Ken menerima baik dirinya.


Ting tong bel rumah


bibi berlari membukakan pintu utama.


"Siapa yang bertamu malam-malam begini Pi?"tanya Ken kebingungan.


"Entah lah papi tidak tau"ucap Papi.


"Tuan besar ada temannya Nona Kania dia ingin menjemput Nona "ucap Bibi pada majikannya itu.


"Siapa bi?, suruh saya masuk"ucap Ken


"Baik Tuan muda"ucap bibi berlalu keluar kembali.


Teman Kania itu lebih tepatnya Pacar Kania mengikuti bibi masuk ke dalam rumah menuju ruangan keluarga. Papi, Mami dan Ken langsung menoleh ke pada laki-laki muda itu.

__ADS_1


"Malam Om, Tante, kakak"ucap Lelaki itu menyapa ramah


"Ivan kamu sudah datang!"ucap Kania menuruni anak tangga terakhir dengan berpenampilan cantik dan tersenyum manis pada pacarnya.


"Mau kemana kamu malam-malam begini?"tanya Ken datar menatap dingin Ivan


"Aku mau keluar bersama Ivan!"


" kenalin mi, pi, Kak Ken ini Ivan pacarku"ucap Kania


"Maaf Tante, om, kak aku mau ajak Kania keluar sebentar"ucap Ivan sopan


"Tidak boleh, ini sudah malam, aku tidak izinkan"ucap Ken tegas


"Kamu apa-apaan sih Kak, Papi aku mohon cuma sebentar pi kasian Ivan udah jemput aku pi"ucap Kania memelas.


"Apa yang kakak mu bilang juga benar, anak gadis seperti mu tidak boleh keluyuran bersama lelaki"ucap Papi.


"Aku tidak suka di kekang begini, aku juga tau yang baik dan buruk,apa kalian tidak pernah muda hah? "ucap Kania berdesak kesal


"Terserah kau, jika terjadi apa-apa dengan kau,aku tidak akan mengurus dan ikut campur"ucap Ken juga kesal menghadapi adiknya yang keras kepala.


Kania pun tetap pergi bersama Ivan, Papi maupun Mami juga tidak bisa berkata-kata dan melarang putrinya yang begitu keras kepala dan tidak menurut itu.Walau begitu Papi selalu menyuruh orangnya untuk selalu menjaga putri bungsunya itu.


Ken masuk ke dalam kamarnya,terlihat Anna menyiapkan perlengkapan sholatnya dan memakai mukenah


"Kau mau beribadah?"tanya Ken


"Hemm... Iya, Mas mau ikut?"ucap Anna


"Tidak kau saja"jawab Ken dan berlalu ke kamar mandi


Setelah selesai sholat, Anna menyimpan perlengkapan sholatnya.


Ken yang baru keluar dari ruang ganti,Ken melihat Anna yang duduk di ekor ranjang sambil memegang handphonenya.


Malam ini menurut Ken Anna begitu menggoda, long dress longgar yang dikenakan Anna membuatnya begitu **** di mata Ken,biasanya Anna menggunakan piyama tidur dan jilbab sorong, tapi malam ini berbeda.Rambut yang dikucir memperlihatkan leher jenjangnya membuat Ken tergoda, wajahnya yang manis dengan pahatan yang sempurna begitu mengagumkan,bibirnya merah muda alami, membuat Ken susah payah menelan salivanya.


"Kenapa kau memakai pakaian begini"ucap Ken yang berdiam kaku di tempat, sekarang berjalan menuju ranjang dan bersandar di kepala ranjang, dia tidak ingin berlama-lama menatap Anna, dia juga laki-laki normal.


"memangnya kenapa mas, aku nyaman saja menggunakannya, tadi siang Mami yang membelikan"ucap Anna jujur.


"hemm tidak apa-apa"ucap Ken datar.


Anna berjalan menuju nakas meletakkan handphone, setelah itu ikut naik ke atas ranjang,saat naik ke atas ranjang, dress Anna tersingkap sampai lutut.


"Ehh!"ucap Anna tidak luput dari pandangan Ken.


Dress yang longgar di bagian dada, membuat mata liar Ken terus menatap dada Anna yang lumayan berisi.Ken terasa menegang tiba-tiba tenggorokannya mengering.


"Ada apa Mas, apa yang mas lihat dari Anna"ucap Anna heran


"Kau ingin menggodaku?"ucap Ken mendekat ke arah Anna yang duduk di ranjang.


"Ti.. tidak apanya yang menggoda mas?"ucap Anna mulai panik, karna Ken mendekat,hembusan nafas Ken terasa hangat di pipi Anna.


"Ma mas apaa yang ka kamu lakukan? "ucap Anna


"Kau tidur lah"ucap Ken menjauhkan kembali tubuhnya, Anna merasa lega dan cepat merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan menarik selimut membelakangi Ken.


Sedangkan Ken mengusap wajahnya yang memanas, mengatur debaran jantung nya yang berdetak kencang dan menggeleng kepalanya. Melihat Anna malam ini membuatnya tersiksa,diumur 40 tahun belum merasa surga dunia, itu memang sangat aneh bagi orang-orang. Walau sudah menikah Ken belum mendapatkan haknya batinnya sebagai suami.


...****************...

__ADS_1


Bersambung


Please bantu vote, like, coment dan hadiah bunga dong readers😉🤗


__ADS_2