
Malam pun tiba
Acara repsesi pernikahan pun akan di mulai dan dilaksanakan di rumah Wardah tepatnya di luar rumah dengan konsep outdoor. Rangkaian bunga dan dekorasi pernikahanpun tidak kalah elegan di bandingkan repsesi yang diadakan di gedung-gedung.
Tatanan dan tema yang di pakai tidak monoton karna konsep yang digunakan ala-ala modern namun tidak meninggalkan adat dan budaya mereka.
Dekorasi pernikahan di rancang seindah mungkin, dengan nuansa etnik dan rustik modern yang dihias bunga putih dan daun-daun hijau yang rimbun. Ada juga yang dibuat dari tumbuhan paku-pakuan dan bunga putih yang memberikan suasana segar dan menenangkan. Perpaduan etnik dan rustik modern ini cukup unik apalagi serasi dengan busana pengantin.
Begitu juga dengan gaya pelaminannya yang terlihat istimewa untuk kedua pengantin yang akan menjadi bintangnya malam ini.Semuanya terlihat dengan begitu perfect dan menakjubkan untuk repsesi pernikahan yang tidak glamor.
Di dalam kamar sepasang pengantin sedang bersiap untuk turun ke bawah di bantu oleh Anna dan Amel yang sejak sore tadi setia menemani keduanya di rias oleh tim MUA.
"Anna kami sudah selesai, bantulah Bos bersiap-siap dia juga pasti membutuhkan mu "ujar Tio saat mereka menuruni tangga.
"Iya Ann, benar apa yang di ucapkan oleh Kak Tio, jangan sampai pak Ken marah lho sama kita, gara-gara kamu lebih fokuskan kita dari pada suami kamu"ucap Amel
"Ngak kok, beliau pasti ngertilah,"jawab Anna.
"Yaudah aku lihat suamiku dulu"ucap Anna yang dianggukan oleh ketiganya.
"Wooalahh, dua pengantin sudah turun, ponakan bibi Ayu tenan, ik! (Cantik banget!) "ucap Bibi dengan kagum.
"Heheheh,terima kasih bi, bibi bisa aja"ucap Wawa tersenyum malu.
"Cantik pisan ponakan ku yang satu ini,kalian berdua sangat serasi dan pas"puji Tantenya Wardah.
"Hehehehe, Alhamdulillah tante,terimakasih tan"ucap Wawa
"Sudah puji memujinya tentu saja anaknya cantik siapa dulu Ayahnya"ucap Ayah tiba-tiba menghampiri mereka.
"Ya iyalah mas ku"ucap tante dan bibi.
"Ayah ik..."ucap Wardah manja, Ayah mengusap lengan putrinya dan mengangguk.
Tio hanya tersenyum menyaksikan.
"Ayo keluar nak, para tamu sudah banyak yang datang,mereka pasti menanti pengantinnya"ucap Ayah.
"Aku ke kamar dulu sebentar ya Wa"bisik Amel.
Wardah mengangguk tersenyum.
Bibi dan tante mengiring Wardah dan Tio keluar, karna acara repsesi mereka yang bertemakan outdoor,diikuti oleh Ayah dari belakang.
Wardah dan Tio bergandengan ,mereka berjalan di atas karpet merah menuju singgasana pelaminan mereka. Benar saja para tamu undangan, kerabat jauh dan para jajaran bawahan Ayah sudah datang, menghadiri pernikahan Wawa dan Tio.
Tio tersenyum bahagia menatap sang istri, sedangkan Wardah yang ditatap malah salting dan canggung.
Para MC menyambut datangnya kedua pengantin mereka yang akan jadi ratu dan rajanya malam hari ini.Keduanya terlihat serasi dengan baju pengantin yang berwarna silver.
Perpaduan yang sangat sempurna balutan gaun pengantin yang cocok ditubuh Wardah yang menggunakan hijab namun masih elegan dengan jas senada yang digunakan Tio.
__ADS_1
Di kamar lain
Sepasang suami istri juga sedang bersiap, lebih tepatnya Anna membantu suaminya bersiap-siap.
"Attha gimana mas?"tanya Anna merapikan jas suaminya.
"sudah diurus oleh Kania dan Zidhan, Umma nya kan sibuk, suami sendiri aja di acuhkan"sindir Ken
"Ya Allah mas, ngak gitu juga, mas kan tau, Anna membantu Wardah bersiap"ucap Anna sambil duduk di ekor ranjangnya.
"Hhmm Ya, Ayo kita keluar, suasana sudah semakin rame dan meriah, tamunya juga sudah pada berdatangan"ucap Ken
"Iya, Ayo mas, tapi bantuan in...."ucap Anna memberikan tangannya untuk dibantu berdiri oleh suaminya.
Ken menarik tangan istrinya untuk berdiriberdiri.
"Awwwuu"Anna mengeluh memegang perutnya.
"Sayang, Anna kenapa? apa ada yang sakit?"ucap Ken khawatir.
"Himmm,,,, mas tiba-tiba perut Anna rasa nyeri mas"ucap Anna.
"Kenapa bisa begitu, Ayo duduk dulu"Ken membantu Anna untuk kembali duduk.
Anna sedikit meringis.
"Mas panggilkan dokter ya!"ucap Ken
Anna menggeleng pelan.
"Yasudah Ayo istirahat, mas akan menemani Anna"ucap Ken membantu Anna berdiri dan membawanya untuk membaringkan di ranjang.
"Ngak perlu mas, Anna istirahat sendiri, mas keluar lah, pasti orang-orang cariin kita nanti, di luar ada acara lho mas,ikut bergabunglah dengan para tamu undangan lainnya"ucap Anna mengangguk.
"Yasudah, kalo perlu dan butuh apa-apa nanti telepon aja mas ya"ucap Ken mencium kening Anna.
"Iya"ucap Anna tersenyum lemah.
Setelah Ken keluar dari kamar, Anna mencoba memejamkan matanya sambil mengusap-usap perutnya dengan pelan.
Sedangkan Ken bergabung dalam acara repsesi Wardah dan Tio yang begitu meriah di tambah dengan alunan musik romantis yang menambahkan kesan menarik dan suasana penuh bahagia yang dirasakan oleh pengantin ikut dirasakan juga oleh tamu undangan yang sedang menikmati jamuan acara.
"Tuan Ken, senang bertemu dengan anda di sini Tuan"ucap rekan bisnis menjabat tangan Ken.
"Iya Pak"jawab Tio
"Anda sendiri Tuan? dimana istri anda?"
"Ada di dalam "
"Ohhh yasudah mari Tuan"ucapnya sedikit menunduk hormat pada Ken dan setelah itu berlalu.
__ADS_1
Ken terlihat gelisah, dia tidak bisa menikmati acara repsesi dengan tenang, pikiran hanya pada sang istri yang sepertinya tidak baik-baik saja, Namun Ken juga tidak bisa meninggalkan acara begitu saja.
"Heiiii Tuan Ken, Apa kabar"sapa seorang wanita yang terlihat sok akrab dengan Ken.
"Seperti yang kau lihat, Nona"jawab Ken
"Sebuah keberuntungan bertemu kamu di sini Tuan"
"Anda berlebihan, kebetulan yang menikah ini sahabat istri saya dan asisten pribadi saya"jawab Ken apa adanya.Membuat wanita itu terdiam seketika.
"Ohh, Anda mau ikut bergabung dengan kami tuan"ajak wanita Berusaha tersenyum manis.
"Tidak usah, Nona"jawab Ken.
Ken berlalu mencari seseorang.
"Dimana Kania, Zidhan dan Attha?"gumam Ken mencari keberadaan ketiganya.
"Pak Ken mencari siapa Pak?"tanya Amel saat berpapasan dengan Ken.
"Anna mana Pak?"
"Papa"Panggil Attha yang di pegang oleh Amel.
"Kamu bersama aunty Mel Boy?,
Om Ji dan Aunty Nia di mana?"tanya Ken
"Tidak tau papa"
"Amel kau jaga Attha"ucap Ken berlalu dengan tergesa-gesa.
"Pak....... "panggil Amel,tapi Ken sudah buruan menjauh.
Ck
pasangan pengantin terlihat berseri-seri dengan wajah memancarkan kebahagiaan, ucapan selamat dan do'a yang di berikan oleh para tamu undangan yang menyalami mereka satu persatu.
"Apa kau senang Nona? bersanding dengan ku?"bisik Tio pada Wardah
Wardah sejenak menatap wajah Tio kemudian dia salting dan berdiri tiba-tiba menghindari Tio.
Tio menahan tawanya melihat sang istri dengan inisiatif Tio menarik pelan tangan wardah untuk duduk kembali.
"Kenapa berdiri hemm? belum ada tamu yang naik lagi ke atas mengucapkan selamat kepada kita"ucap Tio dan berhasil membuat Wardah malu di depannya, karna ketahuan salah tingkah saat dia tanya tadi.
"Hah, tidak mau berdiri saja,emang kenapa? tidak boleh kah? "jawab bersikap normal.
"hemmm benar??"ucap Tio menarik sudut bibirnya.
"Tentu saja"jawab Wawa biasa saja.
__ADS_1
"Apa kau tau Nona, kau sangat cantik malam ini, rasanya aku tidak rela orang-orang melihatmu"bisik Tio kembali, sukses membuat Wardah tersipu malu dengan wajah memerah.
...****************...