
Setelah sholat subuh dan membereskan perlengkapan sholatnya.Anna mengambil sesuatu dari dalam tasnya kemudian masuk ke kamar mandi.Beberapa hari belakangan ini dia merasa agak berbeda dari tubuhnya, Anna hanya memastikan dugaannya benar atau tidak.
Setelah 15 menit berada di dalam kamar, kemudian Anna keluar dari kamar mandi dengan memegang erat sebuah alat di tangannya,lalu berjalan ke arah meja rias dengan wajah sedikit tegang dan penuh harap.
"Bismillahirrahmanirrahim"gumam Anna sambil menatap pantulan dirinya di cermin, kemudian pelan-pelan membuka genggaman sebuah alat di telapak tangannya.
"semoga dugaanku benar ya Allah"gumam Anna lagi, jantungnya berdetak kencang, perlahan-lahan Anna melihat sebuah alat itu di tangannya, namun seketika wajah Anna langsung berubah saat melihat hasil tespeck di tangannya tersebut yang menunjukkan satu garis yang berarti negatif hamil, ternyata dugaannya salah,tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya
"Sayang"Ken masuk ke dalam kamar, Anna langsung menoleh pada suaminya yang berjalan mendekat ke arahnya.
"Ada apa hm?? kenapa muram begitu sayang? "tanya Ken menatap wajah sang istri kemudian beralih pada sebuah alat yang masih di pegang oleh Anna.
"Ohhh jadi Anna kecewa gara-gara ini"ucap Ken mengambil tespeck tersebut dari tangan Anna.
"Mas,,,,,maafin Anna mas sampai sekarang Anna masih belum bisa kasih mas seorang anak"Anna memeluk pinggang Ken yang berdiri di depannya
"Pasti mas kecewa kan sama Anna, Anna merasa bersalah pada mas"
"Anna ngomong apaan sayang?, Anna tidak salah, hanya saja kita masih belum di kasih rezeki, mas tidak kecewa sama Anna malahan mas bahagia dapat istri terbaik seperti Anna sayang, ya sudah jangan sedih lagi ya, kita bisa mencobanya lagi,yang penting kita berusaha dan berdo'a saja"
"Anna percaya kan sama Allah"ucap Ken menatap istrinya dan Anna mendongakkan kepalanya menatap sendu mata suaminya sambil mengangguk kepalanya.
"Di luaran sana ada mereka yang sudah bertahun-tahun menikah tapi belum juga di kasih seorang anak,mereka tetap hidup bahagia dan saling mencintai sedangkan kita bulan depan baru satu tahun, masih panjang waktu untuk memiliki seorang anak,tidak ada yang perlu di khawatirkan, jangan sedih lagi!!"
"Baiklah sekarang tersenyumlah untuk mas"ucap Ken, tapi Anna tetap dengan raut wajah sedih.
"Anna takut mas pergi meninggalkan Anna dan mencari wanita lain yang bisa memberikan mas seorang anak"
"Astagfirullah al'azim sayang, tidak pernah mas sampai berpikiran seperti itu, karna hati mas hanya milik Anna tidak ada lagi yang lain, Anna satu satunya wanita yang akan menemani mas untuk selamanya,malahan mas yang takut Anna meninggalkan "ucap Ken mensejajarkan tubuhnya dengan Anna yang duduk di kursi meja rias.
"Tatap mata mas!"ujar Ken, Anna menatap haru suaminya kemudian memeluk erat tubuh suaminya dan menangis.
"Tetaplah bersama Anna mas, Anna mencintai mas"ucap Anna
"Iya sayang, mas juga mencintai Anna untuk selamanya"ucap Ken melonggarkan pelukan Anna di tubuhnya dan menatap wajah memerah Anna dengan mata yang berair karna menangis.Ken menciumi seluruh wajah Anna.
"Jangan nangis lagi Oke, pagi-pagi kok udah sedih-sedihan trus saling bucin lagi"ucap Ken menatap istrinya.
__ADS_1
"Ihhhh mas resek ah"ucap Anna malu dan memukul pelan dada suaminya.
"Dari pada bucin-bucinan di sini nanti malah berakhir di ranjang lho sayang"goda Ken semakin membuat Anna malu bertambah kesal.
"Dasar mesum ih, rambut aja masih basah, masa mau begituan lagi,lebih baik mulai aktivitas lain"celoteh Anna kesal sambil berdiri berlalu dari suaminya.
"Mau kemana sayang?"ujar Ken mengulum senyumnya dan mengikuti langkah istrinya.
"Ke dapur lah mas buat sarapan, dari pada disini sama kamu pikirannya langsung ngeres"jawab Anna, Ken malah terkekeh menanggapi omongan istrinya.
"Yaudah mas bantuin ya?"mereka berjalan beriringan menuruni tangga.
"Ngak usah,mas siap-siap saja berangkat ke kantor nanti malah telat lho"
"Hari ini weekend sayang, ngak ada yang bekerja, waktunya istirahat di rumah"ucap Ken, Anna berhenti kemudian melihat ke arah suaminya.
"Astagfirullah Anna sampai lupa kalo hari ini weekend inilah efek kelamaan di rumah ngak ada aktivitas lain diluar"ujar Anna melanjutkan menuruni tangga begitu juga dengan Ken.
************
pukul 9 pagi dan kebetulan hari ini weekend.
3 jam perjalanan akhirnya mereka sampai juga di rumah Kirana, sebelumnya Ken dan Anna sudah menghubungi Kirana bahwa mereka akan datang ke rumah Kirana di Bandung.Tentu saja dengan senang hati Kirana menyambut kedatangan keluarganya.
Dengan Berpelukan satu persatu keluarganya, begitu juga Nathan suaminya menyalami tangan Mami, bunda dan Ken.
"Pasti melelahkan ya Kakak ipar perjalanan dari Jakarta ke Bandung"ujar Kirana pada Anna dan membawa semua keluarganya masuk ke dalam rumah dan mempersilakannya untuk duduk menikmati hidangan yang sudah di sediakan sebelum keluarganya datang.
"Langsung di sediakan minuman dan makanan ya Kak"ucap Anna
"Heheheh iya Kak, masa jauh-jauh dari Jakarta ngak di jamu dengan baik, lagian ini baru pertama kali kakak ipar datang ke rumah ku bukan?"jawab Kirana membuat Anna tersenyum.
"Kak aku mau istirahat,kamar mana yang aku tempati?"tanya Kania
"Kamu istirahat saja di kamar Alis, kamar yang biasa kamu tempati untuk Abang dan juga kakak ipar"ucap Kirana
"Yaudah baiklah"ucap Kania berdiri dan menuju tangga untuk ke kamar keponakannya.
__ADS_1
"Nak Attha tadi mana?"tanya Bunda tidak melihat keponakan saat masuk tadi.
"Attha pasti bermain dengan Alis bun,mereka kalo udah bertemu seperti perangko dengan lem nya ngak bisa di pisahkan asik saja main berdua nanti"jawab Kirana.
"Mana papi mi? kenapa papi tidak ikut?"tanya Nathan
"Papi sibuk mengurus restaurant nak ngak bisa di tinggal"jawab Mami, Nathan mengangguk-angguk dengan ucapan mami.
"Mami, Bunda dan juga kakak ipar mau istirahat,sebentar lagi masuk waktu zuhur, ayo ke kamar Kirana antar, biar saja Abang dan juga mas Nathan mengobrol berdua"ucap Kirana setelah keluarganya menikmati hidangan yang telah di sediakannya.
"Iya boleh Kak"jawab Anna
Para kedua ibu itu berdiri mengikuti langkah anaknya.
"Mami sekamar sama Bunda aja ya mi, Kakak ipar sama Abang, soalnya di rumah ini kamarnya terbatas"ucap Kirana
"Iya sayang, tidak masalah, mami bisa ke kamar bersama besan, kamu antar saja kakak iparmu ke kamar yang akan di tempatinya"ujar Mami
"Ayo besan"ucap Mami memegang tangan bunda.Anna dan Kirana tersenyum melihat keakraban antara kedua ibunya itu.
***********
Setelah melaksanakan sholat Zuhur, semuanya berkumpul di ruang makan untuk makan siang.Anna melayani dan mengambil makanan untuk suami anaknya dan juga mami dan bunda, begitu juga dengan Kirana yang sekalian menyuapi putrinya.
"Sayang lihatlah Attha dia sudah makan sendiri, tidak di suapi lagi oleh ummanya, seharusnya Alis juga begitu nak"ujar Kirana sambil menyuapi putrinya makan siang.
"Tapi Attha lebih besal satu tahun dali Alis bunda"jawab Alis menerima suapan dari ibunya.
"Biar Oma saja yang menyuapi cucuku yang cantik ini"ujar Mami
"Tidak usah mami, biar Kirana saja ya menyuapinya, mami makan saja"jawab Kirana.
"Tidak usah sungkan-sungkan kakak ipar, bunda, makan yang kenyang"ujar Kirana
"Heheee iya Kak"jawab Anna.
Tidak ada obrolan lagi di meja makan, semuanya menikmati makan siang mereka, kecuali Kirana yang menyuapi putrinya dulu makan, karna Alis tidak akan makan jika tidak suapi oleh Bunda atau Ayahnya,berbeda dengan Abangnya Gavin yang lebih mandiri dan tidak banyak bicara apalagi cengeng seperti Alis.
__ADS_1
...****************...
Selalu author ingatkan buat like,comen,vote dan juga giftnya