
Setelah tertangkap nya Dani dari penggelapan uang di perusahaan Ken, masalah perusahaan sudah bisa di katakan selesai walau masih dalam pencarian pelaku utamanya, dan sekarang Ken sibuk untuk mengelola dan mengendalikan perusahaannya agar sistem kantor kembali seperti semula.
Papi pun juga ikut andil membantu bangkit nya perusahaan putranya mulai dari bantuan penanaman saham besar agar perusahaan tetap berdiri utuh dan tidak mudah mengalami kebangkrutan, kemudian meyakinkan klien dan para media pers untuk tetap bergabung dan bekerja sama di perusahaan Ken.
Setiap harinya karyawan yang memiliki jabatan penting di perusahaan terpaksa harus lembur agar perusahaan pers kembali berjalan lancar dan maju,termasuk sekretaris, pimpinan redaksi dan anggota-anggotanya, manager,kepala bagian lainnya.
Kesibukan Ken terhadap perusahaan membuatnya melupakan janjinya pada sang istri yang seharusnya mereka hari ini ke dokter untuk mencek kesehatan dan kesuburan.
sudah berjam-jam Anna menunggu suaminya di rumah mertuanya, tapi sang suami tidak ada tanda-tanda akan pulang bahkan tadi guru TK Attha menelepon bahwa Attha belum ada menjemputnya pulang sekolah. Kirana menawarkan untuk menjemput Attha ke sekolah dan sekalian mengajak Anna untuk jalan-jalan ke mall, tapi dengan halus Anna menolaknya takut nanti suaminya pulang untuk menjemput pergi ke dokter.
Terpaksa Anna sendiri menjemput putranya kesekolah dengan taksi dan menunggu suaminya di rumah.
_
Jam kantor telah usai,tapi Ken masih tetap stay di ruangannya.Dia hanya akan beranjak dari duduknya saat sholat saja,sedangkan untuk makan siang pun hanya Tio yang membelikan setelah itu kembali fokus pada pekerjaannya.
Setelah melaksanakan sholat magrib di ruangannya Ken baru ingat hari ini ada janji dengan istrinya untuk ke dokter.
"Astagfirullah aku lupa hari ini harus kedokter bersama Anna, pasti Anna marah"ucap Ken langsung mencek ponselnya yang dinonaktifkan dari tadi. Tapi tidak ada satupun panggilan tak terjawab dari Anna,hanya ada satu pesan masuk.
"Apa kita tidak jadi pergi hari ini mas?"Anna
"aku benar-benar lupa,kasian Anna sudah menunggu dari tadi"gumam Ken
Setelah itu dia segera bersiap-siap keluar ruangannya.
"Mau pulang Bos?"tanya Tio memasuki ruangan Ken.
"Iya Tio, tolong selesaikan pekerjaan saya tinggal sedikit lagi"ucap Ken berjalan keluar ruangannya.
"Siap Bos"
Ken langsung pulang menuju rumahnya,tapi sebelum itu dia berhenti dulu untuk membelikan martabak kesukaan Anna,untuk membujuk Anna agar tidak ngambek.
Di kantor
Setelah Ken pulang, Tio meminta Wardah untuk membantu menyelesaikan pekerjaan yang ditinggalkan oleh Bos nya.
"Kenapa tidak Pak Tio yang mengerjakannya,saya juga punya pekerjaan pak"ucap Wardah masuk keruangan Ken yang ditempati Tio saat ini.
__ADS_1
"Saya butuh bantuan Nona,kita bisa bekerja sama Nona dalam ruangan Bos ini"ucap Tio
"Ck.... di dalam ruangan ini berdua saja, tidak mungkin lah pak, nanti apa kata orang-orang saya tidak mau, lebih baik pak Tio saja yang mengerjakannya sendiri,permisi saya kembali ke ruangan saya"ucap Wardah berbalik badan.
"Ayolah Nona, kita hanya bekerja tidak ada melakukan apapun di sini, setelah pekerjaan ini selesai, nona tenang saja nanti saya traktir makan malam"bujuk Tio memelas di depan Wardah
"Kalo saya tidak mau bagaimana, apakah anda tetap memaksa saya"
"Iya sampai anda mau"ucap Tio
"Kenapa anda tetap memaksa saya Pak,dan kenapa anda Selalu berbicara dan mengajak saya makan, padahal kita tidak dekat dan hanya sebatas karyawan kantor.Sebenarnya apa yang anda inginkan dari saya. Jujur saja saya merasa risih dan terganggu dengan anda Pak Tio yang terhormat"jelas Wardah sedikit kesal pada sikap Tio yang menurutnya orang yang pemaksa dan sok akrab dengannya.
Tio hanya tersenyum simpul mendengar ucapan Wardah barusan,membuat Wardah kesal adalah hobinya karna semakin wardah kesal maka dia akan semakin cantik dan cute dimata Tio.
_
Saat Ken masuk ke dalam rumahnya ternyata Anna telah menunggunya di ruang tamu,Anna menghampiri sang suami dengan wajah datar tanpa bicara,sebenarnya Anda tidak ingin bersikap seperti itu pada suaminya, karna Anna tau suaminya itu sibuk bekerja mengurus perusahaannya yang hampir bangkrut kemarin dilihat,sampai pulang malam dengan wajahnya lelah dan capek.
Tapi mau gimana lagi Anna sudah terlanjur sakit hati sama suaminya itu setidaknya kalo Ken terlalu sibuk tidak bisa pergi maka seharusnya dia menelepon Anna untuk memberi tahunya, tanpa membuat Anna menunggunya.
"Sayang ini martabak kesukaan Anna mas bawain"ucap Ken menyodorkan kresek berisi satu kotak martabak.
"Anna marah sama mas sayang, mas minta maaf ya, mas benar-benar lupa tadi"ucap Ken saat melihat Anna masuk ke dalam kamar.
"Tidak, heemmm,,,, lebih baik mandi dulu mas, setelah itu makan"ucap Anna
"Baiklah, setelah itu kita bicara ya sayang, mas ngak mau di diamin Anna"ucap Ken, Anna hanya mengangguk sambil membelakangi Ken dan memilih menyiapkan baju untuk suaminya itu.
Setelah membersihkan tubuhnya dan terlihat kembali Fresh Ken turun ke bawah bergabung dengan istri dan anaknya untuk makan malam.
"Ini martabaknya mas"ucap Anna menghidangkan martabak yang telah di belikan suaminya tadi, di meja ruang keluarga.
"kamu aja yang makan sayang, mas ngak suka makan yang manis-manis"ucap Ken
"Cukup kamu saja manis yang mas makan"bisik Ken di telinga Anna.
"emang dasar mesum"ucap Anna dengan mata melotot dan kesal, kemudian sedikit menjauh dari suaminya dan mendekati putranya.
Disisi lain
__ADS_1
Jam 9 malam Amel baru menyelesaikan pekerjaan kantornya, dia kemudian menuju lantai 7 untuk melihat Wardah dan sekalian mereka pulang bersama.
Namun saat membuka ruangan Wardah, tapi Amel tidak menemukan Wardah di dalam ruangannya, Tapi terdengar ada orang yang berbincang di dalam ruangan Bosnya padahal Amel tau Bos Ken sudah pulang selesai sholat magrib tadi.
"Ck ck ck masih di kantor trus kerja lembur sempat-sempatnya pacaran apalagi di ruangan Bos Ken, kalo Bos tau maka...... "ucap Amel menggantungkan ucapannya dengan badan sedikit di condongkan didepan pintu kaca di ruangan Bosnya sambil geleng-geleng kepala dan terkekeh pelan.
Wardah dan Tio terkejut dan langsung melihat ke arah sumber suara,apalagi sekarang mereka duduk bersebelahan tapi masih berjarak.
"Lagi PDKT apa pacaran sih nempel banget, hati-hati lho ada setannya, apalagi berduaan saja di dalam ruangan"ucap Amel melangkah masuk. Keduanya gugup seperti orang yang terciduk, dengan cepat keduanya bergeser menjauh dari sofa yang diduduki.
"Jangan salah paham Mel, tidak ada PDKT maupun pacaran, ini hanya soal pekerjaan"ucap Wardah cepat dan salting.
"Hemmm,,,, masa sih?, kalo emang begitu trus gimana pekerjaan udah selesai apa belum?"selidik Amel.
"Ehhh ini udah, udah selesai kok,tinggal aku rapikan semua berkas dan dokumen ini lagi? ucap Wardah berdiri diikuti oleh Tio juga.
Amel menahan tawa melihat ekspresi Tio dan Wardah yang salting dan gugup karna dirinya.
"Ngak usah gitu juga kali ekspresi Kamu Wawa, Pak Tio juga, tenang aja aku ngak bakal lapor Bos Kok"ucap Wardah dengan tawa tertahan.
Wardah merapikan dan meletakkan di tempat semula berkas, dokumen dan Laptop di ruangnya Bosnya,sedangkan Tip hanya berdiri seperti orang kebingungan.
"Ayo mel kita pulang, aku udah selesai"ucap Wardah
"Nona kita ngak jadi makan malam"ucap Tio
"Tidak, lain kali saja saya pulang duluan"ucap Wardah
"Etsss rezeki ngak boleh di tolak, Wawa jadi makan malam kok Pak Tio, tapi kalian tidak boleh berdua saja, bawa saya juga sebagai orang ketiga"ucap Amel menghentikan langkah Wardah yang menarik pintu kaca ruangan Ken.
Wardah berbalik badan dan sekilas menatap Tio dengan wajah masam dan pasrah.
"Ayo Wawa, Ayo Pak, aku sudah lapar nih"ucap Amel melangkah duluan keluarga.
Tio dan Wardah saling menatap dan menganggukkan kepalanya, kemudian mengikuti langkah Amel dari belakang.
...****************...
Jangan lupa like, komentar,vote dan gift nya ya readers ππ
__ADS_1