
" kau akan banyak disukai lawan jenismu" suara lelaki tua itu membuat gadis muda yang baru berusia 17 tahun itu menciut takut.
Hana si gadis yang baru berusia 17 tahun, ia duduk di 12 Sekolah Menengah Atas, gadis manis dengan kulit putih mulus, sifatnya yang pendiam jika berada diantara teman-temannya dan nalarnya yang luar biasa disaat situasi mendesak.
" ngomong apa dia, seperti dukun az?", ucap Sri sahabatnya.
" g usah dihiraukan..buat takut saja", gerutu Hana.
" ayoo kerumahmu, aku ada tugas bantu kerjakan ya", kebiasaan Sri kalau dah tugas larinya ke Hana, mereka bersahabat sejak kecil, waktu SD dan SMP mereka satu sekolah, namun saat SMU mereka berbeda sekoalah, karena Sri tak lulus seleksi masuk ke SMU Negeri yang menjadi favorit para siswa di kotanya.
Beberapa bulan kemudian menjelang Ujian Akhir Hana nampak asik mengerjakan soal-soal ujian dibuku yang dipinjamkan mantan kakak kelasnya, hari sudah cukup malam namun gadis itu belum berhenti dengan belajarnya.
"g usah nganggu, aku loh lagi belajar!", ketus Hana menengok ke arah jendela nako yang masih terbuka.
Gadis itu bergegas berdiri dan menuju arah jendela, lalu menutupnya dengan kasar, Hana melihat sosok laki-laki yang mengawasinya dibalik jendela nako.
Ibunya yang mendengar suara Hana memaki seseorang, hanya mengelengkan kepala.
Hana anak pertama dari 2 bersaudara, ia tinggal dengan kedua orangtuannya dan seorang adik lelaki.
Mereka sekeluarga biasa mengalami hal-hal gaib seperti itu, sehingga hal itu bukan masalah lagi bagi mereka.
Hari ini hari yang membuat para siswa -siswi kelas 12 berharap cemas, mereka menunggu hasil UAN.
" semoga lulus semua", doa Ucup..cowok yang selalu mengundang tawa karena sifatnya yang jenaka.
" Aamiin...", serempak kawan-kawannya menjawab ucapan Ucup.
" Din..kalau lulus aku lamar ya?", goda Ucup pada Dina yang terkenal cempreng dan biang ribut.
"mit amit Cup..kaya g ada laki az nikah ama luh.", ketus Dina, kawan yang lain mulai cekikikan mendengar duel Udin.
__ADS_1
" ko gitu sih yank, emang sih lelaki banyak, tapi yang cinta ama lo itu cuman aku", melas Ucup
" eehh perasaan loh az .. tuh Alif dari dulu ngejar-ngejar gue, tapi sampai saat ini masih gue phpin..", ucap Dina
melirik cowok bernama Alif dengan sikap kemayu.
Alif yang disebut namanya nyaris tersedak salivanya, wajahnya merona malu, bukan karena ucapan Dina yang g bener sama sekali", tapi ia takut temen-temennya percaya ucapan nenek gayung itu, apalagi jika Hana percaya..bisa berabe nanti.
" ngerep lu!", tangan Ucup sudah meraup wajah Dina yang sedang menatap Alif, sontak kawan-kawannya terbahak.
"kalian berkumpul di aula", tiba-tiba suara pak husean menghentikan duel udin.Mereka langsung berdiri dan beranjak ke ruangan aula.
"Alhamdulillah...", kooor para murid begitu diumumkan 100% siswa-siswi lulus semua.
" bakal jadi dilamar nih", goda Tiwi melirik Dina
" kalau lu bawa gunung emas gue pertimbangkan Cup", Dina mengelus pundak Ucup cekikikan.
Hana nampak ngobrol dengan kawan-kawannya, ketika tangan Alif mengandengnya dan menariknya menuju kantin, Hana kaget dengan kelakuan cowok terpintar dan paling cool di kelasnya.
" eh mau kemana kita Lif, main tarik-tarik begini", protes Hana
"ke kantin, aku mau bicara berdua ama kamu", ucap Alif masih tidak melepas gandengan tangannya.
" iiihh gandengan mulu sudah kaya truk az", olok Ucup,
Hana hanya tersenyum medengar olokan dari Ucup
Mereka sudah sampai di kantin Hana duduk di seberang meja menghadap Alif.
"buruan gih, kamu mau ngomong apa!", ketus Hana
__ADS_1
ia masih kesal dengan sikap Alif yang main tarik sembarangan.
cowok yang dikeselin hanya tersenyum manis menampilkan lesung pipinya, membuat wajah rHana makin cemberut.
"kamu tuh kalau cemberut gitu lucu..makin cantik", rayu Alif Hana hanya mendegus kesal.
"ok..aku bicara tapi jangan cemberut gitu, aku belum siap ngelamar kamu kaya Ucup" Alif tiba-tiba teringat ucapan Ucup, Hana yang mendengar itu jadi tersenyum karena terbayang duel udin tadi.
Akhirnya mereka tertawa berdua, Alif memandang Hana yang masih tertawa.
" kamu cantik Han", pandangan Alif lekat pada gadis di depannya.
" cepet dah mau bicara apa sih, ngerayu mulu"
"ok..ok..lu lanjut kemana Han", mendengar pertanyaan Alif Hana terdiam,
ia sudah bicara pada ayahnya, ingin lanjut tapi orang tuannya hanya bisa membiayainya jika ia mengambil diploma tiga saja, itupun yang terdekat dari rumah.
karena tak ada biaya lebih jika harus kost.
Alif melihat Hana mengeleng, ia tau maksudnya.
" ok ..ini aku serius lebih serius dari Ucup, aku akan melamarmu..setelah aku lulus kuliah dan bekerja, kau mau menungguku?", pinta Alif, Hana terdiam cukup lama, sampai akhirnya dia berucap.
" aku g berani berjanji Lif, jika jodoh kita pasti dipertemukan", ucap Hana pelan.
Selamat membaca ceritaku..
semoga kalian suka...
Jangan lupa like👍 dan comen😘
__ADS_1