My Love Bos

My Love Bos
Lamaran dadakan


__ADS_3

Sekarang semua orang berkumpul di Ruang tamu di rumah Anna yang tidak terlalu luas dan juga tidak terlalu sempit, Anna merasa tegang dan gugup saat ini. Keluarga Ken datang dengan membawa banyak seserahan dan bingkisan. Anna merasa masih tidak percaya ini bakalan terjadi dalam waktu yang sangat singkat.


Namun berbeda dengan bunda yang memancarkan sorot mata bahagia melihat ini semua, bunda tidak menyangka Anaknya di lamar oleh seorang dari kalangan atas yang notabe nya Bos Anaknya sendiri.Anna yang baru dekat dengan bos nya kemarin, 2 hari yang lalu Anna diajak makan malam ke rumah Bos nya, sekarang sudah ingin melanjutkan hubungan serius,walau sebenarnya ini hanyalah kesalahpahaman yang terjadi.


Namun yang anehnya dari tadi Ken selalu memandang Zidhan,dan bertanya-tanya dalam hatinya siapa Pria ini ,bukankah pria ini yang dilihatnya ditaman kemarin bersam Anna dan juga anak kecl. Ken belum dapat informasi dari orang suruhannya tentang kehidupan Anna, yang hanya dia tau Anna belum menikah.


"Umma.... umma"teriak Attha berlari keluar dari kamar Zidhan mencari keberadaan Anna. Sontak semua orang yang ada di kamar tamu terkejut mendengar suara anak kecil yang memanggil ibunya itu, keluarga Ken langsung menatap ke arah Ken yang sama juga terlihat bingung, dari kemarin Ken terus memikirkan apa yang akan terjadi jika Anna telah memiliki seorang anak, apakah orangtuanya akan tetap melanjutkan lamarannya atau malah menghentikan lamaran ini.


"Anna"ucap Bunda memberi kode pada Anna


"biar aku saja"ucap Amel langsung berdiri.


Zidhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia teledor meninggal Attha tidur sendirian di kamarnya.mau bagaimana lagi dia juga ingin menyaksikan acara lamaran Kakak tercintanya.


"Anak siapa itu"ucap Mami


"Maaf bu, itu anak angkatnya Anna"ucap Bunda jujur agar keluarga calonnya itu tidak salah paham terhadap Anna


semuanya terlihat lega mendengar ucapan Bunda, awalnya mereka terlihat tegang dan sempat berpikir-pikir yang tidak-tidak pada Anna.Begitu juga dengan Ken senyum tipis terbit dari bibirnya, ternyata memang benar Anna belum menikah, jadi anak yang dirawat dan dijaganya seperti anaknya sendiri hanya anak angkat,dan mungkin pria ini adalah adiknya Anna, pikir Ken.


"Baiklah bu maksud kedatangan kami sekeluarga ingin melamar putri ibu dengan anak kami yaitu Kendrik,bagaimana bu? "ucap Papi to the point


Anna hanya menunduk gugup, tegang dan cemas.


"Saya sebagai Bundanya Anna, tidak bisa memutuskannya, yang lebih berhak adalah Anna, bagaimana nak, apakah Anna menerimanya"ucap Bunda mengelus bahu Anna, sejenak Anna mengangkat kepalanya menatap Bunda dengan wajah sendu, Bunda menganggukkan kepalanya dan tersenyum memberikan kekuatan untuk Anna.


Ken terlihat harap-harap cemas menunggu jawaban apa yang akan diberikan Anna, apakah Anna menerimanya atau malah menolaknya.


"Bagaimana nak Anna, apakah kamu bersedia menjadi pendamping dari anak kami"ucap Papi


Anna menghela nafas panjangnya menatap satu persatu orang kemudian berhenti pada Ken yang terlihat datar, hanya saja Ken menutupi ketegangannya dengan wajah datar.


"Bismillahirrahmanirrahim,semoga ini yang terbaik ya Allah"batin Anna


"Maaf...."ucap Anna dengan menunduk


semua orang langsung menatap kecewa, terutama Mami dan Bunda, sedangkan Ken hatinya sedikit merasa tidak rela anna menolaknya.


"Maaf Anna tidak bisa menolak lamaran ini"ucap Anna mengangkat kepalanya. semua yang tadi terlihat kecewa, senyum mereka terbit berbinar kembali.


"Terimakasih nak"ucap Mami menghampiri Anna dan memeluknya. Entah kenapa Ken merasa bahagia saat ini, dia juga tidak tau perasaannya sendiri. Anna membalas pelukan Mami.


"Kania mana cincinnya"ucap Mami setelah melepas pelukannya pada Anna


Kania berjalan menuju tempat duduk mami dan Anna.

__ADS_1


Mami menyematkan cincin di jari manis tangan kanan Anna.Semuanya bertepuk tangan bahagia, kecuali Ken.


"sekarang kamu di ikat dulu sayang, sebagai tanda Anna telah tunangan dengan Ken"ucap Mami, Anna hanya mengangguk tersenyum.


"Mbak selamat ya mbak, aku ikut senang"ucap Zidhan menghampiri Anna dan memeluknya.


"terimakasih dek"ucap Anna


mereka semua tersenyum menyaksikan keakraban kakak adik itu.


"Umma... umma"ucap Attha datang dalam gendongan Amel.


Semuanya tersenyum melihat ke arah Attha dan Amel. Zidhan langsung berdiri mengambil Attha dalam gendongan Amel.


Kania terlihat tersenyum, entah kenapa dari tadi Kania selalu melihat dan mencuri-curi pandang pada Zidhan.


Amel duduk disamping Anna setelah Mami Ken kembali ke tempat semula.


"Selamat Ann,semoga ini pilihan yang tepat"bisik Amel tersenyum masam,Anna menggangguk.


Mereka kembali membahas tanggal diadakan pernikahan Anna dan Ken,Mami dan Bunda juga membahas persiapan pernikahan Anna dan Ken.


Disaat semuanya sibuk membahas persiapan pernikahan Anna dan Ken.Zidhan membawa Attha menuju ruang keluarga, kania yang malas mendengar obrolan orangtua itu, dia memilih mengikuti Zidhan dan Attha.


"Hai boleh aku bergabung"ucap Kania menumpukan lututnya di karpet bulu yang ada di ruang keluarga tersebut.


"Berapa umurmu"tanya Kania duduk di karpet itu.


"Aku 19 tahun, masih SMA Kak"ucap Zidhan jujur


"Ohhh.. panggil saja nama ku, Kania kita cuma beda 2 tahun"ucap Kania


"ciapa auty ini Om"tanya Attha bingung melihat Kania yang baru pertama kali dilihatnya.


"Hai tampan aku aunty Kania"ucap Kania mengusap kepala Attha.


Kania dan Zidhan asik bermain dengan Attha, Kania yang tidak terlalu suka dengan anak kecil entah kenapa sekarang akrab dengan Attha, ya walau Attha anaknya mudah bergaul dan menyesuaikan diri.


🍁🍁🍁🍁🍁


Setelah keluarga Ken pulang, sekarang tinggallah Anna, Amel dan Bunda yang masih duduk di ruangan tamu, sedangkan Zidhan menidurkan Attha di kamar Anna.


"1 Bulan lagi kamu akan menikah Ann, persiapkan diri dengan baik"ucap Amel


"Iya Mel,dan makasih untuk malam ini, kamu mempersiapkan acara lamaran dadakan ini, Alhamdulillah berjalan lancar"ucap Anna

__ADS_1


"Bunda bahagia nak, Anna akan menikah, bunda yakin Ken adalah lelaki yang baik dan bertanggung jawab"ucap bunda memeluk Anna dan menangis haru


"Iya bunda, jangan menangis dong bun, Anna juga ikutan sedih melihat bunda begini"ucap Anna menatap Bunda dan menghapus cairan bening yang keluar dari mata bunda,Amel juga ikut terharu melihatnya.


"bunda terharu nak, Anna tidak terpaksakan menerima lamaran ini dan Anna sudah yakin kan dengan nak Ken"tanya Bunda


Anna hanya mengangguk, walau sebenarnya dia masih ragu, tapi tak mungkin Anna mengatakannya pada bunda, sekarang Anna harus meyakinkan dirinya bahwa Ken adalah takdir Allah untuknya.


"Bunda sekarang istirahat lah, bunda pasti lelah"ucap Anna


"Anna seserahan ini simpan di kamar mu nak"ucap bunda


"Iya bunda"


"Oh iya nak Amel tidak boleh pulang ya nak, malam ini nginap disini"ucap Bunda


"Baik bunda"ucap Amel seperti orang hormat bendera, Anna dan Bunda terkekeh. setelah itu bunda berlalu pergi.


Amel dan Anna menyimpan semua seserahan dan bingkisan Lamaran dari keluar Ken di kamar Anna.


"Seperti mimpi ya Ann, seorang Bos akan menikah dengan karyawannya sendiri, yang di kantor mereka sering berlawanan, entah sebab kenapa Bos nya ini sering sekali mencari-cari kesalahan karyawannya itu, sungguh aneh,sekarang tak disangka Bos melamar karyawan nya ini"ucap Amel geleng-geleng kepala,sambil duduk di pinggir ranjang Anna


"Ah diam kamu Mel jangan nyindir-nyindir aku dong"ucap Anna mengerucutkan bibirnya dan duduk disebelah Amel.


"Aku mau tanya sama kamu Ann, apa yang membuatmu menerima lamaran pak Ken, apa jangan-jangan kamu mulai menyukai Pak Ken"ucap Amel menyelidik


"jangan mengada-ngada gitu dong Mel, ya ngak lah ngak semudah itu aja aku langsung jatuh cinta, kan aku sudah bilang sama kamu, aku tidak mungkin menolak dan mengecewakan orangtua Pak Ken, dan aku rasa mungkin ini takdir Mel, menikah dengan Pak Ken juga tidak terlalu buruk bagiku"ucap Anna


"kamu yakin?? dengan keputusan yang kamu ambil kan, aku juga berharap ini terbaik bagi mu Ann, lagian kasian juga Pak Ken dari pada jadi bujang lapuk,sudah berumur 40 tahun belum juga menikah tapi ternyata ada juga seorang gadis baik hati yang mau menerimanya"goda Amel yang terkekeh diakhir kalimatnya


"dasar nyebelin kamu Mel, kamu resek,asal kamu tau banyak yang mau sama Pak Ken itu"ucap Anna kesal memukul-mukul Amel dengan bantal.


Attha mengeliat dalam tidurnya. Amel dan Anna langsung berhenti


"hutsss..... "ucap Keduanya


"ihh kamu sih untung ngak bangun Attha nya"ucap Amel


"lagian kamu juga"timpal Anna


"Aku mau bersih-bersih dulu ke kamar mandi, "ucap Anna beranjak pergi, setelah selesai kemudian gantian sama Amel.


"pake baju tidur aku Mel, tuh udah aku siapin, aku tidur duluan Ngantuk"ucap Anna naik ke atas ranjangnya dan berbaring disebelah Attha sambil memeluk Attha yang sedang tertidur.


...****************...

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2