
Warning!!!
Buat yang masih di bawah umur 21 DILARANG baca cerita ini, aku nggak ikut nanggung kalau masih ngeyel mau baca๐
***
Setengah jam kemudian mereka menuju resto hotel, Afdi mengendong putranya, sedang tangan satunya erat mengenggam tangan istrinya.
Mata Za tak sengaja bersirobok dengan pria yang sedari tadi memandanginya, dengan perasaan rindu mata setajam elang itu tak lepas dari gerak gerik Za.
"Om Vero...disini?"guman Za dalam hati, dengan cepat ia berpaling dari pandangan lelaki itu.
"Abang mau makan apa?"Za mengambil dua piring untuk suami dan dirinya.
Za mengisi piring dengan makanan request suami dan putranya.
"Papa...Shaka mau duduk di situ"tunjuk sang putra pada posisi yang dekat dengan kolam yang memiliki air mancur, di dalam kolam itu bersliwiran ikan koi.
Za melewati pasangan Vero dan Susan, wanita yang terus nempel dan bersuara dengan gaya manja pada Vero.
Za tersenyum tipis dan mengangguk begitu melewati pria itu, namun Vero tak berkedip menatapnya.
"Za memiliki putra..???"
Afdi mendudukan putranya dikursi yang hanya berjarak satu meja, dengan posisi Vero saat ini.
Hingga sang dosen bisa leluas memandang wajah Za, wanita yang asik menyuapi putranya dengan canda dan kecerewetan Shaka.
"Yank..buka mulutnya"Afdi menyodorkan sendok berisi stik dan potongan kentang rebus yang lumer dengan saus.
Za membuka mulut, begitulah seterusnya, mereka makan dengan berbagi bukan hanya makanan, namun juga cerita dan canda tawa.
Hal itu membuat Vero merasakan sangat kesal, hingga lelaki tampan itu lupa dengan siapa ia datang di resto itu.
Tanpa sengaja Shaka menyenggol gelas jus alpukat, hingga membasahi bawahan Za, bocah tampan itu sudah berkaca-kaca.
"Tidak apa sayang, jangan menangis ehm..mama bersihkan dulu, Shaka sama papa ya"
Shaka mengangguk dan Afdi langsung memanggil pelayan untuk membersihkan dan menganti minuman itu.
Vero melihat kejadian itu ia beranjak, pamit pada Susan untuk ke toilet.
Za asik membersihkan noda jus itu di wastafel toilet wanita, hingga ia tak melihat Vero sudah berada di belakangnya.
Selesai membersihkan roknya, Za berbalik ia terkejut ketika Vero langsung memeluknya erat dan membawa dirinya masuk ke dalam kamar kecil dan menguncinya.
"Lepaskan pak!"wajah Za kelihat kesal.
"Tidak akan..!"Vero langsung menyambar b**** Za, mel****nya dengan rakus, memaksa l****nya untuk masuk.
Za terus berontak, Za kesulitan bergerak posisi tubuhnya yang terhimpit tubuh besar Vero, dengan dua tangan Vero yang menahan kedua tangannya dibelakang dan kedua pahanya mengapit pinggang Za.
Vero turus memaksa Za membuka mulutnya dan namun ia hanya menghisap b**** Za, Za akhirnya melemah karena melawan semakin kehabisan tenaga, ia menggunakan otaknya untuk berpikir.
"Aku sangat mencintaimu sayang..sangat, kau membuatku gila"
"Bisakan lebih santai, aku tertekan dengan caramu ini"keluh Za, Vero tersenyum miring.
Perlahan ciuman Vero lebih lembut, Za mendengar suara pintu terbuka.
"Tolong.. tolooong mbak..bukakan pintunya..panggilkan petugas, pintunya terkunci"
__ADS_1
Vero tersenyum kecut.."Apa bapak mau ini diviralkan"sinis Za.
Vero mendengus kesal, tak lama pintu dibuka dan Za segera berlari keluar menemui suami dan putranya.
-
Shaka sudah lelap tertidur, setelah dikeloni mama dan papanya.
Afdi memeluk erat tubuh istrinya di ranjang yang berbeda dengan tempat putranya tidur.
Hati wanita cantik itu ketar-ketir mengingat kegilaan mantan dosennya.
"Sekarang kita lakukan tugas kita, membuat adek towok untuk Shaka"bisik Afdi lembut ditelinga istrinya.
Za tersenyum dan mengangguk, setelahnya dengan senang hati ia melayani suaminya.
Di sisi lain Vero masih nampak kesal, ia melampiaskan has*** tak sampainya ke pada Susan, wanita dengan body goals itu begitu liar menghadapi Vero.
Ranjang luas itu memjadi ajang bagi mereka untuk saling menggapai puncak.
Pagi menjelang, bocah tampan itu membuka matanya, ia tersenyum senang tidur didampingi papa dan mamanya.
Diciuminya wajah sang mama, tangan kecilnya membuka tangan mamanya, agat bisa masuk dalam dekapannya.
"Sudah bangun sayang"Za melabuhkan kecu9an dipucuk kepala jagoannya.
Dilihatnya sang suami masih terlelap,"pasti ia kelelahan karena semalam"guman Za tersenyum sendiri.
"Bangunkan papa, kita ke pantai"bisik Za di telinga putranya, bocah tampan itu mengangguk.
Dalam hitungan menit mereka ke pantai tanpa mandi, hanya sekedar gosok gigi dan cuci muka.
Bertiga lebih romantis, bocah tampan itu bener-benar anak pintar yang penurut, tak bertingkah sama sekali.
Mereka bertiga membuat istana pasir, sesekali tergelak bahagia.
"Bang..nanti kalau liburan lagi kita ajak kai dan nenek Shaka, beserta abang Fahd dan anak istrinya"ucap Za antusias.
"Ok sayang.."
"Shaka ikut ya ma"Za mengangguk dan mengelus kepala putranya.
"Tentu ..jagoan mama harus ikut"
"Bang..ayo kita sarapan..baru mandi"Afdi mengangguk dan segera mengendong putranya.
Mereka berjalan kaki menuju hotel, mereka sampai dengan cepat ke resto hotel, karena pantai hanya 15 menit dari hotel jika berjalan kaki.
Tiba di resto Za kemvali bertemu dengan sang dosen, laki-laki itu menatapnya dengan pandangan kecewa....
Tidak ada harapan untuk Vero mendekati wanita yang mencuri hatinya, wanita itu selalu lengket dengan suami dan anaknya, sepertinya kejadian di toilet membuat Za berhati-hati.
Niat Vero ingin melupakan Za malah dipertemukan kembali, hatinya kembali berdenyut melihat kemesraan wanita yang ia cintai.
Ditambah lagi lagu yang diputar pihak hotel, dari vokalis Band Armada membuat hati Vero semakin galau
Ku tak bahagia
Melihat kau bahagia dengannya
Aku terluka
__ADS_1
Tak bisa dapatkan kau sepenuhnya
Aku terluka
Melihat kau bermesraan dengannya
Ku tak bahagia
Melihat kau bahagia
Harusnya aku yang di sana
Dampingimu dan bukan dia
Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia
Harusnya kau tahu bahwa
Cintaku lebih darinya
Harusnya yang kau pilih bukan dia
Ku tak bahagia
Melihat kau bahagia dengannya
Ku tak bahagia
Melihat kau bahagia
Harusnya aku yang di sana
Dampingimu dan bukan dia
Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia
Harusnya kau tahu bahwa
Cintaku lebih darinya
Harusnya yang kau pilih bukan dia
Ho-wo-oh
Harusnya aku yang di sana
Dampingimu dan bukan dia
Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia
Harusnya kau tahu bahwa
Cintaku lebih darinya
Harusnya yang kau pilih bukan dia
Lelaki tampan itu melangkah keluar dari resto dengan perasaan sedih,"Za andai aku bisa menukar seluruh harta milikku untuk mendapatkan dirimu, aku akan lakukan sayang"gumannya dalam hati saja.
"Aku cemburu...andai bocah itu anakku, bahagianya hati ini"
Yuuuk kasih vote, like๐๐๐ dan comen yang banyak๐๐๐
__ADS_1