
Setelah Fitting baju pengantin Anna, Mami dan Ken menuju ke restoran Papi untuk makan siang dulu.
"Ini restoran milik keluarga kita Anna"ucap Mami membuat Anna bingung
"Restoran? kita? "ucap Anna
"Iya ini restoran yang di kelola Papi"ucap Ken
"Ohh ohh"ucap Anna mangut-mangut
Tak lama Papi pun datang bersama pelayan yang membawakan makanan untuk pemilik restoran ini.
"Papi"ucap Anna berdiri mengatup kedua tangannya di dada.
"Iya nak"ucap Papi
"Tumben ke sini mi"ucap Papi mendudukkan tubuhnya disebelah mami
"Iya tadi habis dari butik fitting baju pengantin pi"ucap Mami
"Silahkan dinikmati Tuan besar dan Nyonya"ucap Pelayan menduduk sopan setelah itu berlalu pergi.
"Ayo kita makan dulu sayang"ucap Mami
Mereka makan dengan hening hanya dentingan garpu dan pisau yang terdengar. Anna begitu menikmati makanan enak dan lezat dari restoran milik calon mertuanya.
"Bagaimana makanan dari restoran Papi nak"ucap Papi setelah mereka semua selesai makan menu hidangan utama dan sedang menikmati dessert makanan penutup.
"Alhamdulillah makanannya enak Papi,sepertinya ini bukan makanan biasa dan hanya bisa di nikmati oleh kalangan menengah atas"ucap Anna
"Alhamdulillah, hehheehhe"ucap Papi
Mami hanya tersenyum mendengarkan.
Anna terlihat begitu cepat mudah beradaptasi calon mertuanya itu. Berbeda dengan Ken dia hanya diam tanpa ikut nimbrung.
πππππ
"Setelah ini kalian mau kemana?"ucap Mami
"Ke kantor lah mi,dari pagi aku belum menempuh kantor"ucap Ken fokus menyetir
"Kamu itu mau nikah, banyak persiapan pernikahan yang harus di siapkan"
"Tio kan ada dia bisa di andalkan daalam mengelola perusahaan,biar nanti Mami yang akan bicara sama Tio"ucap Mami
"Tapi mi tidak bisa begitu dong mi, perusahaan juga tanggung jawab ku"
"Ken dengerin Mami sekarang kamu harus fokus dulu pada pernikahan"ucap Mami
Anna hanya menjadi pendengar perdebatan Anak dan Ibu itu.
"Anna juga,sebentar lagi pernikahan kalian, jadi Anna beristirahat dulu di rumah, jangan ke kantor"ucap Mami membuat Anna terkejut,pasalnya jika dia tidak bekerja bagaimana kebutuhan keluarganya.
"Kita akan ke toko Jewelry untuk membeli cincin pernikahan kalian"ucap Mami
Ken hanya menurut saja dan melajukan mobilnya ke Toko jewelry yang di maksud Mami.
__ADS_1
Tak lama mereka pun sampai.Lalu masuk ke dalam toko, Mami langsung di sambut ramah oleh pemiliknya karna mami termasuk langganan di jewelry ini.
"Mau cari cincin kawin Nyonya"ucap pemilik jewelry dengan ramah
"Iya saya ingin mencari cincin kawin dengan desain yang terbaik"
"Ada Nyonya kami,kami menyediakan banyak model dan desain terbaik,mau yang sudah jadi atau dipesan dulu?"
"Bagaiman Ken , Ann"tanya mami pada Anak dan calon menantunya
"Terserah mami saja"ucap mereka kompak
Mami tersenyum, sedangkan Ken dan Anna saling pandang seperti tanda tanya.
"dipesan saja,tapi siap untuk 1 minggu kan?"
"Pasti Nyonya, silahkan di lihat dulu model yang disuka"ucap Pemiliknya itu menyerah buku model gambar desain cincin.
"Nak lihat ke sini kamu mau yang seperti apa?"Ucap Mami menyuruh Anna mendekat.
Anna dan Mami sibuk melihat model cincin yang akan dipesannya.
"Yang ini saja mami"ucap Anna
"Apa tidak terlalu simple?"ucap Mami
"modelnya saja yang simple nyonya, tapi ini sudah desain terbaik dan berkualitas"ucap Pemilik
"Ken lihat sini, apa kamu suka model cincin yang dipilihkan Anna?"ucap Mami
Selesai dengan urusan cincin yang sudah dipesan Mami dengan pilihan Anna sendiri.
Mereka pun pulang ke rumah Mami untuk mengantar Mami dulu.Setelah itu Ken mengantar Anna pulang ke rumahnya.
"Pak apa benar saya tidak bisa kerja besok?"tanya Anna pada Ken
"Apa kata Mami pada Kau turuti saja"ucap Ken
"Tapi bagaimana saja bisa mendapatkan uang dan memenuhi kebutuhan keluarganya"
"saya akan mengirim lipatan gaji bulan ini, sesuai janji saya ketika kau bersedia membantu saya waktu itu"ucap Ken
"Iya membantu bapak hingga kita berdua terjebak pada rencana pernikahan ini"ucap Anna masam,Ken melirik sekilas pada Anna
"waktu itu saya sudah bilang jika kau terpaksa kau bisa menolak"
"menolak pun percuma pak"ucap Anna
Tidak ada lagi percakapan, kedua diam dan suasana di dalam mobil hening. Hingga tak terasa mobil Ken sampai di depan pagar rumah Anna.
"Masuk dulu Pak"
"Tidak usah saya ada urusan"ucap Ken
"Yasudah lah kalo gitu, terimakasih Pak"ucap Anna tersenyum sebelum keluar dari mobil.
setelah mobil Kek benar-benar hilang dari pandangan Anna baru lah Anna masuk ke dalam rumahnya.
__ADS_1
Disisi Lain
"Dih sepinya hari ku ini tanpa Anna, apalagi kalo udah nikah nanti, pasti Pak Ken tidak bolehin Anna untuk kerja lagi"gerutu Amel sambil masuk ke dalam cafe.Habis pulang kerja dia langsung menuju cafe yang pernah kunjunginya bersama Anna dan Ray.
Dengan langkah malas dan tak bersemangat Amel mencari tempat duduk kosong untuk didudukinya.
Namun tak sengaja matanya menangkap seseorang yang dikenalnya juga duduk sendirian di cafe tersebut, mata Amel langsung berbinar, semangatnya tiba-tiba muncul, senyum manis terbit di bibirnya. Sudah 2 minggu rasanya tak bertemu dengan sosok itu, seperti menghilang begitu saja sejak Anna memberitahu bahwa dia telah tunangan dengan seorang lelaki.
Amel dengan semangat menghampirinya
"Hai Kak Ray"ucap Amel membuyarkan lamunan Ray.
"Ka kamu?"ucap Ray terkejut melihat wanita yang berdiri didepannya.
"Ngapain kamu kesini?"ucap Kak Ray datar
"Ihh Kak Ray ngak ada larangannya buat aku ke sini lho, tapi memang kita jodoh dan ditakdirkan selalu bertemu"ucap Amel bangga,Ray menatap Amel dengan jengah.
Tanpa permisi dan izin dari Ray, Anna langsung duduk didepan Ray.
"siapa yang menyuruh kau duduk di sini"ucap Ray
"Ngak baik duduk sendirian Kak, lebih baik aku temani saja, aku juga lagi sendirian kok"ucap Amel tersenyum pada Ray.
"Terserah Kau, memangnya Anna kemana?"
"Ya mempersiapkan pernikahan nya lah, sebentar lagi dia mau nikah"ucap Amel dengan santai, tidak tau bahwa Ray kembali sakit hati mendengarnya.
"Nih makanan kakak kenapa tidak di makan, mubazir lho Kak"ucap Amel mengambil piring masih berisi makanan yang sepertinya belum tersentuh.
Karna tadi siang dia tak sempat makan siang, cuma makan sepotong roti saja, tentu saja Amel sangat lapar tanpa rasa malu Amel langsung menyendok makanan Ray kedalam mulutnya.
"itu makanan ku, kenapa kau makan"ucap Ray terkejut
"Kan ngak di makan, dari pada mubazir lebih baik aku makan lah"ucap Amel sambil mengunyah makanannya.
Ray dengan gusar mengusap wajahnya kasar
"Itu sudah aku makan tadi, kau memakan bekasku"geram Ray
"A apahh?? "Amel terkejut
huuhkhhhh huukhhhh Amel tersedak, Ray pun ikut panik, tanpa berpikir panjang Ray menyodorkan air mineral pada Amel dan langsung di seruput habis oleh Amel.
"Kenapa Kak Ray tidak bilang dari tadi? berarti kita secara tidak langsung sudah berciuman dong"ucap Amel panik pasalnya ini baru pertama kali baginya.
"Kau yang main nyosor saja makanan orang, tanpa bertanya dulu padaku,ini salah kau"ucap Ray kesal menunjuk Amel.
"Lah aku minta maaf tapi semuanya telah terjadi"ucap Amel menatap sendu
"Aku juga salah karna lalai"ucap Ray kembali
keduanya sama-sama diam ngak tau mau bicara apa bahkan keduanya terlihat canggung dan malu, dari sudut hatinya Ray sangat geram dan kesal karna Amel begitu juga Amel merutuki kebodohannya sendiri.
...****************...
Bantu vote, like dan coment
__ADS_1