My Love Bos

My Love Bos
Masalah datang


__ADS_3

Amara datang ke kantor Ken, setelah tadi Ken meneleponnya.


"Ada apa Ken, apa yang terjadi?"ucap Amara langsung masuk ke ruangan Ken


Ken sedang kalut dan gelisah sambil mengotak-atik laptopnya, tidak terdengar suara Amara.


"Ken"!ucap Amara menarik kursi dan duduk di depan Ken


"Amara!"ucap Ken menatap sendu Amara


"Ken tenanglah, aku ada disini akan membantu jalan keluarnya"ucapnya mengambil tangan Ken dan menggenggamnya diatas meja, untuk menyalurkan aura positif agar Ken sedikit tenang.


"Tidak biasanya perusahaanku mengalami kemerosotan dalam masalah keuangan begini Ar"ucap Ken menarik tangan dari genggaman Amara.


"Aku yakin ada yang ingin bermain-main dengan aku Ar,"ucap Ken


"Seorang pebisnis pasti banyak saingan yang ingin menjatuhkannya Ken, aku yakin kamu bisa mengatasi semuanya dengan baik, dan aku juga akan membantu mu"ucap Amara.


"Kita akan mencari akar dari permasalahan ini"ucap Amara dengan senyum hangat yang terpancar dibibirnya.


"Kamu memang sahabat aku Ar, selama kamu di Colombia aku di sini merasa kehilangan sosok sahabat seperti mu"jawab Ken


"Tentu saja baby, yasudah kamu pasti belum makan siang kan, Ayo kita makan siang dulu, setelah itu baru lanjut lagi untuk menelusuri masalah ini"ucap Amara Berdiri, dan juga diikuti oleh Ken


Mereka berdua jalan beriringan menuju pintu keluar.Amara tanpa sadar memeluk lengan Ken dan menyadarkan kepalanya, hal yang selalu dilakukannya saat bertemu Ken ,sebelum sempat Ken melepas tangan Amara dari lengannya, saat itu juga Anna masuk keruangan Ken dan melihat hal itu


"Mas"ucap Anna terkejut dan membulatkan matanya sempurna, rantang makanan yang dibawanya jatuh begitu saja kelantai setelah itu langsung berlari masuk kembali ke dalam lift.


Ken dan Amara sama terkejutnya, keduanya mendadak panik dan takut bercampur gelisah.Tanpa menunggu Ken mengejar Anna.


"Anna! tunggu Anna!"ucap Ken, namun lift tertutup saat Ken sampai disana, terlihat Anna beberapa kali menghapus air matanya dengan tangan.


Anna keluar dari lift dan berlari keluar dari kantor Ken, karyawan yang saat itu sedang istirahat, melihat istri Bosnya itu berlari dengan air mata, hanya terlihat bingung dan bertanya-tanya.


Sesaat kemudian Bos mereka yang ikut berlari mengejar istrinya sambil memanggil nama Anna.


Lagi-lagi Ken kalah cepat, Anna telah naik dengan taksi dan berlalu dari kantornya.


"Arrghhhh,,,,,,"Ken mengacak beberapa kali rambutnya dengan acakan.


Ken berpikir Anna pasti salah paham melihat Amara yang memeluk lengannya tadi, Disaat dilanda masalah kantor, kemudian bertambah pula masalah satu lagi, sekarang istrinya malah salah paham dan cemburu.


Ken benar-benar pusing dan terguncang saat ini.Pikirannya benar-benar kacau tidak bisa berpikir jernih, saat ini yang dia butuhkan hanya ketenangan.


_


Anna sampai di rumahnya, kemudian menuju lantai dua dan masuk ke kamar paling ujung dan mengunci dirinya di kamar.Hati sangat sakit melihat kemesraan suaminya dengan wanita lain, apalagi itu Amara yang dulu Anna pernah berpikir Amara adalah kekasih suaminya.


"Apa kamu menjalin hubungan khusus dengan mbak Amara dibelakang ku mas?"gumam Anna, air matanya tak berhenti keluar.

__ADS_1


Dengan menghapus air matanyanya Anna berjalan menuju jendela melihat mobil Ken berharap Ken menyusulnya dan menjelaskan semuanya, tapi kenyataannya tidak


"Benar mas, kau tidak mengejarku sama sekali, kau biarkan aku begitu saja pergi, kau tidak peduli dengan perasaan ku lagi, "ucap Anna kembali menghapus air matanya kecewa, kemudian terduduk lemas di di lantai dan bersandar di ranjang.


Sedangkan


Ken dengan langkah lemas dan malas kembali masuk ke kantor.


"Ken bagaimana? kenapa kamu masuk lagi Anna di mana? dia pasti salah paham dengan kita Ken"ucap Amara dengan cemas.


"Iya Ar, dia sudah pulang, aku yakin dia tidak akan mau bertemu apalagi bicara dengan aku saat sekarang ini Ar"ucap Ken dengan wajah kusut dan masam.


"Trus bagaimana Ken,apa aku yang samperin istri kamu, biar aku yang jelasin, aku tidak ingin ada kesalahan paham dan membuat hubungan kamu tidak baik dengan istri kamu"jelas Amara.


"Jangan Ar, itu urusan ku biarkan aku yang menyelesaikannya, sudah lah Ar kepala ku pusing"


"Terserah kamu aja lah Ken, yasudah aku keluar dulu buat belikan kamu makan siang,setelah ini aku akan pergi bersama Tio untuk menyelidiki masalah yang dihadapi perusahaan mu saat ini"ucap Amara


"Hemmm,,,, "jawab Ken kemudian berlalu


Amara mengerti apa yang dirasakan dan dipikirkan Ken saat ini.


_


Malam harinya Ken pulang ke rumah, setelah tadi ke rumah bunda dulu untuk menjemput Anna, karna Ken berpikir Anna berada di rumah bunda.


Saat memasuki rumah ternyata suasana didalam rumah sepi dan gelap, dengan bantuan senter Handphonenya Ken mencari kontak lampu untuk menerangi rumah.


tidak ada jawaban


Ken memutuskan untuk naik ke atas menuju kamarnya, saat membuka kamar Ken juga tidak menemukan Anna.


"Anna kamu dimana sayang?"ucap Ken keluar kembali mencari keberadaan Anna.


"Anna ini mas, kamu dimana?"ucap Ken.


"Kemana dia? dirumah bunda tidak ada, dari tadi telfonnya juga ngak aktif"gumam Ken, namun tetap mengecek satu persatu ruangan yang berada di lantai atas, ketika ingin membuka pintu kamar yang berada di ujung ternyata terkunci.


"Dikunci"gumam Ken


"Anna! kamu pasti di dalam kan sayang, buka pintunya mas mau bicara sama Anna"ucap Ken mengetuk pintu kamar itu.


"Jawab mas sayang, buka pintunya atau mas dobrak saja pintu "ucap Ken lagi.


Anna yang ada di dalam masih diam, tidak menjawab.


"Anna masih tidak mau membuka pintu,maka mas akan dobrak pintu ini"ucap Ken lagi mulai mengambil ancang-ancang.


"1........2........tig........ "

__ADS_1


ceklek pintu terbuka menampilkan sosok Anna dengan wajah sedih dan terlihat matanya masih basah,mungkin karna menangis.


"Ada apa mas?? Kalo mau makan malam Anna udah masak tadi,sekarang Anna ngak mau bicara sama mas, Anna mau istirahat"ucap Anna hendak mau menutup pintu kamar.


"Anna tidak menghargai mas lagi sebagai seorang suami"ucap Ken menahan pintu.


"Menghargai?? tentu saja aku menghargai mas suami ku, tapi aku rasa mas yang ngak menghargai aku sebagai istri mas, di belakang ku mas ternyata punya hubungan khusus dengan mbak Amara, jika mas ngak ingin aku lagi, bilang mas, aku akan pergi"ucap Anna dengan mata berkaca-kaca dan suara bergetar.


Ken langsung memeluk Anna dengan erat.


"Sayang jangan bicara seperti itu!, mas mencintai Anna hanya ada Anna tidak ada siapapun lagi selain Anna,percaya sama mas sayang, mas mohon jangan tinggalkan mas apapun yang terjadi"ucap Ken dengan suara bergetar masih memeluk Anna sedangkan Anna hanya diam tanpa membalas pelukan suaminya.


"Anna percaya sama mas kan, mas tidak memiliki hubungan khusus dengan Amara, dia sahabat mas,yang saat ini mas butuh bantuan dia"ucap Ken melepas pelukannya dan memegang kedua bahu Anna sambil menatap Anna.


Anna kembali menatap wajah Ken, bisa Anna rasakan saat ini suaminya itu ada beban dan kekhawatiran yang tersirat dari matanya.


"Butuh bantuan? kamu punya masalah? tapi kenapa tidak cerita pada ku mas?, sedangkan aku istri mu,kenapa malah cerita sama mbak Amara, apa kamu tidak percaya lagi dengan aku mas? "jawab Anna cuek dan sedikit kesal,kemudian melempar pandangannya ke arah lain.


"Bukan begitu sayang, ayo kita ke kamar dulu, mas akan cerita sama Anna supaya Anna tidak lagi salah paham"ucap Ken menarik tangan Anna dengan lembut.


"Tidak aku tidak mau, aku mau tidur di sini saja"ucap Anna


"Lebih baik mas mandi dulu setelah itu makan, aku tau mas belum makan"ucap Anna


"Kenapa Anna seperti ini , jangan buat mas begini sayang, kalo begini tidak satu-satu masalah yang mas hadapi belum lagi di kantor, mau pecah kepala mas sayang"ucap Ken menatap sendu Anna.


Anna merasa tidak tega melihat suaminya belum lagi tatapan sendu Ken yang membuat Anna ikut merasakan suaminya sedang ada masalah saat ini.


"Yasudah lah mas mandi dulu, Anna hangatin makanan untuk mas"ucap Anna kemudian berlalu.


Setelah selesai mandi, Ken terlihat segar dan fresh walau wajahnya tidak bisa dibohongi memiliki masalah, Ken tidak bisa menyembunyikan apa yang dirasakannya didepan Anna.


Ken turun kebawah menuju meja makan, disana Anna sudah menunggu Ken untuk makan malam.


Walau masih kesal dan cemburu dengan Ken, Anna tetap melayani suaminya dengan baik.


"Anna tidak makan?"


"Tidak, Aku sudah makan tadi, mas aja yang makan"ucap Anna jutek dan hendak berdiri dari duduknya.


"Mau kemana?kalo Anna pergi ngak nemanin mas makan, yaudah mas ngak jadi makan"ucap Ken ikut berdiri


"Iya iya aku ngak jadi pergi, aku temani mas makan nih, silahkan makan! "ucap Anna ngalah ,Ken hanya mengulum senyumnya.


Tanpa bicara dan masih mode jutek Anna menemani Ken makan malam.


_


...****************...

__ADS_1


Maaf Author baru update, karna author sedikit sibuk.


Author akan usahakan buat update tiap hari buat readers setia.πŸ€—πŸ˜˜πŸ’ž


__ADS_2