My Love Bos

My Love Bos
IRVIN


__ADS_3

Pagi ini


Irvin sudah datang berkunjung ke rumah sakit, tujuannya cuma satu hanya melihat anaknya.Pakaian nya sama seperti kemarin, agar orang tak mengenali dirinya.


Tapi Ivan juga ikut dengannya,tak ingin moodnya berubah pagi ini ,dia membiarkan sang adik ikut dengannya ke rumah sakit.


"Arhhh,aku tidak sabar ingin melihat keponakanku"ucap Ivan berjalan mengikuti Irvin di koridor rumah sakit yang masih terlihat sepi.


sampainya di ruangan NICU, Arya menyambut kedatangan Irvin.


"Pagi Bos"ucap Arya menunduk hormat, kemudian beralih menatap Ivan di belakang Bosnya.


"Awasi bocah ini jangan sampai dia berbuat ulah di sini"ucap Irvin.


Ivan berdecak kesal, dia tidak suka Kakaknya memanggilnya bocah padahal dirinya sudah pantas untuk menikah.


"Baik Bos"ucap Arya.


"Bagaimana dengan anakku,apakah perawat itu mengurusnya dengan baik"tanya Irvin.


"Tuan muda kecil di urus dengan baik Bos,tapi kemarin malam dia menangis, mungkin dia butuh pelukan ibunya Bos"ucap Arya Hati-hati


Irvin melayangkan tatapan elang pada Arya.


"Memangnya Kak Nadin kemana?"tanya Irvin


Kemudian Irvin menoleh ke belakang, menatap tajam kearah Ivan.


Setelah itu Irvin masuk ruangan NICU untuk melihat anaknya, ternyata perawat sedang memberikan anaknya susu formula pengganti ASI yang tidak di dapatkan oleh bayi baru lahir itu dari ibunya yang di nyatakan Koma.


"Pa pagi Tuan"ucap perawat gugup berdiri menunduk ke arah Irvin.


"Hemm,lanjutkan saja tugas kau, berikan anak ku susu dengan benar"Titah Irvin


"Ba baik Tuan"ucap perawat itu kembali ke posisi semula menggendong bayi kecil dengan tangan masih memegang tabung DOT kecil yang masih di hisab oleh bayi kecil itu.


Irvin terus saja menatap anaknya,yang tampak kesulitan menyusu menggunakan tabung DOT.


"Kenapa anakku tampak kesulitan mengisap DOT nya"tanya Irvin


"Karna belum terbiasa Tuan, apalagi umurnya masih belum cukup untuk menyusu dengan DOT, seharusnya dan lebih baik bayi yang baru lahir di beri ASI langsung dari sang ibu"jelas perawat.


Kali ini Irvin terdiam, dia membenarkan ucapan si perawat, bagaimana pun dia membantah anaknya sangat butuh ibunya.


Ivan masuk dan membuyarkan lamunannya.


"Ini ponakanku"tanyanya berbinar pada perawat yang sedang meletakkan hati-hati bayi itu ke dalam inkubator bayi.


"Kenapa kau masuk?"tanya Irvin dengan tatapan tidak suka.

__ADS_1


"Tenang lah Bang, kau sensian sekali, aku hanya melihat keponakanku saja"ucap Ivan dengan santai.


"Kau ingin Arya menyeretmu keluar dari ruangan ini"ucap Irvin menggertak kan giginya.


Ivan menarik sudut bibirnya.


"Benarkah dia keponakan ku"tanyanya kembali sambil menatap inkubator bayi itu.


Dengan takut perawat itu mengangguk cepat.


"Aku tak mengira akhirnya punya keponakan juga"


"Dia mirip denganmu Bang, tapi lebih tampanan dia"celetuk Ivan.


Irvin menyunggingka senyum tipisnya.


"Perpaduan yang sangat sempurna"gumam Ivan yang masih terdengar oleh Irvin.


"Apa maksud kau?"ucap Irvin sinis


"Kau pasti sudah paham lah Bang, Karna Kau dan Kak Nadin hadirlah bayi kecil ini ke dunia"jawab Ivan tanpa beban.


"Kau terlalu banyak bicara, sekarang keluar lah dari sini"


"Sebelum aku bertindak dan kau akan menyesal"ucap Irvin.


"Hahahaha,baiklah Bang"


Setelah Ivan keluar Irvin kembali mengontrol emosinya.


"Hari ini aku akan membawa anakku pulang, kau persiapkan semuanya"titah Irvin


"Dan Kau ikut untuk mengurus anakku"ujar Irvin, Kemudian dia juga keluar dari ruangan NICU.


Saat Irvin keluar, ternyata Tante Nadin sudah berdiri di ruangan NICU dengan terus memelas dan berdebat dengan Arya agar diizinkan untuk melihat cucunya.


"Bos"ucap Arya dengan wajah meminta bantuan pada Irvin,dia pusing menghadapi wanita paruh baya di depannya ini.


"Kau!!! kau Bos nya yang melarang ku untuk bertemu dengan cucu ku, apa hak mu hah!karna kau Ayah dari cucuku, Ayah macam apa kau, saat anakmu lahir kau baru datang untuk melihatnya, selama ponakanku mengandung anakmu,kau kemana hah??" ucap Tante dengan berani penuh amarah menantang Irvin.


"Apa yang di lakukan wanita paruh baya ini,bisa habis dia di tangan Bos"Batin Arya dengan raut wajah cemas bercampur khawatir.


Arya langsung bergerak untuk melindungi Bosnya dari amukan Tante Nadin.


Namun Irvin mengangkat tangannya, tanda berhenti.


"Siapa sebenarnya dirimu hah, kau sengaja menutupi wajahmu dengan masker,supaya orang tidak mengenali mu, jadi kau bisa seenaknya berbuat apapun yang kau inginkan tanpa di kenali oleh orang"


Irvin tetap diam dengan tatapan datar dan tajam.

__ADS_1


"Sebesar apa kuasamu di sini saya tidak akan takut"


"Minggir,saya ingin masuk melihat cucu saya"bentak Tante


Irvin menggeser tubuhnya dan memberi jalan untuk Tante, Tapi Arya menghalangi tante di depan pintu masuk ruangan.


"Arya" kode Irvin


"Baik Bos"ucap Arya mengangguk patuh


Sebelum Tante masuk dia menatap tidak suka pada Arya.


*************


Irvin melangkah menuju ruangan dokter yang menangani Nadin.Saat masuk dia membuka maskernya.


"Masuk Tuan"ucap Dokter mempersilakan Irvin masuk.


"Silahkan duduk Tuan"


"Ada apa Tuan?, ada yang bisa saya bantu"ucap Dokter ramah.


"Berapa lama Nadin sadar dari komanya setelah melahirkan dengan ceasar kemarin?"ucap Irvin to the point.


"Tidak dapat di perkirakan Tuan, hal ini biasa jarang di alami oleh ibu yang melahirkan walaupun itu dengan ceasar, tapi Nona Nadin mengalami nya, Nona Nadin akan cepat siuman jika dia berada dekat dengan anaknya,karna ikatan batin antara seorang ibu dan anak itu sangat kuat Tuan, itu bisa mempercepat mbak Nadin sadar dari komanya"jelas sang dokter.


Dengan cepat Irvin membantah.


"Saya tidak akan membiarkan anak saya berada di rumah sakit ini seperti yang anda ucapkan tadi"ucap Irvin menolak.


Setelah penjelasan dokter mengenai Nadin,Irvin keluar dari ruangan dokter itu.


Entah apa yang di pikirkan pria itu, dia menemui dokter hanya untuk membicarakan kesembuhan Nadin, padahal dia sama sekali membenci Nadin,kenapa sekarang dia seperti peduli pada Nadin, apa Karna Nadin sekarang adalah ibu dari anaknya.


Apa pun yang dia pikirkan dan rasakan hanya dia yang tau.


Kini Irvin berjalan menuju ruangan Nadin,dia menatap Nadin dari kaca luar ruangan yang terbaring tidak berdaya dengan tangan yang diinfus.


"Maaf"ucapnya lirih


"Kau seperti ini Karna ku"


antara sadar atau tidak sadar dia mengucapkan kata-kata itu.


Tidak ada sejarahnya, Irvin menyalahkan dirinya sendiri.


Apa yang terjadi pada pria itu, seperti bukan dirinya.


Mungkin jika ada orang lain yang mendengar kata-kata yang barusan keluar dari bibirnya, orang itu akan terkejut tidak percaya, Bagaimana bisa seorang Irvin yang terkenal kejamnya bisa mengatakan kata-kata tersebut, yang sangat mustahil di ucapkannya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2