
Setelah Magrib Amel dan Wawa pamit pulang pada Anna.
"Terimakasih banyak ya Ann, udah undang kami datang melihat rumah baru mu"ucap Amel
"sama-sama, tentu saja kalian sahabatku"ucap Anna tersenyum
"Jangan lupa Mel pantau terus hubungan Wawa dengan Kak Tio, kalau dapat dekatkan mereka berdua"goda Anna
"Sipp pasti itu Ann,serahkan semuanya pada Amel, aku bakalan pepet terus si Wawa sama Kak Tio"ucap Amel diiringi dengan kekehan
"Ihhh, apaan sih kalian aku ngak mau ya dekat apalagi punya hubungan sama Si Tio nyebelin itu"ucap Wawa
Saat motor Amel keluar dari pagar rumah Anna bersamaan dengan Mobil Ken yang akan masuk ke dalam rumah.
"Pak Ken terimakasih ya Pak, kami berdua pulang dulu"ucap Amel di saat mobil Ken berhenti di pagar rumahnya. Ken membuka kaca mobilnya dan menganguk pada Amel dan juga Wardah.
Setelah Wardah dan Amel menjauh Ken dan anak-anak masuk ke dalam rumah diikuti dengan Anna.
"Kalian berdua habis dari mana bersama Papa Ken?"ucap Anna berjalan beriringan dengan anak-anak.
"Uncle mengajak pergi ke taman Umma, Atha dan Alis belmain di taman belsama uncle"celoteh Alisha
"Yah rugi dong Umma ngak ikut"ucap Anna cemberut
"Iya Umma, tapi Umma ada Unti Mel dan Unti Wawa, jadi titak bisa ikut"ucap Attha.
"Yasudah Kalian berdua cuci tangan dulu sana, Umma mau panggil Papa dulu ke atas"ucap Anna
"Baik umma"ucap Keduanya kegirangan dan berlalu menuju dapur ke wastafel.Dan Anna naik ke lantai dua menuju kamarnya.
"Mas"ucap Anna membuka pintu kamarnya.
"Hemm Iya"ucap Ken keluar dari kamar mandi.
"Ayo kita makan malam, anak-anak udah nunggu di bawah"ucap Anna
"Baiklah kamu duluan saja"ucap Ken
mendengar ucapan Ken senyum Anna langsung terbit, dia begitu suka Ken memanggilnya dengan sebutan kamu dari pada kau.
Anna turun kembali ke bawah
"Semakin hari Mas Ken semakin berubah, sekarang dia terlihat lebih ramah"gumam Anna sambil melangkah menuju meja makan.
"Pintarnya anak umma"ucap Anna melihat kedua anaknya telah duduk rapi di kursi meja makan. mengambilkan makanan untuk kedua anaknya seraya menunggu Ken datang.
Ken pun bergabung dengan Anna dan Anak-anak, dengan sigap Anna melayani Ken, mengambilkannya nasi dan lauk pauk yang dia suka.
Mereka semua menikmati makan malam dengan hening,fokus dengan makanan masing-masing, memang diakui masakan Anna sungguh enak.
"Mau nambah Mas?"tanya Anna
"Boleh"ucap Ken,Anna mengambil piring Ken
"Segini? udah!"tanya Anna
"cukup"ucap Ken
__ADS_1
"Ikan guraminya, cah kangkungnya juga, tambah sambal terasinya"ucap Ken.
Dengan cekatan Anna mengambil menu yang di ucapkan suaminya itu.
Setelah itu Anna dan Ken kembali menikmati makan malam mereka, sedangkan kedua anak-anak sudah selesai dan menuju ruangan tengah untuk bermain.
_
Setelah Anak-anak tertidur, Anna menuju kamarnya dan juga di susul Ken yang masih berada di ruangan keluarga menonton tv.
Anna langsung menuju balkon kamarnya ingin menikmati angin malam.
Ken yang baru masuk kamar, mata tertuju pada Anna yang berdiri di balkon kamar, Ken berjalan mendekati,saat sudah semakin dekat, rasanya Ken ingin memeluk Anna dari belakang, menyandarkan dagunya di bahu Anna, namun itu hanya diam terpendam, Ken tidak berani melakukannya.
"Angin malam tidak baik untuk tubuh"ucap Ken berdiri di samping Anna.
"Mas Ken!"ucap Anna tersenyum ke arah Ken.
"Kenapa belum tidur?"tanya Ken
"Ya belum ngantuk lah mas"
"Ohh,,,,,kenapa belum ngantuk?"
"Hehhe,,, ada-ada pertanyaan kamu mas"ucap Anna cengengesan dan berbalik badan ingin masuk ke kamar.
"Anna"ucap Ken sambil memegang tangan Anna dan menariknya hingga tubuh Anna terbentur ke dada bidang Ken.
Anna mendongkak menatap Ken, Keduanya membeku di tempat bersitatap menyelami pandangan mata yang memancarkan sendu rembulan, Ken semakin dekat, mendekatkan wajahnya pada Anna, mata Ken tertuju pada bibir tipis merah alami milik Anna yang menggodanya, Ken tidak bisa menahan diri lagi untuk tidak mencicipinya.
Begitu juga Anna ini yang pertama baginya, Anna juga menikmatinya hanya saja dia diam dan tidak membalasnya, karna memang Anna tidak bisa membalasnya,wajarnya pengalaman pertama kalinya dan masih belum sadar bahwa ini beneran nyata.
"mmphh,,, "Ken melepas ciu**mannya
menatap Anna yang masih memejamkan matanya.
"kenapa tidak dibalas hm?"tanya Ken menyadarkan Anna yang menganggap itu hanya ilusi saja. Anna menatap Ken yang tersenyum tipis pada nya, seketika wajah Anna langsung memerah dan berlari menjauh dari Ken, sialnya Anna menginjak rok nya yang terjatuh.
bugrrhh
"Aauwww"pekik Anna
mau dibawa kemana malu Anna, malu sudah berci**man dengan suaminya sekarang harus menanggung malu lagi terjatuh di depan suaminya.
Nasib nasib
"sakit.... "rintih Anna
"Itu makanya jangan main lari-lari aja, udah jelas kamu ceroboh ngak hati-hati, jatuh kan jadinya"ucap Ken menjongkok mensejejarkan tubuhnya dekat Anna yang terjatuh.
"sakittt...."ucap Anna menutup wajahnya
"yang sakit yang mana?, wajahnya atau pinggul?atau kakinya? "ucap Ken sengaja ngerjai Anna.
"Ihhh jangan bercanda ah, kamu jahat ih"ucap Anna memukul pelan lengan Ken
Ken lalu menggendong Anna.
__ADS_1
"pegangan nanti jatuh lagi lho"ucap Ken, refleks Anna mengalungkan tangannya di leher Ken sambil membenamkan wajahnya di dada bidang Ken, menutupi wajahnya yang memerah.
"Malu mas"cicit Anna
"kenapa malu?"
"Ihh jangan tanya kenapa?"ucap Anna dibuat kesal dengan suaminya itu.
Ken menurunkan tubuh Anna pelan-pelan.
"Mana yang sakit?"tanya Ken
"tidak ada udah sembuh, udah sana mas jauh-jauh"ucap Anna menarik selimut menutupi wajahnya
"Yasudah bagus lah siap jatuh langsung sembuh"ucap Ken
"Kakinya ngak sakit kan?"tanya Ken
"sedikit"jawab Anna singkat
"mau di kompres atau dibiarkan membengkak?"ucap Ken
"Tidak ingin membengkak lah mas"ucap Anna membuka sedikit selimutnya,tanpa menatap Ken yang duduk diekor ranjang.
"jangan sok-sok an ngak mau! "ucap Ken keluar dari kamar turun kebawah menuju dapur untuk mengambil air dingin atau air es.
Ken kembali lagi ke kamar dengan membawa wadah dan handuk kecil.
"kamu ini selalu ceroboh, tidak hati-hati"Ken meletakkan wadah kemudian membantu Anna untuk duduk.
"turun kan kakinya!, biar aku kompres"ucap Ken
"tapi,,, mas,,,? "ucap
"sudah ikuti saja perintahku"Ken membantu menurunkan kaki Anna menjuntai di ranjang.
Ken menjongkok dengan telaten mengompres kaki Anna.
"kamu itu suka bangat jatuh"ucap Ken
"nyusahin aja"ucap Ken lagi
Anna hanya diam mendengar Ken yang berceloteh ngak jelas,Anna hanya memperhatikan Ken yang mengompres kakinya,sibuk memperhatikan Ken tidak menyadari rasa sakit kakinya. Ken yang merasa tidak di tanggapi Anna, kemudian mendongakkan kepalanya melihat Anna.
"Heehmmm... "deheman Ken membuyarkan Anna
"Segitunya menatap ku,katakan saja kalo kamu menyukai ku"ucap Ken ke GR an
"Hah??tidak-tidak ada mas"elak Anna gugup
Ken menarik sudut bibirnya dan berdiri meletakkan wadah air dingin ke atas meja sofa.
...****************...
Tinggalkan jejaknya readers
Thank's
__ADS_1