NAFSU

NAFSU
Syah...


__ADS_3

Pak David dan Hana pagi ini langsung meluncur meninggalkan kota provinsi, bapak dan ibu menghubungi jika sudah selesai urusan untuk segera kembali, karena persiapan pernikahan sudah sebagian dikerjakan.


3 jam perjalanan mereka sampai di rumah Hana, suasana rumah sangat ramai berbeda sekali saat mereka meninggalkan rumah untuk ke kota provinsi.


" Han..sombong ya datang ngak kabar-kabar" Sri menatap Hana judes.


"gimana mau ngabari..ini tugas mendadak, lagian kamu tau disana gimana sinyalnya", jelas Hana, Sri berbisik ditelinga Hana dan wanita itu mengangguk tersenyum.


"mas ini sobit aku namanya Sri", Hana memperkenalkan sobitnya yang semata wayang.


"eeeh datang dang masuk ke rumah jangan ngobrol di jalan gini" tegur ibu menarik lembut tangan Hana.


Hana dan pak David beserta sri masuk ke rumah, di dalam rumah mereka disambut keluarga besar Hana.


Hana mengenalkan pak David pada semua keluarga besarnya, semua keluarga berkenalan dengan Pak David calon keluarga besar mereka.


suasana makin ramai ketika mereka bersiap makan siang bersama-sama.


Disaat keluarga besar dan para tetangga yang rewang menikmati makan siang.


Ibu dan bapak mengajak Hana dan suaminya ke kamar orangtuanya , karena ada yang akan dibicarakan.


Bapak dan ibu serta bude Ratmi dan bude Yat serta suami mereka masuk ke dalam kamar, mereka membicarakan acara pernikahan yang tinggal 3 hari, surat undangan sudah disebar oleh sepupu-sepupu Hana.


Catering juga sudah dipesan termasuk dekorasi dan perias manten.


Pak David memberikan amplop coklat kepada ibu, ibu menatap bapak seakan bertanya, dilihatnya bapak mengangguk.


"bu..ini tambahan untuk biaya pernikahan...kalau kurang saya akan ke bank lagi biar ditemani dek Heru"


Ibu disaksikan para bude menghitung uang pemberian pak David.


"Ya Allah nak, ini banyak sekali.." ibu terkejut begitu pula para bude.


"syukurlah kalau lebih..bisa digunakan untuk keperluan lain" pak David merendah.


"nak lebihnya nanti ibu kembalikan... "


"tidak bu..itu hak bapak ibu, saya sebagai suami dek Hana bertanggung jawab atas semua biaya pernikahan ini, saya tidak mau bapak mengeluarkan biaya untuk pernikahan kami"


"Han kalau gini bisa nyewa orkes noh..adekmu Heru pengen ada orkesnya diacara pernikahan mbake"


Hana memgangguk, biar semua bahagia dihari pernikahannya.


Hana sangat bersyukur, pak David begitu royal dalam urusan duit.


"kalian sekarang iatirahat sana, pasti capek dari perjalanan jauh",saran ibu dan didukung oleh para bude.

__ADS_1


Hana dan Pak David keluar dari kamar orangtuanya.mereka menuju kamarnya, di ruang tengah mereka digoda para sepupu Hana.


Pak David merasa senang disambut baik oleh keluarga Hana yang tak memandang perbedaan usia antara dirinya dan Hana, yang terpaut 19 tahun.


Mereka sudah di dalam kamar, Hana mengunci pintu takut saja saat tidur ada yang nyelonong masuk, namanya juga orang banyak.


Para saudara dan tetangga ramai membantu mempersiapkan segala keperluan resepi pernikahan, nanti disaat malam mereka kembali ke rumah masing-masing, yang tertinggal paling para bude dan pakde.


Di kamar orangtua Hana, para orangtua urun rembuk, dengan tambahan 200juta dari mantunya, mereka lebih leluas dalam berpikir untuk acara pernikahan ini.


"De Yat, urusan neng KUA wes beres ta" Pak Harno bertanya pada kakak perempuannya yang kebetulan anaknya, mas Ratno kerja di KUA ia yang mengurus semua urusan Hana dan suaminya di KUA.


" wes dek, Ratno kemaren wes ngomong tinggal skrening ae, sisok Hana karo bojone ben ne KUA ditemani Ratno" jelas bude Yat.


Di kamar Hana membereskan semua bawaannya dari kota prov , pak David istirahat di ranjang, Hana keluar untuk mandi ia sudah biasa mandi setelah perjalanan jauh.


Beberapa menit kemudian, Hana masuk ke dalam kamar ..wangi shampo menguar di dalam ruang kamar.


"sayang..sini sebentar.." panggil pak David dan Hana begitu menurut ia mendekati pak David.


Lelaki 40 tahun itu menarik tubuh Hana dan mendekapnya di ranjang.


"wanginya sayang..mas suka" pak David menciumi punggung Hana, lelaki itu sudah setengah terpejam, sampai akhirnya mereka tertidur karena lelah baru dari perjalan jauh.


-


Pukul 08 pagi penghulu sudah hadir dan acara segera dimulai, dengan lantang dalam satu tarikan nafas janji suci itu tertaut, ada kelegaan dan rasa takut yang dirasa.


Hana terharu ia sekarang seorang istri dari David Nathan kepala Desanya,


disaat acara sungkeman Hana menangis ketika orangtua menasehatinya untuk patuh dan menghormati suaminya, karena sekarang tanggung jawab orangtuanya diambil alih suaminya.


acara berjalan lancar dan tamu undangan sangat ramai.


Menjelang magrib acara sudah selesai, Hana kelelahan menerima ucapan para tamu yang jumlahnya ratusan.


Pak David masuk le kamar istrinya, ia melihat istrinya yang terlelap masih menggunakan gaun pengantin.


"dipandanginya wanita cantik yang sudah syah secara hukum sebagai istrinya, ia sangat bahagia..akhirnya ia bisa mensyahkan Hana sebagai istrinya.


Ini kali pertama pak David melegalkan pernikahannya, dan itu untuk wanita yang sangat ia cintai.


Pak David membantu melepaskan gaun istrinya, ia melihat istrinya seperti tidak nyaman tidur menggunakan gaun pengantin.


Setelahnya, ia mengendong tubuh istri ke ranjang diselimutinya tubuh yang selalu membuatnya menggila.


Dikecupnya lama kening istrinya dengan penuh rasa sayang," aku akan selalu melindungimu" batin pak David.

__ADS_1


David menganti pakaiannya dengan kaos dan celana kulot tiga perempat.


ia keluar kamar menuju keluarga yang sedang berkumpul.


Lelaki yang baru mensyahkan dirinya sebagai suami Hana itu,sekarang ikut duduk ngobrol dengan para saudara.


Keluarga Hana merasa segan dan hormat pada lelaki yang memberikan biaya pernikahan sampai 300juta.


Di daerah Hana maksimal pihak pria memberi 100juta dan 300juta yang diberikan Pak David membuat lelaki itu disegani karena mengambil semua tanggung jawab pernikahan secara materi pada keluarga pak Harno.


Pukul 11 lewat sebagian saudara sudah pada pulang ke rumah masing-masih hanya tinggal pasangan sepuh.


David Nathan masuk ke kamar istrinya, ia naik ke ranjang dan ikut masuk ke dalam selimut istrinya.


-


Menjelang subuh Hana terbangun, ia merasakan pelukan Hangat dari suaminya, dipandanginya wajah tampan David, perlahan ia kecup bibir suaminya singkat.


"sayang..bangun yuk sholat" bisik Hana ditelinga suaminya.


Lelaki itu membuka matanya perlahan dan dieratkannya pelukan ditubuh istrinya.


"sayang aku pengen.." manja David.


"kita sholat dulu ya", elak Hana namun tidak didengar suaminya.


David mengungkung tubuh istrinya.


"ini belum azan lagi sayang, masih pukul 4 pagi, senyum David.


Lelaki itu mulai mencumbu istrinya, Hana menikmati setiap sentuhan suaminya.


lenguhannya tertahan dengan bekapan bibir suaminya, Bisa dengar orang diluar kamar jika Hana tidak dibekap nikmat begitu.


Mata Hana berkabut b***** ketika suaminya bermain di bawah miliknya,


de***an istrinya membuat David menggila.


Suasana kamar yang tadinya dingin berubah naik suhu udaranya, David memposisikan miliknya hingga kembali terdengar d****an istrinya.


David menuntaskan permainan nikmatnya dengan hentakan kuat dan dalam, ada harapan yang ia ucapkan dalam hatinya, semoga usahanya ini segera menghadirkan keturunananya.


Suara adzan subuh berkumandang David membangunkan istrinya yang masih terlelap akibat ulahnya.


Diciuminya wajah istrinya agar terbangun dan berhasiiiilll.


Selamat membaca ceritaku,semoga menghibur kalian maaf maaih banyak kekurangan dan kesalah pengetikan🙏🙏🙏

__ADS_1


Jangan.lupa like dan comen ya😘


__ADS_2