
Malam harinya
Anna dan Ken sudah berada di dalam mobil dan diikuti oleh 2 mobil keluarga menuju hotel untuk melaksanakan resepsi pernikahan mereka.Sesuai pilihan mereka berdua bahwa repsesi dilaksanakan di outdoor, jadi Mami dan Papi sepakat membooking Hotel untuk repsesi pernikahan putra dan menantu mereka.
Tio yang menyetir mobil yang ditumpangi Anna dan Ken.
"Aku nggak percaya lho Ann, kamu bakalan menjadi istrinya Bos "ucap Tio
"Heheheh... Kak Tio,jodoh tidak ada yang tau Kak "Anna melirik ke arah Ken yang duduk disampingnya.Ken hanya menatap datar dan dingin.
"Ya Allah dapat suami kok begini amat, udah tua lagi"batin Anna
Tak lama mobil yang mereka tumpangi pun tiba di Hotel.Tidak ada romantis-romantisnya pasangan ini,Ken maupun Anna berjalan sendiri-sendiri,Anna sudah kesusahan berjalan memakai gaun pernikahannya yang sangat berat, dan berjuntai menyapu jalan.
Mami dan Papi juga baru datang, diikuti oleh keluarga lainnya, termasuk Clara dan Nathan beserta Anak mereka.
"Apa dia tidak ingin meminta bantuan ku, aku tau pasti dia kesusahan berjalan sekarang?"gumam Ken
"Apa ngak ada peri kemanusiaan nya sedikit pun?, membiarkan ku begitu saja ,seperti tidak dianggap ada"gumam Anna
"Ken!!! sungguh keterlaluan kau meninggalkan istrimu begitu saja, tanpa membantu dan menggandengnya"teriak Papi naik darah melihat anaknya itu.
"Sayang ayo mami bantu nak"ucap Mami Mami memegang gaun Anna dari belakang.
"Papi sudah pi malu dilihatin orang,ini acara kita "ucap Mami dan Anna datang menghampiri Papi dan Ken yang baru naik ke teras hotel.
"Abang kenapa dengan kau??apa kau melupakan kakak ipar? "tanya Kirana datang sambil menggendong putrinya.
"sudah lah sayang, ayo kita masuk, Ken gandenglah istrimu"ucap Mami menajamkan matanya pada Ken.
Ken membantu membenarkan gaun Anna, kemudian menggandeng Anna dan mereka pun berjalan di karpet merah diikuti oleh Keluarga besar Ken di belakang.
"Kenapa kau tidak meminta bantuan ku tadi, apa kau sengaja supaya aku di marahi"ucap Ken pada Anna
"Ya Allah pak, seharus bukan minta bantuan dulu baru di bantu, tapi kesadaran Pak Ken sendiri, jika Pak Ken menganggap ku istri pasti tidak meninggalkan ku begitu saja"ucap Anna masih menggandeng tangan Ken.
"Mari kita sambut pengantin kita sudah datang"ucap MC
para tamu undangan yang sudah datang dan menikmati makanan pun melihat ke arah pengantin yang berjalan dengan anggun dan serasinya.Walau umur Ken dan Anna beda jauh, namun mereka tetap pasangan sempurna.
Bunda, Zidhan dan Attha yang sudah datang dari tadi melihat ke arah Anna dan Ken yang menaiki Singgasana mereka.
"Nenek itu Umma, Atha mau tempat Umma"
"Nanti ya cucu nenek yang tampan, Umma tidak bisa diganggu dulu nak"ucap Bunda mengusap kepala Attha yang duduk dipangkuannya.
"Silahkan Ratu dan Raja sehari untuk menduduki singgasana yang sudah tersedia"ucap MC
"Mereka begitu serasi ya Kak"ucap Amel pada Ray duduk di salah satu meja.
"heeeemmm"ucap Ray dengan senyum paksa.
"Kenapa kakak tidak ikhlas begitu? ada apa? "tanya Amel
"Tidak ada apa-apa kau,aku keluar dulu sebentar"ucap Ray hendak berdiri.
Ken membantu Anna untuk duduk.
"Apa kau sudah merasa nyaman"ucap Ken
"sudah, terimakasih"ucap Anna pada Ken si wajah datar.
semua tamu begitu kagum melihat Ken memperlakukan Anna dengan baik, hanya saja mereka tidak tau sebenarnya apa yang terjadi.
"Ya ampun si Bos so sweet banget"ucap salah satu karyawan
"Gw masih ngak nyangka ya Si Anna jadi istrinya Bos"
"Pak Ken begitu mencintai istrinya"ucap salah satu klien perusahaan
"Mereka pasangan yang sangat pas dan serasi"
"Jeng Si Ken yang tampan dan menawan sudah menikah sekarang"ucap salah satu ibu-ibu sosialita
__ADS_1
"Aku dulu berharap banget putri ku dengannya"ucap temannya.
Bunyi alunan musik romantis menambah suasana bahagia di acara pernikahan Anna dan Ken.
Satu persatu tamu naik ke atas singgasana untuk bersalaman dan mengucapkan selamat untuk kedua pengantin.
Ken dan Anna menyambut dengan senang hati.
"Woiii selamat Bro, akhirnya lho nikah juga"ucap teman sekolah Ken dulu sambil menepuk-nepuk pundak Ken, dia juga membawa istri dan kedua anaknya yang berumur 10 tahun dan 6 tahun.
"Terima kasih Bob"ucap Ken tersenyum tipis.
"Semoga cepat mendapat momongan"ucapnya tersenyum menyeringai
Anna sibuk menyambut istrinya Bob dan anaknya.
"Selamat ya mbak semoga bahagia hidup dengan teman saya"ucap Bob
"Terimakasih Tuan,semoga anda juga bahagia dengan keluarga kecil Anda"balas Anna tersenyum tulus.
Kemudian tamu lain mengucapkan selamat juga untuk pengantin.
Anna dan Ken tidak berhenti menyambut para tamu yang mengucapkan selamat pada mereka.
Sekarang giliran Amel dan Ray yang mengucapkan selamat.
"Selamat ya Pak Ken atas pernikahannya, saya harap anda selalu membuat Anna bahagia dan jangan pernah menyakitinya"ucap Ray sedikit berbisik pada Ken dan menepuk pelan bahu Ken
"Tentu saja Pak Ray, sekarang Anna istri saya dan tanggung jawab saya, anda jangan khawatir, saya tau yang seharusnya saya perbuat"bisik Ken dengan menarik sudut bibirnya.
"Selamat ya Pak Ken, jaga baik-baik sahabat saya"ucap Amel
kemudian bergantian pada Anna
"Selamat Ann, semoga kamu bahagia"ucap Ray, tidak ingin berlama-lama lalu turun kebawah
"Selamat Anna sahabat terbaik ku, semoga menjadi keluarga yang sakinah ,mawadah, warahmah, dan cepat dapat baby"ucap Amel memeluk Anna kemudian mengedipkan matanya sebelah
"Aamiin makasih do'a baiknya, semoga kamu dan Kak Ray cepat menyusul ku ke pelaminan"ucap Anna
"Woiii cepat dong aku gantiin"teriak para tamu yang antri di bawah ingin naik ke singgasana.
"Bye aku turun dulu ya,udah para teriak di bawah tu"ucap Amel
"Pak Ken berbahagialah malam ini dengan Anna"ucap Amel sempat-sempat menggoda pengantin itu.
di lain
Wardah dan Tio berdebat.
"Kenapa tidak tuan saya yang pergi ke sana?dan kenapa harus mengajak saya?"ucap Wardah kesal pada Tio
"Saya mau dengan kamu apa salahnya bersama-sama naik ke pelaminan itu"ucap Tio
"Kau tidak ingat hukuman konsekuensi atas kesalahan mu waktu itu, kau harus menuruti dan mengikuti apa pun ucapan saya, lagian sekarang kau juga asisten pribadi saya"
"kenapa kau memperpanjang masalah seperti itu tuan, aku sudah menawarkan untuk mengganti Jas mu itu, bahkan akan kuganti dengan yang lebih mahal"ucap Wardah
"Tidak bisa, tidak ya tidak sekarang ikuti saya"ucap Tio.Mau tidak mau Wardah mengikuti Tio.
"Cih dasar lelaki menyebal kan bisa-bisanya dia berbuat seenak jidatnya saja,dan apa katanya tadi, asisten pribadinya?? jangan berharap dia"batin Wardah tidak terima.
Tio dan Wardah naik ke singgasana tempat raja dan ratu berada.
Anna terlihat bingung kenapa Wardah bisa bersamaan dengan Tio, apa yang terjadi diantara mereka.
"Anna memberi kode pada wardah, namun wardah hanya menatap sendu dan menggelengkan kepalanya.
"Selamat atas pernikahannya Bos, semoga senantiasa di beri kebahagiaan dan mendapatkan anak"ucap Tio
"Terima kasih Tio, sejak kapan kau bersama wanita??"tanya Ken mengangkat satu alisnya.
"diam saja Bos"ucap Tio
__ADS_1
"Selamat Anna, semoga selalu sabar menghadapi sikap Bos yang kini telah menjadi suamimu"ucap Tio memelan suaranya.
"Heheheh... Kak Tio, lalu kenapa kak Tio bisa bersama Wardah?"ucap Anna
"pendekatan"ucap Tio setelah itu turun ke bawah.
"Selamat Anna, teman terbaikku, semoga menjadi keluarga yang rahmatan lil'alamin dan cepat -cepat punya baby"ucap Wardah memeluk Anna dan mengeras suaranya diakhir kalimat supaya di dengar Ken.
"Terimakasih teman terbaik, terimakasih juga do'anya dan semoga kamu lebih dekat dengan Kak Tio"ucap Anna tersenyum genit pada Wardah, tapi Wardah hanya menatap kesal pada Anna. lalu turun ke bawah.
Anna merasa kakinya sangat pegal karna berdiri dari tadi.
"Kaki kau sakit?? sudah duduk saja"ucap Ken menyuruh Anna duduk.
"sedikit, tidak apa-apa kok pak"ucap Anna canggung oleh Ken.
"Saya bilang duduk saja"ucap Ken
Anna pun dengan hati-hati duduk di kursi singgasana mereka.
"buka heels nya"ucap Ken membungkuk ingin membuka heels yang dipakai Anna
"Tidak usah Pak biar saya saja"ucap Anna
"Jangan membantah"ucap Ken berusaha membuka heels Anna, namun karna Anna memakai kaos kaki, jadi tidak terlihat kakinya memerah.
"luruskan kakimu"ucap Anna
"Pak jangan begini, malu dilihatin orang, nanti di kamar saja Pak"ucap Anna saat Ken mengangkat kakinya.Tamu yang masih tersisa hanya tersenyum melihat ke arah pengantin tersebut.
"yasudah lah"ucap Ken juga malu meletakkan kaki Anna kembali.
Amara pun datang dan langsung naik ke singgasana pengantin.Anna dan Ken kembali berdiri menyambut Amara.
"Cieee cieee sudah menjadi pengantin selamat atas pernikahanmu"ucap Amara memeluk dan menempelkan pipinya pada Ken
"Akhirnya kamu datang juga Ar, aku pikir kamu ngak bakalan datang"ucap Ken
"Tentu saja aku datang pada pernikahan sahabatku ini, semoga langgeng ya Ken, cinta selamanya dan berbahagia"ucap Amara
"Thank's Ar"ucap Ken mengangguk.
"Selamat Ya Anna, terimalah kekurangan dan kelebihan pasangan, supaya keluarga kalian tetap utuh, semoga kamu bisa meluluhkan si wajah datar itu menjadi bucin akut padamu"ucap Amara
"Terimakasih mbak, semoga saja ya mbak, Aamiin"ucap Anna tersenyum tulus pada Amara. Setelah itu Amara turun ke bawah.
Setelah Acara turun tibalah 3 teman kuliah Ken dulu.
"Wahhh selamat Bro, lama membujang dapatnya yang muda cantik lagi"goda temannya
"Selamat juga Bro, akhirnya melepas masa lajang"
"Selamat bro, tapi ingat jangan mentang-mentang buka puasa kau terkam habis istrimu"ucap temannya memeluk Ken
"Dasar kalian semua, thank you atas ucapannya, jika kalian Sudah puas menggoda ku, lebih baik kalian turun"ucap Ken
"Sabar Bro, kami belum mengucapkan selamat pada istrimu"
"Tidak usah"ucap Ken kesal.
"Jangan cemburuan gitu dong, kami ngak akan mengembat istri lho, lagian kami juga punya istri masing-masing"ucapnya
"Gw tendang nih kalian ke bawah"ucap Ken
cepat-cepat teman Ken turun ke bawah dengan terkekeh daripada mendapat amukan dari Ken.
"Jangan dengarkan mereka"ucap Ken pada Anna
Hari semakin larut, tamu pun satu persatu sudah pulang meninggalkan hotel begitu juga Bunda, Attha dan Zidhan juga sudah pulang ke rumah. Termasuk keluarga besar Ken juga sudah pulang, namun sebelum pulang Mami dan Papi berpesan supaya Ken dan Anna menginap dulu di kamar hotel yang sudah dibooking khusus untuk mereka berdua.
Ken dengan telaten membantu Anna berjalan dan menggenggam tangan Anna menuju kamar hotel yang akan mereka tempati,karna kaki Anna merasa sakit berdiri terlalu lama. Anna hanya pasrah tanpa menolak bantuan suaminya itu yang sedang berbaik hati.
...****************...
__ADS_1
Bersambung