My Love Bos

My Love Bos
Kesedihan


__ADS_3

Mendengar kabar insiden kecelakaan yang menimpa sang istri, seakan-akan membuat hidup Ken luluh lantak, hatinya hancur berkeping-keping, pikirannya kacau, kesedihan dan ketakutan menjadi satu.Bayangan sesuatu yang buruk memenuhi benaknya, bahkan dia tak akan memaafkan dirinya jika itu sampai terjadi terhadap istri dan anaknya.


Tak lupa Ken menghubungi mertuanya dan keluarganya juga asisten pribadinya beserta para orang-orang suruhannya untuk menyelidiki insiden kecelakaan yang menimpa sang istri.


Dengan kecepatan tinggi Ken melajukan mobilnya menuju rumah sakit.Dia tidak memikirkan lagi bahaya kecepatan, setiap kendaraan di selipnya, bahkan Ken hampir menabrak mobil orang untung saja dengan cepat dia membanting stir sehingga tabrakan pun bisa di hindari, tapi dia tidak peduli hal itu yang ada dipikirannya saat ini bagaimanapun caranya dia harus sampai dengan cepat di rumah sakit.


Hatinya menangis membayangkan keadaan sang istri dan anaknya saat ini, semua ini memanglah kesalahannya, tak henti-hentinya Ken mengumpat dan merutuki kebodohan dirinya, menyesali pun tak ada artinya.Sepanjang perjalanan Ken tak lupa memanjatkan do'a untuk keselamatan sang istri dan anaknya.


Sampainya di rumah sakit Ken berlari masuk ke dalam rumah sakit, kecemasan dan ketakutan sangat jelas di wajahnya, dia tak lagi berpikir jernih, tak peduli apa yang dikatakan orang lain dia berteriak-teriak seperti orang gila memanggil nama istrinya, suster pun menghampirinya dan mengarahkan Ken menuju ruangan Anna.


Di depan ruangan Anna telah ada bunda dan Zidhan yang tampak sangat sedih dan Attha yang terus menangis. Bunda dan Zidhan menoleh ke arah Ken yang baru datang.Namun Ken tidak memperhatikan keluarga istrinya itu, matanya hanya tertuju di ruangan IGD yang di dalam istrinya dan anaknya berjuang hidup dan mati.Ken berdiri di depan ruangan.Harap-harap cemas sembari berdo'a.


"Ya Allah selamatkan istri dan anak hamba, mereka adalah belahan jiwa hamba, hamba belum sanggup kehilangan keduanya, jangan hukum hamba dengan cara begini, jangan ambil mereka dari hamba ya Robb"lirih Ken, menangkup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Pintu ruangan pun terbuka dokter keluar dari ruangan.Ken yang berdiri di ruangan langsung menghadang sang dokter, Bunda mendekat untuk mendengar kondisi anak dan cucunya dari dokter.


"Dokter, bagaimana istri saya dan anak saya dok?"


"Saat ini kondisi pasien memprihatinkan, tubuh sang ibu sangat lemah, kami harus bertindak cepat, kami akan melakukan operasi caesar untuk menyelamatkan bayi di dalam kandungan istri bapak"jelaskan sang dokter.


Tubuh Ken lemas serasa tak bertulang setelah mendengar kondisi sang istri, begitu pun Bunda menutup mulutnya menahan tangisnya.


"Lakukan, lakukan apa pun untuk menyelamatkan anak dan istri saya dokter, tolong saya mohon lakukan yang terbaik untuk mereka dokter"tutur Ken memohon dengan menangkup kedua tangannya.


"Kami akan berusaha semaksimal mungkin Pak, tapi kami tidak bisa memastikan keduanya akan selamat, itu bukanlah kuasa kami, berdo'alah pada yang kuasa Pak"Dokterpun berlalu , membuat Ken terdiam, dia tidak bisa lagi berkata-kata, hanya do'alah kekuatannya saat ini.


Bunda kembali terduduk di sebelah Zidhan yang sedang memangku Attha yang sudah tertidur setelah lelah menangis.


"Mbak mu Ji, mbak mu" air mata bunda tak bisa di sembunyikan.

__ADS_1


"Iya bun, kita berdo'a saja semoga mbak dan cucu bunda selamat"Sebelah tangan Zidhan mengusap bahu bunda.


Ken menghampiri keduanya,Ken menatap iba pada mertua dan adik iparnya, tak di pungkiri sebenarnya saat ini hatinya juga benar-benar hancur dan merasakan kesedihan atas keadaan istri dan anaknya.


Ken berlutut di depan bunda.


"Nak Ken kenapa nak, berdirilah nak"ucap Bunda terkejut.


"Tidak Bunda, saya minta maaf bunda,maafkan saya, ini semua salah saya, jika saja saya bisa menjaga Anna dengan baik, hal seperti ini tidak akan terjadi"Sesal Ken menunduk menahan air mata yang akan keluar.


"Sudah nak, sudah, tidak ada yang perlu di sesali yang terjadi biar terjadi, sekarang kita berdo'a yang terbaik saja buat Anna dan anak kalian"nasehat sang Bunda mengusap punggung Ken.


"Berdirilah nak jangan begini"Bunda mengangkat tangan Ken.


Ken mengangguk dan berdiri menunduk dia merasa sangat bersalah di depan mertuanya, karna kesalahannyalah membuat sang istri dan anaknya berada dalam kondisi yang mengancam keselamatan keduanya.


Ken Beralih menatap pada Zidhan yang setia memangku Attha.


"Baik Abang ipar"jawab Zidhan


"Bawa saja mobil saya"Ken memberikan kunci mobilnya pada Zidhan.


Setelah Zidhan pergi, Tio, Wardah dan Amel datang, mereka berjalan tergesa dengan langkah lebar, tampak sekali jika ketiganya juga merasakan kesedihan teramat mendengar kabar Anna.


Para perawat,suster dan dokter keluar dari ruangan Anna, mereka mendorong ranjang blankar Anna memindakan Anna ke ruangan operasi, Ken,bunda dan semuanya berjalan mengikuti.Melihat keadaan Anna yang terbaring lemah tak berdaya dengan banyaknya luka-luka dan perban di kepala Anna membuat hati Ken teriris dan menjerit terluka.


Amel dan Wardah menutup mulut sambil geleng-geleng kepala, mereka tak tega melihat kondisi Anna.


Ken terus menggenggam tangan lemah sang istri seiring didorongnya blankar. Bunda kembali menahan tangisnya mengusap lembut lengan Anna.

__ADS_1


"Maafkan mas sayang, maafkan mas, bertahanlah sayang,bertahan demi anak kita"air mata Ken tak bisa lagi di tahannya.Sekuat apapun dia menahannya, tapi tetap saja menetes.


Perlahan Anna membuka sedikit matanya melihat sang suami. Senyum tipis tersirat di bibir Anna,menahan rasa sakitnya.


"Jangan menangis, Anna baik-baik saja"ucap Anna terbata-bata dengan pelan hampir tak terdengar.


Ken semakin tidak bisa menahan air matanya yang terus mengalir, sungguh dia benar-benar rapuh saat ini.


Siapapun yang menyaksikannya tak akan sanggup menahan air mata yang keluar.


"Anna pasti kuat sayang, berjuanglah sayang, berjanjilah Anna tidak akan meninggalkan mas, kita akan tetap bersama-sama dengan anak kita, mas sangat mencintai Anna"Ken menciumi punggung tangan Anna dan juga mengecup kening Anna.


Mereka sampai di depan pintu ruangan operasi.blankar Anna di dorong masuk ke dalam, Ken yang juga ikut ke dalam namun di larang oleh perawat.


"Maaf Pak, bapak tidak bisa masuk ke dalam, tunggulah di luar"ucap salah seorang perawat.


"tidak bisa, saya harus menemani istri saya di dalam, dia membutuhkan saya"protes Ken


"Tolong Pak tunggulah di luar, bapak tidak bisa masuk ke dalam, jangan menghalangi tugas kami, dan membuang-buang waktu"tegas perawat.


Tio mendekati Bosnya dan menganggukkan kepalanya untuk meyakinkan Bos.


Dengan terpaksa Ken melepaskan genggaman tangannya pada tangan Anna.Menatap tidak rela membiarkan sang istri berjuang srndirian di dalam.


Dokter spesialis kandungan dan para tim medis dengan tergesa-gesa memasuki ruangan operasi.


Operasi pun di mulai di tandai dengan menyalanya lampu merah di luar ruangan.


Ken terus mondar-mandir di depan ruangan dengan *******-***** jemarinya.kegelisahan dan kekhawatiran menyelimuti hatinya yang tersimpan rasa sedih dan pedih mendalam yang tak bisa di gambarkan dengan kata-kata.Berulang kali Ken memukul-mukul dinding di samping ruangan seolah-olah menyalurkan perasaan yang dirasakan saat sekarang ini.

__ADS_1


Amel duduk di kursi tunggu di depan ruang operasi dengan memeluk bunda untuk berbagi kesedihannya sedangkan Wardah menumpahkan kesedihannya pada sang suami.Dengan sabar Tio menenangin istrinya.


Semua yang di luar ruangan terus memanjatkan do'a terbaik untuk Anna dan anaknya.Berharap operasi Anna lancar dan keduanya bisa selamat.


__ADS_2