
Di Kantor
"Selamat pagi Nona"ucap Tio,sudah menjadi rutinitasnya selama 2 bulan belakangan ini,setiap pagi harus mengapel ke ruangan Wardah.
"Pagi"jawab Wardah selalu singkat dan tetap sibuk mengetik monitor di depannya.
"Sibuk banget Nona"ucap Tio
"Iya sangat sibuk, lebih baik pak Tio jangan mengganggu saya"ucap Wardah jutek.
"Kalo jutek gini tambah cantik deh"ucap Tio mendapat tatapan tajam dari Wardah.
"Iya iya Ngak ganggu yaudah lanjutin aja kerjanya, semangat!!"ucap Tio sambil mengulum senyum dan kembali menutup pintu ruangan Wardah.
"Susah amat buat nakluki wanita seperti dia, tapi aku akan tetap usaha terus buat dapatin hatinya, meski akhirnya di tolak ,berjuang terus..... berjuang demi cinta"gumam Tio menyemangatkan dirinya sendiri.
"Pagi-pagi sudah cinta-cintaan, Ayo masuk ke ruangan saya"ucap Ken berlalu begitu saja.
Tio menepuk jidatnya pelan merasa malu dengan Bos nya.
"Ba baik bos"
_
Jam istirahat
"Nanti usai jam kantor, kamu temani aku ke ruang Pak Ken ya"
"Kamu jadi ambil cuti Wawa? trus aku ditinggal dong, yah sendirian lagi"ucap Amel cemberut
"Berapa hari sih??"
"Cuma seminggu kok Mel, kamu tau sendirikan sejak aku datang kesini 2 hari sebelum Anna menikah sampe sekarang aku belum lagi pulang kampung ke Semarang, kasian Ayahku sendirian di sana"ucap Wardah
"Iya yah dari awal tahun saat Anna nikah sampe sekarang akhir tahun kamu di sini, padahal kan dulu niatnya cuma menghadiri pernikahan Anna selama seminggu eh taunya bekerja menggantikan Anna di perusahaan suaminya"ucap Amel diiringi kekehan.
"Itu kamu tau Mel, jalan hidup mana ada yang tau, apa yang kadang kita rencanakan tidak sesuai dengan takdir Allah, tapi aku bahagia kok bisa bekerja di sini trus dapat teman baik seperti kamu dan Anna"ucap Wardah
"Hehehehh,,,, benar juga ngak ada yang tau bagaimana kedepan, mungkin aja kamu dapat jodoh disini lalu menetap di Jakarta"
"Ihhhh kamu apa-apaan sih Mel malah bahas tentang jodoh,belum kepikiran kesana, udah ah lanjutin aja tuh makannya 10 menit lagi jam istirahat berakhir"ucap Wardah
_
"Masih belum ada tanda hamil?"tanya Bunda Anna hanya menggeleng lemah sebagai jawabannya.
"Apa ada yang salah antara Anna dan nak Ken?"
"Tidak bun, Anna sudah periksa kalo Anna baik-baik saja dan subur, Mas Ken juga sama,tapi sampe sekarang Anna belum juga hamil-hamil"ucap Anna
"Alhamdulillah kalo tidak ada masalah antara kalian berdua, kehadiran seorang anak itu adalah rezeki, bersabar saja nak, terus ikhtiar dan juga berdo'a,lagian umur pernikahan Anna dan nak Ken masih seumur jagung, Mungkin Allah ingin Anna mengurus Attha dulu"ucap nasehat Bunda.
"Iya Bunda, insha Allah Anna dan mas Ken tetap sabar menunggu, yang bunda katakan memang benar bun"jawab Anna tenang.
"Ohh iya Bun, kenapa Zidhan memutuskan untuk bekerja di cafe, apa dia tidak ingin melanjutkan kuliah dulu"
"Katanya dia ingin nganggur dulu setahun buat bekerja dan ngumpulin uang untuk kuliah, di tidak ingin terlalu membebani kakak dan kakak iparnya, bunda setuju dengan keputusannya yang ingin mandiri "jawab Bunda
__ADS_1
"Masya Allah adikku, kalo memang itu keputusannya Anna akan dukung, dia sudah dewasa bisa memutuskan sesuatu yang baik untuk dirinya dan kehidupannya"ucap Anna.
"Iya Alhamdulillah sekarang pemikirannya sudah matang"
"Ini udah jam berapa nak?,Apa Attha sudah pulang sekolah jam segini?"
"Astagfirullah Anna lupa ini udah waktunya Attha pulang, Anna mau jemput Attha dulu bun"ucap Anna hendak berdiri.
"Sekalian aja Zidhan yang jemput katanya dia mau ke rumah mu"ucap Bunda
"Syukurlah yaudah Anna telepon Zidhan dulu buat jemput Attha ke sekolahnya"ucap Anna berdiri dan berjalan menaiki tangga menuju kamarnya untuk mengambil handphone miliknya.
_
Di kantor
Setelah usai jam kantor tadi Wardah memberani diri dan ditemani Amel untuk meminta izin cuti kepada Bos Ken.
Ternyata tidak sesulit yang Wardah bayangkan walau Bos nya yang terlihat tegas dan dingin berhadapan pada semua orang tapi tetap memberikan Wardah izin cuti selama 1 minggu dengan catatan semua berkas dan dokumen yang diperlukan perusahaan harus selesai sebelum Wardah berangkat besok dan satu lagi tidak ada tambahan cuti.
Karna Wardah sudah memikirkan untuk cuti, jauh-jauh hari semua berkas, dokumen,dan file perusahaan sudah di kerjakannya jadi tidak ada yang menumpuk.
Hanya saja dia harus tetap lembur untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai, tidak banyak hanya tinggal beberapa saja dan itu harus ada di atas meja Bosnya sebelum dia berangkat besok.
Tio lah yang tetap setia menemani Wardah lembur sampai malam, walau Wardah sudah menolaknya tapi Tio tetap saja kekeh tidak membiarkan Wardah sendirian, sebenarnya Amel yang akan menemani Wardah tapi Tio sudah menyuruhnya pulang dan beristirahat, dengan mengatakan dia yang akan menemani dan menjaga Wardah sekaligus.
_
Malam harinya
Setelah makan malam semuanya berkumpul di ruang keluarga,kecuali Anna yang membereskan sisa makan malam mereka.
Bunda duduk bersama Ken di ruang keluarga sedangkan Zidhan dan Attha bermain di ruang tengah.
"Zidhan tidak melanjutkan kuliahnya Bun"tanya Ken
"Tidak nak dia menganggur dulu setahun dan sekarang bekerja untuk biaya kuliah"jawab Bunda
"Kalo Zidhan ingin bekerja tidak masalah tapi kuliah sambil bekerja, nanti Ken akan bantu untuk masalah biaya"ucap Ken
"Terimakasih nak, tapi itu sendiri sudah keputusan Zidhan nak, lagian Zidhan tidak ingin merepotkan nak Ken dan juga mbaknya soal biaya"jawab Bunda
Anna datang membawa teh hangat untuk bunda dan suaminya.
"Minum teh hangatnya bun, mas"ucap Anna duduk disebelah suaminya.
"Iya nak"
"Lagi bicara apa mas dengan bunda asik banget"ucap Anna
"Bicara tentang Zidhan belum melanjutkan kuliahnya tapi malah bekerja"ucap Ken
"Ohhh....tadi Anna juga bahas itu juga dengan dia dan bunda, sudah menjadi keputusannya, kita juga tidak bisa memaksa"ucap Anna
"Hahahahahh,,,,,, ampun Om, jangan...... hahahahah..... geli......om "Tawa Attha pecah cekikikan karna ulah Zidhan.
"Jangan digelitiki Atthanya Ji nanti dia tidur ngompol di celana"tegur Anna
__ADS_1
"Ya Allah Ji ngak ada kerjaan lain apa, sakit perut keponakanmu di gelitiki begitu"omel Bunda
"Iya iya maaf bun, habisnya Attha iseng banget gangguin Ji lagi main"ucap Zidhan
"Sini nak sama nenek, bukannya keponakanya yang di bawa main malah asik main game sendirian, ya wajar lah di ganggu in"ucap Bunda berdiri berjalan tempat Attha dan Zidhan duduk.
_
Setelah semuanya terlelap, Zidhan dan Attha tidur di kamar Attha sedangkan bunda tidur di kamar yang berada di lantai atas paling ujung.
Anna dan Ken juga berada di kamar mereka kebiasaannya setiap malam mereka saling berbagi cerita dulu sebelum tidur.
"Wardah izin cuti selama seminggu"ucap Ken
"Apa??Wawa cuti seminggu, alasannya apa mas?? mendadak sekali , dia belum bilang apa-apa pada Anna"ucap Anna
"Katanya sih mau pulang kampung, mungkin aja dia bilang pada Anna sebelum berangkat"ucap Ken
"Mungkin aja sih mas, tapi apa ada masalah ya di kampungnya??"Anna mengerutkan dahinya seperti berpikir.
"Entahlah sayang, bisa jadi dia merindukan keluarganya disana"jawab Ken mencoba memberikan jawaban.
"Iya juga ya mas, pasti Wawa sangat merindukan Ayahnya yang tinggal sendirian di sana"ucap Anna
"Keluarganya yang lain mana?"
"Wawa anak tunggal, ibunya sudah meninggal,hanya tinggal Ayahnya yang bekerja sebagai kepala daerah di tempat tinggalnya"ucap Anna, Ken hanya manggut-manggut mendengar ucap istrinya.
"Ohh iya mas apa Kak Tio sudah punya pacar atau kekasih?"tanya Anna
"Tidak tau, emangnya kenapa tanya-tanya tentang Tio ,mau punya pacar atau tidak, ngak ada masalahnya dengan mas kecuali jika Anna menyukainya"ucap Ken datar dan serius.
"Hehehheee,,,,, ngak usah kesal gitu dong mas, ngak mungkinlah Anna suka sama Kak Tio padahal udah jelas-jelas Anna milik mas,cinta sama mas"ucap Anna dengan mengedipkan sebelah matanya pada Ken.
"Udah nakal ya sekarang"ucap Ken dengan wajah menyeringai dan mendekat kearah Anna namun dada Ken malah di tahan oleh Anna.
"Maksud Anna kalo Kak Tio masih jomblo kan bisa sama Wawa, menurut Anna mereka cocok, Kak Tio juga baik,tampan ,pekerja keras,pengertian,ramah insya Allah bisa deh jadi suami idaman Wawa"ucap Anna
Ken menyipitkan matanya menatap tidak suka pada Anna.
"Beraninya puji lelaki lain di depan suami sendiri ,kalo Tio seperti yang disebut lalu mas apa?"
"Huffttt.....masa gara-gara itu cemburu, bagi Anna mas lebih istimewa dan sempurna dari pada Kak Tio,kalo ngak mana mau Anna sama mas, heheheheh"ucap Anna diakhiri cengengesan
"Dasar kamu selalu bisa buat aku luluh dengan kata-kata manis yang keluar dari bibir manis ini"ucap Ken mengecup bibir Anna.
"Ihhh mas....."
"Cocok sih cocok tapi entah lah menurut Allah, jika mereka berjodoh pasti juga bakalan bersatu"jawab Ken
Anna mengangguk senang ternyata suaminya mengerti apa yang di maksudnya tadi walau sempat cemburu karena Anna memuji Tio,asisten pribadi suaminya itu.
...****************...
Jangan lupa like, coment, vote dan kasih hadiahnya supaya rate author naik
Thank's readers
__ADS_1