My Love Bos

My Love Bos
Sabar


__ADS_3

Setelah Wardah dan Tio pulang, Ken masuk ke ruangan kerjanya,ada pekerjaan yang harus di selesaikannya, sedangkan Anna duduk di Sofa ruangan tengah menemani Attha yang sedang menonton film kartun, sambil berteleponan dengan Amel, masih membahas hubungan Wardah dan Tio yang tidak di sangka-sangka dan membuat gempar seisi kantor tentang kenyataan keduanya yang akan melangsungkan pernikahan tanpa menjalin hubungan spesial sebelumnya bahkan yang semua orang tau pun keduanya tidaklah ada kedekatan.


"Aku aja masih tidak percaya Ann, tadi aja aku kaget bukan main,melihat undangan yang mereka kasih, seisi kantor pun heboh membahas mereka"ucap Amel di seberang sana.


"Hehehehee,,,, aku dan mas Ken juga kaget, ngak ada angin, ngak ada hujan tiba-tiba saja keduanya memberitahu kita semua tentang pernikahan mereka, yang anehnya bukan jauh-jauh hari tapi mendadak saja seperti tadi"balas Anna


"Jodoh itu memang misteri ya Ann, Lihat Wawa dan Pak Tio membuat ku tidak yakin keduanya berjodoh, gimana tidak di kantor aja seperti kucing dan tikus,yang satu suka usil, satu lagi langsung emosi dan kesal" Opini Amel sambil terkekeh di telepon.


"Ada-ada saja perumpamaan kamu Mel...., jodoh emang susah ditebak, kadang udah lama menjalin hubungan tapi malah berakhir dengan yang lain, tapi ada yang tidak menjalin hubungan, hanya sekedar kenal saja eh malah berjodoh,"


Cukup lama Anna mengobrol di telepon bersama Amel, bahkan mereka juga sampai membahas tentang rencana keberangkatan ke Semarang ke kampung halaman Wardah, mengingat pernikahan Wardah yang tinggal 3 hari lagi, di akhir cerita mereka tutup dengan tertawa karna Anna yang sengaja menyindir dan meledek Amel, perihal tentang Jodoh.


Ken datang menghampiri sang istri dan putra angkatnya yang sudah tertidur di Sofa.Ken mengangkat tubuh Attha menuju kamarnya, sedangkan Anna yang sudah selesai menelepon sekitar beberapa menit yang lalu, kemudian mematikan tv dan menyusul suaminya ke kamar putranya.


"Sudah selesai kerjaannya mas"tanya Anna sambil menyelimuti tubuh Attha.


"Sudah sayang, ayo kita ke kamar"ucap Ken merangkul sang istri dan membawanya keluar dari kamar Attha menuju kamar mereka.


"Mas...hm.. mas..."ucap Anna terlihat ragu sambil duduk di tepi ranjang.


"Ada apa?"tanya Ken mengangkat kedua alisnya.


Beberapa detik Anna diam.

__ADS_1


"hmm Anna pengen makan bakso!"ucap Anna dengan manjanya


"Apa?? ini udah malam lho sayang, dimana ada orang yang jualan bakso malam-malam begini"ucap Ken terkejut,tidak habis pikir sang istri yang ingin makan bakso di jam 10 malam, yang benar saja.


"Ah tidak masalah, kalo mas ngak mau beliin ngak papa, berarti mas udah ngak sayang lagi sama Anna"ucap Anna merasuk, membelakangi Ken yang berdiri di dekat nakas.


Ken kembali dibuat terkejut dengan asumsi yang tidak masuk akal dari istrinya yang membuatnya tidak tau harus bicara apalagi, dia menghela nafasnya kasar, jujur dia bingung menghadapi sikap Anna yang aneh , entah ada apa dengan istrinya itu, akhir-akhir ini membuat kepalanya pusing dengan sikap dan tingkah lakunya yang seperti kekanak-kanakkan. Dan sekarang disaat sudah malam begini, istrinya itu minta makan bakso, tukang bakso mana yang masih buka di jam segini,pikir Ken.


Tidak mungkin Ken menyuruh Tio untuk membelikan bakso buat istrinya, ya walau asistennya itu tidak akan menolak perintah nya, tapi Ken masih punya perasaan,dia tidak mau mengganggu istirahat asisten pribadinya yang akan bersiap-siap, besok pagi berangkat ke Semarang untuk persiapan pernikahannya.


Dari pada istrinya mengambek, marahan dan mendiamkannya seperti sekarang, terpaksa Ken harus keluar mencari tukang bakso demi sang istri.


"Mau kemana??kalo terpaksa, ngak usah aja beliin, Anna bisa beli besok sendirian"ucap Anna bangkit saat melihat suaminya yang siap akan keluar.


"Kalo Anna mau sekarang, mas beliin sekarang"ucap Ken dengan memakai jaket kemudian mengambil handphonenya di atas nakas, lalu berjalan keluar dari kamar.


"Kalo ngak ada orang yang jualan baksonya gimana?"tanya Anna mensesejarkan langkahnya menuruni tangga dengan suaminya.


"Ya di carilah sampai ketemu"jawab Ken santai.


"Besok kan masih bisa, ngak harus sekarang juga, kasian mas cari tukang bakso malam-malam begini, Anna ngak tega"ucap Anna,seketika Ken menghentikan langkahnya menuruni tangga,memejamkan sejenak matanya dan menatap Anna sambil mengusahakan diri dengan tersenyum tipis,tak di pungkiri lama-lama dia kesal juga dengan sikap istrinya dengan mudahnya berubah.


"Tadi sangat ingin makan bakso, lalu apa yang membuat sampai berubah pikiran? kenapa sikap Anna akhir-akhir ini membingungkan"ucap Ken mengerutkan dahinya.

__ADS_1


"Tidak ada, namanya juga wanita kadang emang juga berubah pikiran, ah sudah lah hari juga udah malam, Ayo istirahat mas"ucap Anna santai seperti tidak ada masalah,padahal suaminya sudah menahan kesal gara-gara dirinya.


Ken yang kehabisan kata-kata hanya diam dan mengikuti sang istri balik ke kamar mereka, pasalnya tadi mereka masih berdiri di tangga.


Sebelum tidur Anna mengambil air wudhu dulu, agar di saat tertidur di lindungi dan di jaga oleh malaikat.Sedangkan Ken mengganti pakaiannya dengan celana pendek dan kaos tipis yang biasa di gunakanya saat tidur.


"Mas udah sholat Isya tadi?"ucap Anna saat melihat sang suami yang sudah berbaring di ranjang.


"Belum"


"Udah sana sholat dulu setelah itu baru tidur"ucap Anna naik ke atas ranjang.


"Tumben jawabnya singkat, apa mas Ken marah ya?"gumam Anna


Sambil menunggu suaminya selesai sholat, Anna berbaring dengan posisi menyamping dengan ekor mata terus menatap suaminya yang sedang melaksanakan sholat. Karna rasa kantuk yang menyerang, Anna tidak bisa lagi menahannya hingga akhirnya tertidur.


Selesai sholat Ken tersenyum kala memandang wajah sang istri yang begitu teduh dan damai saat tidur, walau sikap istrinya tadi begitu menguji kesabarannya,tapi karna rasa sayang yang begitu mendalam, mampu mengalahkan ego nya dan sabar dalam menghadapi sikap istrinya yang plin plan itu, menurut Ken wajar saja istrinya begitu karna usia jauh lebih muda dari Ken, dan tentunya akan cenderung bersikap labil.


Ken ikut berbaring di samping istrinya, kemudian membawa sang istri ke dalam pelukannya,Anna merasa sedikit terusik dalam tidurnya.


"Tidurlah sayang"Ken mencium puncak kepala Anna dengan penuh kasih sayang.


Keduanya pun tertidur saling berpelukan.

__ADS_1


_


Indah nian sepasang suami istri ini yang saling mengerti dan menyayangi satu sama lain untuk menjaga keutuhan rumah tangga mereka.Umur bukanlah penghalang untuk cinta bersatu dalam ikatan suci pernikahan.


__ADS_2