My Love Bos

My Love Bos
Interogasi


__ADS_3

"Tidak,,,, tidak mungkin aku hamil"Nadin teriak-teriak histeris sambil memukul-mukul perutnya.


Suster dan Bibik berusaha terus menenangkan Nadin, tapi Nadin malah tambah histeris diiringin tangisan pilu.


"Sudah hentikan Non, jangan menyakiti diri non dan juga bayi non"ucap Bibik menenangkan Nadin dan memeluknya.


"Tidak bi ,aku tidak hamilkan bi, ini semua tidak benarkan, harrgggttt"


"suster kau pasti salah kan, aku tidak hamilkan?"


suster dan Bibik hanya diam, tidak berani bicara, apalagi Bibik terlihat sangat sedih melihat Nadin yang sudah dianggap anaknya sendiri.


"Kenapa kalian diam saja Hah! katakan yang sebenarnya, dan ini semua tidak benarkan? jawab"ucap Nadin marah dan menangis pilu


"Arrhgggg hancur sudah semuanya, Ken pasti menbenciku, dia tidak akan pernah mencintaiku, aku tidak akan bisa memilikinya, Aaaaaaaa,,,,, "ucap Nadin dengan suara sedit tersedu, tangisannya begitu menyakitkan bagi dirinya.


"Aku membenci ini semua, aku tidak menginginkan bayi ini"teriaknya lagi


Bersamaan dengan itu Anna, dan kedua temannya juga dengan seorang dokter masuk ke dalam ruangan Nadin.


"Kau!! untuk apa kau kemari?"Nadin langsung menatap tajam ke arah Anna dan menghapus sisa air matanya.


Anna bersama dokter berjalan mendekat kearah Nadin.


"Kau bahagia melihat aku seperti ini bukan, kau ingin menertawakan ku, hahhhahahha"dengan senyum sinis menyedihkan Nadin tertawa.


"Tidak mbak, aku ingin melihat keadaan mbak, yang sabar mbak"Anna menatap sedih dan menyentuh lembut bahu Nadin.


"Tidak perlu ,,,,,Pergi! pergi! kalian semua pergi!!"teriak Nadin histeris dan menghempas kasar tangan Anna.


"Hidupku hancur aku tidak menginginkan bayi ini, lebih baik aku mati!!"


Mendengar ucapan Nadin membuat Anna terkejut dan juga sedih.


Dokter menyuntikkan obat penenang pada Nadin.


"Pergi! aku tidak ingin melihat kalian semua,pergi!"Nadin melemah dan tak berdaya.Suster membantu Nadin membaring.


"Itu suntik penenang, biarkan pasien istirahat, dia pasti sangat terpukul menerima semua ini,"ucap dokter sebelum Anna bertanya. Anna hanya menganggukkan kepalanya.


Dokter dan suster meninggalkan ruangan Nadin. Tinggallah Anna,kedua sahabatnya dan bibik.


Anna berjalan menghampiri bibik yang terlihat sangat sedih dan juga terpukul melihat keadaan Nadin.


"Apa yang terjadi bi, kenapa mbak Nadin bisa seperti tadi?


"Suster membujuk Non Nadin untuk makan dan mengatakan demi bayi yang dikandung oleh Non Nadin,mendengar ucapan suster Non Nadin langsung teriak-teriak dan histeris"jelas Bibik,Anna mengangguk paham dengan penjelasan bibik barusan.


"sabar bi, semua sudah takdir dan kehendak Allah, mbak Nadin pasti terpuruk dan terpukul dengan kenyataan ini bi, Aku dan mas Ken akan selalu membantu"ucap Anna mengusap-usap pelan punggung bibik.


"Iya Nona, terimakasih banyak Nona"


"Mau kembali ke kantor Ann,nanti Bos Ken marah jika tau kamu keluar"ucap Amel mengingatkan

__ADS_1


"Tidak apa Mel, aku akan telepon mas Ken nanti, kamu dan Wawa silahkan kembali ke kantor, biar aku disini menemani mbak Nadin"ucap Anna pada kedua sahabatnya


"Apa tidak apa-apa kamu sendirian di sini Ann?"ucap Wawa terlihat khawatir


"Tenang saja Wawa, tidak usah khawatir, aku disini aman kok"ucap Anna tersenyum.


"kamu yakin Ann, kami tinggal"ucap Amel lagi, dia juga terlihat khawatir meninggal Anna dirumah sakit sendirian"


"Iya, ah kalian berdua terlihat khawatir banget"


Amel dan Wardah pun mengiyakan ucapan Anna, mereka berdua kembali ke kantor dan tinggallah Anna sendirian di rumah sakit menemani Nadin, sedangkan Bibik kembali kerumah Nadin untuk membawa kebutuhan Nadin selama dirumah sakit.


Disisi lain


Ken, Tio beserta anak buahnya menginterogasi Dani yang dari tadi tidak mau buka mulutnya untuk bicara.


"Tio aku kehabisan rasa sabar menghadapinya, kau paksa dia buka mulutnya Tio"ucap Ken duduk berusaha mengontrol emosinya


"Baik bos"


"Kau masih ingin hidup hah? kau ingin mengorbankan keluarga kau,karna perbuatan buruk yang kau buat"ucap Tio mencengkeram dagu Dani.


"Habisi saja nyawa ku, kalian tidak akan bisa mengusik keluarga ku"jawab Dani dengan senyum meremehkan.


"Terlalu percaya diri kau"


"Bawa anak dan istrinya masuk"perintah Tio pada beberapa bodyguar.


Seketika Dani langsung terdiam dan panik, bagaimana mungkin keluarganya bisa ada disini, bukankah Bosnya Irvin telah berjanji akan menjaga keluarganya apapun yang terjadi.


"Mas!!"


anak dan istrinya didorong terhempas didepan Dani yang masih diikat dengan mulut dan hidung masih berdarah akibat pukulan,sekujur tubuhnya juga sudah luka-luka.


"Jangan sakiti mereka"ucap Dani mengepalkan tangannya


"Bagaimana pengkhianat?"ucap Tio dengan sinis


"Kau ingin mereka menanggung atas apa yang telah kau lakukan"


"Ikat anak dan istrinya"


"Setelah itu siksa anak dan istrinyanya didepan matanya sendiri"ucap Tio


Bodyguar membawa pencabuk ditangannya.


"Mas"ucap Istrinya dengan tatapan dalam dan menyedihkan, disertai dengan gelengan kepala.


"Kau masih tidak ingin bicara"tanya Tio sekali lagi.


"Hentikan semua ini, jangan sentuh anak dan istri ku,bunuh saja aku"teriak Dani


Ken pun berdiri menghampirinya.

__ADS_1


"Saya tidak akan menyiksa keluarga kau karna saya juga punya keluarga dan saya juga tidak ingin mengotori tangan saya dengan membunuh orang lain apalagi pengkhianat seperti kau, yang saya inginkan, kau jawab siapa yang menyuruhmu melakukan ini semua,maka urusan selesai terima hukuman kau dipenjara"ucap Ken bersedakap dada dengan angkuhnya didepan Dani.


Dani masih terdiam, Ken mengode bodyguar


Bodyguar menampiri pipi Dani beberapa kali


"Mas!"pekik istrinya


"jangan lakukan itu pada suami saja"istrinya dengan air mata


"Papa, huahaaaa huaaahhh papa,kalian semua jahat pada papaku"Kedua anak Dani menangis.


"Aku mohon jangan siksa suamiku tuan,mas tolong katakan mas! "bujuk istri Dani dengan mengiba


"Aku akan mengatakannya"ucap Dani dengan suara melemah.


Ken mengangkat tangannya untuk berhenti.


"Siapa katakan?"ucap Ken dingin


"Dia.....dia....."


"Siapa?jawab cepat "ucap Tio


"I.. R.. V.. I.. N.. "jawab Dani dengan mengeja dan terbata


"Jawab dengan jelas"hardik Tio


"IRVIN"


Ken terdiam mendengar nama yang disebutkan Dani barusan, Ken kembali mengeja nama itu yang seperti familiar baginya, tapi sudah bertahun-tahun lamanya Ken tidak pernah lagi mendengar nama itu dan sekarang kembali mendengarnya sebagai orang yang ingin menghancurkan perusahaan miliknya.


Ken mengingat-ingat siapa pemilik nama itu, wajahnya terlintas samar-samar dalam pikiran Ken.


"Bos"panggil Tio setelah cukup lama Ken mematung dan terdiam.


"Bereskan semuanya Tio"ucap Ken datar kemudian melangkah meninggalkan ruangan interogasi itu.


_


Disisi Lain


"Bagaimana ini Kak?? rencana kita gagal, Dani tidak akan bisa menutup mulutnya, pasti dia telah membongkar Kau lah yang menyuruhnya"


"Aku yakin Ken tidak akan tinggal diam begitu saja,dia akan bertindak cepat kak dan mencari keberadaan kau kak"ucap kecemasan Ivan


"Tidakkah kau bisa diam, aku tidak bisa berpikir jernih gara-gara kau, sekarang kita akan menghilang dulu tanpa jejak sampai semuanya benar-benar aman, setelah itu kita akan menjalani rencana selanjutnya"ucap Irvin dengan tatapan tajam dan sinis.


"Maksud kau kak?"ucap Ivan yang masih tidak mengerti dengan ucapan kakaknya.


"Kau tidak usah banyak tanya, aku akan pergi keluar negeri, untuk menghilang seolah-olah lenyap begitu saja, dan dia tidak akan bisa mencari ku"ucapnya.


" panggil semua pembantu untuk menyiapkan barang-barang ku, aku akan berangkat malam ini"perintah Irvin

__ADS_1


"Baiklah Kak"jawab Irvin


...****************...


__ADS_2