
Jam 6 pagi Anna bangun dari tidurnya, emang benar kata Bunda Attha semalaman ini selalu rewel dan merengek, namun Anna dengan sabar harus begadang merawat dan menenangkan putranya, jam 3 pagi Anna baru terlelap.
"Astagfirullah Aku telat bangun"ucap Anna langsung bangkit dari tidurnya dan tergesa-gesa menuju kamar mandi untuk berwudhu.Anna melaksanakan sholat subuh walau telat. setelah selesai Anna kembali mengecek dan menyentuh kening Attha.
"masih panas juga, lebih baik aku libur aja hari ini, kasian attha"ucap Anna kemudian mengambil Hp nya diatas nakas untuk menghubungi Amel,beberapa kali Anna menghubungi Amel tapi belum juga diangkat
"mungkin Amel lagi siap-siap"gumam Anna kembali menghubungi Amel
" 📞Halo Apa ann"ucap Amel diseberang sana mengangkat panggilan Anna
"📞Assalamualaikum Mel"
"📞Mel tolong buatin surat izin trus kamu kasih ke Bos hari ini aku libur dulu, soalnya attha lagi sakit, ngak mungkin aku ninggalin dia Mel"
"📞Iya Mel aku tau ini hari pertama aku jadi sekretaris barunya pak Ken, tapi mau gimana lagi Mel, anak ku lagi sakit, semalaman dia rewel terus, aku pasrah aja lagi Mel, kalau jabatan ku turunkan lagi yaudah ngak papa"
"📞Kamu memang sahabat yang pengertian Mel, Makasih ya, sana kamu siap-siap nanti telat lho ke kantornya, aku tutup ya teleponnya, Assalamualaikum"ucap Anna mematikan teleponnya sesudah Amel menjawab salamnya.
setelah selesai menelepon Amel, Anna kembali menghampiri putranya yang tertidur pulas.
"Kasian sekali kamu nak, sayangnya umma"ucap Anna mengecup kening putranya.setelah itu keluar mengerjakan aktivitas yang lain.
"Loh mbak ngak kerja hari ini?"ucap Zidhan sarapan pagi dengan Roti di atas meja.
"Ngak dek, mbak jagain attha dia kan lagi sakit, kasian kalo mbak tinggal"ucap Anna
"Iya nak bunda tau kamu nggak akan ninggalin attha dia lagi sakit, tapi kan bunda bisa mengurusnya, dari pada nanti kamu kena marah sama bos kamu"ucap Bunda berjalan menuju meja makan sambil membawa sarapan pagi.
"Mau gimana lagi bun, attha juga butuh anna, tenang aja bun, Anna udah bilang sama Amel tadi bahwa anna izin hari ini"ucap Anna menarik kursi dan duduk
"Yaudah kalo gitu aku minta uang jajan sama kunci motornya sekalian mbak"ucap Zidhan setelah selesai makan Rotinya.
"Mbaknya baru duduk, nih anak"ucap Bunda mengacak-acak rambut Zidhan
"yah bunda kan jadi ngak rapi rambut aku nih"ucap Zidhan cemburut membuat Bunda dan Anna terkekeh
"Iya tunggu sebentar mbak ambil ke kamar dulu"ucap Anna berdiri menuju kamarnya mengambil uang dan kunci motor,lalu diberikannya pada Zidhan
setelah Zidhan pergi ke sekolah Anna dan bunda melanjutkan untuk sarapan pagi.
"Maaf ya bun, anna nggak bisa bantu tadi, soalnya anna bangun telat tadi bun, semalam begadang, Attha rewel dan merengek terus"ucap Anna membersihkan meja makan setelah selesai sarapan.
"Ngak papa kok bunda ngerti, anak kecil kalo lagi demam emang begitu nak rewel terus"ucap bunda juga membantu Anna
"hiks... hiks.... umma... uum.. maa"ucap Attha menangis.
"Ann attha bangun, sana susulin biar bunda yang beresin ini semua"ucap bunda mendengar tangisan attha.
Anna berlari menuju kamarnya menghampiri putranya.
disisi lain
Ken sedang marah-marah pada Amel.
"Kemana dia hah, hari ini dia menjabat jadi sekretaris saya yang baru,udah dinaikkan pangkat malah ngak bertanggung jawab kalo kerja ya kerja jangan seenaknya minta izin ngak masuk kerja, apa dia tidak ingin bekerja lagi??, dasar tidak tau diri , dikasih hati minta jantung"ucap Ken marah-marah.
"Maaf pak bukan begitu, anna benar-benar ada urusan yang lebih penting Pak yang menyebabkan tidak masuk kerja hari ini Pak,saya harap bapak mengerti "ucap Amel menunduk ketakutan
"Apa urusan yang lebih penting selain dari pekerjaan,dan kamu kasih tau sama dia kalo dia ngak masuk kerja juga besok maka di harus berhadapan langsung dengan saya satu lagi untuk seminggu kedepan dia harus lembur bekerja."
"Iya.. iya Pak, baik akan saya katakan padanya, kalo begitu saya permisi kembali bekerja"ucap Amel dengan wajah cemas dan takut.
"Hhhmmm"ucap Ken
setelah Amel keluar dari ruangan Ken
__ADS_1
"Arrrgghhh..... "ucapnya mengebrak meja.
Ken menelepon asisten pribadinya
"Keruangan saya "ucap Ken memutuskan Panggilanya.
"Ada apa Bos? "Ucap Tio menghadap Ken
"Tio kamu ikut saya nanti malam untuk ke restoran xxxx, apa kamu mengerti?"
"Baik Bos"
"Ohh iya Bos bukankah Anna hari ini menjadi sekretaris barunya Bos, tapi kemana dia, saya lihat dia tidak masuk hari ini"
"Itu masalahnya dia Izin hari ini, sepertinya dia ingin bermain-main dengan pekerjaan, kamu Tio jika dia masuk kerja besok, langsung suruh masuk ke ruang saya, dan saya ingatkan kamu dan dia untuk bekerja sama, Yasudah itu saja kau boleh kembali bekerja"ucap Ken
"Baik Bos, laksanakan"ucap Tio membungkuk hormat dan keluar dari ruangan Ken
"Kenapa Papi selalu memaksa, aku tidak ingin mengenal gadis manapun apalagi untuk menikah, jika bukan karna Mami aku tidak ingin untuk menghadiri Dinner nanti malam"gumam Ken, dia benar-benar tidak terima.
Jam pulang Kerja
satu persatu karyawan kantor sudah mengundurkan diri untuk kembali ke rumah mereka masing-masing. termasuk juga Amel dengan langkah malas keluar dari kantornya, dia tidak bersemangat hari ini, sahabat karibnya tidak bekerja. Namun saat menuju parkiran, tiba-tiba semangat 45 nya keluar, wajah cerah dan mata berbinar melihat sosok lelaki tampan menghampirinya.
"Kak Ray"ucapnya bersemangat
"Heii.... Hhmm.... Anna mana, kenapa dia tidak bersama kamu? ucap Ray celingak celinguk melihat Para karyawan yang berlalu lalang.
"hemm.... dia tidak masuk hari ini Kak"ucap Amel lemah
"Kenapa?? apa dia sakit?? kemana dia?? "ucap Ray
"Sabar dulu napa Kak, tanya itu satu-satu"ucap Amel cemberut
"Cepat kamu jawab aja"ucap Ray khawatir
"Kak Ray kamu mau kemana"ucap Amel mengejar Ray
"kerumah Anna, mau memastikan kenapa dia tidak bekerja hari ini"ucap Ray berbalik
"Yaudah kita sama-sama saja"ucap Amel
"Aku pake motorku"lanjut Amel
Mereka berduapun pergi ke rumah Anna menggunakan kendaraan masing-masing.
Di sisi lain
Anna sedang bermain dengan attha di teras rumahnya, Alhamdulillah panas badan Attha udah menurun Anna dengan telaten mengurus attha, walaupun Anna belum menikah tetapi dia seperti seorang Ibu yang sudah berpengalaman dengan penuh kasih sayang merawat putranya.
"Umma attha mau mobil-mobilan di kamar om Zi"dengan logat bahasa anak balita umur 4 tahun lebih.
"Iya sayang unma ambilan dulu ya, attha tunggu disini ya nak"ucap Anna mengusap lembut kepala anaknya kemudian berlalu ke dalam menuju kamar Zidhan.
Mobil dan motor berhenti di depan gerbang rumah Anna.
Attha yang melihat mobil langsung teriak dan menangis sejadi-jadinya, Anna dan bunda terkejut langsung berlari keluar melihat.
"sayang tenang nak, ada apa? kenapa menangis nak"ucap Anna panik langsung menggendong attha dan menenangkannya, sedangkan attha masih menangis memeluk anna erat-erat seakan tak mau lepas.
"kenapa kamu tinggalkan attha sendiri diluar Ann,"ucap Bunda yang juga panik ikut menenangkan Attha
"husssttt... husstt..... "
Anna melihat sekeliling halaman rumahnya ternyata didepan ada 2 orang yang sangat dikenalinya sedang menatapnya bingung apalagi Ray membulatkan matanya terkejut atas apa yang dilihatnya.
__ADS_1
"Ohhh attha menangis melihat mobil bun"ucap Anna
"Mana? "ucap Bunda melihat sekelilingnya melihat ke arah gerbang
"Bunda suruh mereka masuk dulu ya bun, Anna mau nenangin attha dulu ke kamar"ucap Anna dijawab anggukan oleh Bunda.
"Ada tamu toh, maaf ya nak sudah lama menunggu"ucap Bunda membuka gerbang dan mempersilahkan tamu anaknya masuk
"Ngak papa Bun"ucap keduanya menyalami sang Bunda
"Nak Ray Kan?"ucap Bunda melihat sosok lelaki tampan didepannya
"Iya bunda ternyata masih ingat juga dengan Ray"
"Iya nak, dulu kan nak Ray sering main ke sini, yasudah ayo masuk"ucap Bunda
mereka berjalan menuju ke rumah.
"Silahkan duduk dulu ya nak, sambil menunggu Anna, bunda ke dapur dulu"ucap Bunda kemudian berjalan menuju dapur. sedangkan Ray menatap Amel ingin minta penjelasan, tapi Amel yang ditatap Ray hanya senyum-senyum nggak jelas. sesaat kemudian Ray mengalihkan pandangannya menuju sosok wanita yang menggendong anak balita yang sepertinya habis menangis.
"Maaf membuat kalian menunggu"ucap Anna ikut bergabung dengan 2 orang yang sangat dikenalinya itu
"Ann!!!"ucap Ray geleng-geleng kepala tidak percaya dengan seorang balita di pangguan Anna
"Oohh itu anaknya Anna Kak, namanya attha, dia sedang demam hari ini"cerocos Amel mendapat tatapan tajam dari Ray,Amel yang ditatap hanya menciut menelan saliva nya.
"kamu sudah menikah Ann, mana suamimu kenapa kamu tega Ann, aku sama sekali tidak tau,kalau kamu sudah menikah dan punya anak, atau jangan-jangan kamu sudah kamu sudah janda? "ucap Ray
Anna dan Amel terkejut mendengar ucapan Ray.
"Bukan Kak aku bukan janda ini anak..... "ucap Anna
"Janda??? menikah aja belum dari mana datang jandanya?"ucap Amel memotong ucapan Anna terlihat Ray bingung menautkan Alis tidak mengerti
"Trus ini siapa?? anak kamu kan"ucap Ray
"Iya dia anak aku, anak angkatku"jelas Anna terlihat Ray bernafas lega.
"Itu makanya dengarin dulu penjelasan orang, jangan asal ngomong aja kak"ucap Amel membuat Ray mengaruk kepalanya tidak gatal
"hehehhe... maaf ya ann, kakak udah overthing aja"ucap Ray
"hemm... ngak papa kok Kak"
"Maaf bunda mengganggu obrolan kalian, silakan diminum "ucap Bunda meletakkan minuman dan cemilan diatas meja.
"Ngak kok Bun,mengapa repot-repot segala bun"ucap Ray
"Masa'iya tamu ngak dikasih minum"ucap Bunda
"sini attha sama nenek nak"ucap Bunda menghampiri Attha yang dipangkuan Anna yang tidak mau lepas.
"No... nenek"ucap Attha geleng-geleng kepala
"Ngak mau dianya bun"ucap Anna tersenyum melihat Anaknya
"Yasudah kalo attha ngak mau sama nenek, bunda ke belakang dulu kalian silahkan lanjutkan"ucap Bunda berdiri dan berlalu.
Anna, Ray dan Amel kembali mengobrol dan sesekali bercanda dengan attha yang anaknya friendly ke semua orang, mereka tertawa melihat tingkah laku attha yang menurutnya sangat mengemaskan.
...****************...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya
dukung ya readers
__ADS_1
Thank's buat semuanya🤗