
Warning!!!
Buat yang masih di bawah umur 21 DILARANG baca cerita ini, aku nggak ikut nanggung kalau masih ngeyel mau baca๐
***
Lena menatap baby Erica yang terlelap setelah puas menyusu, pikirannya kembali teringat mendiang suaminya.
"Sayang putri cantikmu dan aku merindukanmu, melihat wajah putrimu seperti aku sedang menatapmu...."
Malam ini ia sangat merindukan Eric, pikirannya, menduakan Eric apakah akan membuatnya dan anak-anak bahagia.
Ia tau sifat Fai..laki-laki itu sangat lemah dengan wanita, apalagi yang ia tau Fai tak mencintainya...seperti apa sikap Fai dulu padanya, yang bahkan tega menjadikan dirinya tumbal untuk kemajuan bisnisnya...setega itu, padahal ia melakukan itu karena perasaan cinta...dan saat ini yang Fai lakukan karena sikembar, bukan karena cinta.
Lena akhirnya terlarut dalam pusaran mimpi, namun tidak bagi dua insan yang berbeda jenis disatu ranjang.
Fai dan Sofi kembali melakukan pergumulan panas, setelah beristirahat setengah jam, mereka melanjutkannya kembali.
Lelaki tampan itu sudah empat bulan tak melepas hasratnya, terakhir ia melakukannya dengan Sofi sewaktu si kembar bermalam di apartemennya, Sofi bisa mengimbangi dirinya dan bahkan bisa membuatnya terbakar dan meleleh sepanjang malam.
Waktu menjelang pukul 6 pagi Fai dan Sofi menghentikan pergelutannya, Sofi memeluk tubuh Fai erat dan berbagi selimut.
Wanita itu terus mengembangkan senyumnya, ia pandangi wajah tampan Fai yang mulai tertidur dengan dengkuran halusnya.
"Aku akan berusaha mendapatkan hatimu"
Sungguh perlakuan Fai diranjang membuatnya gila dan menghayal, ia yakin laki-laki itu mencintainya.. karena Fai selalu memujinya dan memanggilnya sayang..bahkan dengan bisikan lembut...
-
Akhirnya dengan kegigihan Pak Alif, Fahd dan juga Za, Hana menyerah, apalagi mantunya yang sedang ngidam ingin melihatnya duduk bersanding dengan Pak Alif di depan penghulu, membuat Hana bersedia menikah minggu ini.
Alif sangat bahagia Hana bersedia menikah dengannya, impiannya menjadikan Hana istrinya terlaksana juga, walau hanya di depan penghulu tanpa pesta bukan masalah bagi Alif, yang penting syahnya.
Fahd menghubungi om Heru, adik bundanya yang tinggal di luar kota, karena tugas dinasnya, pekerjaan om Heru sebagai abdi negara, mengharuskannya siap ditugaskan ke manapun di wilayah negara Indonesia dan nanti akan menjadi wali nikah bundanya.
"Assalamualaikum Fahd..bagaimana kabar keluarga di sana..."
"Waalaikumsalam...Alhamdulillah kami sekeluarga baik om"jawab Fahd pada om Heru.
"...
"Om..Fahd minta tolong datang ke rumah bunda...."
Heru akhirnya menyetujui akan datang bersama istri dan putranya, ia akan mengajukan cuti agar bisa lebih lama di rumah mbaknya.
Setelahnya Fahd menghubungi Fai, untuk bisa balek ke rumah bundanya, dan mengabarkan bakal pernikahan bundanya.
Lelaki tampan itu awalnya terkejut, tapi ia tidak menolak pernikahan bundanya,"Bunda punya hak untuk bahagia"batinnya.
__ADS_1
Hari ini Za menyerahkan surat pengunduran dirinya di Perusahaan PG Grup, dan kebetulan Vero sedang tidak berada ditempat, hingga Za dapat pamit pada Pak Budi dan staf di divisinya dengan aman.
Perusahaan Za mulai menyeleksi calon pekerja yang sudah memasukkan lamaran kerja sebelumnya.
Za dibantu abang dan suaminya, serta Pak Bisri dan calon papa sambungnya Pak Alif, membuka perusahaan NT Grup.
-
Dua hari lagi pernikahan sang bunda, Fai membujuk Lena untuk ikut dengannya, namun wanita itu menolak, ada rasa takut berada diantara keluarga besar Fai..
"Apa tanggapan mereka tentangnya dan sikembar?"
"Keluarga Fai pasti sikapnya tak jauh dari Fai..aku tak siap sakit hati"
Dan banyak pertimbangan yang membuat Lena enggan ikut dengan lelaki tampan itu.
Fai sangat kesal dengan sikap Lena, tapi ia tak perduli penolakan Lena, ia sudah menyiapkan keperluan dua jagoannya dan sudah mendandani mereka, hingga dua bocah yang bukan balita lagi itu, girang ketika sang papa berkata mereka akan mendatangi oma dan opanya.
"Kau sungguh tak mau ikut?( Lena diam menatap Fai)..baiklah jangan menangis jika anakku tak balek lagi padamu!"sarkas Fai.
Mata Lena membola, wajahnya nampak kesal.."Dasar laki-laki pemaksa!"ketusnya.
Mobil yang dikendarai Fai meluncur meninggalkan jalan padat kendaraan, Lena masih dengan wajah cemberutnya.
Ya akhirnya dia ikut juga, karena ancaman Fai..karena ia hafal Fai bisa melakukan hal itu.
Fai tersenyum melirik sekilas wanita di sampingnya, dan beralih menengok ke dua jagoannya yang tak henti berceloteh di kursi belakang.
Beberapa jam kemudian, Bunda dan kedua saudaranya serta iparnya terperangah melihat Fai yang turun dari mobil dengan wanita cantik dan tiga bocah, surprisenya ada dua bocah lelaki kembar.
"Fai ini..."Fai mengangguk menjawab pertanyaan bundanya yang ia paham maksudnya.
Hana meneteskan airmata dan memeluk dua bocah tampan itu, yang terlihat bingung.
"Sayang ini oma kalian..kasih salam"Fai membimbing kedua bocah itu pada bundanya, Lena menatap pemandangan itu dengan wajah haru.
Sikembar menyalimi dan mencium tangan ke semua anggota keluarga, namun tiba-tiba Fai mengaduh.
"Anak nakal..kau menyembuyikan cucu bunda selama ini"Hana menjewer telinga Fai dan lelaki itu menahan sakit di telinganya yang sudah memerah, yang lain hanya tertawa melihat Fai yang memang mengesalkan.
Hana mendekati Lena dan memeluknya, setelahnya ia mengambil Erica dari gendongan Lena.
"Cucu oma ..cantik sekali"Fai tersenyum dan mencium pipi Erica.
"Ya lah anak Fai gitu loh..yang terkenal paling tampan"candanya mencium kembali pipi Erica.
Lena meringis dalam hati mendengar ucapan Fai.
Lena menyalimi keluarga Fai, tiba-tiba ia tercekat melihat Fahd, dan setelahnya menatap Fai.
__ADS_1
Yang lain tertawa melihat keterkejutan Lena,"Avin dan Avan bagai aku dan bang Fahd..sifat mereka tak jauh seperti kami masih kecil dulu"ejek Fai atas pikiran Lena.
Lena menunduk malu"Pantas saja ia begitu yakin..karena gen kembar dari keturunannya"
-
Hana menidurkan Erica di box milik Shaka yang masih layak, setelahnya ia duduk di samping Lena.
Hana meraih tangan Lena dan mengenggamnya, menepuk-nepuk lembut tangan Lena dengan tangan satunya.
"Sayang anggap di rumah sendiri ya, dan jangan sungkan..jika anak nakal itu bertingkah kau bisa menghubungi bunda atau abangmu..Fahd" ucapan Hana yang lembut dan menganggap dirinya mantu membuatnya serba salah.
Tak mungkin ia bilang jika ia bukan istri Fai, apa kata mereka nanti.
Lena hanya mengangguk dan tersenyum.
"Baiklah sekarang kalian makan dulu ya..setelah itu istirahat, kalian pasti lelah menempuh perjalanan jauh"
Hana merengkuh bahu Lena dan mengajaknya menuju dapur.
"Makanlah ..jangan sungkan, kau memyusui jadi harus makan banyak!"Hana menepuk lembut pundak Lena dan meninggalkan di dapur bersama bibik.
Hana tersenyum melihat para cucu laki-lakinya akur bermain bersama, padahal baru bertemu.
Shaka mengeluarkan semua mainannya, bocah satu itu tidak pernah pelit jika berbagi.
Fahd dan Faiz serta Afdi geleng kepala, melihat bocah duplikat ayah mereka yang selalu ramah pada teman bermainnya.
Di sisi lain, Diana nampak kesal karena suaminya belum juga kembali dari perjalanan bisnisnya di Singapore.(nggak tau saja dibohongi am laki..๐คญ
Sedang putranya Vero seperti tak perduli dengan rencana pernikahannya, laki-laki itu sedang patah hati karena penolakan Za, hingga ia melarikan diri ke Bali, berusaha menghilangkan rasa sakit hatinya.
"Jika bukan ulah mamanya, Za saat ini masih bersamanya"Vero meremas gelas minumannya hingga pecah.
Telapak tangannya terluka dan berdarah, namun lelaki itu seperti mati rasa, ia tak menghiraukan keadaannya.
Berbanding terbalik dengan Beni, lelaki setengah baya itu saat ini sedang bahagia.
Menikmati honey moon bersama istri tercinta, siapa lagi jika bukan Luna, wanita muda yang lebih pantas jadi anaknya.
Beni berencana menjual semua asetnya di tanah air dan menetap di luar negeri bersama Luna.
Beni telah menghubungi pengacaranya, untuk menjual semua asetnya kecuali PG Grup, yang telah ia serahkan pada putranya, karena hanya PG Grup yang dimiliki oleh 3 orang pemegang saham, yang salah satunya adalah tuan Nathan, mungkin karena hanya 10% kepemilikan saham di PG Grup, Pak David mepercayakan bisnis itu di tangani asisten papanya dulu, dan keuntungan selama ini masuk ke rekening keluarga Nathan.
"Dad..jadi kapan kau menjual semua asetmu, lalu bagaimana dengan Diana"Luna menyuguhkan secangkir teh hijau pada suaminya dan setelahnya ia duduk memeluk lengan Beni.
"Dalam bulan ini kata pengacara semua beres, semua itu milik keluargaku beb..Aku memberi rumah mewah di kota untuknya..ia pun punya usaha perhiasan yang modalnya dariku, dan lagi Diana sebelum menikah denganku bukan siapa-siapa, ia hanya wanita miskin yang dijodohkan denganku"ucap Beni gamblang.
Luna terperanjat.."Benarkah dad..?"
__ADS_1
Beni mengangguk, Luna tak menyangka jika sikap sombong Diana yang selalu mengagungkan derajat, ternyata latar belakangnya sendiri seperti itu.."Seperti kacang lupa kulitnya!"
Yuuk kasih vote, like๐๐๐ dan comen yang banyak๐๐๐