My Love Bos

My Love Bos
Anna Ngambek


__ADS_3

Anna bangun pagi langsung melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.


Ken yang sudah bangun tertegun melihat Anna melaksanakan sholat.Hatinya merasa bergetar, sudah berapa lama dia jauh dari sang penciptanya, bahkan hidupnya lebih mementingkan dunia dan kerja.


Setelah selesai sholat, Anna merapikan alat sholat nya. Ken kembali berpura-pura tidur.


Anna berjalan menghampiri Ken


"pak bangun sudah pagi"ucap Anna


"heemm"ucap Ken melek


"Ayo bangun, aku mau masak dulu"ucap Anna


"Heemmm"


Anna keluar kamar menuju dapur untuk membuat sarapan pagi seperti rutinitasnya yang biasa di lakukannya.


Setelah selesai Anna kembali lagi ke kamar. Terlihat Ken baru keluar dari kamar mandi dengan melilitkan handuk dipinggang.


"Pak Ken bisa ngak jangan telanjang dada begitu, bisa pake dulu kaos kek di dalam kamar mandi"ucap Anna kesal


"Apa salahnya hanya di depan kau saja?, sudah tolong ambilkan baju saya"ucap Ken


"Memangnya Pak Ken ngak bisa ambil sendiri apa? manja banget sih"ucap Anna, namun tetap mengambil pakaian Ken yang masih di dalam koper belum di susun di dalam lemarinya.


"ini pilihan ku sendiri, kalo ngak suka cari aja yang lain"ucap Anna meletakkan pakaian Ken lengkap dengan Jas dan dasinya di atas ranjang.


"Nanti kalo udah selesai langsung keluar untuk sarapan, aku mau ngurusin Attha dulu"ucap Anna berlalu keluar kamarnya.


"Bukan suaminya yang diurusin tapi malah anaknya"gerutu Ken


Anna melihat putranya yang ternyata sudah bangun, kemudian Anna memandikan Attha ,memakai pakaian Attha, setelah itu menyuapi makan Attha yang tidak bisa diam, dia berlari-lari mengelilingi meja makan, Anna repot dengan anaknya itu.Setelah selesai menyuapi Attha, Anna baru duduk di kursi.


Kemudian Ken keluar kamar langsung bergabung untuk sarapan.


"Wardah mana bun?"tanya Anna belum melihat temannya itu dari pagi.


"mungkin masih di kamar packing"ucap Bunda.


"Anna ambilkan sarapan untuk suamimu, "ucap Bunda


"Iya bunda"ucap Anna


"Sarapan pagi cuma ini Pak"ucap Anna mengambilkan nasi goreng dan telur ceplok untuk Ken.


"Tidak apa"ucap Ken


Mereka pun menikmati sarapan paginya.


"Mbak kunci motor mana mbak?"tanya Zidhan setelah selesai sarapan.


"di dalam kamar mbak diatas nakas Ji"ucap Anna


"Mau pergi sekolah? barengan aja"tawar Ken


"Ngak papa Kakak ipar?"tanya Zidhan ragu melihat ke arah Anna ,pasalnya dia belum pernah berbicara pada suami kakaknya itu sebelumnya, kecuali pas waktu akad kemarin.


"Ayo!! nanti kau bisa telat"ucap Ken


dengan ragu Zidhan menganguk ,kemudian Zidhan pamitan pada Bunda dan Anna,sambil menyodorkan telapak tangannya pada Anna.


"Uang?"


"Tuh mbak tau"ucap Zidhan menyengir


Anna bangkit dari duduknya.


"Nih! sekarang minta uang pada saya"ucap Ken berbalik memberikan satu lembar uang berwarna biru.Zidhan meminta persetujuan dengan Anna, kemudian Anna menganggukkan kepalanya.


"Terimakasih banyak kakak ipar"ucap Zidhan senang, biasanya dari mbaknya mendapat uang 20 ribu sekarang dari kakak iparnya dapat 50 ribu.


Anna mengantar Ken dan Zidhan ke teras depan sambil tangannya membawa tas kerja Ken.


"Nanti siang aku pamit mau antar Wardah ke bandara"ucap Anna memberikan tas kerja Ken.


"Nanti kau suruh Wardah menemui saya di kantor"ucap Ken

__ADS_1


"mengapa? Wardah hari ini akan kembali ke kampung halamannya"ucap Ken.


"Mbak sudah ngobrolnya, aku udah telat nih"teriak Zidhan


"Ikuti saya perintah saya, Oh iya nanti sore kita akan ke rumah Mami, kau bersiap-siap dan packing"ucap Ken, setelah itu berbalik badan


"Pak tunggu!!"panggil Anna


"Apalagi?"ucap Ken


Anna mengulurkan tangannya dan menyalami tangan Ken.


"sudah?"tanya Ken yang dianggukkan oleh Anna, Ken tersenyum tipis dan masuk ke dalam mobilnya diikuti oleh Zidhan.


Setelah mobil Ken keluar dari pagar, Anna kembali masuk ke dalam rumah.


-


Siang itu Anna dan Wardah pergi ke kantor Ken menggunakan motor Anna .


"Kenapa aku di suruh ke kantor suamimu Anna?"tanya Wardah saat mereka sudah tiba di lobby kantor.


"Aku juga ngak tau Wawa, di berpesan saja tadi pagi"ucap Anna jujur.


Anna dan Wardah masuk ke dalam perusahaan.


"Nona Anna"ucap Karyawan yang berpapasan dengan Anna


"Bertemu pak Ken ya Nona"


"Hehehee Iya, kalian jangan panggil aku Nona, aneh aja gitu kedengarannya, panggil seperti biasa aja"ucap Anna


"Tidak Nona kami tidak berani"ucap Mereka menunduk sopan pada Anna.


"Selamat siang nona Anna"


"Siang, panggil Anna aja"ucap Anna


"Ayo Wawa"ucap Anna menarik tangan Wardah, mereka masuk ke dalam lift menuju lantai 7 tempat ruangan Ken.


"kira-kira ada apa ya Anna"ucap Wardah seperti cemas


Ting lift terbuka Anna berjalan duluan dan diikuti di belakang oleh Wardah.


Saat melihat ruangannya Anna melihat ada seseorang disana,ada rasa tidak rela di hatinya orang lain menepati ruangan sekretarisnya.


"Ayo Wawa kita masuk"Anna mulai mengetok pintu kaca tersebut, terdengar suara dari dalam baru Anna melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan Ken.


"Kau?? kenapa kau ke sini"tanya Ken ternyata istrinya yang masuk.


"mengantar Wawa"jawab Anna


"Wawa"panggil Anna, dengan langkah pelan Wardah masuk ke dalam ruangan Ken.


"Permisi Pak"ucap Wardah menunduk takut


"Duduk!!!"suruh Ken pada Wardah.


"trus aku?"tanya Anna


"Terserah kau, memangnya siapa yang menyuruh kau ke sini?"ucap Ken santai


"Yasudah aku pergi"ucap Anna kesal,dia sakit hati mendengarkan ucapan Ken yang tidak mempedulikannya, apalagi di depan temannya sendiri.


"Mau kemana?"ucap Ken


Wardah hanya diam menyaksikan suami istri di depannya ini.


"Pergilah, kan aku ngak di suruh ke sini"ucap Anna menarik pintu kaca tersebut bersamaan dengan Tio juga masuk ke ruangan.


"Nona Anna"ucap Tio


Anna sedikit tersenyum dengan wajahnya masam.Tio berbinar saat masuk ke dalam ruangan Ken, ternyata ada wanitanya di sana. Sedangkan Ken Berjalan ke arah Pintu dan mengejar Anna.


"Kau ngambek?"ucap Ken menarik tangan Anna.


"Tidak lepas Pak, aku mau pulang"ucap Anna memberontak.

__ADS_1


"Saya cuma bercanda, Ayo masuk"ucap Ken menarik tangan Anna kembali


"harus saya paksa??"ucap Ken


"Tidak kau jangan egois Pak!, aku mau pulang, lagian aku ngak ada urusan di sini"ucap Anna


"Anna"panggil Amel yang baru keluar dari lift


Ken langsung melepas tangan Anna.


"Hai Mel"ucap Anna senang melihat teman terbaiknya itu dan mereka bercipeka cipiki dulu.


"Pengantin baru sudah ada saja di kantor, kenapa tidak menikmati masa-masa pengantin baru di dalam kamar?"goda Amel


"ihhh... apaan sih kamu Mel, ngak jelas tauk "ucap Anna


"Kalo begitu saya masuk dulu"ucap Ken masuk ke dalam ruangannya kembali tidak ingin mengganggu istri dan temannya itu.


"Kamu masih kerja disini?"tanya Amel


"kalo mau ngobrol jangan di sini lah Mel, kita keruangan kamu aja"ucap Anna


"Yaudah ayuk?"ucap Amel menggandeng tangannya temannya itu.


Anna menunggu wardah yang ada urusan dengan suaminya itu, sambil mengobrol dengan Amel diruangan Amel.


Satu jam berlalu, pesan singkat dari Wardah.


"Suruh aja Wawa ke ruangan ku Ann"ucap Anna


"Baiklah"ucap Anna mengirim pesan pada Wardah bahwa dirinya sedang berada di ruangan Amel di lantai 2.


"Ada apa ya Ann?kok Wawa di suruh Pak Ken ke ruangannya?bukan kah hari ini dia mau berangkat ke Semarang?"ucap Amel penasaran.


"Iya itu makanya kita tanya langsung aja nanti sama Wawa"ucap Anna


Terdengar suara ketukan dari luar, Anna membukakan pintu ternyata Wawa.


"Pak Ken mencarimu tadi Ann, katanya mau pulang bareng kamu?"ucap Wardah pada Anna


"Biarin aja dia, tadi kamu bilang apa sama dia?"


"aku bilang kamu ada di ruangan Amel"ucap Wawa


"Hai Wawa, masuk dulu"ucap Amel menyambut Wawa.


"Terima kasih Mel"ucap Wardah tersenyum


Anna menggerutu kesal.


"Duduk Wawa ,ayo cerita sama aku ada urusan apa kamu sama Pak Ken?, aku kepo banget loh" ucap Amel tidak sabaran.


Ken mendorong pintu ruangan Amel ,Anna yang masih berdiri di pintu dibuat terkejut.Amel dan Wardah langsung melihat ke arah pintu.


"Ayo pulang"ucap Ken menarik tangan Anna.


"Tunggu sebentar"ucap Anna melepas tangan Ken dan kembali menghampiri temannya.


"nih kunci motornya Wawa, hati-hati pulang sendiri ya"Anna menyerahkan kunci motor


"Dahh aku pulang duluan"ucap Anna pada kedua temannya itu yang terlihat tegang melihat Ken.


Ken menarik tangan Anna


"Aku bisa jalan sendiri, jangan ditarik-tarik begini"ucap Anna berusaha melepas tangan Ken.


Karyawan lain yang melihat mereka hanya menatap heran tapi juga menyapa menundukkan kepalanya.


Ken dan Anna masuk ke dalam mobil, lalu Ken melajukan mobilnya.


"Kau ngambek?,kesal dengan saya? ingin marah? "tanya Ken sambil menyetir


"Ntah lah"ucap Anna malas


keduanya hanya diam tanpa bicara dan sibuk dengan pikiran masing-masing.


...****************...

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2