NAFSU

NAFSU
Amarah dan Kebencian


__ADS_3

Perlahan Hana berbaring disamping suaminya, ditepuk-tepuknya dengan pelan punggung suaminya.


"Hana sayang mas..Hana bener-bener cinta sama suami tua aku ini" kekehnya.


"Mas juga cinta sama istri cantik yang muda ini"guman Pak David memeluk istrinya.


"Sudah bangun sayangku, makan dulu yuuk..dari pagi tidur mulu..mas nggak lapar apa?"Pak David terkekeh mendengar omelan istrinya.


"Ayoo kita makan..mas lapar sekali ini"Pak David beranjak dari tidurnya dan merengkuh tubuh istrinya dan mengiringnya ke dapur.


-


Beberapa bulan kemudian....


Saat ini kehamilan Hana sudah memasuki usia 5 bulan, dan selama itupula suaminya sangat overprotektif padanya, jangan begini jangan begitu..harus ini harus itu.


Lelaki tua yang gagah itu sudah seperti emak-emak menurut istrinya, tapi Hana sangat menikmati perlakuan suaminya yang langka, yang biasanya hanya menurut dan tersenyum mengikuti maunya.


Kehamilan Hana ini juga menjadi perhatian rekan-rekan kerjanya, banyak saran yang Hana lakukan dengan iklas, bagi Hana selagi itu untuk kebaikan babynya ia akan lakukan selama masuk akal dan bukan kesyirikan....


Waktu menunjukan pukul 17 ketika sebuah mobil merah masuk ke halaman perumahan.


Hana yang hapal dengan suara mesin mobil yang berhenti di halaman perumahan tersenyum, suaminya itu semenjak kehamilannya selalu tepat waktu jika pulang kerja, bahkan jika tidak ada pekerjaan penting ia akan pulang lebih cepat.


"Assalamualaikum ...." suara yang selalu ditunggu dan dirindu itu terdengar begitu menyenangkan di hati Hana.


"Waalaikumsalam...sayangku"Hana membuka pintu dan tersenyum manis, hati suami mana yang tidak merasa sejuk mendapat sambutan dengan senyum dan tatapan penuh cinta dari pasangannya.


Pak David segera masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu, ia bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dengan kesejukan air bor.


Sudah 2 bulan ini penghuni perumahan menikmati air bor yang melimpah, semua itu Pak David lakukan untuk istri tercinta dan orang-orang yang menyayangi istrinya.


Dan memberi bantuan suryacell sebuah sistem yang dapat digunakan untuk mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik dengan menggunakan prinsip yang disebut efek photovoltaic.


Hingga bukan penerangan dari mesin diesel seperti semula yang banyak memerlukan biaya untuk pembelian solar.


Pak David juga menawarkan renovasi penambahan bangunan rumah agar penghuni perumahan lebih leluas dalam rumah yang dulunya hanya ukuran 4 x 6 meter.


Lelaki yang genap 40 tahun bulan lalu itu, sangat berterima kasih pada rekan-rekan kerja istrinya yang sudah sangat peduli pada istrinya seperti saudara.

__ADS_1


"Mas mau makan sekarang atau nanti?"Hana mendekati suaminya dan memeluk tubuh kekar yang selalu membuatnya tenang.


"Nanti sayang... sehabis magrib saja" Pak David mengelus perut istrinya yang sudah terlihat membucit.


"Assalamualaikum...anak-anak ayah, sehat terus ya sayang..jangan nakal ya..kasihan bunda" Pak David mengecup perut istrinya, ia sudah tidak mengalami muntah-muntah lagi, namun terkadang ia menginginkan sesuatu yang tidak kenal waktu.


Hana membantu suaminya yang mulai belajar mengaji yang rutin dilakukan menjelang magrib, ada keharuan dihati Hana melihat tekad suaminya, harapannya semoga suaminya Istiqomah dalam menuntut ilmu agama.


Di perumahan ini Hana tidak lagi melihat sosok yang hilir mudik seperti dulu, semua itu karena rutinitas yang dilakukan Hana, sesuai saran Bu May, membaca ayat dari surah Albaqarah setiap harinya.


Menurut Bu May mereka akan pergi dengan sendirinya karena hawa rumah yang tak menyamani bagi mereka.


Beberapa menit kemudian setelah sholat isya yang dilanjut dengan sholat ba'diyah dan ditutup dengan shalat witir 3 rakaat, Hana berbaring didampingi suaminya.


Rasanya tenang jika semua kewajiban sebagai hamba sudah selesai dilakukan saat menjelang tidur, sudah lepas tanggungan dihari itu.


"Sayang...nanti disaat kehamilan memasuki akhir bulan ke 8, adek mengajukan cuti ya"Pak David mendekap tubuh istrinya dan memberi sentuhan lembut di kening dengan bibirnya.


"Iya..mas temeni Hanakan disana?"regek istrinya manja, Pak David mengurai dekapannya.


"Tentu sayangku, mas juga akan mengajukan cuti..biar bisa menemani si dedek menatap dunia?"


"Dedeknya pengen dijenguk ayahnya?" Pak David senyum-senyum mengoda.


Pak David segera mengungkung tubuh istrinya, ia melakukan sentuhan dengan sangat lembut.


Hana menikmati kasih sayang suaminya dengan rasa yang membubung, rasa paling nikmat dari rasa yang pernah ada.


Lelaki berusia 40 tahun itu mengerang hebat diiringi lenguhan istri cantiknya.


Mereka mencapai nirwana bersama dengan peluh hasil ibadah malam.


-


Sudah lebih 3 bulan Diang Ami tak bertemu Hana, ia yang tak pernah keluar meninggalkan rumah, merasa penasaran.


"Apa Hana takut padanya???"


"Apa Dev yang melarangnya???"

__ADS_1


"Aku tidak rela ia merebut perasaan Dev dariku, aku tau Dev sangat mencintaiku, suamiku itu selalu memujaku ketika kami bercinta, wanita muda seperti Hana itu tak akan bisa merebut perasaan terdalam dari Dev-ku" gumannya lirih.


Peristiwa belasan tahun itu masih tertanam jelas dalam ingatannya, lelaki muda yang sangat tampan dengan penampilan memesona yang jauh berbeda dari pemuda di desa Boru, membuatnya jatuh cinta pada saat pertama bertemu, Diang melihatnya pada saat acara panen yang rutin dilakukan di desannya, pada saat itu Dev baru datang dari kota setelah menyelesaikan S1-nya, lelaki tampan itu tak menyadari jika ia jadi target seorang janda kembang di desanya.


Diang sangat tergila-gila dan ingin memilikinya, Diang menceritakan hal itu pada ayahnya, tentu saja ayahnya yang serakah itu mendukung niatnya, karena David Nathan putra tunggal dari tuan tanah yang kaya raya di Desa Boru.


Ayahnya menyusun rencana untuk mendekati orangtua Dev, tentu saja dengan bantuan sahabat gaibnya, orangtua Dev menyetujui perjodohan anak mereka.


Namun seperti suami-suami sebelumnya, Diang akan kehilangan Dev sebagai tumbal untuk sahabat gaib ayahnya.


Diang meminta pada ayahnya kali ini ia tak ingin mengorbankan suaminya,


Ayah Diang mengatakan akibat jika Dev tidak masuk dalam tumbal, maka putrinya akan menjadi istri sahabat gaibnya seperti ibu Diang.


Di mana pada waktu-waktu tertentu harus melayani sahabat gaibnya, dan itu akan lebih sering jika mereka dalam amarah, sosok gaib itu akan hadir menuntut jiwa yang dipenuhi kemarahan.


Diang Ami tersadar dari lamunannya ketika ia melihat Pak David datang, memasuki kamarnya.


"Kau datang Dev..."Diang Ami mengikuti Pak David memasuki kamar.


"Jangan melangkahkan kakimu ke kamarku"tinta Pak David, Diang Ami menghentikan langkahnya.


"Kau tau aku rindu padamu, sudah 4 bulan ini kau tak pernah tidur di rumah ini, kau meninggalkan aku karena gadis ingusan itu!!!"teriak Diang Ami.


"Hana istriku, aku wajib bersamanya!"


ucapan Pak David membuat wajah Diang memerah.


"Kau sudah mengingkari janjimu, kau menggunakan perasaanmu, aku juga istrimu..!!!"Diang Ami memeluk lengan Pak David.


"Aku akan berhenti menjadi Kepala Desa, dan harus kamu tau ..kita bukan suami istri, aku sudah menalakmu" Pak David melepas tangan Diang Ami dari lengannya.


Wanita tua itu menangis histeris, ia meolak ucapan Pak David, baginya ia adalah istri Dev..lelaki yang sangat memujanya dulu.


"Aku tidak akan tinggal diam Dev, Hana akan bernasib sama seperti istri-istrimu dulu!!!"guman Diang Ami dalam hati, hatinya sudah penuh dengan amarah.


Amarah dan kebencian di dalam hatinya membuat sosok gaib itu hadir dan menunggunya di kamar khusus mereka, penebusan dari hati yang dipenuhi amarah dan kebencian...


"Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang, maka Allah timpakan ke kamu pedihnya sebuah pengharapan. Supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya.” ...(Imam Syafi’i)

__ADS_1


Selamat membaca ceritaku,semoga kalian suka, maaf ya masih banyak kekurangan dalam ceritaku πŸ™πŸ™πŸ™


Jangan lupa like dan comen😘😘😘


__ADS_2