My Love Bos

My Love Bos
Keadaan Memanas


__ADS_3

Sore harinya


Sepulang dari kantor Tio, Wardah dan juga Amel langsung menuju rumah sakit, ditengah kesibukan mereka dengan pekerjaannya tapi selalu menyempatkan waktu untuk menjenguk melihat keadaan sang sahabat juga istri dari Bos mereka yang sampai sekarang belum ada tanda-tanda sadarkan diri setelah tragedi kecelakaan itu tapi Alhamdulillah Nona muda Keyna bisa diselamatkan dan Ibu dari Keyna itu sampai sekarang masih koma.


Karna kebetulan hari ini Amel tidak bawa motor jadi dia ikut nebeng dengan pasangan suami istri humoris siapa lagi kalo bukan Tio dan Wardah.


"hemm..Wa, kemarin Kak Ray menghubungi aku, katanya hari ini dia balik ke Indonesia...."ucap Amel menggantung dia ragu melanjutkan ucapannya.


Wardah yang duduk di sebelah Amel di bangku belakang langsung menoleh pada sahabatnya itu.


"Ya baguslah Kak Ray pulang ke Indonesia, setelah menyelesaikan pekerjaan di luar negeri??" tanggapan Wardah, dia belum mengerti maksud ucapan dari sang sahabat.


Amel menghela nafas berat menatap Wardah yang terlihat biasa saja.Begitupun Tio dia masih fokus nyetir tapi tetap mendengarkan pembicaraan dia wanita tersebut.


"Iya Wawa, tapi bukan begitu maksudku" Wardah mengernyit kan dahinya menatap sang sahabat.


"Dan Anna masuk rumah sakit sampai sekarang, Kak Ray tidak tau sama sekali, aku pikir Bunda ataupun Zidhan memberitahunya, tapi nyatanya tidak, padahal Kak Ray sudah seperti keluarga bagi Anna, dia menganggap Anna sebagai adiknya dia bahkan sangat menyayangi Anna, ya walaupun kita tau Anna pernah mengisi relung hatinya Tapi itu dulu sejak Anna menikah, Kak Ray sudah berdamai dengan keadaan dan merelakan Anna menjadi milik Pak Ken tapi bukan berarti Kak Ray lost kontak begitu saja, dia selalu berkomunikasi baik dengan Bunda dan Zidhan, sering menanyakan keadaan Anna pada Bunda, tapi entah kenapa Kak Ray tidak diberitahu tentang berita besar ini"cerita Amel untuk mengasih paham Wardah.


"Trus 2 hari yang lalu Kak Ray tiba-tiba menghubungi ku dan menanyakan keadaan Anna apakah baik-baik saja? kemudian dia bertanya lagi Anna udah melahirkan apa belum?


"Beberapa saat aku terdiam dan berpikir kalo Kak Ray tidak tau keadaan Anna yang sekarang, Karna dia merasa aku menyembunyikan sesuatu, dia mendesak ku untuk berkata jujur apa yang sebenarnya terjadi, kamu tau kan aku ngak bisa berbohong, jadi aku ceritakan semuanya pada Kak Ray"


Wardah melotot tidak percaya mencoba mencerna apa saja yang diucapkan sahabatnya tadi.Begitupun juga Tio yang terkejut mendengar cerita Amel barusan.


Di sisi lain


Setelah Ken keluar dari ruangan NICU tempat perawatan putri kecilnya, kemudian Ken berjalan ke arah taman pikiran berkecamuk setelah mendengar penjelasan dari dokter tadi.


"Belum ada perubahan dari kondisi Nona Anna Tuan, masih tetap sama, kami belum bisa pastikan kapan pasien akan siuman, untuk saat ini memang perlu perawatan yang intensif dulu" jelas sang dokter membuat tubuh Ken kembali membeku, seluruh persendian badannya pun melemah.


Kini Ken duduk di bangku taman dengan tatapan kosong. Pikiran kembali melayang memikirkan apa yang harus dia lakukan sekarang bahwa sang dokter sudah menyarankan putri kecilnya untuk dibawa pulang besok, Keyna tidak perlu lagi dirawat ruangan NICU karna tubuhnya sudah mulai kebal dan menyesuai suhu sama seperti bayi normal biasanya.


Yang Ken khawatirkan bukan siapa yanga akan merawat dan menjaga putrinya di rumah, karna sudah pasti baby sister dan perawat yang akan dipekerjakan nya dibantu juga oleh Bunda dan Mami tentunya.Tapi yang menjadi kebimbangan nya adalah membagi waktu sebagai seorang Ayah dan juga suami dimana dia harus tetap stay menunggu dan menjaga istri di rumah sakit tetapi dia juga ingin dirumah bermain dengan putrinya.


Karena jika putrinya dirumah dan sedangkan dia dirumah sakit otomatis membuat Ken berjarak dengan putrinya padahal disaat dia rapuh putrinya lah yang menguatkan, dengan hanya melihat sang putri saja dapat menenangkan jiwanya yang gelisah.Tapi jika Keyna jauh darinya siapa yang akan menjadi penguat Ken.

__ADS_1


Ken yang sibuk dengan pikiran nya sendiri sehingga tidak menyadari seorang cantik berjalan mendekatinya siapa lagi kalo bukan wanita yang menjadi penyebab perselisihan paham antara Anna dan Ken hingga menyebabkan Anna kecelakaan waktu itu.


"Hai Ken" sapanya


Ken yang masih melamun pun tak menjawabnya.


"Ken"panggilnya lagi sambil menyentuh bahu Ken dengan lembut.


Ken pun terkesiap


Sontak Ken terkejut langsung berdiri dan menatap sang wanita tersebut yang tersenyum padanya.


"Kamu???" ucap Ken terkejut.


"Kenapa kamu bisa ada di sini, apa lagi yang kamu inginkan? " ujar Ken terdengar dingin


"Heiii... ada apa dengan mu Ken?, aku tidak ada maksud apa-apa kesini"ucap Amora setenang mungkin mengambil tangan Ken dan menggenggam nya. Namun Ken dengan cepat kembali menarik tangannya.


"Aku dengar istri mu masuk rumah sakit,jadi aku kesini ingin melihat kondisi nya, kebetulan aku melihatmu disini langsung saja aku samperin"sambung Amora


Ken sekilas melirik Amora yang memang membawa parcel di tangannya.Tapi Ken tidak tertarik berbicara dengannya lalu Ken melenggang pergi dan meninggalkan Amora.


"Ckks.... malah ditinggal" desihnya dengan nada kesal.


Amora tidak menyerah begitu saja dia tetap mengikuti langkah Ken dan terus memanggil-manggil nama Ken, namun lelaki itu tidak menyahutinya sedikit pun, jangan pun menyahut menoleh pun tidak.


Sesampainya Ken didepan ruangan rawat sang istri, tiba-tiba langkahnya terhenti menatap seorang laki-laki yang bangkit dari duduknya dan menatap kearahnya dengan tajam.


Dia bertanya-tanya dalam hatinya, "Ada apa dan kenapa dengan Tuan Rey? Apa yang dia lakukan disini? Apa ingin melihat Anna"


Amora yang berjalan tergesa-gesa mengejar Ken alhasil malah menabrak tubuh Ken yang berhenti tepat didepannya.


"Aduhh.... Ken kenapa sih kamu tiba-tiba berhenti" keluhnya dengan nada manja


"Dari tadi aku panggil-panggil juga ngak disahut" ucap Amora kembali merapikan penampilan nya dan berdiri disamping Ken.

__ADS_1


Ken hanya diam tidak menanggapi apapun.


Rey berjalan ke arahnya dengan tatapan sinis kemudian beralih menatap wanita yang berdiri disamping Ken.


Ken terlihat cuek saja dan mengasuhkan Rey lalu kembali melanjutkan langkahnya.


"Huhmm.... dari mana saja Anda Tuan Ken terhormat, istri anda didalam berjuang hidup dan mati tapi Anda malah asik mengobrol dengan wanita ini" sindir Rey membuat telinga Ken memanas, dia berusaha tidak meladeni ucapan Rey lancang.


Awalnya Amora terkejut apalagi melihat tatapan Rey yang menusuk, membuatnya sedikit takut.Sesaat kemudian ucapan Rey membuat hatinya tersenyum senang.


"Jika belum selesai dengan masa lalu jangan memulai kehidupan baru"ucapan Rey langsung menohok Ken.


Ken tidak tau pasti ke siapa arah pembicaraan Rey, yang pasti itu bukan ke orang lain karna yang ada disana hanya mereka bertiga.


Ken menghentikan langkahnya, berbalik arah menatap Rey, wajah memerah mengontrol emosi dan tangannya juga mengepal kuat dibawah.


Kedua pria dewasa tersebut sama-sama menatap tajam dan mematikan.


"Apa maksud ucapan Anda Tuan Rey? berhati-hati lah dalam bicara"ucap Ken geram


"Apa yang salah, saya bicara sesuai dengan kenyataan Tuan Ken, bukankah wanita ini masa lalu anda? " ujar Rey terdengar mengejek.


Ken yang sudah tidak tahan pun langsung menarik kreh kemeja Rey.Tangannya terangkat dan melayang pukulan tepat ke wajah Rey.


Rey terhuyung mendapat serangan mendadak dari Ken.Rey tertawa remeh sambil mengusap bibirnya yang berdarah akibat pukulan Ken


Amora terkejut dia langsung memekik kaget.


Ken kembali menarik kreh kemeja Rey untuk melangsungkan pukulan kedua.


Namun terhenti kala Tio berlari ke arah mereka untuk menghentikan aksi Ken yang akan bersiap untuk memukul Rey.


"Hentikan Bos, apa yang anda lakukan Bos??" ucap Tio sudah berdiri di tengah-tengah Ken dan Rey.


Amel dan Wardah juga berlari, mereka juga terkejut melihat perkelahian Ken dan Rey lebih parahnya didepan ruang rawat Anna.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2