NAFSU

NAFSU
Dua anak kembar


__ADS_3

Warning!!!


Buat anak-anak di bawah umur 21 ke bawah DILARANG baca cerita ini, aku nggak ikut nanggung kalau masih ngeyel mau baca😜


***


Eric tersenyum dan duduk berhadapan dengan Fai di kursi bar hotel.


"Untukmu saja Fai..maaf aku tak bisa menghianati istriku" ucap Eric sembari melempar senyum


"Istri..kau sudah menikah..?"Eric mengangguk.


"Bahkan kami memiliki 2 putra yang tampan"Eric menceritakan kebanggaannya pada dua jagoannya.


"Woow kau hebat juga Ric..siapa wanita beruntung itu?"


"Aku akan mengenalkannya padamu, datanglah hari sabtu ke rumahku, kebetulan kami disini karena menunggu kelahiran anak ke tigaku"


"Luar biasa kau Ric..garcep sekali produksimu"Fai tertawa, dan berjanji akan datang ke rumah Eric sabtu depan.


"Maaf sayang, aku mengingkari janji, tapi Fai kan hanya sekedar bosmu, dan kulihat Fai sudah memiliki sekertaris baru, jadi tak ada alasan untuk takut bertemu dengannya"guman Eric dalam hati.


Fai melajukan mobilnya ke rumah, hari masih sore ia malas kembali ke kantornya.


Suasana rumah nampak sepi, putri kecilnya tak terlihat, Fai naik ke lantai atas melangkah menuju kamarnya.


Lelaki itu menghentikan langkahnya ketika mendengar suara dalam kamar tidurnya, tangan Fai mengepal...Fai menghubungi mertuanya untuk segera datang le rumah.


Dua puluh menit kemudian suara mobil memasuki halaman rumah, Fai menyambut lelaki sombong itu dan mengajaknya mengikutinya.


Tuan Frizt yang bingung atas sikap mantunya ngikut saja, karena tak tau maksud mantunya.


"Papa lihat apa yang dilakukan putrimu yang terhormat di dalam kamar tidur suaminya"Fai membuka perlahan pintu kamarnya.


"Mata lelaki tua itu terperanjat, jantungnya seperti berhenti berdetak, Clara dan Franki melakukan adegan panas di atas ranjang dengan keadaan polos, suara de***** mereka memenuhi ruangan, membuat telinga lelaki setengah baya itu panas.


"Clara....!!!!!"


Bagai berada di kutub utara tubuh Clara membeku, begitu juga dengan Franki.


Clara dan Franki segera mengenakan pakaiannya, belum tuan Frizt berucap, Fai berteriak.."Kalian tadi berkata bahwa Setfani adalah putrimu, betulkah itu Cla..!!!


Tuan Frizt melemas mendengar ucapan Fai,"Jika kalian berbohong aku akan membawa Stefani jauh dari kalian"


"Jangan..jangan bawa putriku..kumohon!"ucap Clara dan Franki bersamaan.


Fai tersenyum kecut, "Aku mau kalian meninggalkan rumahku secepatnya"


Fai berlalu namun menit berikutnya ia kembali,"Clara aku menalakmu dengan talak 3..urus perceraian kita"

__ADS_1


Fai berlalu dan tuan Frizt roboh di depan putrinya begitu mendengar ucapan Fai.


-


Fai keluar dari rumahnya menjelang senja, ia melajukan mobilnya, beberapa menit kemudian dering hapenya membuyarkan lamunannya.


"Iya ...dimana"Fai hanya menjawab singkat pada lawan bicaranya, saat ini ia ingin melupakan nasib buruknya.


Beberapa puluh menit kemudian ia memasuki lobi hotel, setelah menyerahkan kunci mobilnya pada penjaga di hotel mewah itu.


Setelah menerima kembali kunci mobilnya, lelaki tampan itu menuju kamar hotel yang dicarinya.


Seorang wanita cantik, tersenyum ketika lelaki tampan itu masuk.


Fai membuka jasnya dan melonggarkan dasinya, ia menuju sofa kamar, dimana sudah tersedia botol wine seperti pesanannya.


"Siapa namamu?" Fai mulai meyesap wine digelasnya.


"Sofi.."wanita itu mendekat dan duduk di samping Fai, membantu menuangkan wine ke dalam gelas Fai.


Sembari minum Fai menge*** bibir Sofi, wanita cantik itu melayang dan mulai membalas perlakuan Fai.


Beberapa menit kemudian, mereka sudah berada di atas ranjang king siza hotel.


Fai terbangun dan membuka mata, ketika mentari begitu terik menyapa penglihatannya.


Fai turun dari ranjang, namun kepalanya terasa pusing, ia akhirnya memilih berbaring kembali.


Tak berapa lama ia masuk ke kamar mandi, lima menit kemudian, Fai keluar dari kamar mandi dan sudah menggunakan pakaiannya kemarin.


Fai melajukan mobilnya menuju apartemennya, enggan ke rumah jika masih bertemu dengan Clara.


Rumah yang ia beli setelah menikah, namun di rumah itu membuatnya bagai laki-laki bodoh, istrinya menghianatinya dengan sopir pribadinya.


Lelaki yang menemani kemanapun istrinya pergi, bahkan ke ranjang..haahhaahh luar biasa Clara menipunya.


Fai masuk ke dalam apartemennya, sesekali ia datang ke apartemen ini jika moodnya sedang tak baik.


Apartemennya nampak rapi karena setiap 2 hari sekali akan datang pelayan part time yang membersihkan rumahnya.


Lelaki tampan itu membaringkan tubuhnya di ranjang kamarnya, hingga akhirnya tertidur pulas.


-


Suasana dikantor pagi ini nampak segar, biasa jika jum'at pagi akan diawali dengan senam oleh karyawan kantoran, agar badan segar dan tentunya mata dan mulut ikut segar.


Para lelaki selalu memilih barisan belakang, tau saja maksudnya?, ingin melihat goyangan karyawan wanita yang bisa membuat ngeces jika bodynya syuuur, bahkan tertawa terpikal-pikal jika bodynya over.


Za berada di posisi paling depan, karena ia tau mata lelaki tak akan sampai ke posisinya jika ia berada di depan, kecuali jika lelaki itu berada di barisan belakangnya.

__ADS_1


Seperti sang bos yang posisinya tepat di belakangnya, sungguh Vero tak focus melihat gerakan Za pikirannya sudah traveling kemana-mana.


Satu jam senam kesehatan jantung di sambung senam maumere, cukup membuat keringat mengucur.


Vero menatap wanita yang selalu membuatnya mengila, keringat yang membasahi pakaian Za di bagian punggung, di tambah bulir-bulir air itu di kening wanitanya membuat Za semakin sexy.


Za tersenyum pada rekannya untuk duluan dan melangkah menuju ruangannya, langkah Za terhenti ketika Vero menghadang dan menarik tangannya menuju ruangan Ceo.


"Pak ini masih pagi..temen-temen bisa melihat"kesal Za pada bosnya.


"Tak ada yang melihat, tuh kacanya tak tembus pandang dari luar sayang"Vero sudah mel**** lembut bi*** Za.


"Kau sexy sekali sayang"suara Vero mulai serak, saat ia mulai menghisap cup yang sedari tadi membuatnya berpikir mesum.


Za mengelinjang oleh ulah Vero, namun lelaki itu terus menyusu seperti bayi dengan tangan satunya mer**** benda indah yang mengunung itu.


"Saya harus kembali pak"Za hendak beranjak, namun Vero mengendong tubuh wanitanya menuju kamar rahasia dalam ruangannya.


"Pak...ini masih pagi, saya harus bekerja"Za mencoba mengelak.


"Sayangku..pagi jumat baru mulai aktip pukul 9 pagi, masih ada waktu 1 jam"Vero sudah membuka semua pakaiannya, sehingga Za dapat melihat tubuh gagah dengan bagian yang sudah siap tempur.


Za tak mampu menolak rengekan manja dan cumbuan Vero, wanita itu pasrah di bawah kungkungan lelakinya.


Vero terbaring setelah dua kali pelepasan, Za sudah keluar dari kamar mandi dengan pakaian senamnya.


"Sayangku cium dulu"Vero merentangkan tangannya, dengan malas wanita cantik itu mendekat dan memberi kiss bibir pada bosnya.


Sabtu sore Fai sudah bersiap untuk menuju rumah Eric, ia singgah sejenak di toko mainan, dengan dua plastik berisi box mainan, setelahnya Fai melajukan mobilnya.


Entahlah pikirannya hanya ingin membeli hadiah buat dua putra Eric, tak ada niatan membeli yang lain.


Lelaki tampan itu turun dari mobilnya begitu memasuki halaman rumah mewah bercat putih.


Eric menyambutnya di teras dan segera mengajaknya masuk ke dalam rumah.


"Daddy...daaaaaddy.."suara bocah berteriak menghampiri Eric.


Deeenng.... tubuh Fai membeku.


Kembar???


"Kenapa aku seperti melihat diriku dan bang Fahd???


"Kenapa aku ingin sekali mendekap dua bocah ini..kenapa hatiku berdebar seperti sedang jatuh cinta??? pertanyaan yang hanya dipikiran Fai.


Mata laki-laki tampan itu nanar begitu melihat sosok yang keluar dari ruangan lain..wanita cantik yang sedang hamil besar.


Yuuuuk kasih vote, likeπŸ‘πŸ‘πŸ‘ dan comen😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2