
Pukul 10 pagi
Ken mengantar Anna ke Bandara untuk berangkat menuju Semarang.Sebenarnya Anna ingin pergi dengan mobil saja soalnya dia juga tidak membawa Attha ikut dengannya, karna Ken melarangnya.
"Jika Attha di bawa Anna akan kesulitan nantinya, belum lagi membantu wardah, disisi lain juga menjaga dan mengawasi anak, lebih baik Attha tinggal aja dengan mas, nanti pas acara repsesinya mas dan Attha akan menyusul Anna ke sana"kata Ken
"Bukankah mas juga ke kantor, masa harus bawa Attha juga?, yang ada nanti mas yang repot bawa anak ke kantor"kata Anna
"Tenang aja mas bisa atasi, Attha juga ngak rewel, tapi jika Attha ngak mau nanti mas titip aja pada Bunda kalo ngak pada Mami "
Begitulah kira-kira ucapan Ken meyakinkan istrinya.
Di perjalanan
"Mas kita jemput Amel dulu di Kos nya ya"ucap Anna pada sang suami.
"Iya, dimana alamatnya"ucap Ken
"Di jalan xxxxx mas"ucap Anna
Mobil Ken melaju menuju alamat Kos Amel untuk menjemput teman istrinya itu.
_
Tibanya di Bandara, Ken menurunkan koper kecil Anna dan juga Amel.
"Makasih Pak tumpangannya"ucap Amel merasa canggung dan segan.
"Iya sama-sama, Ayo kesana"jawab Ken pada Amel, kemudian merangkul istrinya menuju Boarding launge untuk menunggu keberangkatan.
"Ayo Mel!" ucap Anna dan dianggukan oleh Amel untuk mengikuti di belakang.
derrrttt derrttt ponsel Ken berdering di saku celananya.Kemudian Ken berhenti dan mengangkat teleponnya dulu.
"Dari kantor ya mas? pergilah mungkin ada urusan penting, lagian bentar lagi Anna juga berangkat"ucap Anna memahami dari raut wajah suaminya yang tiba-tiba berubah.
"Tapi sayang....."ucap Ken terpotong saat Anna mengangguk mantap.
"Dari pada aku di sini malah membuat jiwa jomblo ku meronta-ronta, lebih baik duluan aja deh"batin Amel
"Aku duluan ya Ann"ucap Amel berjalan duluan, tidak mau melihat kemesraan Bos dan istrinya itu.
"Iya Mel, tunggu aja aku disana"jawab Anna.
Setelah Amel berlalu, Anna menyalami tangan suaminya dan Ken mengecup kening Anna dengan penuh cinta dan memeluknya sejenak.
"Yasudah hati-hati,jaga diri baik-baik, jangan lupa makan, nanti kalo udah tiba di sana jangan lupa kabari mas, oke!"ucap Ken.
"Iya... iya mas......,kayak mau pisah berbulan-bulan aja,padahal besok juga bertemu"Anna mengulum senyum.
__ADS_1
"Satu hari aja ngak bertemu, mas ngak sanggup apa lagi berbulan-bulan, jangan ah"Mereka berdua terkekeh pelan.
"Pergilah!!"ucap Mereka secara bersamaan.
"Heheheheeee, Anna pergi dulu ya mas! "Anna berbalik badan melangkah menjauhi suaminya sambil menarik kopernya.
Setelah memastikan Anna benar-benar masuk menuju Boarding launge, Ken pun juga memutuskan untuk pergi menuju kantornya.
_
1 jam berlalu
Pesawat yang ditumpangi Anna dan Amel mendarat di Semarang air port. Mereka berdua telah ditunggu oleh Tio.
"Wawa bilang Kak Tio udah menunggu kita Ann"ucap Amel pada Anna, mereka berjalan bersamaan melirik kesana kemari melihat keberadaan Tio.
"Hah! itu kak Tio Ann, Ayo ke sana"tunjuk Amel pada seseorang yang sudah menunggu kehadiran mereka, yang tampak juga sedang meliarkan matanya mencari kedua sahabat calon istrinya itu.
"Iya benar Mel"ucap Anna, Mereka berjalan menghampiri Tio.
"udah lama ya Kak, maaf ya buat kak Tio menunggu kami"ucap Anna merasa tidak enak.
"Aku juga baru sampai, saat Wawa menelepon ku tadi, aku langsung aja ke sini menjemput kalian"
"Aku pikir kamu tidak akan di bolehin Bos buat datang ke sini Ann, tumben-tumben bos baik ngizinin kamu pergi, mengingat jarak antara Jakarta dengan Semarang tidaklah dekat" Goda Tio .
"Sebenarnya sih ngak di bolehin Kak Tio...., entah sebanyak apa cara yang di lakukan Anna untuk membujuk dan meyakinkan Si Bos yang posesif itu, tadi aja masih ngak rela buat lepasin istri tercintanya untuk pergi"ejek Amel melebih-lebihkan sesuai dengan kenyataan yang ada.
"Udah ah kak Tio dan Amel sama aja, berlebihan, ngak gitu juga kali"
"Ayo! pasti Wawa udah nungguin kita dari tadi"ucap Anna berjalan duluan.
Tio dan Amel menahan tawa melihat Anna yang malu-malu karna mereka goda.
_
Malam harinya
Di kediaman Wardah telah di hadiri oleh banyaknya para wanita tetangga, sanak family, kerabat dekat maupun jauh, sebab malam ini adalah acara pemakaian Henna pada Wardah.Amel duduk di sebelah Wardah menemani sahabatnya.
Sedangkan Anna masih di dalam kamar tamu.Dia sedang melakukan video call dengan sang suami di seberang sana.
"Masih di kantor mas?"
"Iya sayang, mas sengaja lembur hari ini, Anna udah makan?"
"Udah, mas udah makan, Attha masih di rumah bunda??"
"Iya sayang, nanti mas jemput setelah pulang dari kantor, sekalian nanti kami makan di restoran papi aja, soalnya mas pengen makan udang saos bali sama cumi goreng asam, kelihatan enak bangat"ucap Ken pada Anna.
__ADS_1
"Tumben pengen makan olahan seafood "tanya Anna mengulum senyumnya sambil mengerutkan dahinya.
"Yaudah selesaikan aja kerjaan mas dulu, setelah itu makan olahan seafood yang mas inginkan, Anna mau bantu Wawa dulu di luar, nanti kita sambung lagi ya"
"Assalamualaikum mas, semangat"ucap Anna tersenyum manis, dan mampu membuat Ken klepek-klepek di seberang sana.
Setelah Anna video call dengan suaminya, barulah Anna keluar kamar menemui Wardah dan Amel.
Acara pemakaian Henna pada Wardah sudah berlangsung diiringi juga dengan musik-musik untuk menambah suasana ramai di rumah Wardah.
"Heii Ann, disini"panggil Amel melambaikan tangannya pada Anna.
"Dari tadi di tungguin lama bangat, gimana udah selesai video call sama suaminya"ledek Amel
"Hehehehe....."ucap Anna cengengesan malu.
"Biarin aja kali Mel, ngak boleh iri gitu dong, Si Bos aja mungkin udah pusing di sana karna jauh dari istri tercintanya,bingung dia mau lakukan apa?"Cerocos Wardah sambil menahan senyum saat melihat ekspresi cemberut Anna.
"Perasaan dari tadi aku di ledek dan digoda mulu, ngak Amel, kak Tio dan Wawa, kalian sama aja bertiga"
"Emang kenyataannya begitu Wawa, si Bos baru pertama kali nikah ehh dapatnya daun muda seperti Anna, ya begitulah posesif dan protektif" Tambah Amel makin menggoda Anna.
"Kalo kamu goda aku lagi, aku pergi nih"ancam Anna dengan sebalnya.
"Ihh jangan gitu dong, sensian amat sih,sini duduk sebelah Wawa "Amel menarik tangan Anna untuk duduk di sebelah Wardah.
"Kamu sih Mel, suka bangat goda Anna,nanti di bilangan Pak Bos lho baru tau rasa"Kata Wardah menahan senyumnya melihat Anna mengerlingkan matanya kesal.
"Dari tadi Anna aja yang di goda sekarang giliran Wawa yang kita goda Ann"usul Amel yang dianggukan cepat oleh Anna.
"Mbak jangan lupa di lukiskan nama calon suaminya juga sebagai bentuk Kesejatian cinta mereka"ucap Anna pada henna artist.
"Hahahahha,,, benar juga Ann, Tio Palentino, mbak"ucap Amel menperjelas.Sebelum Wardah protes.
"Baik Nona"
"Tidak tidak, kenapa dibuat nama Pak Tio di tanganku, aku tidak mau,aku ingin di henna saja"
"hutsss ngak ada salahnya, malahan akan terlihat lebih cantik nanti, benar begitu kan mbak"ucap Amel meyakinkan pada Henna artist.
"Aku yakin pasti Kak Tio akan senang nanti jika melihat ini"ucap Anna tersenyum senang.
"Tentu saja, mungkin kak Tio tidak akan henti-henti memuji Wawa dan menggodanya"ucap Amel mendapat tatapan datar dari Wardah.
"Jangan gitu dong tatapannya, kalo mau jadi pengantin baru itu wajahnya harus full senyum dan berseri-seri,besok itu hari yang paling bersejarah lho bagi kamu"
"Dimana kamu meninggalkan aku memegang gelar jomblo ngenes ini dan mengikuti jejak Anna"ucap Amel mengsedih.
Sekarang giliran Wardah dan Anna tertawa melihat Amel meratapi nasib dirinya.
__ADS_1
...****************...