My Love Bos

My Love Bos
Kedatangan Nadin


__ADS_3

Tiga bulan berlalu begitu cepat,kini usia pernikahan Ken dan Anna sudah lima bulan. Suka dan duka mereka hadapi berdua, tak jarang masalah -masalah kecil yang selalu membumbui rumah tangga mereka, namun keduanya bisa mengatasi dan menyelesaikan dengan kepala dingin.


Belum lagi Anna menerima desakan para orangtua yang tidak sabar untuk memiliki cucu dari Anna dan Ken, tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda kehamilan Anna. Tak jarang Bunda datang ke rumah Anna untuk membuatkan jamu kesuburan untuk Anna dan Ken.


Apalagi Ken akhir-akhir ini sibuk, bukan masalah pekerjaan saja tapi juga menyangkut Nadin yang selalu menemui Ken untuk mengajak makan siang atau sekedar mengobrol ,bahkan juga dengan alasan untuk mengunjungi makam Kakaknya Nadya, jika tidak sibuk Ken akan pergi, jika terlalu sibuk Ken menolaknya secara halus, bukan Nadin namanya jika mengalah tanpa membujuk Ken untuk pergi bersamanya, dibalik semua itu Ken tidak menyadari niat buruk Nadin yang ingin mendekatinya dan berambisi untuk memilikinya.


Pagi ini Ken akan berangkat ke kantor menyelesaikan semua pekerjaan yang untuk mengejar target bulanan.


"Hati-hati ya mas,ini bekalnya jangan sampai telat makan"ucap Anna menyalami tangan Ken dan dibalas kecupan kening oleh Ken.


"Iya sayang, terimakasih"


ting tong bunyi bel di depan rumah Anna.


"Siapa mas"tanya Anna, tidak biasanya ada tamu yang datang pagi-pagi ke rumah mereka.


"Mas tidak tau sayang"


"coba Anna lihat dulu"ucap Anna berjalan ke pagar dan membuka pagarnya.Anna terkejut ternyata seorang wanita. Anna mengingat-ingat siapa wanita itu, dia rasa pernah melihat wanita itu sebelumnya.


"Maaf mbak, cari siapa ya?"ucap Anna ramah


Namun wanita tidak tau malu itu, menyosor saja masuk tanpa melihat dan menjawab ucapan Anna sambil menarik kopernya.


"Bukankah itu wanita yang bersama mas Ken waktu di cafe, kenapa dia ke sini?"ucap Anna menyusul wanita itu.


"Kak Ken"ucap Nadin langsung memeluk Ken yang masih terkejut dengan kedatangan wanita itu.


"Nadin"ucap Ken risih apalagi di tatap tajam oleh Anna


"Apa-apaan ini mbak?, kenapa anda memeluk suami saya"ucap Anna tidak suka melepas tangan Nadin yang melinggar di punggung suaminya.


"Maaf... saya refleks"ucap Nadin dengan suara berat menahan tangis, lebih tepatnya pura-pura.


"Ada apa Nadin?"ucap Ken


"Kak boleh kah aku menginap di rumahmu beberapa hari saja,aku mohon Kak"ucap Nadin setengah memelas


Tapi Ken dan Anna langsung terkejut dan saling melempar pandangan.


"Kenapa tidak di rumah mu?"ucap Ken heran


"Aku takut Kak, saat ini aku sedang diteror oleh seseorang, aku butuh pertolongan mu Kak, biarkan aku tinggal beberapa hari saja di sini!, sampai keadaan kembali aman"


Anna dan Ken masih menatap, mereka tidak tau harus berbuat apa dan tidak bisa memutuskan sepihak saja, karna setiap apapun harus dibicarakan dulu secara berdua dan empat mata.


"Bagaimana?? jika kalian keberatan, aku bisa membantu semua pekerjaan di rumah ini sebagai bukti terimakasih ku"ucap Nadin kembali meyakinkan


"Bagaimana Anna?"tanya Ken


"Jika memang begitu, terserah mas aja, Anna ngikut keputusan mas"ucap Anna


Dalam diamnya Nadin tersenyum licik, tanpa di ketahui Anna dan Ken.


"Kamu boleh menginap di sini untuk beberapa hari Nadin, secepatnya aku akan mencari orang yang telah meneror kamu"ucap Ken


"Tidak usah Kak, untuk menumpang tempat tinggal saja aku sudah sangat berterimakasih, dan aku tidak ingin merepotkan Kak Ken lagi untuk mencari orang yang meneror aku Kak"ucap Nadin, menjadi tanda tanya dalam benak Anna, tapi kemudian Anna kembali berpositif thinking.


Setelah itu Ken berangkat ke kantor dan Anna membawa Nadin masuk ke dalam rumah.


"Umma"ucap Attha keluar dari kamarnya dengan wajah bantal bangun tidur.


"Udah bangun sayang?"ucap Anna


"Ohhh... jadi istrinya Ken seorang janda, ck kasian sekali,dapat yang sudah bekas kenapa tidak menikah dengan ku saja yang jelas-jelas masih gadis,ya meski tidak virgin tapi setidaknya bukan Janda"Nadin tersenyum miring


"Mbak kamarnya di sebelah kamar putra saya ya"tunjuk Anna pada kamar sebelah kamar Attha yang pernah di tempati Alisha.


"Nanti akan saya bantuin untuk beresin, setelah memandikan putra saya"ucap Anna


"Tidak usah saya bisa sendiri kok"ucap Nadin tersenyum, walau hatinya menyimpan kebencian.

__ADS_1


"Terimakasih"ucap Nadin menarik kopernya.


Anna menganguk.


Setelah itu Anna memandikan putranya.


"Sayang makannya mau di suapi"ucap Anna setelah Attha rapi dan wangi


"Atha bisa sendili,umma lakukan saja kelja umma"ucap Attha sudah duduk di meja makan dengan makanan di depan.


"Pintar anak umma, sebentar lagi akan masuk sekolah ya sayang"ucap Anna mengecup kening putranya. Dan kembali melanjutkan pekerjaannya rumahnya sebagai ibu rumah tangga.Sebelum itu Anna memanggil Nadin yang berada di kamar.


"Mbak apakah sudah sarapan pagi, kalo belum makanan nya ada di meja makan ya mbak"ucap Anna


"Iya saya akan membereskan kamar dulu"ucap Nadin dari dalam.


_


Setelah pekerjaan rumah selesai


Anna memutuskan untuk istirahat di kamarnya bersama sang putra. Sedangkan Nadin dia berjalan menyelusuri ruang-ruang yang ada di rumah Ken. Saat melewati pajangan foto Ken dan Anna.Nadin berhenti dan tersenyum sinis.


"Sebentar lagi aku akan menyingkirkan mu wanita bodoh"senyum licik terukir di bibirnya.


"Apa yang membuat Ken bisa menikah dengan wanita janda itu?, tidak ada hal istimewa dalam dirinya, dia juga bukan dari keluarga kaya,penampilannya juga tidak modis,seperti kampungan "gumam Nadin


"Aku yakin jika Ken dengan ku pasti kami adalah pasangan yang serasi dan cocok"


"Hekhmm... apa yang mbak lakukan?"ucap Anna tiba-tiba muncul di belakang Nadin


Nadin terkejut dan terlihat gugup seketika


"Hemmm.... tidak ada cuma melihat-lihat pajangan foto yang bagus"ucap Nadin berusaha senyum


"Ohhh,,,, iya mbak, kami selalu mengabadikan setiap momen berdua"ucap Anna membuat hati Nadin memanas.


"Oya mbak udah makan siang? mari mbak kita makan siang dulu"ucap Anna


Setelah makan siang. Anna hendak membersihkan meja makan.


"Biar aku saja yang membersihkannya, kamu duduk saja"cegah Nadin


"memangnya tidak apa-apa mbak?"


"Tidak apa-apa kok, aku tidak enak jika berdiam diri saja"ucap Nadin.


"Yasudah kalo gitu"ucap Anna melangkah meninggalkan meja makan.


"Menyusahkan, aku belum pernah melakukan pekerjaan seperti ini sebelumnya"umpat Nadin sambil mengambil piring kotor untuk di cucinya


"Kalo begini bisa lecet tangan aku"ucap Nadin


prangkk...


Anna yang sedang duduk di sofa ruang keluarga terkejut,langsung bangkit dan berjalan tergesa-gesa menuju dapur.


"Ada apa mbak?"ucap Anna cemas


"Piringnya jatuh soal licin banget"ucap Nadin


Anna mengambil nafas pelan.


"Yasudah biar saya saja yang beresin semuanya"ucap Anna


"Saya bantu ya ngumpul pecahan piringnya"ucap Nadin


"Hemmm.... "ucap Anna melanjutkan untuk mencuci piring dan Nadin berjongkok untuk mengumpulkan pecahan piring.


"Aauuwww"rintih Nadin


"Ada apa lagi mbak?"ucap Anna menoleh malas ke arah Nadin

__ADS_1


"Astagfirullah tangannya berdarah mbak, sudah obati dulu lukanya mbak, p3k ada di ruang keluarga dekat laci lemari"ucap Anna


"Iya"ucap Nadin berlalu pergi dari dapur


"Sial banget aku,sampai terluka segala,tapi tidak apa demi mendapatkan Ken"


Anna menghembuskan nafas kasar dan geleng-geleng kepala.


-


Sore harinya Anna memasak untuk makan malam nanti.


Nadin datang menghampiri Anna.


"Apa yang bisa ku bantu?"ucap Nadin


"Tidak usah mbak"tolak Anna


"Baiklah"ucap Nadin dan memilih untuk duduk di kursi meja makan memperhatikan Anna masak.


"Berapa umur mu?"tanya Nadin


"Aku 23 tahun mbak"


"Masih 23 tahun kok udah janda"batin Nadin


"Ohh, jauh juga ya selisih usianya dengan Kak Ken"


"Menikah bukan soal usia mbak,tapi pemikiran yang dewasa dan serius untuk membangun rumah tangga"ucap Anna, Nadin merasa kesal mendengar jawaban Anna.


"Dulu Kak Ken dan Kakak ku juga begitu mereka adalah sepasang kekasih yang saling mencintai, mereka sering dijuluki couple idaman anak muda pada waktu itu, karna keserasian dan kecocokan antara keduanya, bahkan keduanya juga berniat untuk menikah, tapi Kakakku meninggalkan karna kecelakaan beruntun"


"Innalillahi wa innaillahi rojiun"ucap Anna yang fokus mendengar cerita Nadin


"Lalu bagaimana mbak?"


"Kau tau Kak Ken frustrasi, hidupnya benar-benar hancur kehilangan Kakakku, bahkan dia tidak pernah mengurus dirinya sendiri, hingga waktu itu jatuh sakit, dia benar-benar terpuruk,segitu cintanya Kak Ken pada Kakakku, kalo kakakku masih hidup mungkin mereka akan hidup bahagia sekarang"ucap Nadin berusaha memanas-manasi Anna.


"Dan sekarang akulah yang akan menggantikan posisi Kak Nadya"batin Nadin sambil tersenyum sinis


"Semuanya telah di takdirkan oleh Allah untuk setiap hambanya mbak, dan semoga Armahumah kakak mbak tenang ya di alam sana serta keluarga yang ditinggalkan di beri keikhlasan "ucap Anna tenang dan masih fokus pada masakannya sesekali melirik ke arah Nadin sambil tersenyum.


Nadin merasa kesal ternyata Anna tidak cemburu sama sekali dengan masa lalu Ken, bahkan dia bersikap tenang.


Terdengar deruan mesin mobil


"Assalamualaikum"ucap Ken


Anna tersenyum kemudian mematikan api kompornya.


"Biar saya saja yang membuka pintu untuk Kak Ken"cegah Nadin berdiri


"Saya istrinya mbak, saya yang akan menyambut suami saya pulang kerja"ucap Anna sambil mencuci tangannya.


Tentu saja Nadin mengepal tangannya menahan geram,mendengar ucapan Anna.


"Papa"ucap Attha berlari keluar menghampiri Ken.


"Mana umma?"ucap Ken pada Attha yang berada di gendongannya.


"Iya mas"ucap Anna tersenyum menghampiri


"Attha sayang turun nak, papa pasti lelah"ucap Anna


"Iya umma"ucap Attha langsung turun dari gendongan Ken dan berlari masuk ke dalam rumah.


"Sini tasnya mas,"ucap Anna sambil menyalami tangan Ken dan di balas kecupan kening oleh Ken di puncak kepala Anna.


Nadin melihat pandangan itu dengan tatapan muak dan tidak suka.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya buat author


__ADS_2