NAFSU

NAFSU
Karena Rasa Cinta


__ADS_3

Kanti merasa risih dengan pandangan suaminya, yang seakan menembus dadanya yang bergemuruh, ada rasa takut dan cemas karena ini kali pertama ia sekamar dengan lelaki.


Fahd mendekati istrinya,"Kau belum ngantuk?"


Kanti mengeleng" Saya lelah saja mas...seharian berdiri membuat kaki saya pegal"lirih Kanti.


Fahd ikut naik ke ranjang bersama istrinya, di sentuhnya lembut kaki jenjang dan mulus istrinya.


"Biar mas pijat, berbari..."


"Tidak..sangat tidak sopan jika mas memijat saya..maksudnya saya yang tidak tau diri..."Kanti menarik kakinya, memghindari tangan suaminya, namun Fahd justru semakin erat menahan pergelangan kaki istrinya.


"Diamlah.....!"


Suara Fahd meninggi membuat Kanti terperanjat, ia langsung terdiam..ia tak menyangka suaminya akan bicara dengan suara keras, karena yang ia tau selama ini Fahd selalu berucap lembut padanya.


"Maaf...aku mengejutkanmu"suara Fahd berubah lembut, ia lupa sedang bicara dengan istrinya, karena biasanya ia selalu bersuara tegas jika mengatasi masalah kantor yang dirasa perlu ketegasan.


Kanti mengangguk, akhirnya ia membiarkan saja suaminya memijat kakinya, terasa nyaman sampai ia memejamkan matanya.


Fahd tersenyum melihat istrinya yang mulai mendengkur dengan halus.


ia menarik pelan selimut dan menutupi tubuh istrinya, dan setelahnya Fahd berbaring di samping istrinya, ia menatap lembut wajah istrinya, wanita yang sudah menarik hatinya sejak ia melihat untuk yang pertama kali.


Fahd kembali teringat ketika untuk pertama kalinya melihat Kanti, saat itu Kanti ikut pada acara sosialisasi yang setiap tahun dilakukan perusahaannya, guna menjaga kualitas makanan bagi para pekerja di PT SR.


Gadis yang tampilan sederhana itu sudah membius pandangannya, matanya tak lepas dari Kanti yang begitu menyimak penjelasan nara sumber.


Fahd mengelus lembut pipi istrinya, jantungnya ikut bergemuruh seiring tangannya yang gemetar mengelus pipi wanita dihadapannya.


Beberapa menit kemudian, ia memberanikan diri mengecup kening istrinya, ini kali pertama ia mengecup wanita selain bunda dan adiknya.


Tubuh Fahd bergetar dan hatinya diliputi perasaan yang tak dapat ia artinya, yang jelas ia merasa bahagia.


Fahd mengurai jarak, tatapannya beralih pada bibir pink yang mengoda, pelan ia beranikan diri membenamkan dalam diam b****nya pada b**** istrinya, beberapa menit kemudian dilumatnya lembut, manis...dan ia ingin lagi.


Fahd terkejut melihat mata istrinya yang tiba-tiba terbuka dan menatapnya kikuk.


Kanti tersenyum dalam hati, matanya bersirobok dengan mata suaminya, saling mengunci hingga ia merasa tangan suaminya menarik tubuhnya lebih dekat, ia bisa mencium aroma tubuh yang memabukan.


Matanya terpejam ketika suaminya mengikis jarak, dan ia bisa merasakan kelembutan b**** suaminya.


Diluar udara makin dingin, ada doa menyertai kehidupan putrinya, yang terpaksa harus ditinggalkan.

__ADS_1


Kanti melenguh ketika suaminya menge*** ujung cupnya, tubuhnya melengkung indah, membuat Fahd ingin memberikan sentuhan lebih pada istrinya.


Detak jam dinding tua di rumah itu terdengar menandakan hari semakin tua, Fahd berhasil melewati inti Kanti, yang bagi mereka ini sama-sama awal.


Beberapa puluh menit kemudian Fahd mulai mempercepat pergerakan pinggulnya, mereka sama-sama menikmati malam menuju nirwana.


Hentakan kuat dan dalam Fahd berikan untuk menguatkan perasaan bahagianya, sungguh malam ini membuat Fahd merasakan arti seorang wanita sesungguhnya...


"Aku mencintaimu sayang"kecupan lembut di kening membuat Kanti melambung, rasa tak percaya lelaki seperti Fahd Aydan Nathan...ceo di perusahaan PT SR saat ini mengucap cinta.."sungguhkan ia menikahiku karena cinta..bolehkan aku bahagia mendengarnya?"batin Kanti dalam hati.


-


Subuh menjelang, Kanti lebih dulu terbangun dari suaminya, ia terkejut melihat tangan kekar memeluk tubuhnya, beberapa menit kemudian ia tersadar..ia telah menikah.


Dipandanginya wajah tampan suaminya,"Bibir itu yang semalam begitu liar menyentuh bagian tubuhku..tapi aku suka, lembut dan memberi kenikmatan"Kanti tersenyum.


Perlahan diangkatnya tangan Fahd ditubuhnya, namun tangan itu malah semakin mengeratkan pelukannya.


"Aku ingin lagi sayang..." senyum mengoda suaminya membuat Kanti terperanjat, rupanya lelaki ini sudah bangun sedari tadi.


Kanti belum lagi menjawab, tiba-tiba Fahd sudah meraup b**** Kanti dengan cepat, Kanti hanya pasrah atas kemauan suaminya yang memberinya rasa nikmat seperti semalam.


Di luar kamar, orang sudah selesai dengan sholat jamaah subuhnya, dan kembali ramai dengan kegiatan membereskan sisa-sisa acara kemarin.


"Bun..saat ini sedang sibuk-sibuknya, Fai sedang menjalin kerjasama dengan klien baru bun"Faiz menjelasnya, yang membuat sang bunda menghela nafas kasar.


"Faiz janji kalau sudah ada waktu, Fai akan ambil cuti..kita akan berlibur bertiga"lirik Fai pada adiknya.


"Bertiga..?"Khanza mengeryitkan keningnya.


"Ayah tidak ikut.."ralat Khanza


"Jelas ayah ikut, yang tidak ikut yang sudah punya suami..berbulan madulah dengan suamimu..sembari berlibur"Fai tersenyum mengoda adiknya.


Hana hanya mengelengkan kepalanya, melihat kelakuan Faiz pada adiknya.


"Harusnya semalam kau temani suamimu, bukannya tidur terpisah" kembali ucapan Faiz membuat wajah Khanza memerah.


"Apaan sih abang ini..dasar mesum" Khanza berlalu meninggalkan meja makan dengan mulutnya yang tak berhenti mengerutu.


Tak beberapa lama, pengantin baru keluar dari pertapaannya, mereka berdua nampak segar, wangi shampo menyeruak dari rambut sepinggang Kanti.


"Aduh yang mandi basah.."senyum mengejek Fai pada kembarannya.

__ADS_1


Fahd hanya diam menikmati sarapan yang ditautkan istrinya, Faiz menatap kembaran yang tenang menunggu istrinya menyodorkan piring berisi sarapan pagi.


"Ngiri Fai..nikah"Pak David meraup wajah putra keduanya yang focus melihat kemesraan saudara kembarnya.


Hana dan Fahd tersenyum melihat Faiz yang mendengus karena ulah ayahnya.


Disisi lain Khanza menuju rumah belakang, dimana Afdi dan orangtuanya tinggal, sedari subuh ia tak melihat Afdi.


Khanza tersenyum pada ayah mertuanya yang berpapasan ketika hendak keluar rumah.


"Kau cari abangmu..dia di kamarnya"tunjuk Badi dengan senyum, mengingat Khanza adalah mantunya.


Khanza membuka perlahan kamar Afdi, dilihatnya lelaki itu masih meringkuk tertidur.


Khanza masuk dan ikut berbaring disamping suaminya, ditatapnya wajah lelaki yang begitu setia sedari ia kecil, lelaki yang akan berlari kencang begitu melihat ia dalam bahaya.


"Kenapa kau setuju dengan usul ayah dan bunda"gumannya dalam hati.


"Aku tak ingin menyakitimu bang..andai kau tau aku sudah punya kekasih"


Beberapa puluh menit kemudian, Afdi terbangun, ia terkejut melihat Khanza seranjang dengannya.


Afdi tersenyum,"Istriku.."senyumnya dalam hati.


Afdi menatap wajah cantik Khanza, wajah yang nyaris sempurna, dengan kehidupan yang tentu saja sempurna.


"Maafkan abang sayang, abang hanya punya cinta dan rasa sayang yang besar untukmu"guman Afdi lirih.


Tak berapa lama mata indah itu membuka, menangkap sosok tampan yang sedang menatapnya.


Khanza beranjak dari tidurnya, kepalanya ia sandarkan di kepala ranjang, saat ini ia duduk berhadapan dengan suaminya.


Afdi merasakan jantungny berdebar, menerima tatapan lekat ke dalam matanya.


"Abang..kenapa menyetujui kemauan bunda"Khanza menunduk sembari memainkan hpnya.


"Abang tidak serta merta menuruti kemauan bunda dek..abang lakukan ini karena abang sayang dan cinta sama adek"


Ddeeeennnggg.....


Selamat menikmati ceritaku, semoga dapat menghibur pembaca setia😊


Jangan lupa tinggalin jejakπŸ‘πŸ‘πŸ‘ dan comen ..😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2