My Love Bos

My Love Bos
3 cerita berbeda


__ADS_3

Anna yang mendapat kabar bahwa Nadin akan segera melahirkan dan kini berada di rumah sakit, membuatnya merasa sangat senang tapi disisi lain rasa kecemasan dan kekhawatiran memenuhi pikirannya.


Anna terus mondar-mandir menghubungi suaminya untuk memberitahu kabar gembira ini, sudah beberapa kali dia menelepon suaminya tapi tak satupun diangkat oleh Ken.


"Nak tenang lah ingat Anna lagi hamil, mungkin nak Ken sibuk bekerja"ucap Bunda berusaha menenangkan putrinya.


”Duduklah ,jangan terlalu gelisah dan cemas berlebihan tidak baik untuk kandungan Anna"nasehat bunda.


Anna menatap bundanya dengan sendu seraya mengambil nafas dalam dan menghembuskan nya perlahan.Lalu kembali duduk.


"Iya bunda,Anna tau, tapi kita harus ke rumah sakit melihat mbak Nadin,Anna kasian melihatnya bunda, di detik-detik melahirkan tidak ada suami di sampingnya yang menemaninya,dia berjuang seorang diri bunda"ucap Anna dengan raut wajah sedih dan prihatin.Matanya terlihat berkaca-kaca.


"Iya nak bunda paham, Nak Nadin tidak sendirian kita adalah keluarganya, Anna tenanglah,kita akan ke sana nanti bersama-sama tunggu suamimu dulu "Bunda mengelus lembut lengan putrinya.


"Tapi mas Ken tidak bisa di hubungi bunda, bagaimana kita akan ke sana, apa Anna pergi aja dengan Zidhan ya Bun?"


"Tidak boleh, itu sangat beresiko, bunda tidak izinkan, bunda tidak ingin kamu dan calon cucu bunda kenapa-kenapa, mengerti lah nak!"ucap Bunda melarang keras.


"Umma.....Nenek....."Panggil Attha baru memasuki rumah dan di ikuti oleh mbak Siti di belakangnya.


"Putra umma sudah pulang ternyata"ucap Anna mencium kening Attha.


**********


Di sisi lain


Di luar ruangan Tante dan bibik saling menguatkan satu sama lain, kecemasan dan ketakutan sangat terlihat di wajah mereka,Bibik tak henti-hentinya memanjatkan doa memohon keselamatan untuk Nadin dan bayinya yang sedang berjuang di dalam ruangan operasi.


Saat dokter menyatakan Nadin harus di ceasar ,karna tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal, mendengar hal itu rasanya jantung tante berhenti berdetak sesaat, tapi mau tidak mau Tante harus mengambil keputusan dan menandatangani surat persetujuan agar operasi Caesar bisa berjalan.Yang ada di pikiran tante hanya satu keselamatan untuk keponakan dan cucunya.


Jauh dari tempat duduk Tante dan Bibik terlihat 2 orang pria asing berdiri, salah satu nya memakai jaket hitam,celana kasual panjang berwarna hitam,dengan kaca mata hitam, topi dan masker yang menutupi wajahnya,seperti orang buronan yang menutup dirinya supaya tidak di kenali oleh orang-orang.


"Kenapa lama sekali,apa yang terjadi di dalam Arya"ucapnya berdecak kesal.


"Tidak tau Bos,dokter bilang Nona Nadin di ceasar, dan itu pasti membutuhkan waktu yang cukup lama Bos"jawab Arya


"Ck...ck tapi apakah anakku baik-baik saja nantinya"ucap Irvin tak di pungkiri dia juga cemas dan khawatir ,entah itu mencemaskan anaknya atau Nadin, ibu dari anaknya.

__ADS_1


"Putra Bos dan Nona Nadin pasti baik-baik saja"sahut Arya, Irvin langsung melayang tatapannya padanya.


"hmm ternyata manusia yang berhati batu ini masih mencemaskan anaknya yang sempat tak dianggap"gumam Arya dalam hatinya tersenyum sinis.


Disisi lain


Ken yang baru selesai mengadakan rapat redaksi langsung berjalan menuju ruangannya diikuti oleh Tio dari belakang.


"Pak Tio"ucap Wardah menghentikan langkah Tio dan berbalik menatapnya dengan tersenyum manis.


"Apakah anda sudah makan siang? jika belum mari makan siang dulu,saya sudah bawakan dari rumah tadi"ucap Wardah dengan gaya bahasa formal.


"Wahh perhatian sekali Nona sekretaris ini,dengan senang hati, Mari Nona kita makan siang bersama"Tio berjalan mendekat dan langsung menggandeng tangan istrinya.


Belum juga Tio akan melangkah bersama istrinya, Ken berbalik dan berkata.


"Tio belikan saya makan siang"ucapnya


Baru akan berucap, Ken sudah melangkah pergi . Tio menghela nafas nya sambil menatap murung pada sang istri.


"Tunggu sebentar ya dear, mas segera kembali"Tio mengecup kening Wardah dan lalu pergi, meninggalkan Wardah yang senyum-senyum malu.


"Aduhhh....hari ini panas ya Din"sindir Amel yang jalan mendekat ke arah Wardah bersama Dina, sambil mengipas telapak tangannya di depan wajahnya.


"Iya Mel, apalagi lihat pemandangan barusan, seolah-olah aku merasa ngontrak di bumi ini"ucap Dina asalan. Amel tertawa cengengesan mendengar ucapan Dina.


Wardah menoleh cepat ke arah kedua temannya itu.


"Kalian berdua kok bisa ada di sini, trus kalian lihat apaan tadi?"tanya Wardah


"Ya elah dianya pake nanya lagi,apa udah lupa ini dimana ya?"sindir Amel


"Hello Bu sekretaris ini di kantor ya Bu, lagian ini juga udah jam makan siang, jadi kami bebas mau kemana saja, eh tapi malangnya kami melihat ke uuwuwuan pengantin baru yang membuat jiwa jomblo kami meronta-ronta"ucap Amel mengiba.


Wardah menatapnya dan tersenyum kecut.


"Hahahaha,,,, kasian kali kamu Mel,udah sana kamu nikah, biar wajah kamu itu ngak mengsedih Mulu"ledek Dina

__ADS_1


"Ihhh dasar kamu ya!! malah ngatai aku, emang nya apa bedanya kita?,toh kita sama , kamu juga sanah nikah ngak ngangguin orang Mulu"ucap Amel tidak terima dan balik ledek Dina.


Melihat perdebatan kedua temannya, Wardah tidak ingin ikut campur, perlahan-lahan berjalan menjauhi keduanya, sambil nahan tawanya.


******


Setelah kembali mengantarkan makan siang untuk Bosnya,Tio masuk ke ruangan istrinya.


Terlihat Wardah sudah menyiapkan makanan dia atas meja kerjanya yang di bawanya dari rumah tadi pagi.


"Masuk mas,Ayo kita makan"ucap Wardah tersenyum saat Tio masuk keruangan nya.


"Kok mas ngak tau kamu bawa makanan dari rumah dear?"ucap Tio memindahkan kursi di samping kursi Wardah.


"Ya karna kamu sibuk sendiri aja, tergesa-gesa berangkat ke kantor katanya ada rapat penting bersama Bos Ken"ucap Wardah cemberut.


"Maaf ya dear, memang tuntutan pekerjaan suamimu begitu, jangan cemberut deh, kamu tambah cantik jika cemberut,bisa gila aku nanti"goda Tio dengan jail mencolek dagu Wawa.


"hemmm"ucap Wawa salting memukul pelan lengan suaminya.


"Sudah ah kalo begini kapan kita makannya, udah lapar nih dear,nanti mas keburu di panggil Bos lagi"ucap Tio


Wardah tersenyum sambil mengerucutkan bibirnya.


Sepasang pengantin baru itu menikmati makan siang mereka untuk pertama kalinya di kantor.


***********


Karena pekerjaan kantor yang menumpuk Ken tidak sempat mengecek handphonenya,bahkan sejak rapat redaksi tadi Ken belum menghidupkan ponselnya sampai sekarang.


Sedangkan di rumah sang istri sudah sangat kesal menghubungi suaminya yang tidak mengangkat teleponnya dari tadi.


Sebenarnya Anna bisa saja pergi ke rumah sakit membesuk Nadin dengan naik go car atau taksi , tapi bunda melarangnya, Anna tidak boleh pergi tanpa izin dari suaminya terlebih dahulu, apalagi dalam kondisi hamil muda seperti sekarang ini, bunda tidak ingin terjadi sesuatu masalah nantinya.


...**********...


tinggalkan jejak nya ya readers

__ADS_1


__ADS_2